Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERANCANGAN PLAYGROUP & TAMAN KANAK-KANAK 3 BAHASA DI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN PERILAKU Yunita, Alvi; Sudarisman, Irwan; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa anak usia dini (0-6 tahun) adalah periode penting dalam perkembangan otakanak, di mana kemampuan intelektual anak berkembang pesat. Pendidikan anak usia dini(PAUD) memiliki peran besar dalam mendukung perkembangan kognitif, motorik, sosial,emosional, dan bahasa anak. Salah satu bentuk PAUD nonformal, yaitu playgroup, dirancanguntuk membantu perkembangan sosial dan motorik anak, terutama bagi usia 2-4 tahun.Meskipun beberapa tempat di Kota Bandung sudah memiliki taman kanak-kanak (PAUD) dengankurikulum trilingual, kawasan Podomoro Park masih kekurangan fasilitas PAUD yang mendukungpembelajaran seperti itu. Perancangan playgroup dan taman kanak-kanak dengan pendekatanperilaku anak dalam belajar. Konsep desain yang diusulkan menekankan ruang yang fleksibel,warna yang cerah, pencahayaan yang baik, dan furnitur yang aman serta nyaman bagi anak-anakdan pengasuh. Dengan desain ini, diharapkan anak-anak bisa lebih semangat belajar, fokus,mandiri, dan percaya diri, terutama dalam pembelajaran trilingual. Selain itu, proyek ini jugabertujuan untuk memberikan solusi bagi kekurangan fasilitas PAUD di daerah tersebut danmemenuhi kebutuhan keluarga bekerja yang menginginkan PAUD yang inovatif dan mendukungtumbuh kembang anak secara menyeluruh.Kata kunci: Pendidikan anak usia dini, pembelajaran trilingual, Perilaku
PERANCANGAN SEKOLAH DASAR INKLUSI PENDEKATAN PSIKOLOGI PERILAKU SISWA DAN KEBUTUHAN FASILITAS PROGRAM SEKOLAH Rahmah, Aulia; Laksitarini, Niken; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua anak termasuk dengan anak berkebutuhan khusus memiliki hak untuk dapatmengakses layanan pendidikan dengan metode belajar bersama di sekolah. Namun,pelaksanaan sekolah inklusi masih belum maksimal walaupun sudah mulai banyak yangmenerapkan pendidikan inklusi. Tantangan yang dihadapi oleh pendidikan inklusi yaituketerbatasan akses informasi, kesiapan orang tua, ketidakmerataan akses, serta jumlah dankualitas guru yang belum memadai. Selain itu, sarana dan prasarana pendukungpembelajaran juga masih terbatas. Adanya kekurangan dalam layanan pendidikan inklusisehingga dibutuhkan sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang mampu menunjangkebutuhan semua peserta didik. Berdasarkan literatur, saat ini Yogyakrta menjadi icon kotapelajar yang beberapa diantaranya sudah ditetapkan sebagai sekolah inklusi. Akan tetapi,Hingga saat ini pelaksanaan pendidikan inklusi tidak berjalan dengan baik. Beberapa sekolah diYogyakarta belum siap dalam hal menyediakan fasilitas infrasturktur pendidikan inklusif.Dibuatnya inovasi perancangan sekolah inklusi dengan pendekatan psikologi perilaku siswadiharapkan mampu menunjang kebutuhan aktivitas dan kenyamanan belajar semua pesertadidik. Proses perancangan menggunakan beberapa metode yaitu tahap pengumpulan data(data literatur, observasi, wawancara), tahap pengolahan data (analisis data proyek danprogramming), serta tahap pengembangan desain (konsep dan pengembangan desain).Konsep yang diterapkan dalam perancangan yaitu Calming and Enchanting Elements denganpenerapan suasana ruang minim distraksi, tenang, aman, dan nyaman hingga perlengkapanfasilitas ruang seperti ruang kelas, area bermain,ruang terapi dan fasilitas ruang lain yangmenunjang kebutuhan pengguna sekolah yang memperhatikan standar ergonomi danantropometri.Kata kunci : Sekolah, Pendidikan Inklusi, Psikologi Perilaku, Siswa.