Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERANCANGAN SEKOLAH DASAR INKLUSI PENDEKATAN PSIKOLOGI PERILAKU SISWA DAN KEBUTUHAN FASILITAS PROGRAM SEKOLAH Rahmah, Aulia; Laksitarini, Niken; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua anak termasuk dengan anak berkebutuhan khusus memiliki hak untuk dapatmengakses layanan pendidikan dengan metode belajar bersama di sekolah. Namun,pelaksanaan sekolah inklusi masih belum maksimal walaupun sudah mulai banyak yangmenerapkan pendidikan inklusi. Tantangan yang dihadapi oleh pendidikan inklusi yaituketerbatasan akses informasi, kesiapan orang tua, ketidakmerataan akses, serta jumlah dankualitas guru yang belum memadai. Selain itu, sarana dan prasarana pendukungpembelajaran juga masih terbatas. Adanya kekurangan dalam layanan pendidikan inklusisehingga dibutuhkan sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang mampu menunjangkebutuhan semua peserta didik. Berdasarkan literatur, saat ini Yogyakrta menjadi icon kotapelajar yang beberapa diantaranya sudah ditetapkan sebagai sekolah inklusi. Akan tetapi,Hingga saat ini pelaksanaan pendidikan inklusi tidak berjalan dengan baik. Beberapa sekolah diYogyakarta belum siap dalam hal menyediakan fasilitas infrasturktur pendidikan inklusif.Dibuatnya inovasi perancangan sekolah inklusi dengan pendekatan psikologi perilaku siswadiharapkan mampu menunjang kebutuhan aktivitas dan kenyamanan belajar semua pesertadidik. Proses perancangan menggunakan beberapa metode yaitu tahap pengumpulan data(data literatur, observasi, wawancara), tahap pengolahan data (analisis data proyek danprogramming), serta tahap pengembangan desain (konsep dan pengembangan desain).Konsep yang diterapkan dalam perancangan yaitu Calming and Enchanting Elements denganpenerapan suasana ruang minim distraksi, tenang, aman, dan nyaman hingga perlengkapanfasilitas ruang seperti ruang kelas, area bermain,ruang terapi dan fasilitas ruang lain yangmenunjang kebutuhan pengguna sekolah yang memperhatikan standar ergonomi danantropometri.Kata kunci : Sekolah, Pendidikan Inklusi, Psikologi Perilaku, Siswa.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR PPTQ SMPIT IBNU ABBAS KLATEN DENGAN PENDEKATAN PERILAKU Aini, Azizah Nur; Sudarisman, Irwan; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu bentuk pendidikan di Indonesia.Dulunya pesantren bukan termasuk dari pendidikan resmi. Namun seiringberjalannya waktu pesantren pun mengikuti perkembangan zaman dan melahirkanpesantren modern. Minat masyarakat terhadap pesantren modern semakin melesatseiring dengan perkembangan zaman. Banyak orang tua yang lebih memilihmemasukkan anaknya ke pesantren modern karena fasilitas yang didapatkan lebihbagus dibanding dengan pesantren tradisional. Namun fasilitas yang ada di beberapapesantren masih ada yang tidak memenuhi kebutuhan aktivitas sehinggapenggunanya merasa tidak nyaman saat berkativitas di pesantren. Tujuan dariproyek ini adalah menciptakan desain pesantren yang optimal, nyaman, dan tepatsasaran dengan pendekatan perilaku yang berfokus pada kebutuhan pengguna danperilakunya. Masalah di analisis dan dicarikan solusi dengan menggunakanpendekatan dan metode perancangan kualitatif. Hasil dari analisis ini nantinyaberupa tema dan konsep serta hasil desain perancangan ulang. Harapannyaperancangan ini dapat digunakan dan bermanfaat sebagai acuan bagi berbagai pihakyang terkait dan pihak yang membutuhkan.Kata kunci: Pesantren, perilaku, perancangan ulang, asrama.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR SMA AISYIYAH BOARDING SCHOOL PUTRI DENGAN PENDEKATAN LEARNING COMMONS Sihotang, Satria Juan Pablo; Cardiah, Tita; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan paradigma dalam dunia pendidikan menuntut adanya penyesuaian pada desainruang belajar, khususnya di tingkat sekolah menengah. Pendekatan learning commons merupakansalah satu konsep desain interior pendidikan yang menekankan fleksibilitas ruang, kolaborasi antarsiswa, serta integrasi teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih aktif danpartisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan pendekatan learningcommons terhadap kualitas dan fungsi interior di SMA 'Aisyiyah Boarding School Putri.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan dananalisis literatur. Observasi dilakukan terhadap elemen-elemen interior seperti tata letak, perabot,pencahayaan, dan sirkulasi ruang yang mencerminkan prinsip learning commons. Selain itu, persepsipengguna ruang—baik siswa maupun guru—dikaji untuk mengevaluasi efektivitas konsep tersebutdalam mendukung kegiatan belajar di lingkungan sekolah berasrama. Hasil studi menunjukkanbahwa penerapan pendekatan learning commons pada interior sekolah memberikan dampak positifterhadap interaksi sosial siswa, peningkatan motivasi belajar, serta fleksibilitas penggunaan ruang.Ruang yang dirancang secara terbuka, adaptif, dan berorientasi pada kolaborasi terbukti mampumeningkatkan dinamika pembelajaran di luar pendekatan konvensional.Kata kunci: learning commons, desain interior pendidikan, ruang belajar kolaboratif, sekolahberasrama, fleksibilitas ruang
PELATIHAN KESENIRUPAAN BERUPA PEMBUATAN SENI LUKIS KALIGRAFI ISLAM DI MASJID AL MUHAJIRIN Didit Endriawan; Tri Haryotedjo; Teddy Ageng Maulana
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10281

