Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Konsep Duwataq dalam Kepercayaan Suku Dayak Jelai Hulu: Analisis Teologis dan Relevansinya dalam Pengembangan Teologi Kristen Kontekstual Sharon Nababan, Jekson; Budi Yosef, Hery
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 12 (2024): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v2i12.254

Abstract

Suku Dayak Jelai Hulu merupakan salah satu komunitas adat yang masih memegang teguh kepercayaan dan praktik keagamaan tradisional. Salah satu konsep sentral dalam kepercayaan mereka adalah konsep Duwataq. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Duwataq dalam kepercayaan Suku Dayak Jelai Hulu dan mengeksplorasi relevansinya dalam pengembangan teologi Kristen kontekstual. Metode yang digunakan adalah pendekatan teologis dengan kajian kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi literatur terkait kepercayaan lokal dan teologi kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Duwataq, yang berhubungan dengan entitas spiritual dalam tradisi Dayak Jelai Hulu, memiliki makna mendalam dalam menjaga keseimbangan alam dan kehidupan manusia. Temuan ini relevan dengan pengembangan teologi Kristen yang lebih inklusif dan kontekstual di wilayah tersebut, dengan mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam pemahaman teologi Kristen. Pembahasan mengungkapkan bahwa integrasi ini dapat memperkaya perspektif teologi Kristen dan meningkatkan dialog lintas budaya. Kesimpulannya, konsep Duwataq dapat berfungsi sebagai jembatan antara kepercayaan lokal dan ajaran Kristen, memberikan peluang untuk pengembangan teologi yang lebih kontekstual dan responsif terhadap budaya lokal.
Kerajaan Allah Dan Kehidupan Dalam Roh Prioritas Hidup Orang Percaya Menurut Roma 8:1-17 Purwani, Asih; Yosef, Hery Budi
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Desember 2024
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v4i3.98

Abstract

Every believer is called to be a witness for Christ in this world. In carrying out this task, believers face situations that are not easy, there are challenges from within themselves and from outside themselves. Therefore, God has equipped believers with spiritual power, namely the Holy Spirit. God's action in Jesus Christ underlies the entire theological development of Paul and believers, in their existence in Christ, while allowing themselves to be led by the Holy Spirit, also participating in the status of children of God, the Holy Spirit then becomes the key point of people's new reality believe. The meaning of the kingdom of God is often discussed by God's servants who reveal that the kingdom of God is something that will come or is happening now. This article provides readers with an understanding that getting to know the Kingdom of God is a priority in the life of believers. The Kingdom of God can only be known, recognized, and obtained by knowing God in Christ as its foundation. This research uses an exegesis method with a word analysis approach from the original text, namely finding the spiritual meaning behind the original text. This article is the result of the discovery of four layers of exegetical meaning from Romans 8:1-17 and is supported by secondary literature that supports the findings of this article qualitativel.AbstrakSetiap orang percaya terpanggil untuk menjadi saksi Kristus dalam dunia ini. Dalam mengemban tugas itu orang percaya menghadapi situasi-situasi yang tidak mudah, ada tantangan dari dalam diri dan dari luar dirinya. Karena itu Tuhan telah memperlengkapi orang percaya dengan kuasa rohani yaitu Roh Kudus. Tindakan Allah di dalam Yesus Kristus mendasari seluruh perkembangan teologi Paulus dan orang-orang percaya, dalam keberadaan mereka di dalam Kristus, sambil membiarkan diri mereka ada dipimpin oleh Roh Kudus, juga berpartisipasi dalam status anakAllah,  Roh Kudus kemudian menjadi titik kunci dari realitas baru orang percaya. Makna kerajaan Allah sering kali dibahas oleh para hamba Tuhan yang mengungkapkan bahwa kerajaan Allah suatu hal yang akan datang atau sedang terjadi sekarang. Artikel ini memberi pemahaman bagi pembaca bahwa mengenal Kerajaan Allah adalah prioritas hidup orang percaya. Kerajaan Allah hanya dapat di ketahui, di kenal, dan di peroleh dengan mengenal Allah di dalam Kristus sebagai dasarnya. Penelitian ini menggunakan metode eksegesis dengan pendekatan analisis kata dari teks asli yaitu menemukan spiritual meaning dibalik teks asli. Artikel ini merupakan hasil penemuan empat lapisan makna eksegesis dari Roma 8:1-17dan didukung oleh literatur-literatur sekunder yang mendukung penemuan artikel ini secara kualitatif.
Tinjauan Sakramentologis terhadap Pemahaman Kehadiran Kristus dalam Perjamuan Kudus di Gereja Tiberias Indonesia: Transubstansiasi, Konsubstansiasi, atau Lambang? Tengker, Garry Robert; Yosef, Hery Budi
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Desember 2024
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v4i3.95

