Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Sastra Arab di Asia Tenggara: Studi Kasus di Indonesia Azizah, Balkis Nur
Kitabina: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4 No 01 (2023): Kitabina: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/kitabina.v4i01.19177

Abstract

This article aims to: (1) find out the entry of Arabic literature in Indonesia; (2) describe the types of Arabic literature in Indonesia; (3) describe literary figures in Indonesia; (4) the influence of Arabic literature in Indonesia. The writing is collected by conducting a library search, searching for relevant sources, and searching for data through the internet. The data and information used are books, journals, theses, electronic media, and several relevant libraries. The results of this paper indicate that (1) Arabic literature is estimated to have entered Indonesia in the 18th century AD through Arab traders, but some argue that Arabic literature came along with the entry of Islam into Indonesia; (2) the types of Arabic literature that exist in Indonesia are poetry, old and new prose, as well as translations; (3) in Indonesia, there are literary figures such as Halimi Zuhdy and translator figures such as Ali Audah; (4) while Arabic literature contributes significantly to Indonesian and Malay literature.
Potret Sosial Revolusi Islam Iran Dalam Novel Persepolis: Perspektif Sosiologi Sastra Ian Watt Azizah, Balkis Nur; Ardiyanti, Titin
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/tsaqofiya.v6i2.611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan potret sosial masyarakat pada masa Revolusi Islam di Iran yang terdapat dalam novel Persepolis karya Marjane Satrapi dengan mengggunakan teori sosiologi sastra menurut pandangan Ian Watt yang terbagi kedalam tiga aspek yaitu: konteks sosial pengarang; sastra sebagai cerminan masyarakat dan fungsi sosial sastra. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriprif dengan jenis penelitian studi pustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca dan mencatat dan akan dianalisis dengan analisis deskriptif berdasarkan teori sosiologi sastra Ian Watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks sosial yang melingkupi pengarang novel Persepolis adalah permasalahan demonstrasi yang merajalela selama revolusi Islam dan permasalahan lain seperti invasi bangsa Arab dari Barat, Mongolia dari Timur, dan lain sebagainya. Kemudian novel Persepolis mencerminkan keadaan sosial di mana di masa revolusi Islam Iran ini, masyarakat berbondong-bondong melakukan demonstrasi dan membuat fitnah agar raja diturunkan. Pada masa ini terjadi perbedaan sosial yang cukup lebar dan menjadi poin utama dalam hidup masyarakat. Kemudian fungsi sosial dalam novel Persepolis menunjukkan fungsi yang mempermasalahkan sejauh mana nilai sastra dipengaruhi oleh nilai sosial, dan sejauh mana sastra berfungsi sebagai penghibur sekaligus alat pengajaran. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan potret sosial masyarakat pada masa Revolusi Islam di Iran yang terdapat dalam novel Persepolis karya Marjane Satrapi dengan mengggunakan teori sosiologi sastra menurut pandangan Ian Watt yang terbagi kedalam tiga aspek yaitu: konteks sosial pengarang; sastra sebagai cerminan masyarakat dan fungsi sosial sastra. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriprif dengan jenis penelitian studi pustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca dan mencatat dan akan dianalisis dengan analisis deskriptif berdasarkan teori sosiologi sastra Ian Watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks sosial yang melingkupi pengarang novel Persepolis adalah permasalahan demonstrasi yang merajalela selama revolusi Islam dan permasalahan lain seperti invasi bangsa Arab dari Barat, Mongolia dari Timur, dan lain sebagainya. Kemudian novel Persepolis mencerminkan keadaan sosial di mana di masa revolusi Islam Iran ini, masyarakat berbondong-bondong melakukan demonstrasi dan membuat fitnah agar raja diturunkan. Pada masa ini terjadi perbedaan sosial yang cukup lebar dan menjadi poin utama dalam hidup masyarakat. Kemudian fungsi sosial dalam novel Persepolis menunjukkan fungsi yang mempermasalahkan sejauh mana nilai sastra dipengaruhi oleh nilai sosial, dan sejauh mana sastra berfungsi sebagai penghibur sekaligus alat pengajaran.
Inovasi Usaha Lokal: Strategi Pemberdayaan Melalui Kripik Biji Nangka Di Desa Bantaragung Majalengka Azizah, Balkis Nur; Maulidah, Nurul
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 8, No 1 (2024): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v8i1.26138

