Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan mata pencaharian alternatif berkelanjutan: diversifikasi produk ikan air tawar di Kampung Boha Dan Pachas Distrik Muting Kabupaten Merauke: Development of sustainable alternative livelihoods: diversification of fresh water fish products in Boha and Pachas Villages, Muting District, Merauke Regency Yuanike Kaber; Antoni Ungirwalu; Jonni Marwa; Calvyn S. Pakidi; Bony Lantang; Sisca Elviana; Astaman Amir; La Ode A. S. Mando; Aminuddin M. Kandari
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i1.352

Abstract

ABSTRACT Merauke Regency is an Autonomous Regency located at the eastern end of Indonesia which is directly adjacent to Papua New Guinea (PNG). This region has the peculiarities of both its ecology and its people. Muting District is one of the areas in Marauke which has the potential for freshwater fish because it is located in the Bian Lake wildlife reserve. Together with partners the Peat and Mangrove Restoration Agency of the Republic of Indonesia (BRGM) as a consortium partner of the Indonesian Forest Management Community (KOMHINDO) in 2022 to obtain funding for a vocational campus which involves three universities, namely the University of Papua, Musamus University and Halu Oleo University. One of the objectives of this activity is the Teaching Factory for the development of sustainable alternative livelihoods based on fisheries and forestry resources for poverty alleviation. This activity was centred in Boha and Pachas Villages, Muting District, Merauke Regency, South Papua. The results of the Training and Productive Economic Development Program for Local Communities Based on Fisheries and Forestry Resources are in the form of fish product diversification in the form of making fish sauce, meatballs and empek-empek. The participation of the UMK groups from Pachas and Boha villages was very enthusiastic and took part in the training which is expected to be used as a source of community economic income in the future. Key words: Kedaireka; Matching fund; Merauke; UNIPA    
Jenis Kelapa Hutan (Pandanus spp.) pada Tipologi Kebun Pekarangan Masyarakat Suku Lanny Terenius Kiwo; Soetjipto Moeljono; Antoni Ungirwalu; Agustinus Murdjoko
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.423

Abstract

Famili Pandanaceae seluruhnya diperkirakan sekitar 600 jenis yang menyebar di daerah tropis pada habitat mulai dari tepi-tepi pantai, daerah dataran tinggi sampai ke pegunungan. Suku Dani dan Suku Lanny mengenal dan memanfaatanakn jenis pandan kelapa hutan dengan nama lokal “Tuke” dan “Woromo”. Untuk itu dilakukan survei dan pengamatan di lapangan terkait potensi dan sebarannya pada jenis kelapa hutan (Pandanus spp.) pada Distrik Malagai Neri dan Distrik Melagi Kabupaten Lanny Jaya. Hasil penelitian menjumpai tiga jenis kelapa hutan pada habitat tipologi kebun pekarangan yang dimanfaatakan suku Lanny yaitu Gawin (Pandanus julianettii Martelli), Owandak (Pandanus iwen B.C.Stone) dan Woromo (Pandanus brosimos Merr. & L.M.Perry). Ketiga jenis ini dikelompokan dalam dua klasifikasi penamaan lokal suku Lanny yaitu berdasarkan morfologi buah yaitu “Omawi” atau keras dan jenis buah yang “Lebenak-ndeak” atau lunak.  Pandanus julianettii Martelli ditemukan tersebar merata pada tipologi habitat kebun pekarangan Suku Lanny jika dibandingkan dengan kedua jenis lainnya. Tingkat kerapannnya jenis kelapa hutan pada habitat kebun pekaranangan mencapai 78% dan diikuti jenis Araucaria sp., Casuarina oligodon L.A.S.Johnson. (5%) dan Araucaria sp. (3%) dengan membentuk dua kelompok pola penyebaran utama.
- ANALISIS KEBERHASILAN TAHAPAN PERHUTANAN SOSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN HUTAN DESA DI DISTRIK KAYAUNI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT Avalinus M. Warawarin; Antoni Ungirwalu; Obed N. Lense
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol10.Iss1.516

Abstract

Skema hutan desa mengalami peningkatan yang signifikan di Papua Barat. Sayangnya dari sekian penelitian tentang hutan desa untuk implementasi dan evaluasi program perhutanan sosial di Papua Barat belum dijumpai. Hal ini tentunya menjadi peluang penelitian tersendiri dalam mengungkap secara spesifik pelaksanaan program perhutanan sosial melalui sebuah kajian komprehensif agar dapat dipublikasikan sejauh mana keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik wawancara, observasi lapang dan studi pustaka. Berdasarkan 5 tahapan perhutanan sosial selanjutnya setiap atribut di masing-masing dimensi diberikan skor dengan skala 1-5.  Selanjutnya dianalisis menggunakan statistik naratif menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan pengelolaan skema 5 (lima) Hutan Desa di wilayah Distrik Kayauni, Kabupaten Fakfak berdasarkan kelima tahapan pendampingan program perhutanan sosial menunjukkan bahwa tingkat keberhasilannya berada pada skala 3 (netral) yang berarti belum mencapai semua target dan tujuan di setiap tahapannya sejauh ini. Kendala utama dalam program perhutanan sosial yang belum berjalan secara efektif disebakan oleh permasalahan kendala teknis terkait modal, tenaga pendamping dan internal kelompok masyarakat. Perlunya mengevaluasi secara komprehansif tahapan pendamoingan sehingga dapat mencapai tujuan untuk kesejahteraan dan lingkungan yang berkelanjutan.