Abstract

The Holy Communion is a significant sacrament in Christian tradition, with various theological views regarding the meaning of the bread and wine used in the sacrament. Gereja Tiberias Indonesia (GTI), as part of the Pentecostal/Charismatic movement, holds a unique perspective on the Holy Communion. Although it does not strictly follow the views of transubstantiation or consubstantiation, GTI emphasizes the spiritual experience and the power of God in the practice of this sacrament. This study, using a qualitative approach and data gathered through interviews and related literature, analyzes GTI's theological understanding of the Holy Communion, with a focus on its role in healing and union with the body and blood of Christ. The study also examines whether GTI’s practice of the Holy Communion aligns more closely with the concept of transubstantiation or consubstantiation. The findings reveal that although GTI rejects the view of bread and wine as mere symbols, it does not strictly adhere to traditional views of the change in the substance of the bread and wine, instead emphasizing the spiritual presence of Christ accompanying the bread and wine, along with the healing power experienced by the congregation. Therefore, GTI adopts a more dynamic theological approach, not bound by rigid theological categories, but focusing on the experience of faith and the power of God in the lives of believers.AbstrakPerjamuan Kudus adalah sakramen penting dalam tradisi Kristen yang memiliki berbagai pandangan teologis mengenai makna roti dan anggur yang digunakan dalam sakramen tersebut. Gereja Tiberias Indonesia (GTI), sebagai bagian dari aliran Pentakosta/Karismatik, memiliki pandangan yang unik mengenai Perjamuan Kudus. Meskipun tidak secara tegas mengikuti pandangan transubstansi atau konsubstansi, GTI menekankan aspek pengalaman rohani dan kuasa Tuhan dalam pelaksanaan sakramen ini. Dalam penelitian ini, melalui pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dari wawancara serta literatur terkait, dianalisis pemahaman teologis GTI tentang Perjamuan Kudus, dengan fokus pada peranannya dalam penyembuhan dan penyatuan dengan tubuh serta darah Kristus. Penelitian ini juga mengkaji apakah praktik Perjamuan Kudus di GTI lebih mendekati konsep transubstansi atau konsubstansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun GTI menolak pandangan roti dan anggur sebagai lambang, mereka tidak secara tegas mengikuti pandangan tradisional tentang perubahan substansi roti dan anggur, tetapi lebih menekankan kehadiran rohani Kristus yang menyertai roti dan anggur, serta kuasa penyembuhan yang dirasakan oleh jemaat. Oleh karena itu, GTI mengadopsi pendekatan teologi yang lebih dinamis, yang tidak terikat pada kategori teologis yang kaku, tetapi lebih fokus pada pengalaman iman dan kuasa Tuhan dalam kehidupan umat percaya.
A Theological Review Of Evangelism And Its Influence On Church Growth Sumarauw, David Neyland; Yosef, Hery Budi; Pasaribu, Endang; Sahat Silaban, Guntur Hamonangan
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i1.6287

Abstract

Evangelism is one of the fundamental aspects of Christian theology that aims to spread the good news of Christ. As the times evolve, evangelism faces various challenges, including secularization, social change, and technological developments that affect the way the church reaches the people. In this context, the theological understanding of evangelism and its impact on church growth is a relevant issue to be studied. This study aims to examine the theological review of evangelism and analyze how evangelism contributes to the growth of the church. In addition, the study also identifies evangelistic strategies that are relevant to the global context and challenges of the church today. This study uses a qualitative approach with a literature study method. Data were collected from a variety of academic sources, including theological journals, missiology books, and Bible studies. The analytical techniques used are descriptive-qualitative, which aims to understand the relationship between evangelism and church growth based on relevant theological and empirical sources. The results of the study show that evangelism has a significant impact on the growth of the church, both in terms of the number of congregations and spiritual depth. The various evangelistic methods that have been applied in the history of the church, such as personal evangelism, mass evangelism, and the use of digital media, have different effectiveness depending on the social and cultural context. In addition, discipleship as part of evangelism has proven to be an important factor in maintaining the sustainability of church growth. This research contributes to the development of a more contextual and strong theology-based evangelistic strategy. The church in the modern era needs to adapt a more inclusive and digital-based approach to evangelism without eliminating its theological values.
KORELASI KARAKTER GEMBALA SIDANG TERHADAP PENGINJILAN PRIBADI KEPADA JEMAAT GEREJA BETHEL INDONESIA GLOW BEKASI MENURUT MATIUS 28:18-20 Tendean, Debby Sandra; Pasaribu, Endang; Yosef, Hery Budi; Silaban, Guntur H; Situmorang, Merri Natalia
Jurnal Teologi Biblika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : STT BIBLIKA JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48125/jtb.v10i1.258