Abstract

Kripik biji Nangka adalah inovasi produk olahan yang terbuat dari biji nangka yang diiris tipis dan dikeringkan. Proses pembuatannya melibatkan langkah-langkah khusus untuk menciptakan rasa yang unik dan tekstur yang renyah dengan menggunakan teknik rebus dalam pengolahannya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang potensi dan tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha lokal dapat menciptakan strategi yang lebih efektif untuk mendukung perkembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan mendapatkan wawasan dari komunitas lokal desa Wisata Bantaragung Majalengka dengan meode survei partisipatif. Sehingga sumber data utama berasal dari observasi lapangan. Data dianalisis dengan meggunakan analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh usaha kripik biji nangka di desa Wisata Bantaragung Majalengka. Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang potensi dan strategi pemberdayaan. Usaha ini tidak hanya menciptakan produk bernilai tinggi tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Permintaan pasar terus meningkat dengan menggunakan strategi pemasaran melalui sosial media, sehingga para pengusaha harus terus meningkatkan kapasitas produksi melalui investasi dalam mesin modern dan pelatihan tenaga kerja.
The Phenomenon of Islamophobia in Germany on Indonesian Online News Sites 2018-2023 Azizah, Balkis Nur; Al Anshory, Abdul Muntaqim; Leesen, Adul
Fenomena Vol 23 No 2 (2024): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v23i2.198

Abstract

Islamophobia does not only occur among non-Muslims but Islamophobia is also experienced by Muslims who do not agree with their thoughts. Islamophobia is a psychological symptom that sufferers experience when they encounter Muslims. The cause could be due to an unpleasant experience experienced by the sufferer, or because they are influenced by news reporting that Islam is a harsh religion, so that they feel afraid if they must face Muslims. The aims of this research are (1) to understand the picture of Islamophobia in Germany; (2) analyze the form of Islamophobia in Germany; and (3) describe the impact of Islamophobia in Germany. Researchers used descriptive qualitative methods with primary data sources in the form of online news and supported by related journals as secondary data. The results of the research are (1) Symptoms of Islamophobia in Germany have increased significantly every year; (2) the forms of Islamophobia found were the dissolution of mosques, harassment of Muslim women and prohibitions on wearing the headscarf, public opinion, work and education; (3) the impact of Islamophobia in Germany, namely psychological, social, legal and political policies. Islamophobia tidak hanya terjadi pada kalangan non-Muslim saja melainkan Islamophobia juga dialami oleh umat Islam yang tidak sependapat dengan pemikirannya. Islamophobia merupakan gejala psikis yang dialami penderita ketika mereka berhadapan dengan orang muslim. Penyebabnya bisa karena pengalaman yang tidak menyenangkan yang dialami oleh si penderita, ataupun karena terpengaruh oleh kabar yang memberitakan Islam sebagai agama yang keras, sehingga mereka merasa takut jika harus berhadapan dengan orang Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui gambaran Islamophobia di Jerman; (2) menganalisis bentuk Islamophobia di Jerman; dan (3) menjabarkan dampak Islamophobia di Jerman. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskritif dengan sumber data primer berupa berita online dan didukung dengan jurnal terkait sebagai data sekunder. Adapun hasil dari penelitian yakni (1) Gejala islamophobia di Jerman mengalami peningkatan yang signifikan di setiap tahunnya; (2) bentuk islamophobia yang ditemukan adalah adanya pembubaran masjid, terjadinya pelecehan perempuan muslimah dan larangan berjilbab, pendapat publik, pekerjaan dan pendidikan; (3) dampak dari Islamophobia di Jerman yakni dampak psikologis, sosial, kebijakan hukum dan politik.
Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java Rohman, Taufiqur; Azizah, Balkis Nur; Dlifa'in, Alif Faza; Ramadhan, Mahendra Utama Cahya
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol. 31 No. 2 (2023)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.31.2.18607

