Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL SWARNABHUMI

ANALISIS PENGEMBANGAN KEBIJAKAN HUTAN TANAMAN RAKYAT (HTR) TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KALIMANTAN BARAT DAN D.I YOGYAKARTA Dony Andrasmoro; Endah Evy Nurekawati
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.355 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v2i1.1135

Abstract

ABSTRAKSebagai latar belakang permasalahan adalah kurangnya peran dan sosialisasi pemangku kepentingan terhadap respon masyarakat di tingkat kabupaten berkaitan sosialisasi nilai penting Hutan Tanaman Rakyat (HTR) untuk kesejahteraan masyarakat tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisis respon para pemangku kepentingan di Kalimantan Barat dan D.I Yogyakarta terhadap kebijakan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) guna peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantifikasi data kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan tingginya potensi pengembangan kegiatan HTR, yaitu di Provinsi Kalimantan Barat dan D.I Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di D.I Yogyakarta dengan luas hutan 16.819,52 ha, khususnya mereka yang telah terlibat dalam pengembangan tanaman kehutanan memiliki minat yang tinggi untuk menjadi peserta program HTR. Sedangkan masyarakat di Kalimantan Barat dengan luas hutan lebih besar yaitu seluas 9.178.760 ha dari luas hutan di D.I Yogyakarta, kurang berminat terhadap program HTR karena masih minim sistem informasi dan hanya sedikit yang terlibat di HTR. Para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten yang terdiri dari pihak pemerintah daerah dan swasta baik itu stakeholders merespon positif program HTR, dan mendukung terselenggaranya sosialisasi program sebagai upaya peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Hasil analisis juga menunjukkan pemangku kepentingan di daerah sangat berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui HTR. Hal ini berorientasi kepada pemangku kepentingan di pusat untuk melakukan tindak lanjut terhadap aspirasi masyarakat khususnya sekitar hutan.Kata Kunci: Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Pemerintah, Masyarakat
PERAN WATERFRONT CITY PADA INDUSTRI PARIWISATA TAMAN ALUN KAPUAS KOTA PONTIANAK Dony Andrasmoro
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.273 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v3i1.1709

Abstract

Peran Industri Pariwisata Indonesia mulai menjadi sorotan dunia akibat dampak dari peran pemerintah  yang gencar mempromosikan branding “wonderfull Indonesia” di kancah dunia, sejalan dengan aspek itu penguatan potensi, daya tarik dan aspek pengembangan menjadi prioritas unggulan. Alternatif peran keseriusan industri pariwisata tercermin di setiap daerah, salah satunnya adalah Kota Pontianak. Kota Pontianak dengan destinasi wisata sungai menjadi prioritas dalam aspek pengembangan waterfront city taman Alun Kapuas. Tujuan penelitian ini adalah menelaah peran potensi taman Alun Kapuas sebagai destinasi pariwisata berbasis sungai (waterfront) di Kota Pontianak. Metode penelitian deskriptif perspektif menggunakan pendekatan kualitatif dengan beberapa pertanyaan terstruktur untuk mendapatkan informasi secara spesifik. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi dan study literasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian terhadap Obyek wisata Taman Alun Kapuas menunjukkan wilayah pengembangan pariwisata Kota Pontianak meliputi obyek Taman Alun Kapuas dengan lokasi di kawasan pinggiran sungai Kapuas, dan berada berdekatan dengan pelabuhan Kota Pontianak sehingga memegang peran besar terhadap mobilitas dan daya tarik pariwisata di Kota Pontianak. Pengaruh potensi eksisting menjadikan daya tarik alami yang tidak semua obyek wisata di kota maupun daerah Kalimantan Barat memilikinya (unik) dan di upayakan menjadi sebuah ruang publik dengan pengembangan kajian model blue open public space berbasis pendekatan konsep penghijauan Sungai Kapuas (waterfront) yang bersifat rekreatif (recreational waterfront). Sejalan dengan konsep hal tersebut tercermin dari upaya pemerintah sesuai rencana pemerintahan Kota Pontianak pada RTRW 2013-2033 dan RPJMN 2015-2019 bahwa pengelolaan tata ruang Taman Alun Kapuas mencerminkan 4 strategi disain yaitu continuity, variety, connections dan sequence, sehingga dapat menciptakan destinasi wisata yang mewadahi kegiatan rekreatif berbasis waterfront city.