Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Edu Elektrika Journal

PENGEMBANGAN SISTEM DATABASE HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DOSEN UNNES Andrasto, Tatyantoro
Edu Elektrika Journal Vol 1 No 1 (2012): Edu Elektrika
Publisher : Edu Elektrika Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belum adanya database hasil penelitian dan pengabdian pada LP2M UNNES yang baik berakibat memungkinkannya terjadi duplikasi atau penyalahgunaan penelitian atau pengabdian tahun yang lalu digunakan lagi untuk proposal penelitian atau pengabdian pada tahun sekarang atau yang akan datang. Sehingga hal ini akan memberikan efek negatif pada perkembangan penelitian dan pengabdian di UNNES khususnya dan dunia akademik di Indonesia pada umumnya. Metode yang diterapkan pada pembuatan databse ini dilakukan dengan cara membuat prototype kemudian dilakukan proses mencoba dan meminta pendapat orang lain yang memang mengurusi hasil laporan penelitian dan pengabdian di LP2M UNNES. Hasil penelitian ini berupa sistem database berbasis web sehingga dapat dilakukan input data, edit data maupun melihat data penelitian dan pengabdian yang ada di LP2M UNNES dari manapun, tidak harus datang ke UNNES hanya untuk melihat maupun melakukan edit data oleh admin.
TRAINER LIFT 3 LANTAI MENGGUNAKAN PLC UNTUK PEMBELAJARAN PRAKTIK DASAR SISTEM KONTROL PRODI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Ramadhan, Restu Candra; Andrasto, Tatyantoro
Edu Elektrika Journal Vol 4 No 1 (2015): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat trainer lift 3 lantai menggunakan PLC dengan menggunakan desain R&D (research and development). Trainer Lift 3 lantai yang telah dibuat untuk kemudian diujikan kepada para pakar dari dosen jurusan Elektro Unviresitas Negeri Semarang, guru yang memahami PLC, serta mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang untuk menguji kelayakan Trainer Lift 3 lantai menggunakan PLC. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik angket. Analisis data menggunakan metode deskriptif yang kemudian diubah ke dalam bentuk kuantitatif. Kemudian karena salah satu pakar meminta untuk melakukan uji – t sebagai syarat kelayakan dari Trainer yang telah dibuat, maka hasil dari perhitungan uji beda tersebut masuk dalam analisis data. Uji beda dilakukan dengan menggunakan pretest – posttest yang telah ditentukan oleh pakar. Penelitian ini melihat hasil dari pengujian produk yang akan diterapkan ke sejumlah responden. Hasil penelitian kemudian dijadikan suatu acuan pembuatan Trainer dan sebagai tolak ukur tentang kelayakan Trainer yang telah dibuat. Setelah dilakukan uji coba Trainer, diperoleh hasil dari penilaian uji pakar 80,55% (layak), dan hasil penilaian responden 82,7% (layak). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Trainer Lift 3 lantai menggunakan PLC layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah praktik dasar sistem kontrol prodi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang.This study aims to create a 3-floor elevator trainer uses PLC by using the design of R & D (research and development). Trainer lifts 3 floors which have been made for later tested to the experts from the Department of Electrical Unviresitas faculty of Semarang, teachers who understand the PLC, as well as students majoring in Electrical Engineering Education Semarang State University to test the feasibility of the elevator Trainer 3 floors using PLC. Data were collected using a questionnaire technique. Analysis of the data using descriptive method which is then converted into quantitative form. Then, as one of the experts asked to do the test - t as eligibility requirements of Trainer has been made, the results of different test calculations are included in the data analysis. Different test performed using a pretest - posttest which have been determined by experts. The research looked at the results of the test product to be applied to a number of respondents. The results of the study and then used as a reference for the manufacture Trainer and as a measure of the feasibility Trainer that has been made. After testing Trainer, the result of the test assessment experts 80.55% (feasible), and the results of that survey 82.7% (feasible). Based on the results, it can be concluded that the Trainer lifts 3 floors using PLC fit for use as a medium of learning in the subject of the basic practice of control systems department of Electrical Engineering Education, State University of Semarang.  