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR PPTQ SMPIT IBNU ABBAS KLATEN DENGAN PENDEKATAN PERILAKU Aini, Azizah Nur; Sudarisman, Irwan; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu bentuk pendidikan di Indonesia.Dulunya pesantren bukan termasuk dari pendidikan resmi. Namun seiringberjalannya waktu pesantren pun mengikuti perkembangan zaman dan melahirkanpesantren modern. Minat masyarakat terhadap pesantren modern semakin melesatseiring dengan perkembangan zaman. Banyak orang tua yang lebih memilihmemasukkan anaknya ke pesantren modern karena fasilitas yang didapatkan lebihbagus dibanding dengan pesantren tradisional. Namun fasilitas yang ada di beberapapesantren masih ada yang tidak memenuhi kebutuhan aktivitas sehinggapenggunanya merasa tidak nyaman saat berkativitas di pesantren. Tujuan dariproyek ini adalah menciptakan desain pesantren yang optimal, nyaman, dan tepatsasaran dengan pendekatan perilaku yang berfokus pada kebutuhan pengguna danperilakunya. Masalah di analisis dan dicarikan solusi dengan menggunakanpendekatan dan metode perancangan kualitatif. Hasil dari analisis ini nantinyaberupa tema dan konsep serta hasil desain perancangan ulang. Harapannyaperancangan ini dapat digunakan dan bermanfaat sebagai acuan bagi berbagai pihakyang terkait dan pihak yang membutuhkan.Kata kunci: Pesantren, perilaku, perancangan ulang, asrama.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR SMA AISYIYAH BOARDING SCHOOL PUTRI DENGAN PENDEKATAN LEARNING COMMONS Sihotang, Satria Juan Pablo; Cardiah, Tita; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan paradigma dalam dunia pendidikan menuntut adanya penyesuaian pada desainruang belajar, khususnya di tingkat sekolah menengah. Pendekatan learning commons merupakansalah satu konsep desain interior pendidikan yang menekankan fleksibilitas ruang, kolaborasi antarsiswa, serta integrasi teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih aktif danpartisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan pendekatan learningcommons terhadap kualitas dan fungsi interior di SMA 'Aisyiyah Boarding School Putri.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan dananalisis literatur. Observasi dilakukan terhadap elemen-elemen interior seperti tata letak, perabot,pencahayaan, dan sirkulasi ruang yang mencerminkan prinsip learning commons. Selain itu, persepsipengguna ruang—baik siswa maupun guru—dikaji untuk mengevaluasi efektivitas konsep tersebutdalam mendukung kegiatan belajar di lingkungan sekolah berasrama. Hasil studi menunjukkanbahwa penerapan pendekatan learning commons pada interior sekolah memberikan dampak positifterhadap interaksi sosial siswa, peningkatan motivasi belajar, serta fleksibilitas penggunaan ruang.Ruang yang dirancang secara terbuka, adaptif, dan berorientasi pada kolaborasi terbukti mampumeningkatkan dinamika pembelajaran di luar pendekatan konvensional.Kata kunci: learning commons, desain interior pendidikan, ruang belajar kolaboratif, sekolahberasrama, fleksibilitas ruang
Adaptive Reuse Strategies for Historic Aesthetic Elements and Interior Design: A Systematic Literature Review Trihanondo, Donny; Haryotedjo, Tri
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v9i3.4430

Abstract

Abstract Adaptive reuse is a key strategy for conserving heritage buildings while preserving cultural and historical values. Despite its importance, research on integrating adaptive reuse with interior aesthetic elements like reliefs, sculptures, and ornaments remains limited. This study addresses the gap through a systematic literature review, exploring how these elements can be preserved to extend building lifespans and improve user experiences. Case studies from diverse cultural contexts highlight the critical role of interior aesthetics in adaptive reuse. The findings call for collaboration among architects, artists, and conservation experts to ensure holistic and sustainable preservation. Recommendations are provided to harmonize adaptive reuse with conserving interior aesthetics, safeguarding the integrity and relevance of heritage buildings.