Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Asskruie

PEMBINAAN KAJIAN FIQIH WANITA DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-QUR’AN DI SURAU GADING DESA RAMBAH SAMO KECAMATAN RAMBAH SAMO KABUPATEN ROKAN HULU Masyhur, Laila Sari; Hidayat, Fatmah Taufik; Ansor, Muhammad
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65190/637686

Abstract

Tujuan artikel ini adalah menyajikan refleksi akademis tentang pembinaan dan pengenalan prinsip atau karakteristik dasar dari kajian fiqih wanita serta relasinya dengan konteks sosial yang melatari. Selain itu kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta memberikan pencerahan tentang pembinaan kajian fiqih wanita kepada jama’ah majelis taklim perempuan. Subyek pengabdian adalah Majelis Taklim ibu-ibu Surau Gading di Dusun Sungai Gading, Desa Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan awal Juni 2023. Materi pengabdian berkisar tentang kajian fiqih wanita bertema hijab dan batasan aurat wanita dalam kajian fiqih wanita dari perspektif tafsir al-Qur’an, terutama untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan pemahaman mereka terkait batasan aurat dan hijab dalam kajian fiqih wanita dalam diskursus tafsir dan mampu menerapkannya dalam bermuamalat. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa wawasan keagamaan yang disampaikan dalam kegiatan ini berpengaruh terhadap pengetahuan dan artikulasi keagamaan yang terkait fiqh Wanita bagi subyek dampingan. 
Penguatan Kemitraan Lintas Iman Muslim dan Bahai melalui Bincang Diskursus Keragaman (BIDUK) #01 ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau Ansor, Muhammad; Masyhur, Laila Sari; Hermanto, Bambang
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65190/asskruie.v2i1.357

Abstract

This article discusses the implementation of interfaith partnership strengthening activities between Muslims and Baha'is in Riau through the organization of the Diversity Discourse Chat (BIDUK) #01 by ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau. This activity argues that interfaith partnerships in resolving religious relationship issues can be conducted not only through formal approaches facilitated by the state but also through both informal and formal encounters of each community and the willingness to discuss problems related to religious relationships, including sensitive topics. In this regard, ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau facilitates periodic discussions packaged through the BIDUK program, which addresses issues of diversity governance in Indonesia. The BIDUK #01 discussion was held as an effort to strengthen mutual understanding between Bahá'ís and Muslims in Riau in addressing issues related to the religious relations of both communities. In the end, the BIDUK discussion contributed to broadening the horizons of each community's members, showing that differences in religious beliefs do not hinder the partnership between Muslims and Bahá'ís in Riau in addressing national issues related to religious relations in Indonesia.
PEMBINAAN KAJIAN FIQIH WANITA DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-QUR’AN DI SURAU GADING DESA RAMBAH SAMO KECAMATAN RAMBAH SAMO KABUPATEN ROKAN HULU Masyhur, Laila Sari; Hidayat, Fatmah Taufik; Ansor, Muhammad
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/g3a64585

Abstract

Tujuan artikel ini adalah menyajikan refleksi akademis tentang pembinaan dan pengenalan prinsip atau karakteristik dasar dari kajian fiqih wanita serta relasinya dengan konteks sosial yang melatari. Selain itu kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta memberikan pencerahan tentang pembinaan kajian fiqih wanita kepada jama’ah majelis taklim perempuan. Subyek pengabdian adalah Majelis Taklim ibu-ibu Surau Gading di Dusun Sungai Gading, Desa Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan awal Juni 2023. Materi pengabdian berkisar tentang kajian fiqih wanita bertema hijab dan batasan aurat wanita dalam kajian fiqih wanita dari perspektif tafsir al-Qur’an, terutama untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan pemahaman mereka terkait batasan aurat dan hijab dalam kajian fiqih wanita dalam diskursus tafsir dan mampu menerapkannya dalam bermuamalat. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa wawasan keagamaan yang disampaikan dalam kegiatan ini berpengaruh terhadap pengetahuan dan artikulasi keagamaan yang terkait fiqh Wanita bagi subyek dampingan. 
Penguatan Kemitraan Lintas Iman Muslim dan Bahai melalui Bincang Diskursus Keragaman (BIDUK) #01 ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau Ansor, Muhammad; Masyhur, Laila Sari; Hermanto, Bambang; Habibi, Mhmd.
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/gn2nhr56

Abstract

This article discusses the implementation of interfaith partnership strengthening activities between Muslims and Baha'is in Riau through the organization of the Diversity Discourse Chat (BIDUK) #01 by ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau. This activity argues that interfaith partnerships in resolving religious relationship issues can be conducted not only through formal approaches facilitated by the state but also through both informal and formal encounters of each community and the willingness to discuss problems related to religious relationships, including sensitive topics. In this regard, ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau facilitates periodic discussions packaged through the BIDUK program, which addresses issues of diversity governance in Indonesia. The BIDUK #01 discussion was held as an effort to strengthen mutual understanding between Bahá'ís and Muslims in Riau in addressing issues related to the religious relations of both communities. In the end, the BIDUK discussion contributed to broadening the horizons of each community's members, showing that differences in religious beliefs do not hinder the partnership between Muslims and Bahá'ís in Riau in addressing national issues related to religious relations in Indonesia.