Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS RISIKO PEKERJAAN PENGELASAN PADA WORKSHOP PT. WEIR MINERALS INDONESIA DI BALIKPAPAN Ananta, Erwin; Triana, Alvina Alda; Manaseh, Manaseh
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.790

Abstract

Pengelasan adalah proses penyatuan dua atau lebih bagian logam dengan memanfaatkan energi panas sebagai sumber utama. Dalam pelaksanaannya pengelasan yang dilakukan di workshop PT Weir Minerals Indonesia mempunyai risiko yang tinggi karena terpaparnya bahaya yang timbul saat pengelasan seperti kebocoran gas, asap dan debu las, dan tegangan listrik. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui risiko pengelasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment Determine Control). Hasil penelitian terdapat 3 tahapan proses pengelasan dengan persentase tingkat risiko High 12% dan Medium 88%. Pengendalian risiko yang dilakukan menggunakan Hirarchy Of Control dengan pengendalian eliminasi yaitu memisahkan proses kerja yang sangat bising dari area pengelasan, pengendalian subsitusi mengganti kursi biasa dengan kursi las ergonomis yang dapat diatur tinggi-rendahnya, pengendalian teknik yaitu pemasangan tirai pengelasan, memasang detektor kebocoran gas otomatis di area kerja, pengendalian administrasi menyediakan tanda peringatan dan batas untuk area berisiko, dan APD yaitu arung tangan tahan potong (cut-resistant gloves), safety helmet.
PENERAPAN INSPEKSI PERALATAN DI CHECKPOINT PADA PT. KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL BALIKPAPAN Ananta, Erwin; Adabi, Arian Chesta; Rusba, Komeyni; Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.796

Abstract

Inspeksi peralatan kerja merupakan salah satu upaya preventif dalam menjamin keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan industri migas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan inspeksi peralatan di checkpoint PT. Kilang Pertamina Internasional Balikpapan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses inspeksi peralatan telah mengikuti prosedur standar operasional (SOP) yang berlaku, meskipun masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya kesadaran operator terhadap pentingnya inspeksi. Jenis peralatan yang menjadi fokus inspeksi meliputi mesin gerinda, bor listrik, blower, dan cutting torch. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun proses inspeksi telah dilaksanakan secara rutin, diperlukan peningkatan dalam hal pengawasan dan edukasi kepada pekerja guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
ANALISIS KEGIATAN OPERASIONAL OVERHEAD CRANE DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU ANGKAT DI WORKSHOP PT CEP KOTA BALIKPAPAN Ananta, Erwin; Rahman, Muhamad Aulia; Zulfikar, Iwan; Ponky, Patuntu
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.825

Abstract

Kegiatan pengangkatan beban menggunakan overhead crane di workshop memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja apabila tidak didukung dengan prosedur yang benar, kondisi peralatan yang layak, serta kepatuhan tenaga kerja terhadap standar keselamatan. PT Catur Elang Perkasa  sebagai perusahaan konstruksi yang mengandalkan aktivitas fabrikasi dan lifting, perlu melakukan evaluasi terhadap penggunaan alat bantu angkat (lifting gear) untuk mendukung penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian pada kegiatan operasional overhead crane dengan bantuan lifting gear di workshop PT CEP Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, wawancara mendalam terhadap tiga informan, serta dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode 4M1E untuk identifikasi bahaya, dan HIRARC untuk penilaian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai potensi bahaya signifikan, antara lain operator tidak selalu menggunakan APD lengkap dan tidak melakukan inspeksi sebelum penggunaan, kondisi hook crane berkarat dengan latch tidak sempurna, webbing sling aus dan label kapasitas tidak terbaca, serta shackle dan master link yang belum dilumasi rutin. Dari sisi metode kerja, belum tersedia SOP tertulis dan pengawasan langsung di lapangan masih terbatas.Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan operasional overhead crane di workshop PT CEP masih memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat keterbatasan dalam peralatan, metode, dan perilaku pekerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu segera mengganti alat bantu angkat yang tidak layak, menyusun dan mensosialisasikan SOP lifting, meningkatkan pelatihan serta kesadaran pekerja, memperkuat pengawasan, serta menyediakan sarana pendukung keselamatan.
Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pekerjaan Pengecetan Tangki Menggunakan Metode Rope access Di PT XYZ Nisha, Khairun; Noeryanto, Noeryanto; Ananta, Erwin
EUNOIA Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i2.1129

