Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL LUSIANUS AGATO RIARESKY; TATANG ABDURRAHMAN; MULYADI SAFWAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 22 Juli sampai dengan 19 September 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah u1 = urin sapi 0 ml/L air, u2 = urin sapi 50 ml/L air, u3 = urin sapi 100 ml/L air, u4 = urin sapi 150 ml/L air, u5 = urin sapi 200 ml/L air. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Hasil penelitian pada konsentrasi perlakuan urin sapi 0-200 ml/L air memberikan respon yang sama terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, berat segar umbi per rumpun dan berat kering angin umbi per rumpun tanaman bawang merah pada tanah aluvial. 
PENGARUH KOMBINASI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN STEK Nepenthes gracilis Korth. Yuli Mulyani; Setia Budi; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi media tanam terhadap pertumbuhan stek Nepenthes gracilis Korth. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. H. Rais A. Rahman, Gg. Nusa No.23, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Barat, dengan lama penelitian 3,5 bulan yaitu dari bulan Maret 2015 hingga Juni 2015. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu media tanam, dengan enam perlakuan, empat ulangan dan empat sampel tanaman. Perlakuan dalam penelitian yang dimaksud adalah: A = Pasir + gambut, B = Pasir + sekam bakar, C = Pasir + sabut kelapa, D = Pasir + lumut, E = Pasir + pakis, dan F = Pasir + serbuk gergaji. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi persentase stek hidup (%), waktu munculnya tunas awal (MST), panjang tunas (cm), jumlah daun (helai), jumlah tendril (buah), jumlah akar (helai) dan panjang akar (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi media tanam berpengaruh nyata terhadap parameter persentase stek hidup, waktu munculnya tunas awal, panjang tunas, jumlah daun dan jumlah tendril, namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah akar dan panjang akar. Pengaruh terbaik diberikan oleh kombinasi media pasir + lumut dengan rerata terbaik pada semua variabel pengamatan. Kata kunci : media tanam, Nepenthes gracilis, pertumbuhan, stek.
PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT IIN ARIANTI; TATANG ABDURRAHMAN; MAULIDI MAULIDI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian amelioran dan mendapatkan dosis amelioran yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian berlangsung dari tanggal 09 April 2017 sampai dengan tanggal 10 juni 2017, penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 taraf yaitu (a1= 100% kapur dolomit, a2= 80% kapur dolomit  + 20% ASK, a3= 60% kapur dolomit + 40% ASK, a4= 40 % kapur dolomit          + 60% ASK, a5= 20 % kapur dolomit+ 80% ASK, dan a6= 100% ASK).      Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amelioran berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, jumlah umbi, berat umbi segar dan berat umbi kering angin. Penggunaan abu sabut kelapa dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan kapur dolomit. Kata kunci :Amelioran, Bawang merah, Tanah Gambut
SERAPAN NITROGEN DAN LAJU PERTUMBUHAN RELATIF TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) DENGAN PEMBERIAN ABU BOILER KELAPA SAWIT Diyanto Diyanto; Iwan Sasli; Tatang Abdurrahman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4488

Abstract

The study aims to examine the impact of oil palm boiler ash on plant nitrogen uptake and apply it to the relative growth rate and production of melon plants. The research was conducted in Selakau Tua District, Sambas Regency, West Kalimantan, from October to December 2023. The research method used a one-factor randomized block design, administering various dosages of oil palm boiler ash (2 tons ha-1, 4 tons ha-1, 6 tons ha-1, 8 tons ha-1, 10 ton ha-1). The research showed that the dosage of oil palm boiler ash (2, 4, 6, 8, and 10 tons ha-1) applied to melon plants had the same impact in increasing the plant's ability to absorb nitrogen nutrients, relative growth rate and fruit weight. The efficient oil palm boiler ash dosage to increase melon productivity is 2 tons ha-1.Keywords: boiler ash, melon plants, nitrogen uptake, soil fertility  INTISARITujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak pemberian abu boiler kelapa sawit terhadap serapan nitrogen tanaman dan implikasinya pada laju pertumbuhan relatif serta produksi tanaman melon. Penelitian dilakukan di Kecamatan Selakau Tua, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat dari bulan Oktober sampai Desember 2023. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor yaitu pemberian berbagai dosis abu boiler kelapa sawit (2 ton ha-1, 4 ton ha-1, 6 ton ha-1, 8 ton ha-1, 10 ton ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis abu boiler kelapa sawit (2, 4, 6, 8, dan 10 ton ha-1) yang diaplikasikan pada tanaman melon memberikan dampak yang sama baiknya dalam meningkatkan kemampuan tanaman menyerap unsur hara nitrogen, laju pertumbuhan relatif dan bobot buah. Dosis abu boiler kelapa sawit yang efisien untuk meningkatkan produktivitas melon yaitu pada 2 ton ha-1.Kata Kunci: abu boiler, kesuburan tanah, serapan N, tanaman melon
Respon Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max) terhadap Amelioran di Lahan Salin Jhon David; Basuni; Tatang Abdurrahman
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.532 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.36315

Abstract

Pemberian bahan amelioran serta penggunaan varietas yang toleran terhadap cekaman salinitas merupakan salah satu teknologi budidaya yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah salin. Tujuan penelitian yaitu untuk menentukan jenis amelioran dan varietas terbaik serta interaksi keduanya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah salin. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan 31 Oktober 2020 sampai dengan 20 Januari 2021. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu pemberian jenis amelioran dengan 4 taraf (tanpa amelioran, gypsum, asam humat, dan pupuk kandang sapi). Faktor kedua yaitu berbagai varietas kedelai dengan 3 taraf (Varietas Anjasmoro, Argomulyo, dan Grobogan). Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 MST (minggu setelah tanam), indeks klorofil daun (tingkat kehijauan daun), tingkat keracunan tanaman, jumlah polong per tanaman, dan kadar garam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang sapi dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan jenis amelioran lainnya. Varietas Anjasmoro memberikan jumlah polong tertinggi dibandingkan Argomulyo dan Grobogan pada ameliorant pupuk kandang, dan pada tanpa ameliorant Argomulyo memberikan jumlah polong tertinggi. Kata kunci: anjosmoro, gypsum, klorosis, varietas