Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Study of Homecare Acceptance by The Elderly in The COVID-19 Era Siregar, Nova Sontry Node; Hasibuan, Nadia; Simamora, Mayes Felda; Silaban, Lidia; Simamora, Debora
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 11 No. 2 (2023): November
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2023.011.02.04

Abstract

During the COVID-19 pandemic, the care of elderly patients underwent significant changes. Society tends to avoid interaction outside the family, encouraging increased care of elderly patients at home. In this situation, the role of medical personnel becomes essential. This study examines how knowledge, culture, and interest influence homecare services during a pandemic. Respondents regarding homecare were collected from 71 families through a questionnaire. Data analysis includes univariate, bivariate and multivariate aspects to provide an overview of the relationship between variables. All data were analyzed using SPSS software. The result of this study shows p-value of each construct is less than 0.10, which indicates a strong relationship between variables. The findings show that knowledge influences family decisions about home care (p-value=0.024<0.10), while culture (pvalue=0.999>0.10) and interests (p-value=0.999>0.10) do not support acceptance of this service for the elderly. Therefore, it is hoped that respondents will increase their knowledge of improving elderly care and utilization of health services, which will positively impact the quality of life in old age. An in-depth discussion of these findings is carried out in a research paper.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kemandirian Lansia Usia 65-74 Tahun Dalam Pemenuhan Aaktivitas Sehari-hari Di Desa Matiti Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2023 Sihombing, Asima; Silaban, Lidia
Jurnal STIKes Kesehatan Baru Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Medika Kesehatan Baru
Publisher : Sekolaah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Kesehatan Baru Doloksanggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70751/stikeskbdoloksanggul.v1i1.67

Abstract

Latar Belakang : Lansia adalah seseorang yang memasuki usia 60 tahun keatas. Lansia dikatakan sebagai tahap perkembangan daur kehidupan manusia perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki kerusakan yang diderita. Dukungan keluarga merupakan suatu sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap penderita yang sakit. Dukungan keluarga yang optimal mendorong kesehatan para lansia meningkat, selain itu kegiatan harian para lansia menjadi teratur dan tidak berlebihan. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan lansia seoptimal mungkin membantu mempertahankan dan meningkatkan semangat hidup lansia (Life Support). Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kemandirian lansia usia 65-74 tahun dalam pemenuhan aktivitas lansia sehari hari di Desa Matiti I Kecamatan Doloksanggul kabupaten Humbang Hasundutann tahun 2023. Metode : penelitian deskriptif analitik yang dilakukan dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 120 orang dan pengambilan sampel dengan penggunaan rumus Slovin dengan jumlah sampel 54 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian diolah dengan uji chi-square. Hasil : bungan terhadap pemenuhan aktivitas sehari-hari dengan menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 90% dan dan df=1, diperoleh X² hitung 3,264> X² tabel 2,705, dan variabel kemandirian memiliki hubungan terhadap pemenuhan aktivitas sehari-hari dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 90% dan df=1, diperoleh X² hitung 3,351> X² tabel 2,705. Diskusi : Diharapkan bagi setiap keluarga yang memiliki lansia berada Di Desa Matiti I Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan agar meningkatkan dukungan keluarga terhadap kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari hari.
Penurunan Frekuensi Diare Pada Penderita Diare Dengan Menggunakan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Fitria, Fitria; Silaban, Lidia; Hutasoit, Desy Meilani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10910

Abstract

Penderita yang mengalami diare wilayah kerja Puskesmas Sibolangit masih banyak yang belum mengetahui untuk menurunkan frekuensi diare. Penurunan frekuensi diare dapat digunakan dengan ekstrak daun jambu biji (psidisium guajava l). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan frekuensi diare pada penderita diare dengan menggunakan ekstrak daun jambu biji (psidisium guajava l). Desain penelitian ini adalah Quasi eksperimental “One Grups Pretest-Posttest Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diare bulan Oktober dan Nopember 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Sibolangit sebanyak 20 orang dan sampel menggunakan total sampel berjumlah 15 orang. Data menggunakan data primer dan sekunder dan dianalisis menggunakan uji T-test pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diare sebelum diberikan intervensi pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidisium Guajava L) berada pada kategori diare sedang sebesar 60%, sedangkan sesudah diberikan intervensi pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidisium Guajava L) sebagian besar diare yang di alami responden berada pada kategori ringan sebesar 65%, rata-rata keadaan diare sebelum pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidisium Guajava L) sebesar 10,50 dengan standar deviasi 1,81 lebih tinggi, sedangkan rata-rata diare sesudah pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidisium Guajava L) sebesar 6,97 dengan standar deviasi 2,78 dan terdapat perbedaan yang signifikans antara diare sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidisium Guajava L) artinya pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidisium Guajava L) efektif menurunkan frekuensi diare dengan p-value 0,000 a=0,05.
Improving Students' English Speaking Skills Through Collaborative Learning at Anastasya School Medan Silaban, Roikestina; Sihombing, Faija; Panjaitan, Tulus JT.; Silaban, Lidia; Ginting, Melda Oktika
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 5 No. 1 (2025): Call for Paper Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v5i1.6366

