Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Kelayakan Usaha dan Nilai Tambah Produk Keripik Tempe Sagu Wortel “CARO” pada UMKM Benarasa Nusantara Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Muharam, Muharam; Mahatmayana, I Ketut Manu; Margaretha, Juliana
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Benarasa Nusantara Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) is one of the business that does agroindustry activities with its innovative product, 'CARO' Carrot Sago Tempe Chips. This study’s purpose are analyzing business feasibility and added value from the 'CARO' Carrot Sago Tempe Chips production process. This study was conducted using a quantitative research method with three respondents consisting of the Benarasa Nusantara MSME owner and two labours there are a labour from the family and a labour from out the family. Data analysis was carried out using the R/C Ratio Analysis and the Hayami Method. The results of this study are the business is declared feasible with an R/C ratio of 1,73 and the added value earned is Rp. 177.600,00/kg with a value added ratio of 67,66%.
ANALISIS USAHATANI BUNGA KRISAN DI KECAMATAN CIPANAS KABUPATEN CIANJUR Mahatmayana, I Ketut Manu; Suhaeni, Suhaeni; Fauziah, Syifa; Rafiqah, Imas Wildan
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Agrimansion Agustus 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i2.1874

Abstract

Chrysanthemum flowers are a horticultural commodity with significant development potential due to their high economic value. One of the chrysanthemum-producing villages is Sindanglaya Village, located in Cipanas Subdistrict, Cianjur Regency. This study aims to analyze the costs, revenues, income, and feasibility of chrysanthemum farming. The research employed a descriptive quantitative approach. The sampling technique used was non-probability sampling, specifically the saturated sampling method. The sample consisted of 25 chrysanthemum farmers in Sindanglaya Village. Data were collected through interviews using a structured questionnaire. The data analysis included cost analysis, revenue analysis, income analysis, R/C ratio, B/C ratio, and break-even point (BEP) analysis for both production and price. The results showed that the total cost of chrysanthemum farming with an average land area of 0.3 hectares was IDR 28,109,563 per planting season. The average revenue was IDR 48,885,000 per season, resulting in an income of IDR 20,775,437 per season. The feasibility analysis indicated that the R/C ratio was 1.739, the B/C ratio was 0.739, the production BEP was 1,874 bunches per planting season, and the price BEP was IDR 8,162.5 per bunch. Based on these findings, it can be concluded that chrysanthemum farming in Sindanglaya Village is profitable and feasible to continue.
Analisis Tingkat Risiko Usahatani Sayuran Hidroponik di Bahagia Farm Kota Bekasi Dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Sabrina, Reni; Yusiana, Ekalia; Mahatmayana, I Ketut Manu
Media Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v9i1.6513

Abstract

Hidroponik adalah metode bercocok tanam menggunakan larutan air bernutrisi, menjadi alternatif keterbatasan lahan. Bahagia Farm di Kota Bekasi adalah salah satu pelaku industri ini yang menggunakan teknik NFT. Dalam usaha hidroponik, risiko produksi menjadi perhatian utama karena kegagalan dapat menyebabkan risiko finansial, sumber daya manusia, dan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keparahan risiko usahatani sayuran hidroponik di Bahagia Farm. Metode analisis yang digunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) untuk mengukur tingkat keparahan risiko berdasarkan sumber risiko, serta strategi mitigasi untuk meminimalkan dampak risiko. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan perhitungan RPN (Risk Priority Number) terdapat 30 penyebab risiko, dengan RPN tertinggi yaitu penyebaran hama dan penyakit ke sayuran lain (509,41), risiko layu pada sayuran (433,48), dan penurunan pendapatan (391,85). Beberapa strategi mitigasi antara lain strategi sumberdaya manusia yaitu pengawasan pekerja, jadwal pengecekan, jobdesc yang jelas, strategi finansial yaitu peningkatan kualitas dan kuantitas produk, serta diversifikasi sumber pendanaan. strategi produksi yaitu penyediaan yellowtrap dan pestisida nabati, penambahan penutup atap, pemeliharaan peralatan hidroponik, pengecekan secara rutin aliran nutrisi dan pengecekan secara rutin suhu nutrisi. strategi pemasaran yaitu penambahan rak atau perluasan lahan, peningkatan sanitasi, branding dan promosi, serta evaluasi rutin produksi.
Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Tanaman Unggul untuk Mendukung Program Kampung Buah Mahatmayana, I Ketut Manu; Supriadi, Devie Rienzani; Primajaya, Aji; Syabena, Muhammad Farrel; Fadila, Abil; Prastyo, Hadi
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20701