Abstract

Pre-wedding traditions have become an inseparable point in wedding traditions among the Javanese community. This research aims to explores the Mubeng Asem tradition in Kuryokalangan village, Gabus, Pati, Central Java, which is deeply rooted in local customs and Islamic principles. This research uses a qualitative descriptive approach, using observation, interviews, and documentation to combine data. The results show that the Mubeng Asem tradition represents Javanese ancestors’ efforts to maintain harmony in the household and protect the Kuryokalangan community. The tradition primarily involves expressing gratitude to the family as family members enter the marriage phase, symbolizing the family’s gratitude and upholding Eastern cultural norms.
PENERAPAN METODE ACTIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NURIL ISLAM PACITAN Astriana, Arum Sindhi; Wardani, Rita Wilda; Azizah, Balkis Nur
JURNAL KOULUTUS Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/yqsx4w25

Abstract

Kualitas pendidikan di Indonesia semakin menurun, hal tersebut ditinjau dari fenomena krisis pendidikan yang memprihatinkan. Berbagai masalah terkait akselibitas, kualitas dan relevansi pendidikan telah menghambat kemajuan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pelaksanaan metode pembelajaran metode active learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Nuril Islam Pacitan; (2) untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan metode active learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Nuril Islam Pacitan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode tersebut dipilih karena untuk memahami konteks dan proses yang terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran aktif secara mendalam, mengetahui bagaimana interaksi antara pendidik dan peserta didik serta bisa mengetahui bagaimana mereka merasa terlibat dalam menghadapi tantangan. Peneliti melakukan penelitian di SD Nuril Islam Pacitan di Jln. Tentara Pelajar desa Widoro Pacitan. Hasil dari penelitian yakni (1) Metode active learning pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam proses pelaksanaan terlaksana dengan baik yang mana peserta didik memberikan imbal balik dari materi yang dijelaskan oleh pendidik; (2) kelebihan dari metode active learning yakni dengan adanya sarana prasarananya yang lengkap semua kegiatan pembelajaran akan berjalan dengan baik dan efektif. Adapun kelemahan dalam metode pembelajaran ini adalah membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga jam alokasi pelajaran lainnya tidak bisa maksimal.
Balaghah dan Epistemologi dalam Syair Ahlu Al ‘Ilmi Ahyā’ Karya Ali Bin Abi Thalib: Sebuah Perspektif Filosofis Jufri, Moh Iza Al; Azizah, Balkis Nur
Jurnal Al-Mashadir: Journal of Arabic Education and Literature Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Bahasa Arab, FTIK IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/almashadir.v5i1.1281

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) biografi singkat Ali Bin Abi Thalib; (2) menganalisis eksistensi uslūb balaghi yang ada di dalam syair Ahlu Al ‘Ilmi Ahyā; dan (3) memahami nilai dan fungsi yang terkandung di dalam syair Ahlu Al ‘Ilmi Ahyā’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada kajian filsafat ilmu balāghah dalam syair. Hasil penelitian adalah (1) menurut pandangan empirisme terciptanya syair Ahlu Al ‘Ilmi Ahyā’ tidak lepas dari pengamatan dan pengalaman Ali bin Abi Thalib semasa hidupnya, yaitu masa di mana pendidikan Islam mengalami pertumbuhan dan perkembangan; (2) Eksistensi uslub balāghi yang terdapat pada syair Ahlu Al ‘Ilmi Ahyā’ antaranya adalah uslūb khabari, uslūb qashar, uslūb jinas, uslūb thibāq, saja’; (3) Nilai dan fungsi dalam syair Ahlu Al ‘Ilmi Ahyā’ yaitu mengandung keindahan makna kata dan bahasa, nilai kesetaraan laki-laki dan perempuan, nilai rendah hati dan nilai pendidikan. Syair ini berfungsi sebagai ungkapan hikmah dan renungan kehidupan sejati.
ANALISIS PUISI UHIBBUKI JIDDAN KARYA NIZAR QABBANI: KAJIAN PSIKOANALISA SIGMUND FREUD Azizah, Balkis Nur; Saskia, Nur Lailatus; Nashrullah, Nashrullah
Afshaha: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 2, No 2 (2023): Afshaha:Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Faculty of Humanities UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/afshaha.v2i2.19655