Abstract

Masjid Al Muhajirin adalah masjid yang sudah cukup lama berdiri di kompleks Perumahan Bumi Pasundan jalan Arcamanik-Sindangjaya Bandung. Kondisi dan keadaan fisik bangunan termasuk terawat dengan baik, serta kegiatan ibadah misalnya sholat berjamaah, pengajian, belajar mengaji juga terlihat aktif. Selain digunakan sebagai sarana beribadah,masjid Al Muhajirin juga memiliki fasilitas belajar untuk santri menimba ilmu agama, berbagai kegiatan dilaksanakan selama para santri menempuh pendidikan disini. Fasilitas lain yang dimiliki masjid Al Muhajirin adalah ruang Aula yang sering digunakan sebagai sarana pengajian dan acara lain yang mencerminkan tempat berinteraksi antar warga Bumi pasundan. Kondisi fisik Masjid Al Muhajirin saat ini masih terawat dengan baik dan sangat nyaman digunakan dalam melaksanakan ibadah, namun jika dilihat dari ornament elemen estetis di ruang interior belum terlihat representatif sehingga sangat dibutuhkan adanya treratment ruangan yang diharapkan dapat meningkatkan nilai dari ruangan yang ada di masjid Al Muhajirin. Dalam Abdimas kali ini, kami akan merevitalisasi area interior berupa karya seni kaligrafi.Tujuannya agar orang secara umum atupun jamaah secara khusus yang melihatnya menjadi lebih nyaman secara psikologis serta terinspirasi secara visual dengan berbagai penyesuaian dan penambahan yang kami rancang. Salah satu solusi dari kami adalah Pelatihan Kesenirupaan , di mana pada Pelatihan Kesenirupaan ini akan kami aplikasikan di beberapa dinding masjid berupa seni Lukis kaligrafi pada beberapa area dinding masjid.
Tubuh sebagai Tanda: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Penelitian Pantomim dalam Komunikasi Visual Samsul Alam; Indar Sabri; Moh. Mujib Al Firdaus; Tri Haryotedjo; Deny Tri Aryanti
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 9 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v9n1.p94-110