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pekerjaan pengecetan tangki menggunakan metode rope access di PT XYZ. Kegiatan ini termasuk pekerjaan berisiko tinggi karena dilakukan pada ketinggian dan melibatkan paparan bahan kimia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi dokumen perusahaan, serta pemeriksaan kelayakan peralatan dan kompetensi pekerja. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan prosedur K3 sesuai regulasi, termasuk penggunaan sistem tali ganda, pemeriksaan peralatan, pelaksanaan Job Safety Analysis, penerbitan Surat Izin Kerja Aman, serta monitoring kondisi kerja selama aktivitas berlangsung. Namun, ditemukan beberapa ketidaksesuaian, seperti tidak digunakannya masker respirator oleh sebagian pekerja dan tidak adanya rambu peringatan di area bawah pekerjaan. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan pengendalian administratif dan kepatuhan APD. Secara keseluruhan, penerapan K3 pada pekerjaan rope access telah berlangsung cukup baik, namun masih memerlukan perbaikan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pekerja.
Penguatan Sistem Tanggap Darurat melalui Evaluasi Jalur Evakuasi di Gedung PT X Vhantry, Ghil; Noeryanto, Noeryanto; Ananta, Erwin
EUNOIA Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i2.1149

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas jalur evakuasi dalam sistemtanggap darurat di Gedung X. Latar belakang kajian ini adalah pentingnya jalurevakuasi yang andal pada fasilitas publik dengan tingkat aktivitas yang tinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, inspeksi fasilitaskeselamatan, dokumentasi lapangan, dan wawancara dengan pihak terkait. Fokuskajian mencakup kondisi pintu darurat, rambu evakuasi, penerangan darurat, penanda lantai, serta kelayakan akses tangga darurat. Hasil kajian menunjukkanbahwa penanda nomor lantai pada tangga darurat tidak tersedia, sehinggaberpotensi menimbulkan kebingungan saat proses evakuasi, terutama bagi penghunimaupun petugas tanggap darurat yang membutuhkan identifikasi posisi secaracepat. Kondisi ini berdampak pada efektivitas pemindahan penghuni saat keadaandarurat. Berdasarkan hasil tersebut, kajian menyimpulkan bahwa efektivitas jalurevakuasi masih perlu ditingkatkan melalui pemasangan penanda nomor lantai yang sesuai standar serta penguatan program pemeliharaan untuk mendukungkesiapsiagaan darurat secara optimal.
Pemantauan Penerapan APD Sebagai Upaya Peningkatan Budaya K3 Di Area Konstruksi PT XYZ Padang, Fransiskus Welly Dua; Noeryanto, Noeryanto; Ananta, Erwin
EUNOIA Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i2.1151

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk memantau penerapan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai upaya peningkatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area konstruksi PT XYZ. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap 21 pekerja, wawancara dengan petugas K3 dan pengawas lapangan, serta studi dokumentasi selama periode Agustus hingga Oktober 2025. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan APD masih bervariasi. Penggunaan sepatu safety (71%) dan helm safety (57%) tergolong cukup baik, sedangkan kepatuhan penggunaan rompi (48%), sarung tangan (38%), pelindung mata (29%), dan body harness (40%) masih rendah. Faktor utama yang memengaruhi kepatuhan adalah kenyamanan APD, persepsi risiko pekerja, kualitas APD, serta konsistensi pengawasan. Penerapan safety briefing, inspeksi rutin, dan pelatihan K3 telah berkontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran keselamatan. Namun, budaya K3 masih berada pada tahap berkembang dan memerlukan penguatan melalui peningkatan kualitas APD, pengawasan yang konsisten, serta komitmen manajemen yang lebih kuat.