Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SARGA

Peran Computer Numeric Control (CNC) Pada Karya Arsitektur The Role of Computer Numeric Control in Architecture Works Choirul Amin; LMF Purwanto
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v16i2.19

Abstract

Mesin Computer Numeric Control ( CNC ) adalah pengembangan dari mesin yang sudah ada sebelumnya tetapi belum menggunakan computer, masih menggunakan model sebagai contoh duplikasinya yang disebut Numeric Control ( NC ). Mesin Computer Numeric Control ( CNC ) pada awalnya dipergunakan sebagai alat cetak industri terutama pada bidang mesin dan otomotif. Computer Numeric Control ( CNC ) pada dasarnya dapat memakai bahan apa saja yang secara fisik bisa digrafir atau dibor ( dengan penyesuaian tertentu pada alat potongnya sesuai klasifikasi bahan ). Bahan material dasar yang sering dipakai dengan Mesin Computer Numeric Control ( CNC ) antara lain : metal / besi, kayu, plastic dan aluminium. Dari beberapa hal tersebut apakah mesin Computer Numeric Control ( CNC ) dapat berperan dalam sebuah karya arsitektur yang dihasilkan seorang arsitek?, atau apakah nantinya dengan adanya teknologi semacam ini peran arsitek tak lagi dibutuhkan? Pada sebuah karya arsitektur material bahan bangunan fabrikasi yang dihasilkan oleh Mesin Computer Numeric Control ( CNC ), biasanya dipakai sebagai finishing, walau tidak menutup kemungkinan dipakai sebagai sebuah struktur dengan rekayasa tertentu, dan juga material fabrikasi semacam ini dipakai sebagai bagian dari interior maupun produk produk furnitur hingga pelengkap suatu ruangan seperti vas, lampu, rak, dll. Produk Computer Numeric Control ( CNC ) pada sebuah karya arsitektur juga sangat indah dinikmati sebagai komponen yang diekspos pada bangunan. Suatu hasil dari produk Computer Numeric Control ( CNC ) tidak dapat dikategorikan sebagai karya arsitektur apabila hanya indah tetapi tanpa makna. Seorang arsitek menggunakan Mesin Computer Numeric Control ( CNC ) adalah sebagai tools atau alat kepanjangan tangan untuk menerjemahkan konsep dan arti dari sebuah karya arsitektur.
Perancangan Markas Besar Pemadam Kebakaran di Semarang Nurin Aji Permana; Astari Wulandari; Choirul Amin
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 14 No. 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v14i2.168

Abstract

Pemadam kebakaran (BRANDWEER) adalah orang atau pasukan yang bertugas memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan, dan menanggulangi musibah atau bencana alam lainya. Dinas Pemadam Kebakaran dalam sejarah Kota Semarang sama tuanya dengan sejarah Pemerintahan Kota Semarang. Dengan perkembangan masyarakat dan pertumbuhan pembangunan menuntut adanya peran pemerintah dalam mengelola Unit Pemadam Kebakaran ini. Tapi banyak juga masyarakat yang meremehkan petugas damkar ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang ikut campur saat petugas sedang bertugas. Mulai dari perebutan selang penyemprot dan pemukulan terhadap petugas yang dikira melarikan diri saat bertugas. Markas Besar Pemadam Kebakaran Di Semarang merupakan tempat akomodasi pelatihan pasukan pemadam yang mewadahi pelatihan anggota yang memiliki penempatan wilayah dinas di Jawa Tengah. Tujuan bangunan ini adalah sebagai contoh standarisasi keamanan bencana kebakaran yang harus di terapkan di semua bangunan selain itu, Markas besar juga sebagai tempat pelatihan anggota pemadam se Jawa Tengah. Dikarenakan bangunan markas besar pemadam kebakaran sangat di pentingkan di segi sirkulasi aktivitas maka langgam arsitektur yang digunakan adalah arsitektur modern, arsitektur modern merupakan gaya arsitektur statis yang berkembang pada masa pra-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.
Perancangan Astronomy Center Kabupaten Semarang Putri Rahmawati; Loekman Mohammadi; Choirul Amin
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 14 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v14i1.181

Abstract

Ilmu Astronomi adalah salah satu cabang bidang keilmuan yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (Bintang, Planet, Komet, Nebula, Gugus Bintang atau Galaksi) serta fenomena – fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (Misal Badai Matahari, radiasi latar belakang kosmik). Di Indonesia jumlah bangunan yang memiliki fungsi sebagai Astronomy Centre hanya terdapat di DKI Jakarta yaitu Planetarium dan Observatorium Jakarta yang terletak di Jakarta Pusat. Di Provinsi Jawa Tengah belum terdapat sarana untuk mengakomodasi kegiatan astronomi, baik tingkat pelajar, mahasiswa maupun umum. Kabupaten Semarang dipilih karena mempunyai topografi berupa pegunungan dan jauh dari keramaian Kota Semarang yang cocok untuk menjadi tempat untuk melakukan pengamatan benda langit. Astronomy Center di Kabupaten Semarang merupakan suatu bangunan yang berfungsi untuk mewadahi suatu kebutuhan wisata edukatif dan mengenalkan ilmu pengetahuan astronomi kepada masyarakat umum dan sebagai bangunan yang mempunyai misi mengenalkan ilmu astronomi kepada masyarakat umum. Tujuan perancangan Astronomy Centre adalah untuk fasilitas edukasi yang bisa dijangkau dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat, memiliki desain yang menarik. Dengan penekanan desain Arsitektur Metafora, dan di peruntukan untuk pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum baik domestik maupun mancanegara yang datang secara individual, group, maupun study tour yang hendak belajar tentang ilmu astronomi.
Konsep Pemetaan Destinasi Pariwisata di Semarang: The Concept of Semarang Tourism Destination Mapping Choirul Amin; Khoirul Ashmanah
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.454