Abstract

Background: Karanganyar Village, Klari Subdistrict, Karawang Regency has vast land and potential for fruit crop development. By utilizing this vast land, a fruit village can be created, thereby increasing the potential to improve the income of the surrounding community. This activity aims to support the creation of a fruit village to improve food quality and the economy of the village community. Methods: A participatory approach through the dissemination of information on superior crops and the planting of fruit trees as parent plants. Results: The presence of superior parent plants with high productivity can meet the needs and improve the economy of the Karanganyar Village community. Conclusions: The community is able to produce food for family and community needs by having highly productive and adaptive parent plants.
Pengembangan Hortikultura Berbasis Teknologi dan Penguatan Manajemen Usaha KWT Sauyunan di Desa Gombongsari, Karawang Rienzani, Devie; Khamid, Miftkahul Bakhrir; Mahatmayana, I Ketut Manu; Selvi, Evi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.879

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Gombongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, dengan mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) Sauyunan yang beranggotakan 17 orang. KWT ini memiliki potensi besar dalam pengembangan hortikultura, namun menghadapi kendala utama berupa keterbatasan air pada musim kemarau, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta lemahnya manajemen usaha dan pencatatan keuangan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pelaksana yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa menerapkan teknologi tepat guna berupa sistem penyiraman otomatis (irigasi tetes), penggunaan mulsa, penggunaan mesin pemotong rumput, disertai pelatihan pencatatan digital berbasis aplikasi Android. Metode kegiatan meliputi observasi, persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, evaluasi, dan pendampingan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan anggota, dibuktikan melalui perbandingan pre-test dengan tingkat jawaban benar 87,14% dan post-test yang meningkat menjadi 97,13%. Selain itu, penerapan teknologi mampu mengurangi beban kerja, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat manajemen usaha KWT. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna dengan pendampingan manajerial dapat memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan perempuan desa dalam pengelolaan hortikultura berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN SERIKAT PEKKA (PEREMPUAN KEPALA KELUARGA) MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL Azzahra, Fatimah; Mahatmayana, I Ketut Manu; Muzayanah, Fety Nurlia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34702

Abstract

Abstrak: PEKKA merupakan sebuah organisasi non-profit yang berkomitmen pada pemberdayaan perempuan kepala keluarga. Di Kabupaten Karawang, Lokasi center serikat Pekka terletak di Desa Kalibuaya, Kecamatan Telagasari. Salah produk unggulan Pekka Karawang adalah Mie Cangkang Rajungan (Mie Caruka) dan keripik tempe trembesi (Keripik Tempe Basiah). Tempe basiah dapat dikembangkan menjadi keripik tempe sebagai oleh-oleh khas Karawang, sedangkan Mie Caruka masih bertekstur basah sehingga mudah basi dan butuh teknologi untuk mengeringkan mie agar lebih tahan lama. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan Kelompok Pekka dalam hal produksi produk unggulan dan pengemasan. Metode pemberdayaan yang digunakan yaitu sosialisasi, pendampingan, dan pelatihan kepada 20 anggota Pekka Karawang. Penilaian perubahan pengetahuan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta kuesioner skala likert untuk menilai perubahan sikap Hasil kegiatan menunjukkan bahwa, (1) terdapat peningkatan pengetahuan anggota pekka Karawang sebelum dan setelah dilaksanakannya sosialisasi sebesar 80%; (2) terdapat perubahan sikap dilihat dari peningkatan minat terhadap produk keripik tempe basiah dan mie cangkang rajungan dengan skor 355 kategori tinggi; dan (3) terdapat peningkatan keterampilan anggota Pekka Karawang dalam membuat dan mengemas keripik tempe basiah dan mie cangkang rajungan.Abstract: PEKKA is a non-profit organization dedicated to empowering female heads of families. The Pekka union center is situated in Kalibuaya Village, Telagasari District, within Karawang Regency. The flagship products of Pekka Karawang are Crab Shell Noodles (Mie Caruka) and Trembesi Tempeh Chips (Keripik Tempe Basiah). Basiah tempeh can be developed into tempeh chips as a typical Karawang souvenir, while Mie Caruka still has a wet texture, making it easily perishable and requiring technology to dry the noodles for longer shelf life. The purpose of this activity is to increase the knowledge, attitudes, and skills of the Pekka Group in terms of producing superior products and packaging. The empowerment strategies employed included socializing, mentoring, and training for 20 members of Pekka Karawang. Knowledge change assessment was conducted using pre-test and post-test questionnaires, as well as a Likert scale questionnaire to assess attitude changes. The results of the activity showed that: (1) there was an 80% increase in the knowledge of Pekka Karawang members before and after the socialization; (2) there was a change in attitude, as evidenced by an increased interest in basiah tempeh chips and crab shell noodles with a score of 355, which is a high category; and (3) there was an improvement in the skills of Pekka Karawang members in making and packaging basiah tempeh chips and crab shell noodles.
PENERAPAN FUN FARMING DALAM MENDUKUNG CONTRACT FARMING DI KABUPATEN PURWAKARTA Mahatmayana, I Ketut Manu; Supriadi, Devie Rienzani; Subardja, Vera Oktavia; Syabena, Muhammad Farrel; Umadi, Sarah Sakinah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34936