Abstract

This study aims to synthesize contemporary pantomime scholarship by positioning the body as a primary sign system within the contexts of semiotics, embodiment, and visual dramaturgy. A Systematic Literature Review (SLR) guided by the PRISMA 2020 framework was conducted, analyzing 25 peer-reviewed articles published between 2010 and 2025. The findings identify five interconnected dimensions of pantomime performance: evolutionary communication, semiotic representation, embodied cognition, multimodal meaning-making, and visual dramaturgy. These dimensions highlight that pantomime extends beyond nonverbal communication by functioning as a performative system in which bodily action generates and organizes meaning. Based on this synthesis, the study proposes the Body as Sign Framework, which conceptualizes the body as a multidimensional system of signification operating across communicative, cognitive, semiotic, and performative processes. This framework offers an integrative theoretical model that connects previously fragmented perspectives in pantomime research. The study contributes to theatre and performance studies by providing a conceptual foundation for analyzing embodied meaning-making and body-based performance practices. It also offers directions for future research on visual dramaturgy and nonverbal communication in contemporary performance contexts.
Adaptive Reuse Strategies for Historic Aesthetic Elements and Interior Design: A Systematic Literature Review Donny Trihanondo; Tri Haryotedjo
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v9i3.4430

Abstract

Abstract Adaptive reuse is a key strategy for conserving heritage buildings while preserving cultural and historical values. Despite its importance, research on integrating adaptive reuse with interior aesthetic elements like reliefs, sculptures, and ornaments remains limited. This study addresses the gap through a systematic literature review, exploring how these elements can be preserved to extend building lifespans and improve user experiences. Case studies from diverse cultural contexts highlight the critical role of interior aesthetics in adaptive reuse. The findings call for collaboration among architects, artists, and conservation experts to ensure holistic and sustainable preservation. Recommendations are provided to harmonize adaptive reuse with conserving interior aesthetics, safeguarding the integrity and relevance of heritage buildings.
Praktek Latihan Kreativitas Menggambar Untuk Remaja Karang Taruna Komplek Bumi Pasundan – Arcamanik Kota Bandung dengan Metode Bahasa Rupa Tri Haryotedjo; Didit Endriawan; Donny Trihanondo; Teddy Ageng Maulana
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v13i1.4501

Abstract

This drawing activity aims to improve the drawing skills of Karang Taruna youth in the Bumi Pasundan - Arcamanik Complex, Bandung City, through training based on the Visual Language Method. Visual Language is a method that prioritizes visual understanding as an effective means of communication in fine arts, so that participants can develop creativity and drawing skills in a systematic and structured manner. This activity was designed by a lecturer in Creative Industries, Telkom University, who has competence in the fields of art and design. The method used in this activity consists of theory and practice sessions that cover the basics of drawing, exploration of shape and color, and the application of Visual Language principles in visual works. In addition, participants are also encouraged to understand visual elements such as lines, planes, textures, and composition to improve the quality of their work. A participatory approach is applied in this training, where participants are actively involved in discussions and drawing exercises based on personal experiences and their surroundings. With this activity, it is hoped that Karang Taruna youth in the Bumi Pasundan-Arcamanik Complex will be more motivated to continue developing their drawing skills and utilizing them in various fields, such as illustration, graphic design, or other creative arts. This creative activity is also expected to become a model for similar training in other communities, to encourage the development of local arts and culture.
Relief Wayang dan Krisis Epistemic: Dekonstruksi Hirarki Estetika Jawa-Hindu di Kompleks Candi Sukuh Soni Sadono; Tri Haryotedjo
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 4 No. 4 (2026): November: Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v4i4.3077

Abstract

Studies on Classical Javanese relief art often position Central Javanese naturalism as the aesthetic pinnacle, thereby labelling the 15th-century wayang-style reliefs of Sukuh Temple as a form of artistic degeneration. This qualitative study aims to deconstruct this Hindu-Javanese aesthetic hierarchy through a Critical Art Criticism and Cultural Studies approach. Applying Jacques Derrida’s theory of deconstruction and a decolonial aesthetic analysis, data were gathered through visual observation at Sukuh Temple and archival literature research. The findings demonstrate that the two-dimensional en-profile visual style, the stepped-pyramid layout, and local narratives such as Sudamala and Garudeya are not technical failures, but rather rational idiomatic choices and a form of counter-hegemonic aesthetics. This visuality successfully destabilises the binary opposition between court art (adiluhung) and folk art (ngoko), whilst democratising spiritual authority through punokawan figures and the symbolic exposure of phallus-yoni. As a liminal space, Sukuh Temple serves as an epicentre of epistemic resistance and a transitional bridge towards the aniconic aesthetics of Javanese wayang kulit during the Islamisation era.