Abstract

Penelitian ini mengacu kepada Gembala Sidang yang memiliki karakter baik, kepemimpinan  tegas dan jujur, memiliki motivasi yang benar dan murni, namun minim memiliki passion untuk mengedukasi jemaat lokal dalam penginjilan, khususnya Penginjilan Pribadi. Inilah menjadi dasar penelitian ini yaitu korelasi karakter Gembala Sidang terhadap Penginjilan Pribadi kepada Jemaat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, untuk meneliti pengaruh karakter Gembala terhadap Penginjilan Pribadi yang dilakukan Jemaat berdasarkan Injil Matius 28:18-20. Tempat penelitian dilakukan di Gereja Bethel Indonesia Bekasi dan Jemaat adalah responden dalam penelitian ini. Keberhasilan seorang gembala terutama dapat dilihat dari jemaat misioner yaitu jemaat yang semangat dalam beribadah, dan dalam menjangkau jiwa baru serta semangat memuridkan orang-orang yang baru percaya kepada Yesus. Dari hasil penelitian tersebut sampel yang diambil sebanyak 50 orang untuk respondens.  Dan hasil analisis uji validitas butir-butir instrument variable X yang menggunakan SPSS menunjukkan konsistensi jawaban yang menyatakan instrument variable X dan variable Y adalah valid.
UPAYA PEMBINAAN IMAN TERHADAP MUNCULNYA KRISTEN PROGRESIF DI JEMAAT GBI PELABUHAN RATU Yosef, Hery Budi; Pasaribu, Endang; Silaban, Guntur H; Situmorang, Merri; Lolong, Dina Bisara
Jurnal Teologi Biblika Vol 10 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : STT BIBLIKA JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu Kristen Progresif begitu kuat terdengar dan ramai dibicarakan dalam tiga tahun terakhir melalui media sosial, juga melalui seminar - seminar yang diadakan oleh gereja atau para pemerhati Kristen. Banyak anggota gereja yang terganggu, bahkan pemimpin gereja terusik dengan seluruh pernyataan dari Progressive Christianity yang telah berlawanan dengan nilai-nilai keabsahan Alkitab. Penelitian ini berharap menjawab isu tentang Kristen Progresif, secara khusus pada lingkungan gereja-gereja di Indonesia. Dengan demikian seluruh gereja di Indonesia untuk berinisiatif mengadakan pembinaan Apologetika untuk mengklarifikasi isu Kristen Progresif sehingga dapat menolong mengembalikan iman orang-orang Kristen yang “terimbas” isu Kristen Progresif. Pendekatan yang dipakai yaitu melalui metode kualitatif yaitu menerapkan bagaimana Alkitab sebagai dasar yang kami pakai untuk menjawab serangan dari isu Kristen Progresif. Penerapannya melalui strategi ber-Apologetika dengan benar terhadap upaya tersebut (dialogis). Peserta yang ikut hadir berjumlah 62 peserta, didominasi kelompok usia dewasa, relatif berusia 18 – 55 tahun. Respon dari jumlah peserta yang hadir sebanyak 79% untuk pemahaman Kristen Progresif, dan untuk pemahaman Alkitab yang disajikan sebanyak 89,9%, juga begitu kuat respon positifnya terhadap seminar yaitu 77,8%. Hal ini menandakan antusiasme yang benar-benar terpenuhi kebutuhan rasa ingin tahunya secara doktrinal, dan bagaimana menampiknya secara apologis.
KENOSIS: ALLAH MEMBATASI DIRI DALAM KONTEKS PENCIPTAAN Siregar, Jonri Muksen; Yosef, Hery Budi
JURNAL KADESI Vol. 7 No. 2 (2025): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v7i2.130

