Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Lentera

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN POST ANESTHETIC SHIVERING PADA PASIEN ANESTESI SPINAL DI INSTALASI BEDAH SENTRAL PPK BLUD RSUD CUT MEUTIA ACEH UTARA Anna Millizia; Julia Fitriany; Dita Adhyaksa Siregar
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 4 No 4 (2020): Lentera, Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anestesi spinal merupakan salah satu jenis anestesi yang digunakan pada pasien yang akan menjalani operasi. Komplikasi dari anestesi spinal salah satunya adalah post anesthetic shivering. Post anesthetic shivering dapat terjadi pada 33-56,7% pasien yang menggunakan anestesi spinal. Dampak yang dapat ditimbulkan dari post anesthetic shivering adalah ketidaknyamanan, peningkatan proses metabolisme, memperberat nyeri pasca operasi, dan meningkatkan konsumsi oksigen serta produksi karbondioksida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan post anesthetic shivering pada pasien anestesi spinal di Instalasi Bedah Sentral PPK BLUD RSUD Cut Meutia Aceh Utara yaitu usia, jenis kelamin, jenis operasi, dosis anestesi, lama operasi, dan suhu tubuh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional prospektif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 119 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square sebagai uji analisis statistik. Hasil analisis bivariat pada penelitian ini, faktor usia, jenis kelamin, dosis anestesi, dan lama operasi mendapatkan nilai p<0,05 sedangkan faktor jenis operasi dan suhu tubuh mendapatkan nilai p>0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara faktor usia, jenis kelamin, dosis anestesi dan lama operasi dengan post anesthetic shivering pada pasien Anestesi Spinal di Instalasi Bedah Sentral PPK BLUD RSUD Cut Meutia Aceh Utara serta tidak terdapat hubungan antara faktor jenis operasi dan suhu tubuh dengan post anesthetic shivering pada pasien Anestesi Spinal di Instalasi Bedah Sentral PPK BLUD RSUD Cut Meutia Aceh Utara.
DERMATITIS EKSFOLIATIF GENERALISATA (ERITRODERMA) AKIBAT DERMATITIS KONTAK ATAU PARASETAMOL Saiful Ramadhan; Cut Putri H; Anna Millizia; Juwita Sahputri
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 5 No 5 (2021): Lentera, Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis eksfoliatifgeneralisata (DEG) atau eritroderma merupakan penyakit inflamasi yang jarang terjadi dengan karakteristik eritemageneralisata, yang melibatkan lebih dari 90% luas permukaan tubuh, disertai dengan berbagai derajat skuama dan rasa gatal. Kasus: Pasien, wanita dating dengan keluhan munculnya bercak kemerahan di kulit dan kulit yang bersisik hamper di seluruh tubuh yang dirasakan gatal sejak 2 minggu yang lalu. Pasien ada riwayat konsumsi parasetamol dan makannenas 2 minggu yang lalu. Status dermatologis didapatkan makulaeritema yang berkonfluensi, ukuran nummular sampai dengan plakat, multipel dan skuama yang terdistribusi secara generalisata, ekskoriasi dan krusta. Diskusi: DEG dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain dermatitis kontak, dermatitis atopi, psoriasis, dermatitis seboroik. Dermatitis kontak iritan dapat disebabkan oleh beberapa zat kimia dari tanaman seperti nenas. Parasetamol merupakan salah satu obat yang paling sering mencetuskan DEG. Kesimpulan: Dermatitis eksfoliatif generalisata dapat disebabkan oleh dermatitis kontak dan obat-obatan. Diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk penegakan diagnosis.
OPTIMALISASI KEMAMPUAN PENANGANAN BAYI BARU LAHIR DENGAN TINDAKAN RESUSITASI NEONATUS PADA BIDAN NICU RSIA ABBY KOTA LHOKSEUMAWE Saiful Ramadhan; Anna Millizia; Noviana Zara
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 5 No 5 (2021): Lentera, Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi baru lahir (neonatus) adalah bayi usia 0 - 28 hari selama satu jam pertama kelahiran, masa ini sebagai masa terjadinya kehidupan yang baru dalam ekstra uteri. Proses adaptasi tersebut dimulai dari aktivitas pernafasan sekitar 35-50 kali permenit, denyut jantung sekitar 120 –160 kali permenit. Peningkatan angka kematian bayi salah satu disebabkan keterlambatan dalam melakukan resusitasi awal. Kompetensi bidan yang meliputi pendidikan, pengetahuan dan keterampilan harus dimiliki oleh bidan dalam melaksanakan praktik kebidanan secara aman dan bertanggung jawab pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan, Bidan sebagai tenaga profesional dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak wajib mematuhi standar pelayanan kebidanan. Kepatuhan bidan menerapkan standar pelayanan kebidanan berdampak dan mempunyai daya ungkit terhadap kualitas pelayanan antenatal yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan angka morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan upaya optimalisasi kemampuan penanganan bayi baru lahir dengan tindakan resusitasi neonatus pada bidan NICU Rumah Sakit Ibu dan Anak ABBY Kota Lhokseumawe. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka kami mencoba melakukan pembinaan dengan pendekatan edukasi dan pelatihan dengan melakukan pretest dan post test baik pengetahuan dan keterampilan mengenai tindakan resusitasi neonatus pada bidan NICU Rumah Sakit Ibu dan Anak ABBY Kota Lhokseumawe. Target dan luaran dari kegiatan pengabdian adalah aspek pengetahuan dan keterampilan serta tersedianya bidan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang penanganan bayi baru lahir dengan tindakan resusitasi neonatus, sehingga dapat menurunkan angka kematian bayi di kota Lhokseumawe. Kesimpulan dari kegiatan adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan bidan NICU Rumah Sakit Ibu dan Anak ABBY setelah dilakukan pelatihan resusitasi neonatus