Abstract

In this era, psychoanalysis is widely used as a research method because it examines aspects of psychological principles that exist in literary works, especially the characters of the main characters. Uhibbuki Jiddan poetry seeks to express a deep sincerity of love to the lover. The purpose of this study is to describe the id, ego, and superego of the character Ana in the poem Uhibbuki Jiddan by Nizar Qobbani with a literary psychology approach. This research is descriptive qualitative research. The data obtained from this study lead to a psychological analysis of the literature contained in the poem Uhibbuki Jiddan. There are three psychological structures of a person contained in the psychology of literature proposed by Sigmund Freud, namely the id, ego, and superego. In the Uhibbuki Jiddan poem, the id attached to the character ‘ana’ appears naturally, the ego exists only to obtain pleasure, satisfaction, or momentary pleasure by prioritizing needs and the superego is shown with the sincerity of love.
Decoding Sacred Power: A Semio-Theological Inquiry into Wifiq Khotam Sulaiman among Javanese Muslims Azizah, Balkis Nur; Rohman, Taufiqur; Ramadhan, Mahendra Utama Cahya
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 1 (2025)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/albanjari.v24i1.16852

Abstract

Despite ongoing debates around the legitimacy and theological implications of wifiq Khotam Sulaiman, its symbolic use remains prevalent in various religious and cultural contexts, including among Javanese Muslims. This study aims to (1) explore the embedded meanings behind the symbols contained in wifiq Khotam Sulaiman and (2) examine the basis of public belief and trust in its spiritual efficacy. Employing a descriptive qualitative method, this research analyzes primary textual and visual data from wifiq artifacts, supported by interviews and observations within Javanese Muslim communities. The findings reveal that wifiq Khotam Sulaiman contains seven core symbols, each representing key aspects of Prophet Sulaiman’s character and divine attributes, including references to asma’ al-a‘ẓam (the Greatest Name of God). Furthermore, public belief in the wifiq is rooted in inherited spiritual traditions that regard it as a medium of divine assistance—without attributing intrinsic power to the object itself, thus maintaining theological monotheism. Theoretically, this study contributes to the field of Islamic semiotics and symbolic theology by offering a detailed interpretation of understudied esoteric symbols. Practically, it provides insights for scholars, religious leaders, and cultural practitioners to better understand how sacred symbols function in everyday spiritual life without breaching Islamic doctrinal boundaries.
Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java Rohman, Taufiqur; Azizah, Balkis Nur; Dlifa'in, Alif Faza; Ramadhan, Mahendra Utama Cahya
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol. 31 No. 2 (2023)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.31.2.18607

Abstract

Pre-wedding traditions have become an inseparable point in wedding traditions among the Javanese community. This research aims to explores the Mubeng Asem tradition in Kuryokalangan village, Gabus, Pati, Central Java, which is deeply rooted in local customs and Islamic principles. This research uses a qualitative descriptive approach, using observation, interviews, and documentation to combine data. The results show that the Mubeng Asem tradition represents Javanese ancestors’ efforts to maintain harmony in the household and protect the Kuryokalangan community. The tradition primarily involves expressing gratitude to the family as family members enter the marriage phase, symbolizing the family’s gratitude and upholding Eastern cultural norms.