Abstract

Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, dampak dosa telah menjalar kepada seluruh umat manusia dan mencemari ciptaan secara keseluruhan, sehingga alam semesta pun turut menanggung kutuk, sebagaimana dinyatakan dalam Kitab Kejadian 3:17 dan Roma 8:20.". Bencana kejatuhan manusia ke dalam dosa telah mendatangkan bencana kutuk atas alam semesta, manusia yang bedosa tidak lagi memiliki relasi yang baik dengan alam semesta dan juga antar manusia. Kecenderungan manusia merusak alam semesta dengan menggunakan teknologi, dunia sekarang dihantui oleh krisis lingkungan hidup seperti banjir karena kerusakan hutan, krisis air bersih, efek rumah kaca dan lain sebagainya. Dengan menggunakan kekayaan alam semesta ini manusia mengumpulkan kekayaan, manusia menjadi serakah, dan memperoleh kekuasaan, dan lebih jauh dari itu, terdapat penindasan dan ketidakadilan di bumi ini. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka melalui buku-buku dan jurnal dan metode hermeneutik maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kenosis Allah dalam penciptaan yaitu Allah membatasi diri-Nya dari control mutlak-Nya untuk memberikan kebebasan dan pilihan kepada ciptaan-Nya untuk berkembang dengan otonomi dan kebebasan sehingga berdaya guna sebagai ungkapan kasih Allah dan bukan sebagai makhluk yang dikendalikan. Dalam keberdosaan manusia, Allah juga tidak hanya menunjukkan hukuman dengan otoritas kekuasaan untuk menghukum manusia berdosa tetapi merasakan penderitaan manusia dengan mengosongkan dri-Nya menjadi manusia untuk memberikan kasih karunia agar manusia diselamatkan dan dipulihkan dari hukuman dosa untuk dapat melayani Tuhan.
Upaya Pembinaan Rohani Sebagai Pembentukan Karakter Bagi Warga Lapas Kelas II Cibinong dalam Mempersiapkan Diri untuk Hidup di Tengah-Tengah Masyarakat Pasaribu, Endang; Tendean, Debby S; Situmorang, Merri; Manalu, Nixon; Yosef, Hery Budi
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3095

Abstract

Narapidana sering menghadapi penolakan masyarakat setelah pembebasan karena stigma dan kurangnya persiapan untuk reintegrasi. Program pengembangan spiritual dan karakter sangat penting untuk mengatasi tantangan ini. Penelitian ini mengevaluasi program kolaborasi antara Lapas Kelas II A Cibinong dan STT Global Glow Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi moral, spiritual, dan sosial narapidana melalui pendidikan teologi dan kegiatan pembentukan karakter. Dengan menggunakan pendekatan interaksi sosial, penelitian ini menggabungkan wawancara kualitatif, observasi partisipatif, dan analisis dokumen untuk menilai efektivitas program. Program ini secara signifikan meningkatkan disiplin diri, empati, dan kesiapan narapidana untuk reintegrasi masyarakat, sekaligus mengurangi risiko residivisme. Tantangannya termasuk keterbatasan sumber daya dan durasi hukuman narapidana yang bervariasi. Studi ini menyoroti perlunya reformasi kebijakan untuk mendukung model rehabilitasi multidisiplin dan pendampingan pasca-pembebasan jangka panjang, menawarkan kerangka kerja yang dapat direplikasi untuk lembaga pemasyarakatan lainnya.
The Role of Christian Ethics in Corporate Leadership by Implementing the Leader Model - Shepherd Banarto, Kris; Yosef, Hery Budi; Pasaribu, Endang
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i4.1691

Abstract

Currently, the behavior of community life is experiencing a decline in ethics, they practice ethics based on what is allowed or not allowed and not based on good or bad. In the corporate environment, Christian leaders are still found who have not shown an example that they are followers of Christ. Meanwhile, Christian leaders will be observed by non-Christian employees whose leadership should have a positive impact, especially in spiritual matters. This study uses a qualitative method by analyzing data through literature studies. To find out the problems in their entirety, data sources related to Christian ethics, leadership, and information from the Bible are obtained. Christian ethics are one of the important factors for the success of Christian leaders in companies. The leader-shepherd model is a Christian leader who uses the spirit of a shepherd in practicing his leadership by seeing his employees as sheep that must be shepherded with love, attention, patience, and even leaders who are willing to sacrifice for their employees