Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS RISIKO PEKERJAAN PENGELASAN PADA WORKSHOP PT. WEIR MINERALS INDONESIA DI BALIKPAPAN Ananta, Erwin; Triana, Alvina Alda; Manaseh, Manaseh
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.790

Abstract

Pengelasan adalah proses penyatuan dua atau lebih bagian logam dengan memanfaatkan energi panas sebagai sumber utama. Dalam pelaksanaannya pengelasan yang dilakukan di workshop PT Weir Minerals Indonesia mempunyai risiko yang tinggi karena terpaparnya bahaya yang timbul saat pengelasan seperti kebocoran gas, asap dan debu las, dan tegangan listrik. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui risiko pengelasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment Determine Control). Hasil penelitian terdapat 3 tahapan proses pengelasan dengan persentase tingkat risiko High 12% dan Medium 88%. Pengendalian risiko yang dilakukan menggunakan Hirarchy Of Control dengan pengendalian eliminasi yaitu memisahkan proses kerja yang sangat bising dari area pengelasan, pengendalian subsitusi mengganti kursi biasa dengan kursi las ergonomis yang dapat diatur tinggi-rendahnya, pengendalian teknik yaitu pemasangan tirai pengelasan, memasang detektor kebocoran gas otomatis di area kerja, pengendalian administrasi menyediakan tanda peringatan dan batas untuk area berisiko, dan APD yaitu arung tangan tahan potong (cut-resistant gloves), safety helmet.
PENERAPAN INSPEKSI PERALATAN DI CHECKPOINT PADA PT. KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL BALIKPAPAN Ananta, Erwin; Adabi, Arian Chesta; Rusba, Komeyni; Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.796

Abstract

Inspeksi peralatan kerja merupakan salah satu upaya preventif dalam menjamin keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan industri migas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan inspeksi peralatan di checkpoint PT. Kilang Pertamina Internasional Balikpapan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses inspeksi peralatan telah mengikuti prosedur standar operasional (SOP) yang berlaku, meskipun masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya kesadaran operator terhadap pentingnya inspeksi. Jenis peralatan yang menjadi fokus inspeksi meliputi mesin gerinda, bor listrik, blower, dan cutting torch. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun proses inspeksi telah dilaksanakan secara rutin, diperlukan peningkatan dalam hal pengawasan dan edukasi kepada pekerja guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
ANALISIS KEGIATAN OPERASIONAL OVERHEAD CRANE DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU ANGKAT DI WORKSHOP PT CEP KOTA BALIKPAPAN Ananta, Erwin; Rahman, Muhamad Aulia; Zulfikar, Iwan; Ponky, Patuntu
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.825

Abstract

Kegiatan pengangkatan beban menggunakan overhead crane di workshop memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja apabila tidak didukung dengan prosedur yang benar, kondisi peralatan yang layak, serta kepatuhan tenaga kerja terhadap standar keselamatan. PT Catur Elang Perkasa  sebagai perusahaan konstruksi yang mengandalkan aktivitas fabrikasi dan lifting, perlu melakukan evaluasi terhadap penggunaan alat bantu angkat (lifting gear) untuk mendukung penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian pada kegiatan operasional overhead crane dengan bantuan lifting gear di workshop PT CEP Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, wawancara mendalam terhadap tiga informan, serta dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode 4M1E untuk identifikasi bahaya, dan HIRARC untuk penilaian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai potensi bahaya signifikan, antara lain operator tidak selalu menggunakan APD lengkap dan tidak melakukan inspeksi sebelum penggunaan, kondisi hook crane berkarat dengan latch tidak sempurna, webbing sling aus dan label kapasitas tidak terbaca, serta shackle dan master link yang belum dilumasi rutin. Dari sisi metode kerja, belum tersedia SOP tertulis dan pengawasan langsung di lapangan masih terbatas.Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan operasional overhead crane di workshop PT CEP masih memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat keterbatasan dalam peralatan, metode, dan perilaku pekerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu segera mengganti alat bantu angkat yang tidak layak, menyusun dan mensosialisasikan SOP lifting, meningkatkan pelatihan serta kesadaran pekerja, memperkuat pengawasan, serta menyediakan sarana pendukung keselamatan.