Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH BOKASI ECENG GONDOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Rahmat Rahmat; Tatang Abdurrahman; Patriani Patriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26367

Abstract

The research was aimed to study and determine the influence and dosage of the best water hyacinth compost on the growth and yield of shallot on red yellow podzolic soil. The research was carried out in Kalimas village, sub-district of Sungai Kakap, district of Kubu Raya from 20 July to 20 September 2017. This research used Completely Randomizied Design with five levels of water hyacinth compost treatment with five repetitions. Treatments consisted of m1=160g/polybag compost water hyacinth equivalent to 5 tons/ha, m2=320g/polybag compost water hyacinth equivalent to 10 tons/ha, m3=480g/polybag compost water hyacinth equivalent to 15 tons/ha, m4=640g/polybag compost water hyacinth equivalent to 20 tons/ha, m5=800g/polybag compost water hyacinth equivalent to 25 tons/ha. Observational variables were plant height, number of leaves, number of leaves/bulbs, number of bulbs, fresh weight /bulbs, fresh weight of bulbs, and dry weigh of bulbs per hill. The results showed that bengir water hyacinth compost had significant effect on plant height and leaf number at age 6 MST dan 8 MST, number of leaf/bulbs, number of bulbs and number of bulbs count, whereas in variable of plant height and number of leaf at age 2 MST and 4 MST, fresh weight/bulbs, fresh weight of bulbs and weight dry bulbs winds have no real effect. Based on the result of the research, it is concluded that the best dosage of hyacinth compost provision which can increase the growht and yield of shallot plant in red yellow podzolic soil is 640 g/polybag or equal to 20 ton/ha of organic material with yield of 5,38 ton/ha.Keywords : Red yellow podzolic soil, water hyacinth compost, shallot. 
PENGARUH BOKASI LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Rizqi Ahmad Ardli; TATANG ABDURRAHMAN; basuni MSI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49386

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman bawang merah pada umumnya dihadapkan pada permasalahan kondisi tanah aluvial yang cenderung mempunyai sifat fisik yang kurang baik dan unsur hara yang rendah, sehingga perlu menambahkan bahan organik seperti bokasi limbah baglog jamur tiram dan NPK yang diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi interaksi antara bokasi limbah baglog jamur tiram dan NPK dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP’S Agro, Kota Pontianak berlangsung dari Januari sampai Maret 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram dengan 3 taraf (10 ton/ha, 20 ton/ha, dam 30 ton/ha). Faktor kedua yaitu pemberian NPK dengan 3 taraf (400 kg/ha, 500 kg/ha, dan 600 kg/ha).Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi dari pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram dan pupuk NPK diperoleh hanya pada pada variabel  jumlah anakan 2 minggu setelah tanam (MST). Pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram dapat meningkatkan tinggi tanaman 2 dan 4 MST, jumlah daun 4, 6, dan 8 MST, jumlah anakan 2 dan 4 MST, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan jumlah umbi. Perlakuan pupuk NPK dapat meningkatkan tinggi tanaman 2, 4, 6, dan 8 MST, jumlah daun 4, 5, dan 8 MST, berat basah umbi dan jumlah umbi. Pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram 20 ton/ha  dan  NPK 500 kg/ha dosis yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial.Kata kunci : aluvial, baglog jamur tiram, bawang merah, bokasi, NPK. 
Pengaruh Kombinasi Nutrisi AB-Mix dan POC Rebung Bambu terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pagoda (Brassica narinosa L) secara Hidroponik) NOVAL APRIAWAN; TATANG ABDURRAHMAN; NURJANI NURJANI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22199

