Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Uji Aktivitas Antifungal Ekstrak Kulit Pisang Barangan (Musa Paradisiaca L) Terhadap Candida Albicans Ridha Andayani; Afrina .
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.42 KB)

Abstract

Candida albicans (C. albicans) adalah jamur oportunistik yang pada keadaan tertentu dapat menjadi patogen di rongga mulut dan menyebabkan kandidiasis oral. Penanganan kandidiasis oral umumnya menggunakan obat-obatan antifungal sintetik yang dapat menimbulkan efek samping. Kulit pisang barangan (Musa paradisiaca L.) adalah bagian yang sering dianggap tidak bermanfaat namun mengandung banyak komponen antifungal seperti alkaloid, saponin, steroid, triterpenoid, kuinon, polifenol dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antifungal ekstrak kulit Musa paradisiaca L. terhadap pertumbuhan C. albicans. Pada penelitian ini, kulit Musa paradisiaca L. diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kulit Musa paradisiaca L. yang telah diuji fitokimia, diuji aktivitas antifungalnya menggunakan metode dilusi dengan Standard Plate Count (SPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit Musa paradisiaca L. berpengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 12,5% dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) sebesar 100%.
Pengaruh Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) Terhadap Interaksi Streptococcus Sanguinis dan Streptococcus Mutans Secara In Vitro Ridha Andayani; Santi Chismirina; Iga Kumalasari
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.826 KB)

Abstract

Streptococcus sanguinis bakteri Gram positif menginisiasi adhesi bakteri rongga mulut lainnya dengan reseptor adhesin, seperti dengan bakteri Streptococcus mutans. Streptococcus mutans patogen utama terjadinya karies. Pemanfaatan tanaman herbal seperti belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk mengurangi resiko karies karena tanaman ini memiliki kemampuan antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi Streptococcus sanguinis dan Streptococcus mutans secara in vitro pada ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi). Ekstraksi belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kultur S. sanguinis dan S. mutans pada media Trypticase Yeast Cysteine (TYC), interaksi dilakukan pada media cair Nutrient Broth (NB). Uji dilakukan dengan metode Standart Plate Count (SPC) dengan kelompok kontrol akuades. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata jumlah koloni kelompok kontrol 33,67 x 103 CFU/ml, kelompok perlakuan 3,67 x 103 CFU/ml. Kesimpulan dari penelitian ini ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki pengaruh terhadap interaksi S. sanguinis dan S. mutans secara in vitro.
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGAL EKSTRAK KULIT PISANG BARANGAN (Musa paradisiaca L.) TERHADAP Candida albicans Ridha Andayani; Afrina .; Kartika Sari
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.533 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v9i1.9874

Abstract

Candida albicans (C. albicans) adalah jamur oportunistik yang pada keadaan tertentu dapat menjadi patogen di rongga mulut dan menyebakan kandidiasis oral. Penanganan kandidiasis oral umumnya menggunakan obat-obatan antifungal sintetik yang dapat menimbulkan efek samping. Kulit pisang barangan (Musa paradisiaca L.) adalah bagian yang sering dianggap tidak bermanfaat namun mengandung banyak komponen antifungal seperti alkaloid, saponin, steroid, triterpenoid, kuinon, polifenol dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antifungal ekstrak kulit pisang barangan terhadap pertumbuhan C. albicans. Pada penelitian ini, kulit pisang barangan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kulit pisang barangan yang telah diuji fitokimia, diuji aktivitas antifungalnya menggunakan metode dilusi dengan Standard Plate Count (SPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit Musa paradisiaca L. berpengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 12,5% dan Konsentrasi Bunuh Minimum sebesar 100%.Kata kunci : Candida albicans, antifungal, kulit pisang
Perbandingan Jumlah Koloni Streptococcus Sp, Lactobacillus Sp Dan Candida Sp Di Dalam Rongga Mulut Pasien Skizofrenia Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh Ridha Andayani; Abdillah Imron Nasution; Muhammad Qadri
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.632 KB)

