Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

POSITIVE REINFORCEMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGEJA PADA ANAK INTELLECTUAL DISABILITY Mahardika, Aisyah Putri Rawe; Lara, Pipit Leni
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v8i2.6368

Abstract

Intellectual disability adalah gangguan dengan keterbatasan fungsi kognitif dan fungsi adaptif. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan dalam memahami informasi sehingga dapat mengganggu proses belajar. Subjek penelitian seorang anak perempuan berusia 14 tahun didiagnosis mengalami gangguan intellectual disability dalam kategori ringan, menjalani intervensi perilaku menggunakan positive reinforcement. Permasalahan yang dialami klien terdiri dari kurangnya kemampuan membaca. Klien kesulitan untuk mengeja kata per kata. Kurangnya dukungan sosial dalam hal ini ialah orang tua memperburuk keadaan klien. Keluarga kurang mendukung dalam proses belajar anak. Metode asesmen yang digunakan ialah wawancara, observasi dan tes inteligensi Wescler intelligence scale for children (WISC). Intervensi yang digunakan ialah positive reinforcement dengan metode gilingham. Hasil intervensi menunjukkan klien mengalami peningkatan kemampuan membaca yang ditandai dengan peningkatan hasil pre-tes dari awal skor 0 menjadi post-tes skor 19 dalam kemampuan anak mengeja dan membaca.
Sosialisasi Bullying dan Pencegahannya dalam Mewujudkan Program Zero Bullying di SMA Islam Terpadu Samawa Cendekia Lukmanul Hakim; Ivon Arisanti; Aisyah Putri Rawe Mahardika; Imammul Insan; Roni Hartono
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v5i2.1228

Abstract

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang bullying dan pola pencegahannya kepada siswa dan perwakilan guru sebagai bagian dalam penguatan program yang direncanakan oleh pihak sekolah menjadi sekolah bebas bullying. Program Zero bullying merupakan terobosan yang dikembangkan oleh sekolah untuk mencegah berbagai tindakan perundungan dengan memperkuat melalui pengembangan diri siswa, minat, pelatihan untuk guru, dan internalisasi konsep pada semua pihak. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu: perencanaan dan persiapan, pelaksanaan dan implementasi, evaluasi dan monitoring; serta pengembangan lanjutan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi bullying dan pencegahannya menggunakan dengan metode pembelajaran ceramah dan responsi. Peserta kegiatan berasal dari SMA IT Samawa Cendekia sejumlah 46 orang dengan perwakilan, yang terdiri atas 43 siswa berbagai jurusan dan 3 orang guru pendamping. Dalam sosialisasi ini, disampaikan berbagai bentuk bullying, pola yang sering terjadi, dampak bagi korban khususnya dan hukuman bagi pelaku, bagaimana pencegahannya, serta peraturan pemerintah khusus tentang bullying. Sosialisasi awal ini menjadi penguatan atas program yang dicanangkan sekolah menjadi sekolah bebas bullying.
Gambaran Self-Acceptance pada Penyintas Kekerasan Seksual Incest Aisyah Putri Rawe Mahardika; Tya Apriani
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami proses penerimaan diri (self-acceptance) pada penyintas kekerasan seksual incest. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan dua perempuan dewasa awal sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan memiliki dinamika penerimaan diri yang berbeda. Satu partisipan masih mengalami trauma, rendah diri, dan kesulitan menerima masa lalu, sedangkan partisipan lainnya menunjukkan penerimaan diri lebih matang melalui dukungan sosial, coping adaptif, dan pemaknaan positif. Faktor utama yang memengaruhi proses penerimaan diri meliputi dukungan sosial, pemahaman diri, pengelolaan emosi, dan pengalaman relasi pascatrauma. Penelitian ini menegaskan bahwa penerimaan diri merupakan proses dinamis yang penting dalam pemulihan psikologis penyintas incest.
GENERASI Z : PENGARUH KESEPIAN TERHADAP KECENDERUNGAN PERJUDIAN DARING Aisyah Putri Rawe Mahardika; Pipit Leni Lara
Jurnal Riset Psikologi Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Psikologi
Publisher : Departemen Psikologi, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jrp.v9.i1.40