Abstract

Semarang memiliki potensi wisata yang banyak, lengkap dan baik untuk dikunjungi. Dimulai dari wisata alam hingga berbagai obyek wisata dan pariwisata yang tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai arsitektural. Untuk mempermudah wisatawan dalam melakukan kegiatanya harus didukung beberapa hal, seperti: alternatif jalur transportasi menuju Semarang hingga moda transportasi antar obyek wisata yang akan dikunjungi. kuliner juga bisa menjadi kegiatan pokok yang bersifat wisata arsitektural dengan informasi yang tepat. begitu pula dengan penginapan untuk beristirahat dengan aktifitas tidur dan juga dapat dinikmati secara nyaman sebagai bagian dari aktifitas wisata. Tujuan Penelitian konsep mapping desain pariwisata arsitektural di Semarang, yaitu: pertama menghasilkan jadwal tabel kegiatan wisata di Semarang khususnya wisata yang bernilai arsitektural beserta wisata pendukungnya, kedua menghasilkan alternatif jalur transportasi yang dapat dipakai dalam berwisata di Semarang, ketiga menghasilkan informasi arsitektural yang akurat terkait obyek wisata yang akan dikunjungi. Hasil yang diharapkan pada penelitian konsep mapping desain pariwisata arsitektural di Semarang, yaitu: pertama tabel harian yang berisi jadwal kegiatan wisata, kuliner, dll yang dilengkapi dengan alokasi waktu menuju serta selama di obyek wisata, kedua alternatif jalur transportasi menuju dan selama berwisata di Semarang, ketiga informasi arsitektural terkait obyek wisata yang akan dikunjungi sebagai bagian dari pertimbangan wisatawan berkunjung ke obyek wisata tersebut.
Co-Authors - Priyono Aditiya Lucky Janur Alamsyah Agus Triyono Ahmad Nurudin Ahmad Salikin Alberta Shendy Lamandau Aminudin, M. Farid Ari Nureni, Khairunissa Arif Jauhari Arif Jauhari Arif Jauhari Arif Rohman Astari Wulandari Bela Hidayah Blinnuha Bilangga D Dilahur Danang Maulana Arif Saputra Danardono, Danardono Dhenisa Gitviana Putri Dilahur Dilahur Dilahur Dilahur, Dilahur Dilahur, D Dimas Suryo Utomo Dina Syafrianingsih Dina Syafrianingsih, Dina Efri Roziaty Ega Cahya Wardani Eko Budi Khoirul Umam Ery Ashary Fadillah, Tyas Lailatul Fikriyah, Vidya N. Firdaus, Nada Salsabila Hamim Zaky Hadibasyir Hidayah, Bela Isti’ana Maftuchah, Isti’ana Isti’ana Maftuchah Jumadi, J Khairunissa Ari Nureni Khoirul Ashmanah Kuswadji Dwi Priyono Kuswaji Dwi Priyono Lamandau, Alberta Shendy LMF Purwanto Loekman Mohammadi Lotfata, Aynaz Lucky Janur Alamsyah, Aditiya M. Farid Aminudin M. Sholahuddin Mahir Okky Dharmawan Maisaroh, Ambarwati Masruroh, Heni Maulidianti, Putri Miftah Wijayanti Muhammad Farid Aminudin Muhammad Farid Aminudin, Muhammad Farid Muhammad Musiyam, Muhammad Munawar Cholil Nawaz, Muhammad Nurfaaddin Nurfaaddin Nurin Aji Permana Okky Dharmawan, Mahir Okky Wahyu Saputra P Priyono, P Priyono Priyono Priyono Priyono Priyono Priyono Priyono Purwanto, LMF Putri Rahmawati R. Rijanta Renita Sari Riyadi, Yunanda Rizka Arinta Salikin, Ahmad Samsul Arif SANTOSO SANTOSO Sari, Renita Sattar, Farha Silvia, Misya Sri Lastanti, Hexana Sri Utaminingsih Suad, Suad Sukamdi Thoyibi, M Tyas Lailatul Fadillah Umrotun Umrotun Umrotun Umrotun Wardani, Ega Cahya Wayan Widhiantara Wulandari, Retna Dwi Yuli Priyana Yunanda Riyadi Yuni Astuti