Abstract

Pasien skizofrenia dapat mengalami masalah gigi dan mulut yang sama dengan orang normal sebagai populasi umum. Namun bukti menunjukkan bahwa mereka memiliki resiko lebih besar mengalami penyakit di rongga mulut dan lebih membutuhkan perawatan rongga mulut. Terjadinya penyakit di rongga mulut sangat erat kaitannya dengan peningkatan jumlah koloni mikroorganisme seperti Streptococcus sp, Lactobacillus sp dan Candida sp. Peningkatan jumlah koloni mikroorganisme dapat meningkatkan status mikroorganisme tersebut menjadi patogen yang menyebabkan suatu penyakit di rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah koloni Streptococcus sp, Lactobacillus sp dan Candida sp di rongga mulut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan eksperimental laboratoris yang dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Subjek penelitian sebanyak 47 pasien skizofrenia laki-laki dan perempuan. Pada subjek dilakukan pengambilan sampel di rongga mulut dengan menggunakan cotton wooden steril yang kemudian dibawa ke laboratorium untuk dikultur dan dihitung jumlah koloni mikroorganismenya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan jumlah koloni Streptococcus sp yang dikultur pada media selektif TYS20B sebanyak 93,2 x 106 CFU/ml, Lactobacillus sp yang dikultur pada media selektif MRSA sebanyak 0,6 x 106 CFU/ml, dan Candida sp yang dikultur pada media selektif SDA sebanyak 30,5 x 106 CFU/ml. Streptococcus sp merupakan mikroorganisme paling dominan pada rongga mulut pasien skizofrenia Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh sehingga dapat dikatakan karies gigi sangat rentan terjadi di rongga mulut pasien tersebut.
PERBEDAAN LAJU ALIRAN SALIVA TERSTIMULASI ANTARA PENGUNYAHAN PARAFIN WAX DENGAN PERMEN KARET XYLITOL PADA PASIEN TERINDIKASI GERD Ridha Andayani; Sunnati .; Amatu Sholiha
Odonto : Dental Journal Vol 3, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.002 KB) | DOI: 10.30659/odj.3.2.105-110

