Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Cassowary

Efek jarak tanam jagung dalam tumpangsari dengan kacang tanah terhadap tiga genotipe jagung di Distrik Waibu Kabupaten Jayapura Margaretha Yupita; Ishak Musaad; Nouke Lenda Mawikere; Antonius Suparno; Purbokurniawan; Saraswati Prabawardani; Alce Ilona Noya
Cassowary Vol 5 No 2 (2022): June
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/casssowary.cs.v5.i2.143

Abstract

Peningkatan produktivitas jagung dapat dilakukan dengan perbaikan teknologi budidaya melalui pengaturan jarak tanam dan penggunaan benih unggul dan bermutu. Genotipe jagung AMP (Anggi Merah Pulut) merupakan hasil persilangan jagung dari Anggi (Papua Barat) yang berwarna merah dan jagung pulut berwarna putih. Penelitian ini bertujuan mengukur interaksi beberapa jarak tanam jagung – kacang tanah terhadap pertumbuhan dan produksi 3 genotipe jagung lokal Papua. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan. Faktor Pertama jarak tanam (J) dan faktor kedua adalah genotipe jagung Unipa AMP. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh jarak tanam dan genotipe jagung terhadap tinggi tanaman umur 3 – 5 MST. Pengaruh perlakuan terhadap peubah ini mulai terlihat pada umur 7 dan 9 MST. Faktor tunggal jarak tanam mempengaruhi panjang tongkol dan bobot 100 biji paling tinggi (28.26 gram). Terdapat interaksi antara jarak tanam dan genotipe terhadap bobot biji per petak.
Nilai Nutrisi Umbi Ubijalar [Ipomoea batatas (L.) Lamb.] yang Dikonsumsi Bayi dan Anak-anak Suku Dani di Distrik Kurulu Kabupaten Jayawijaya Andrew B. Pattikawa; Antonius Suparno; Saraswati Prabawardani
Cassowary Vol 1 No 1 (2018): Januari
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.694 KB) | DOI: 10.30862/casssowary.cs.v1.i1.4

Abstract

Sweet potato is an important staple food crop especially for the local people of Central Highlands Jayawijaya. There are many accessions that have always been maintained their existence to enrich the types of consumption. Traditionally, sweet potato accessions were grouped based on the utilization, such as for animal feed, cultural ceremonies, consumption for adults, as well as for for children and infants. This study was aimed to analyze the nutritional value of sweet potatoes consumed by infants and children of the Dani tribe. Chemical analyses were conducted at the Laboratory of Post-Harvest Research and Development Center, Cimanggu, Bogor. The results showed that each of 4 (four) sweet potato accessions, which were consumed by infants and children, had diverse nutrient levels. Accession Sabe showed the highest water content (72.56%), vitamin C (72.71 mg/100 g), Fe (11.85 mg/100 g), and K levels (130.41 mg / 100 grams). The highest protein content (1.44%), fat (1.00%), energy (154.43 kkal/100 gram), carbohydrate (35.47%), starch (30.26%), reducing sugar (3.44%), riboflavin (0.18 mg/100 g), and vitamin A (574.40 grams IU/100) were produced by accession Manis. On the hand, accession Saborok produced the highest content of ash (1.32%), vitamin E (28.30 mg/100 g), and B-carotene (64.69 ppm). The highest level of crude fiber (1.81 %) and thiamin (0.36 mg/100 g) were produced by accession Yuaiken.