Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL REKAYASA

ANALISA KEBUTUHAN STANDARDISASI PENGUKURAN KUANTITAS (STANDARD METHOD OF MEASUREMENT) PADA INDUSTRI KONSTRUKSI DI INDONESIA Dwifitra Jumas; Sesmiwati; Nengah Tela
JURNAL REKAYASA Vol 7 No 1 (2017): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.291 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan standar metode pengukuran pada konstruksi bangunan di Indonesia. Penggunaan SMM biasanya digunakan untuk tujuan tender dalam penyusunan BQ yang menjadi bagian dari kontrak konstruksi. Standar ini dimaksudkan untuk memastikan akurasi dan adanya keseragaman dalam pengukuran suatu item pekerjaan. SMM dapat mengurangi keragaman, keraguan dan perselisihan dalam pengukuran yang sebenarnya diantara para pihak yang terlibat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner yang disebarkan kepada praktisi industri konstruksi. Hasil survei mengenai praktek pengukuran pekerjaan pada konstruksi bangunan saat ini. Mayoritas responden menggunakan standar metode pengukuran mereka sendiri, sedangkan yang lain menggunakan SMM dari negara lain dan bahkan ada yang tidak menggunakan SMM apapun. Selan itu, penelitian ini juga menemukan masalah yang signifikan karena keberagaman SMM adalah adanya perbedaan intrepretasi perhitungan volume pekerjaan dalam proses tender dan evaluasi kemajuan pekerjaan.
FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI PERHITUNGAN BIAYA PROYEK DALAM PROSES PERENCANAAN Fielda Roza; Nengah Tela
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 2 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.856 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i2.28

Abstract

Perhitungan biaya proyek pada proses perencanaan merupakan hal yang paling penting, bahwa ketidaktepatan perhitungan biaya proyek oleh konsultan perencana mengakibatkan adanya perbedaan pada saat pelaksanaan yang menimbulkan perubahan biaya proyek. Untuk itu perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaktepatan perhitungan biaya proyek dalam proses perencanaan, dan faktor dominan yang mempengaruhi ketidaktepatan perhitungan biaya proyek tersebut. Metode penelitian yang dilakukan bersifat kuantitatif dengan penyebaran kuisoner kepada 130 responden konsultan yang terdiri dari 25 perusahaan dengan kualifikasi besar dan sisanya perusahaan dengan kualifikasi kecil yang berada di kota Padang. Variabel penelitian menggunakan variable bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Pengolahan data menggunakan analisa regresi program statistik SPSS release 15.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada dua faktor utama penyebab ketidaktepatan perhitungan biaya proyek pada proses perencanaan oleh konsultan perencana yaitu faktor pertama adalah kualifikasi tenaga ahli dan teknologi yang memadai serta faktor kedua kemampuan perencana dan koordinasi. Dari kedua faktor tersebut yang paling dominan penyebab ketidaktepatan tersebut adalah faktor pertama yaitu kualifikasi tenaga ahli dan teknologi yang memadai.
PENGEMBANGAN PERMUKIMAN TRADISIONAL MINANGKABAU, SEBAGAI DESA WISATA BERBASIS BUDAYA DI NAGARI RAO-RAO, KABUPATEN TANAH DATAR Era Triana; Nengah Tela
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 2 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.983 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i2.32

Abstract

Permukiman Tradisional Minangkabau yang berada di Nagari Rao-Rao, kabupaten Tanah Datar, memiliki ciri khas yang sangat unik bagi warisan budaya Minangkabau, Nagari Rao-Raomemiliki potensi untuk dijadikan objek wisata berbasis budaya tradisional Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu konsep pengembangan permukiman tradisional Minangkabau sebagai destinasi wisata baru berbasis budaya Minangkabau. Wisata adalah komunitas atau masyarakat yang terdiri dari para penduduk suatu wilayah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung dibawah sebuah pengelolaan dan memiliki kepedulian serta kesadaran untuk berperan bersama sesuai ketrampilan dan kemampuan masing-masing dengan memberdayakan potensi secara kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis adalah memakai analisis kualitatif pembobotan dan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Analisis ini untuK pengembangan permukiman tradisional Minangkabau di Nagari Rao-Rao yang melakukan identifikasi terhadap kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) yang terjadi di kawasan pemukiman tradisional Minangkabau. Adapun konsep yang dapat dikembangkan pada Wisata Budaya di Nagari Rao-Rao adalah pengembangan pemanfaatan kawasan permukiman tradisional sebagai objek wisata budaya tradisional Minangkabau dengan melibatkan masyarakat setempat agar mampu meningkatkan perekonomian penduduk lokal. Pengembangkan atraksi budaya dan paket wisata yang dapat ditawarkan berupa jejak nagari (berkeliling sambil menikmati keindahan alam di permukiman tradisonal), penyediakan makanan tradisional Minangkabau (kuliner), kerajinan tangan ciri khas Minangkabau dan penginapan berkonsep homestay serta penyediaan atraksi seni tradisional seperti tari daerah, lagu daerah, rabab dan silek. Dengan konsep ini diharapkan Permukiman Tradisonal Minangkabau di Nagari Rao-Rao mampu terus berkembang dan mampu mempertahankan nilai Budaya yang ada.
ANALISIS KEPUASAN SERVICESCAPE PASAR TRADISIONAL Tela, I Nengah; Wongso , Jonny; Ilona, Desi; Zaitul
JURNAL REKAYASA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v12i2.140

Abstract

Servicescape pada fasilitas umum telah menjadi perhatian antara akademisi dan praktisi, baik pengelola fasilitas tersebut, maupun perencana seperti arsitektur. Servicescape bangunan, seperti pasar dapat mempengaruhi sikap, minat dan prilaku pembeli. Penelitian terdahulu telah menginvestigasi servicescape pada objek bangunan dan kawasan wisata. Namun, penelitian sebelumnya gagal memberikan perhatian servicescape pada pasar tradisional. Penelitian ini mendeskripsikan kepuasan pedangang terhadap servicescape pasar tradisional di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Selain itu, penelitian ini juga mengjawab apakah kepuasan atas komponen servicescape berbeda antara sampel: jenis kelamin dan tingkat Pendidikan responden/pedagang. Enam puluh lima pedagang berpartisipasi dalam penelitian ini. Metode data deskriptif dan komparatif digunakan untuk mencapai tujuan tesebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa pedagang tidak puas dengan servicescape pasar tradisional Painan. Selanjutnya, hasil beda antara sampel laki-laki dan perempuan menunjukan tidak ada perbedaan kepuasan atas servicescape pasar tradisional. Namun, hasil beda untuk sampel tingkat Pendidikan mengindikasi kepuasan atas komponen servicescape pasar tradisional (kenyaman dan keamanan) berbeda antar sampel dengan tingkat Pendidikan yang berbeda. Penelitian bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan pasar untuk merencanakan revitalisasi pasar menjadi pasar modern. Penelitian ini memberikan sumbangan pada literatur servicescape dengan objek yang unik yaitu pasar tradisional.