Abstract

Background: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a condition of irreversibility (reflux) of stomach contents into the esophagus exceeds the normal amount and causes a variety of complaints. Reduction in salivary flow and decreased secretion of bicarbonate in the saliva cannot be avoided so that the patient is symptomatic GERD in the oral cavity in the form of halitosis and tooth erosion. Paraffin wax and chewing xylitol gum can be an alternative to increase the rate of saliva and neutralize the acid in patients with GERD. This study aimsto observes salivary flow rate differences between paraffin wax and xylitol gum patient - indicated GERD at RSUDZA in Banda Aceh.Method: This research is an analytic study with cross sectional approach and a subject of 17 people. Data were analyzed by statistical tests using Wilcoxon test.The results of this study, the salivary flows by chewing paraffin wax at the low category (52.9%), whereas salivary flows by chewing xylitol gum is the normal category (76.5%).Result: The data obtained P = 0.001 (P <0.05) for the difference between chewing paraffin wax and chewing xylitol gum.Conclusion: The conclusion from this study is a significant difference between salivary flows chewing paraffin wax and chewing xylitol gum in patient-indicated GERD at RSUDZA in Banda Aceh
Uji Aktivitas Antifungal Ekstrak Kulit Pisang Barangan (Musa Paradisiaca L) Terhadap Candida Albicans Ridha Andayani; Afrina .
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candida albicans (C. albicans) adalah jamur oportunistik yang pada keadaan tertentu dapat menjadi patogen di rongga mulut dan menyebabkan kandidiasis oral. Penanganan kandidiasis oral umumnya menggunakan obat-obatan antifungal sintetik yang dapat menimbulkan efek samping. Kulit pisang barangan (Musa paradisiaca L.) adalah bagian yang sering dianggap tidak bermanfaat namun mengandung banyak komponen antifungal seperti alkaloid, saponin, steroid, triterpenoid, kuinon, polifenol dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antifungal ekstrak kulit Musa paradisiaca L. terhadap pertumbuhan C. albicans. Pada penelitian ini, kulit Musa paradisiaca L. diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kulit Musa paradisiaca L. yang telah diuji fitokimia, diuji aktivitas antifungalnya menggunakan metode dilusi dengan Standard Plate Count (SPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit Musa paradisiaca L. berpengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 12,5% dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) sebesar 100%.
Hubungan Waktu Kehadiran Fasilitator Dengan Learning Objectives Terhadap Nilai Akhir Mahasiswa Blok 2 FKG Unsyiah Ridha Andayani; Abdillah Imron Nasution; Mauliza Hanim
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Problem-Based Learning (PBL) merupakan suatu metode baru yang diterapkan dalam pendidikan medis. Penerapan metode tersebut mengandalkan mahasiswa bekerjasama dalam beberapa kelompok kecil, diberi kasus dalam bentuk skenario, mereka berdiskusi secara aktif untuk mencapai sasaran belajar (learning objectives) dan dipandu oleh seorang dosen yang bertugas sebagai fasilitator. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan waktu kehadiran fasilitator dengan learning objectives dan terhadap nilai akhir (DPNA) mahasiswa. Tempat penelitian di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala pada bulan Desember 2013 bertepatan dengan dilaksanakannya Blok 2 pada Semester 1. Subjek penelitian terdiri dari 6 kelompok tutorial dengan 7 skenario. Alat yang digunakan berupa kuisioner dan Borang B, Panduan BPF, dan hasil DPNA. Data dianalisis dengan analisis Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan waktu kehadiran fasilitator dan learning objectives menunjukkan hubungan yang lemah dan negatif (R= -0,246), fasilitator dan Nilai DPNA menunjukkan hubungan yang lemah dan positif (R= 0,357) (p0,01). Kesimpulan adalah dari penelitian ini waktu kehadiran fasilitator dan learning objectives dalam pelaksanaan Blok 2 Tahun Ajaran 2013/2014 belum berperan dengan baik dalam menciptakan kecenderungan berpikir kritis yang dicita-citakan oleh penerapan Metode Problem-Based Learning (PBL).
Perdarahan Gingiva Pada Masa Sebelum Menstruasi Sunnati .; Ridha Andayani
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gingivitis adalah salah satu penyakit yang paling lazim diderita oleh masyarakat. Gingivitis merupakan inflamasi yang hanya mengenai jaringan gingiva tanpa menyerang tulang alveolar dan ligamen periodontal (tanpa mengakibatkan kehilangan perlekatan). Perdarahan gingiva adalah salah satu tanda klinis dari gingivitis. Perdarahan gingiva terjadi satu atau dua hari sebelum terjadinya menstruasi, yang biasanya hilang setelah dimulainya menstruasi. Salah satu indeks untuk mengukur perdarahan gingiva adalah Papillary Bleeding Index (PBI). Penelitian ini bertujuan untuk melihat indeks perdarahan gingiva pada masa sebelum menstruasi, yaitu 12 hari sebelum menstruasi. Penelitian deskriptif ini dilakukan di Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Subjek penelitian berjumlah 65 orang yang berasal dari angkatan 20092011. Pada subjek diberikan kuesioner dan pemeriksaan klinis, yaitu pemeriksaan Indeks Perdarahan Papila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 64 subjek (98,5%) memiliki Indeks Perdarahan Papila 0, sebanyak satu subjek (1,5%) memiliki Indeks Perdarahan Papila 1 dan tidak terdapat subjek yang memiliki Indeks Perdarahan Papila 2 dan 34. Disimpulkan bahwa 98,5% pada penelitian ini
Pengaruh Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) Terhadap Interaksi Streptococcus Sanguinis dan Streptococcus Mutans Secara In Vitro Ridha Andayani; Santi Chismirina; Iga Kumalasari
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Streptococcus sanguinis bakteri Gram positif menginisiasi adhesi bakteri rongga mulut lainnya dengan reseptor adhesin, seperti dengan bakteri Streptococcus mutans. Streptococcus mutans patogen utama terjadinya karies. Pemanfaatan tanaman herbal seperti belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk mengurangi resiko karies karena tanaman ini memiliki kemampuan antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi Streptococcus sanguinis dan Streptococcus mutans secara in vitro pada ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi). Ekstraksi belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kultur S. sanguinis dan S. mutans pada media Trypticase Yeast Cysteine (TYC), interaksi dilakukan pada media cair Nutrient Broth (NB). Uji dilakukan dengan metode Standart Plate Count (SPC) dengan kelompok kontrol akuades. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata jumlah koloni kelompok kontrol 33,67 x 103 CFU/ml, kelompok perlakuan 3,67 x 103 CFU/ml. Kesimpulan dari penelitian ini ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki pengaruh terhadap interaksi S. sanguinis dan S. mutans secara in vitro.
Pengaruh Kopi Arabika (Coffea Arabica) Dan Kopi Robusta (Coffea Canephora) Terhadap Viskositas Saliva Secara In Vitro Santi Chismirina; Ridha Andayani; Rosdiana Ginting
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi Arabika dan kopi Robusta adalah jenis kopi yang banyak dikonsumsi masyarakat Aceh yang mengandung asam klorogenat dan asam trigonelin. Kopi Arabika memiliki pH yang lebih asam dibandingkan dengan kopi Robusta. pH dapat berpengaruh terhadap viskositas saliva. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kopi Arabika dan kopi Robusta terhadap viskositas saliva. Kelompok perlakuan terdiri dari kopi Arabika, kopi Robusta, dan akuades sebagai kelompok kontrol. Masing-masing larutan yang dipaparkan dengan saliva buatan diukur viskositasnya dengan menggunakan viskometer Ostwald. Viskositas rata-rata masing-masing larutan adalah 0,0008213 N s/m2 untuk kelompok kontrol, 0,0008319 N s/m2 untuk kopi Arabika, dan 0,0008689 N s/m2 untuk kopi Robusta. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis One Way ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut dengan menggunakan analisis Post Hoc Test. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan signifikan p0,05 antara akuades, kopi Arabika, dan kopi Robusta. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa kopi Robusta yang dipaparkan dengan saliva buatan lebih tinggi viskositasnya dibandingkan akuades dan kopi Arabika. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa viskositas kopi Robusta terhadap viskositas saliva lebih kental dibandingkan kopi Arabika.