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan konsep fun farming sebagai upaya mendukung keberhasilan contract farming di Kabupaten Purwakarta. Fun farming dipilih sebagai pendekatan karena mampu menggabungkan aspek edukasi, rekreasi, dan praktik langsung yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi petani dalam mengelola usaha tani secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi mengenai pentingnya contract farming, pelatihan teknis budidaya tanaman hortikultura berbasis teknologi sederhana, serta pendampingan intensif kepada kelompok tani yang menjadi mitra dalam pola kemitraan tersebut. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 40 orang mitra. Hasil kegiatan menunjukkan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada ketiga aspek tersebut, masing-masing pembuatan media tanam sebesar 26%, penanaman benih 23%, dan pemindahan bibit ke polybag sebesar 15%. Selain itu, kapasitas produksi bibit meningkat dari 2.000 menjadi 10.000 bibit setelah pelatihan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi dan produktivitas mitra. Dengan demikian, fun farming berperan penting sebagai strategi inovatif dalam memperkuat sistem contract farming yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha, dan penguatan ekonomi lokal masyarakat. Abstract: This community service activity aims to implement the concept of fun farming as an effort to support the success of agricultural contracts in Purwakarta Regency. Fun farming was chosen as an approach because it can combine educational, recreational, and hands-on aspects that can enhance farmers' knowledge, skills, and motivation in managing their farms sustainably. The implementation methods for the activities include socialization about the importance of agricultural contracts, technical training on horticultural crop cultivation based on simple technology, and intensive mentoring for farmer groups who are partners in the partnership model. This activity was attended by 40 partners. The results of the activity show a significant increase in all three aspects: soil media preparation by 26%, seed planting by 23%, and seedling transfer to polybags by 15%. Additionally, seedling production capacity increased from 2,000 to 10,000 seedlings after the training. This activity has proven effective in improving the competence and productivity of partners. Thus, enjoyable agriculture plays an important role as an innovative strategy in strengthening contract farming systems aimed at increasing productivity, business sustainability, and strengthening the local economy of the community.
Identifikasi Varietas Unggul dan Pengembangan Teknik Budidaya Durian di Desa Medalsari Kabupaten Karawang Mahatmayana, I Ketut Manu; Wicaksana, Indrajit; Azzahra, Fatimah; Fikri, Muhamad Rom Ali; Sugiono, Darso; Supriadi, Devie Rienzani; Mustikasari, Fauzia
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21133

Abstract

Pendahuluan: Kabupaten Karawang merupakan salah satu daerah dengan keragaman varietas durian lokal yang tinggi, namun banyak yang belum teridentifikasi secara ilmiah. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi varietas durian unggul berdasarkan karakteristik morfologinya di Desa Medalsari dan memberikan pelatihan budidaya pengembangan varietas durian unggul dengan teknik sambung. Metode: Observasi lapangan, diskusi, praktik budidaya, pendampingan, dan evaluasi. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait teknik sambung pucuk. Hasil evaluasi menunjukkan skor postest yang lebih tinggi dibandingkan pretest. Selain itu, petani menunjukkan antusiasme dalam menerapkan teknik budidaya vegetatif di kebun masing-masing. Kesimpulan: Pelatihan ini efektif dan berhasil meningkatkan kapasitas petani durian di Desa Medalsari dalam identifikasi varietas unggul dan penerapan teknik sambung pucuk.