PENERAPAN METODE SIMPLE MAZE PADA ROBOT WALL FOLLOWER UNTUK MENYELESAIKAN JALUR DALAM MENELUSURI SEBUAH LABIRIN Shofa, Faela; Andrasto, Tatyantoro
Edu Elektrika Journal Vol 4 No 2 (2015): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan metode Simple Maze agar robot dapat memadamkan api dalam suatu labirin dan kembali ke homing dengan jalan tersingkat. Labirin merupakan sebuah gedung dengan banyak ruangan. Pada penelitian ini menggunakan metode ForwardEngineering. Prosedur penelitian dengan perancangan dan menguji metode Simple Maze pada Robot Wall Follower, sesuai atau tidak 3 bagian pada robot yang terdiri dari input yaitu sensor, yang digunakan adalah ultrasonik dan photodiode, pengolah algoritma yaitu mikrokontroler ATMega32, serta output yaitu motor dc. Hasil penelitian Algoritma Simple Maze dari 3 bagian diatas yaitu pada sensor ultrasonic memiliki ketelitian 99.632% dan nilai error 1.34%, untuk sensor photodiode error pengukuran sebesar 4.9%, serta pada PWM motor nilai error pengukuran sebesar 5.9%. Input, pengolah dan output bekerja saling berhubungan sesuai perintah pada algoritma yang dibuat. Pada salah satu posisi Home dan Finish, robot dengan metode Simple Maze membutuhkan waktu yang lebih cepat yaitu ±2 detik untuk menyelesaikan tugas, sedangkan dengan metode konvensional waktu yang dibutuhkan ±13 detik. Metode Simple Maze dapat diterapkan pada Robot Wall Follower. The objective of the research was to know the implementation of Simple Maze method in order to a robot could put the fire out in a labyrinth and go back to the homing as soon as possible. Labirin is a building with many room. The design of this research was Forward Engineeringdesign. The research planed and examined the Simple Maze algorithm ina Wall Follower Robot. It was the appropriateness between three parts of the robot. They were the input which was the sensors, the processing which was the ultrasonic and photodiode, and the output which was the motor dc. The result of the research showed that the validity of the input was 99.63% and the margin of error was1.34%, the error margin of sensor photodiode was 4.9%, and the error margin of  PWM motor was 5.0%. The input, processing and the output worked together and had acceleration based on the program that was made in algorithm. In one of the homing and finished positions, Robot that used Simple Maze method was two seconds faster than the conventional method that needed thirteen seconds to finish the job. Simple Maze method could be applied in Wall Follower Robot.
Pengaman Pintu Rumah Menggunakan Otentifikasi Dua Faktor Berbasis Arduino Uno Septian, Dea Dwi; Andrasto, Tatyantoro
Edu Elektrika Journal Vol 9 No 2 (2020): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eej.v9i2.42774

Abstract

Pada saat ini banyak sekali sistem keamanan yang telah hadir untuk mengatasi masalah, salah satunya Radio Frequency Identification (RFID) dan sensor sidik jari. Semua sistem keamanan tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Sistem keamanan lebih aman dengan ortentifikasi dua faktor. Oleh sebab itu penelitian ini menggunakan RFID dan sensor sidik jari untuk sistem keamanan. Cara kerja dari sistem yaitu RFID dan sidik jari digunakan sebagai sistem keamanan. Kemudian pemilik rumah meletakkan RFID Tag ke RFID Reader. Apabila RFID Reader membaca sinyal dari RFID Tag maka sensor sidik jari akan aktif. Setelah sensor sidik jari aktif maka sidik jari akan dideteksi oleh sensor sidik jari untuk membuka Solenoid (kunci pintu). Namun apabila RFID Tag tidak terbaca oleh RFID Reader maka sensor sidik jari tidak aktif. Kinerja dari sistem ini akan diuji menggunakan pengujian komponen dan pengujian keseluruhan sistem. Hasil menunjukkan bahwa sistem keamanan pintu menggunakn RFID dan sensor sidik jari pada Arduino Uno yang dibuat memiliki tingkat keakuratan 100%. Selain sistem keseluruhan dalam sistem ini juga dilakukan pengujian komponen dengan hasil RFID Reader dapat mendeteksi RFID Tag tanpa penghalang hingga jarak 2,5 cm dan dengan diberikan penghalang RFID Tag dapat terbaca hingga jarak 2 cm. Kemudian hasil untuk sensor sidik jari dapat mendeteksi keseluruhan jari, akan tetapi ketika diberikan penghalang seperti jari basah, jari dicoret dengan spidol, dan jari diberikan isolasi, sensor sidik jari tidak bisa mendeteksi sidik jari milik siapa. Pengujian yang terakhir yaitu pengujian seluruh komponen dimana memiliki hasil sesuai dengan yang diharapkan.