Abstract

Perjudian daring semakin populer dikalangan gen-Z dengan berbagai alasan seperti keinginan untuk mendapatkan uang, mengikuti trend/FoMo, dan memenuhi gaya hidup. Namun, pengguna perjudian daring mengalami peningkatan ketika pandemi Covid-19 terjadi yang mana proses sosialĀ  mengalami perubahan dan kehidupan manusia terhubung secara daring serta interaksi sosial dibatasi yang kemudian menghasilkan emosi negatif. Salah satu emosi negatif yang dinilai berkaitan dengan kecenderungan perjudian daring adalah kesepian. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh kesepian terhadap kecenderungan perjudian daring pada generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linear. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai signifikansi 0,040 <0,05 dan R Square 0,039 yang artinya terdapat pengaruh kesepian terhadap kecenderungan perjudian daring pada generasi Z sebesar 39%. Oleh karena itu, pengguna perjudian daring yang mengalami kesepian memerlukan intervensi psikologi sebagai penanganan paling efektif untuk mencegah peningkatan kecenderungan, masalah, dan risiko yang ditimbulkan akibat terlibat perjudian daring.
Pola Komunikasi, Kepemimpinan Dan Kekerasan Berbasis Gender Dalam Rumah Tangga Di Kabupaten Sumbawa Barat Aisyah Putri Rawe Mahardika; Ivon Arisanti; Imammul Insan
Jurnal Pengabdian Sosial Humaniora Vol 2 No 1 (2025): EDISI 3
Publisher : Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/abdimawa.v2i1.5579

Abstract

Diskriminasi gender masih sering terjadi di kalangan masyarakat, di ruang publik maupun di ranah rumah tangga. Diskriminasi ini menjadi penyebab munculnya permasalahan yang lebih besar saat terjadi di rumah tangga. Salah satu dampaknya ialah terjadinya Kekerasan di dalam Rumah Tangga (KDRT). Salah satu penyebabnya ialah komunikasi yang kurang efektif yang terjadi antara suami dan istri sehingga menimbulkan salah persepsi. Untuk itu dilakukan psikoedukasi dan pelatihan terkait pola komunikasi dan kepemimpinan dalam keluarga dengan subjek gabungan antar warga dan petugas desa. Hasil dari kegiatan psikoedukasi yang telah dilakukan peserta menjadi paham akan pentingnya memiliki komunikasi yang efektif dalam keluarga dan dapat menyebarkan pengetahuan yang telah didapatkan kepada warga lainnya.
POSITIVE REINFORCEMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGEJA PADA ANAK INTELLECTUAL DISABILITY Aisyah Putri Rawe Mahardika; Pipit Leni Lara
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intellectual disability adalah gangguan dengan keterbatasan fungsi kognitif dan fungsi adaptif. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan dalam memahami informasi sehingga dapat mengganggu proses belajar. Subjek penelitian seorang anak perempuan berusia 14 tahun didiagnosis mengalami gangguan intellectual disability dalam kategori ringan, menjalani intervensi perilaku menggunakan positive reinforcement. Permasalahan yang dialami klien terdiri dari kurangnya kemampuan membaca. Klien kesulitan untuk mengeja kata per kata. Kurangnya dukungan sosial dalam hal ini ialah orang tua memperburuk keadaan klien. Keluarga kurang mendukung dalam proses belajar anak. Metode asesmen yang digunakan ialah wawancara, observasi dan tes inteligensi Wescler intelligence scale for children (WISC). Intervensi yang digunakan ialah positive reinforcement dengan metode gilingham. Hasil intervensi menunjukkan klien mengalami peningkatan kemampuan membaca yang ditandai dengan peningkatan hasil pre-tes dari awal skor 0 menjadi post-tes skor 19 dalam kemampuan anak mengeja dan membaca.