Abstract

PENGARUH KOMBINASI NUTRISI AB-MIX DAN POC REBUNG BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAGODA (Brassica narinosa L) SECARA HIDROPONIK Noval Apriawan(1), Tatang Aburrahman(2), Nurjani(2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian (2) Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dan konsentrasi terbaik dari kombinasi nutrisi AB-Mix dan POC rebung bambu terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pagoda. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak.  Waktu Penelitian dari tanggal 19 April sampai dengan 2 Juni 2017. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yang terdiri dari 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali sebagai berikut. Perlakuannya p1 = nutrisi AB-Mix 2,5 ml/L air dan pupuk organik cair rebung bambu 10 ml/L air, p2 = nutrisi AB-Mix 5 ml/L air dan pupuk organik cair rebung bambu 10 ml/L air, p3 = nutrisi AB-Mix 2,5 ml/L air dan pupuk organik cair rebung bambu 20 ml/L air, p4 = nutrisi AB-Mix 5 ml/L air dan pupuk organik cair rebung bambu 20   ml/L, p5 = pupuk organik cair rebung bambu 10 ml/L air, p6 = pupuk organik cair rebung bambu 20 ml/L air. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun pertanaman, luas daun pertanaman, berat segar bagian atas tanaman, berat kering bagian atas tanaman dan volume akar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan kombinasi nutrisi AB-Mix dan POC rebung bambu berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, luas daun, berat segar dan berat kering tanaman, namun berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar. Perlakuan 5 ml AB-Mix + 10ml POC rebung bambu merupakan perlakuan kombinasi yang terbaik pada parameter jumlah daun 51,66 helai, berat segar 10,38 g dan berat kering tanaman sawi pagoda 2,84 g. Kata kunci: hidroponik, nutrisi AB-Mix, POC rebung bambu, sawi pagoda
PENGARUH PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHANDAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL Juanita Boru Sinaga; Dini Anggorowati; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.16818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil buncis pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dimulai dari tanggal 12 Oktober 2015 sampai dengan 25 Januari 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : g1 =  25 g/polybag setara  dengan 5 ton/ha, g2 = 50 g/polybag setara dengan 10 ton/ha, g3 =75 g/polybag pupuk guano setara 15 ton/ha, g4 = 100 g/polybag setara dengan  20 ton/ha, g5 = 125 g/polybag setara dengan 25 ton/ha. Variabel pengamatan yang diamati adalah volume akar, jumlah klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, umur berbunga, jumlah polong/tanaman, dan berat polong/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pupuk guano memberikan pengaruh nyata terhadap volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong/tanaman, dan berat polong/tanaman, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah klorofil daun, luas daun, dan umur berbunga. Pemberian pupuk guano dengan dosis 50 g/polybag atau setara dengan 10 ton/ha  merupakan  hasil terbaik terhadap hasil tanaman buncis pada tanah aluvial.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG PUYUH DAN ABU KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Lidia Negata Rahayu; Tatang Abdurrahman; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh interaksi antara pemberian pupuk kandang puyuh dan abu kayu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP’S (Kampung English Poernama) Agro Jl. Sungai Raya Dalam, sejak dari tanggal 31 Juli sampai 8 Oktober 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk kandang puyuh (P), terdiri dari 3 taraf, yaitu p1=300 g/polybag setara dengan 10 ton/ha, p2=450g/polybag setara dengan 15 ton/ha, p3=600 g/polybag setara dengan 20 ton/ha dan faktor kedua adalah abu kayu (A), terdiri dari 3 taraf, yaitu a1=8 g/polybag setara dengan 1,6 ton/ha, a2=16 g/polybag setara denga 3,2 ton/ha, a3=24 g/polybag setara dengan 4,8 ton/haHasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang puyuh dan abu kayu dapat meningkatkan volume akar, berat kering tanaman, panjang buah dan diameter buah dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 1, 2, 3 minggu setelah tanam dan jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah. Pemberian pupuk kandang puyuh dengan dosis 15 ton/ha setara dengan 450 g/polybag dan abu kayu dosis 3,2 ton/ha setara dengan 16 g/polybag memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah podsolik merah kuning. Kata kunci : abu kayu, podsolik merah kuning, pupuk kandang puyuh, terung                        ungu  
PENGARUH DOSIS DAN LAMA INKUBASI PUPUK HIJAU KIRINYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING veter bartolomeus reno; mulyadi safwan; tatang abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.46700

Abstract

Peningkatan produksi bawang daun pada tanah podsolik merah kuning dihadapkan pada sifat fisik dan kimia yang kurang baik bagi pertumbuhan tanaman sehingga perlu upaya perbaikan lahan dengan pemberian kombinasi pupuk hijau kirinyu dan lama inkubasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis dan lama inkubasi pupuk kirinyu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah podsilok merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas tanjungpura Pontianak. Waktu penelitian dari 12 April sampai 27 Mei 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pemberian kombinasi dosis dan lama inkubasi pupuk hijau kirinyu yang diulang sebanyak 3 kali, dan terdiri dari 3 tanaman sampel sehingga tanaman sampel seluruhnya yaitu 81 tanaman.. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 (375 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 2 minggu); k2 (375 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 3 minggu); k3 (375 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 4  minggu); k4 (750 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 2 minggu); k5 (750 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 3 minggu); k6 (750 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 4 minggu); k7 (1125 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 2 minggu); k8 (1125 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 3 minggu); k9 (1125 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 4 minggu Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi dosis dan lama inkubasi pupuk hijau kirinyu memberikan pengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakkan, volume akar, dan berat segar tanaman.
Uji Berbagai Varietas Cabai Merah Pada Tanah Alluvial Imanuel Martono Deo; Setia Budi; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38630