TRAINER LIFT 3 LANTAI MENGGUNAKAN PLC UNTUK PEMBELAJARAN PRAKTIK DASAR SISTEM KONTROL PRODI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Ramadhan, Restu Candra; Andrasto, Tatyantoro
Edu Elektrika Journal Vol 4 No 1 (2015): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eej.v4i1.7787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat trainer lift 3 lantai menggunakan PLC dengan menggunakan desain R&D (research and development). Trainer Lift 3 lantai yang telah dibuat untuk kemudian diujikan kepada para pakar dari dosen jurusan Elektro Unviresitas Negeri Semarang, guru yang memahami PLC, serta mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang untuk menguji kelayakan Trainer Lift 3 lantai menggunakan PLC. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik angket. Analisis data menggunakan metode deskriptif yang kemudian diubah ke dalam bentuk kuantitatif. Kemudian karena salah satu pakar meminta untuk melakukan uji – t sebagai syarat kelayakan dari Trainer yang telah dibuat, maka hasil dari perhitungan uji beda tersebut masuk dalam analisis data. Uji beda dilakukan dengan menggunakan pretest – posttest yang telah ditentukan oleh pakar. Penelitian ini melihat hasil dari pengujian produk yang akan diterapkan ke sejumlah responden. Hasil penelitian kemudian dijadikan suatu acuan pembuatan Trainer dan sebagai tolak ukur tentang kelayakan Trainer yang telah dibuat. Setelah dilakukan uji coba Trainer, diperoleh hasil dari penilaian uji pakar 80,55% (layak), dan hasil penilaian responden 82,7% (layak). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Trainer Lift 3 lantai menggunakan PLC layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah praktik dasar sistem kontrol prodi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang.This study aims to create a 3-floor elevator trainer uses PLC by using the design of R & D (research and development). Trainer lifts 3 floors which have been made for later tested to the experts from the Department of Electrical Unviresitas faculty of Semarang, teachers who understand the PLC, as well as students majoring in Electrical Engineering Education Semarang State University to test the feasibility of the elevator Trainer 3 floors using PLC. Data were collected using a questionnaire technique. Analysis of the data using descriptive method which is then converted into quantitative form. Then, as one of the experts asked to do the test - t as eligibility requirements of Trainer has been made, the results of different test calculations are included in the data analysis. Different test performed using a pretest - posttest which have been determined by experts. The research looked at the results of the test product to be applied to a number of respondents. The results of the study and then used as a reference for the manufacture Trainer and as a measure of the feasibility Trainer that has been made. After testing Trainer, the result of the test assessment experts 80.55% (feasible), and the results of that survey 82.7% (feasible). Based on the results, it can be concluded that the Trainer lifts 3 floors using PLC fit for use as a medium of learning in the subject of the basic practice of control systems department of Electrical Engineering Education, State University of Semarang.  
