Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tradisi Sedekah Bumi dalam membentuk dan memperkuat nilai-nilai civic virtue pada masyarakat transmigran di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual budaya dan keagamaan, tetapi juga sebagai wahana pendidikan sosial yang menanamkan nilai gotong royong, solidaritas, dan tanggung jawab ekologis dalam kehidupan masyarakat multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta pendekatan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sedekah Bumi menjadi instrumen sosial yang efektif dalam memperkuat kohesi sosial dan modal sosial warga transmigran. Nilai-nilai civic virtue tercermin dalam partisipasi kolektif, kerja sama lintas etnis, dan kepedulian terhadap lingkungan yang menjadi dasar bagi ketahanan sosial-ekologis masyarakat. Selain itu, tradisi ini berperan sebagai media pendidikan kewargaan berbasis kearifan lokal yang relevan dengan semangat pembangunan berkelanjutan. Meskipun modernisasi menghadirkan tantangan terhadap partisipasi generasi muda, masyarakat Desa Rias mampu beradaptasi melalui inovasi sosial dan penguatan budaya. Sedekah Bumi menjadi refleksi harmonis antara kebajikan kewargaan, kearifan lokal, dan keberlanjutan sosial di wilayah transmigrasi.