Abstract

The aim of this research is to find out the best variety to the growth and yield of red chillies on alluvial soil. The research was conducted from 16 march to 12 june 2019 in Jl. Siaga, Gg. Siaga Setia,Kubu Raya. The study used a completely randomized design (CRD) method in which the application of variety on red chillies as a single factor. The research consists of 4 treatments with 6 replications and each replication consisted of 4 sample plants. The treatment in question is p1 = Hot Beauty Variety, p2 = Hot Chilli Variety, p3 = Gada F1 Variety dan p4 = Passion Variety. The observed variables in this study are plant height, root volume, the number of fruit per plant, diameter of fruit per plant and weight of fruit per plant. Results of the research shows that variety of Gada f1 and hot chilli variety are able to provide the best tolerance if compared to the hot beauty variety and passion in alluvial soil and environmental plants, their products are not yet out of the product. Keywords : red chili, , variety. alluvial soil
PENGARUH KOMPOS TANKOS KELAPA SAWIT DAN AZOTOBACTER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Yubelia Madeanne Khateha; Radian Radian; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62231

Abstract

Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan kantor BPP Kabupaten Bengkayang. Waktu penelitian berlangsung dari Juli 2021 sampai November 2021. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan hasil jagung pada PMK serta untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari aplikasi kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan jagung pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan rancangan Petak Terbagi (Split plot) dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama penggunaan Azotobacter yang terdiri dari 2 taraf perlakuan sebagai petak utama, yaitu : a0 =tanpa Azotobacter dan a1 = dengan Azotobacter. Faktor kedua adalah dosis kompos TKKS yang terdiri dari 4 taraf perlakuan sebagai anak petak, yaitu k0 = tanpa kompos TKKS, k1 = kompos TKKS 3 ton/ha, k2 =kompos TKKS 6 ton/ha, dan k3 = kompos TKKS 9 ton/ha. Perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Variabel pegamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, berat tongkol kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat biji kering per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Azotobacter belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning dan pemberian kompos TKKS dosis 6 ton/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman dan diameter batang tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning.
PENGARUH ABU KAYU DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA MEDIA GAMBUT Fiona Kristi; Siti Hadijah; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh interaksi antara pemberian abu kayu dan pupuk kandang ayam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tomat pada media gambut. Penelitian dimulai dari bulan Juli sampai Oktober 2020 berlokasi di lahan milik KEP’S Agro Jalan Sungai Raya Dalam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor abu kayu (A) dan faktor pupuk kandang ayam (P). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Faktor pertama adalah abu kayu terdiri dari 3 taraf yaitu a1 = 310 g/polybag setara dengan 17 ton/ha, a2 = 432 g/polybag setara dengan 24 ton/ha, a3 = 552 g/polybag setara dengan 31 ton/ha, sedangkan faktor kedua adalah pupuk kandang ayam terdiri dari 3 taraf yaitu p1 = 175 g/polybag setara dengan 10 ton/ha, p2 = 350 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, p3 = 525 g/polybag setara dengan 30 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, kadar klorofil daun, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, berat per buah dan berat buah per tanaman.Berdasarkan hasil penelitian bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian abu kayu dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada media gambut. Akan tetapi, dengan perlakuan kombinasi abu kayu 310 g/polybag setara dengan 17 ton/ha dan pupuk kandang ayam 175 g/polybag setara dengan 10 ton/ha sudah cukup efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat pada media gambut. Kata kunci: abu kayu, media gambut, pupuk kandang ayam, tomat
Pengaruh Bokashi Batang Pisang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sorgum Pada Tanah Alluvial NIKO PAULUS; Putu Dupa Bandem; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.20665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis yang terbaik pemberian bokashi batang pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum pada tanah alluvial. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen lapang dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu perlakuan pemupukan bokashi dengan 5 taraf perlakuan, Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Taraf perlakuan yang dimaksud yaitu tanpa perlakuan bokashi batang pisang, 7% bahan organik atau setara 721 g bokashi batang pisang/polybag, 9% bahan organik atau setara 1.044 g bokashi batang pisang/polybag, 12% bahan organik atau setara 1.528 g bokashi batang pisang/polybag, 15% bahan organik atau setara 2.012 g bokashi batang pisang/polybag. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian bokashi batang pisang dapat meningkatkan volume akar, tinggi tanaman umur 3-8 MST, diameter batang, jumlah daun, berat kering tanaman, berat biji per malai dan berat 1.000 biji. Dosis pemberian bokashi batang pisang yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil sorgum sebanyak 1.528 g/polybag atau setara dengan 12 % bahan organik.   Kata Kunci : alluvial, bokashi batang pisang, sorgum