PENERAPAN METODE SIMPLE MAZE PADA ROBOT WALL FOLLOWER UNTUK MENYELESAIKAN JALUR DALAM MENELUSURI SEBUAH LABIRIN Shofa, Faela; Andrasto, Tatyantoro
Edu Elektrika Journal Vol 4 No 2 (2015): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eej.v4i2.7887

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan metode Simple Maze agar robot dapat memadamkan api dalam suatu labirin dan kembali ke homing dengan jalan tersingkat. Labirin merupakan sebuah gedung dengan banyak ruangan. Pada penelitian ini menggunakan metode ForwardEngineering. Prosedur penelitian dengan perancangan dan menguji metode Simple Maze pada Robot Wall Follower, sesuai atau tidak 3 bagian pada robot yang terdiri dari input yaitu sensor, yang digunakan adalah ultrasonik dan photodiode, pengolah algoritma yaitu mikrokontroler ATMega32, serta output yaitu motor dc. Hasil penelitian Algoritma Simple Maze dari 3 bagian diatas yaitu pada sensor ultrasonic memiliki ketelitian 99.632% dan nilai error 1.34%, untuk sensor photodiode error pengukuran sebesar 4.9%, serta pada PWM motor nilai error pengukuran sebesar 5.9%. Input, pengolah dan output bekerja saling berhubungan sesuai perintah pada algoritma yang dibuat. Pada salah satu posisi Home dan Finish, robot dengan metode Simple Maze membutuhkan waktu yang lebih cepat yaitu ±2 detik untuk menyelesaikan tugas, sedangkan dengan metode konvensional waktu yang dibutuhkan ±13 detik. Metode Simple Maze dapat diterapkan pada Robot Wall Follower. The objective of the research was to know the implementation of Simple Maze method in order to a robot could put the fire out in a labyrinth and go back to the homing as soon as possible. Labirin is a building with many room. The design of this research was Forward Engineeringdesign. The research planed and examined the Simple Maze algorithm ina Wall Follower Robot. It was the appropriateness between three parts of the robot. They were the input which was the sensors, the processing which was the ultrasonic and photodiode, and the output which was the motor dc. The result of the research showed that the validity of the input was 99.63% and the margin of error was1.34%, the error margin of sensor photodiode was 4.9%, and the error margin of  PWM motor was 5.0%. The input, processing and the output worked together and had acceleration based on the program that was made in algorithm. In one of the homing and finished positions, Robot that used Simple Maze method was two seconds faster than the conventional method that needed thirteen seconds to finish the job. Simple Maze method could be applied in Wall Follower Robot.
Pengaman Pintu Rumah Menggunakan Otentifikasi Dua Faktor Berbasis Arduino Uno Septian, Dea Dwi; Andrasto, Tatyantoro
Edu Elektrika Journal Vol 9 No 2 (2020): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eej.v9i2.42774

Abstract

Pada saat ini banyak sekali sistem keamanan yang telah hadir untuk mengatasi masalah, salah satunya Radio Frequency Identification (RFID) dan sensor sidik jari. Semua sistem keamanan tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Sistem keamanan lebih aman dengan ortentifikasi dua faktor. Oleh sebab itu penelitian ini menggunakan RFID dan sensor sidik jari untuk sistem keamanan. Cara kerja dari sistem yaitu RFID dan sidik jari digunakan sebagai sistem keamanan. Kemudian pemilik rumah meletakkan RFID Tag ke RFID Reader. Apabila RFID Reader membaca sinyal dari RFID Tag maka sensor sidik jari akan aktif. Setelah sensor sidik jari aktif maka sidik jari akan dideteksi oleh sensor sidik jari untuk membuka Solenoid (kunci pintu). Namun apabila RFID Tag tidak terbaca oleh RFID Reader maka sensor sidik jari tidak aktif. Kinerja dari sistem ini akan diuji menggunakan pengujian komponen dan pengujian keseluruhan sistem. Hasil menunjukkan bahwa sistem keamanan pintu menggunakn RFID dan sensor sidik jari pada Arduino Uno yang dibuat memiliki tingkat keakuratan 100%. Selain sistem keseluruhan dalam sistem ini juga dilakukan pengujian komponen dengan hasil RFID Reader dapat mendeteksi RFID Tag tanpa penghalang hingga jarak 2,5 cm dan dengan diberikan penghalang RFID Tag dapat terbaca hingga jarak 2 cm. Kemudian hasil untuk sensor sidik jari dapat mendeteksi keseluruhan jari, akan tetapi ketika diberikan penghalang seperti jari basah, jari dicoret dengan spidol, dan jari diberikan isolasi, sensor sidik jari tidak bisa mendeteksi sidik jari milik siapa. Pengujian yang terakhir yaitu pengujian seluruh komponen dimana memiliki hasil sesuai dengan yang diharapkan.