Abstract

Speaking is one of the most essential skills for students to master in facing the challenges of globalization and the era of international communication. However, in reality, many students at Anastasya School Medan struggle to express their ideas orally in English due to limited practice, low self-confidence, and the dominance of individualistic teaching methods. In response to this issue, this community service program was carried out with the aim of improving students’ speaking skills through a collaborative learning approach. The activities were conducted in the form of interactive training and paired or group conversation simulations using daily topics relevant to the students' real-life context. Documentation of the activities indicated high student enthusiasm and significant improvement in vocabulary mastery, pronunciation, and speaking fluency. Observations and evaluations revealed that 80% of participants showed increased scores in speaking aspects after participating in the program. Furthermore, students reported feeling more confident and motivated to speak English through collaborative learning. In conclusion, collaborative learning has proven to be an effective method for enhancing students’ speaking abilities by promoting active interaction, teamwork, and a supportive learning atmosphere. This model can be adopted by other schools facing similar challenges.
La déconstruction du sens dans le roman L’Anomalie d'Hervé Le Tellier : l’étude de la déconstruction de Jacques Derrida silaban, Lidia; Novi Kurniawati; Marliza Arsiyana; Sunahrowi
Lingua Litteria Journal Vol. 12 No. 2 (2025): Octobre 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lel.v12i2.21204

Abstract

Le roman L’Anomalie raconte un phénomène appelé anomalie, où un avion sur la route Paris-New York apparaît mystérieusement deux fois, avec des passagers identiques. Ce phénomène oblige les personnages à faire face à leur double et à questionner leur identité et la réalité qu’ils confrontent. Le but de cette étude est de décrire comment le sens du roman est perçu à travers la déconstruction. Le type de recherche est une étude qualitative, utilisant le roman L’Anomalie d'Hervé Le Tellier comme l’objet matériel et objet formel de la déconstruction du sens de Jacques Derrida. Les résultats de cette recherche montrent qu'il existe des formes de déconstruction du sens dans le roman, illustrées par le changement des sens précédents : le sens de la création n'appartient pas seulement à Dieu, la religion devient une source de conflit, l'homme peut se sauver lui-même, la souffrance n'est pas une punition de Dieu, et l'existence humaine est une illusion. L'application de la déconstruction à la lecture du roman change le sens général du roman. L’Anomalie ne peut pas être simplifié à un seul sens, car son interprétation varie selon le point de vue. Ainsi, cette étude conclut que l'application de la déconstruction au roman place le sens dans le retard et ouvre également à de nouvelles interprétations et la possibilité “les autres”.
PENURUNAN FREKUENSI DIARE PADA PENDERITA DIARE DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (PSIDISIUM GUAJAVA L) Kaban, Hilda; ., Fitria; Silaban, Lidia; Hutasoit, Dessy Meilani
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 4 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v4i2.396

Abstract

Penderita yang mengalami diare wilayah kerja Puskesmas Sibolangit masih banyak yang belum mengetahui untuk menurunkan frekuensi diare. Penurunan frekuensi diare dapat digunakan dengan ekstrak daun jambu biji (psidisium guajava l). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan frekuensi diare pada penderita diare dengan menggunakan ekstrak daun jambu biji (psidisium guajava l). Desain penelitian ini adalah Quasi eksperimental “One Grups Pretest-Posttest Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diare bulan Oktober dan Nopember 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Sibolangit sebanyak 20 orang dan sampel menggunakan total sampel berjumlah 15 orang. Data menggunakan data primer dan sekunder dan dianalisis menggunakan uji T-test pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diare sebelum diberikan intervensi pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidisium Guajava L) berada pada kategori diare sedang sebesar 60%, sedangkan sesudah diberikan intervensi pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidisium Guajava L) sebagian besar diare yang di alami responden berada pada kategori ringan sebesar 65%, rata-rata keadaan diare sebelum pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidisium Guajava L) sebesar 10,50 dengan standar deviasi 1,81 lebih tinggi, sedangkan rata-rata diare sesudah pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidisium Guajava L) sebesar 6,97 dengan standar deviasi 2,78 dan terdapat perbedaan yang signifikans antara diare sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidisium Guajava L) artinya pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidisium Guajava L) efektif menurunkan frekuensi diare dengan p-value 0,000 < =0,05.
HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN TERHADAP KETERPAPARAN MIOPIA PADA SISWA-SISWI SMP N 3 KECAMATAN ONAN GANJANG KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2021 Silaban, Lidia; Marlindawani Purba, Jenny; Manurung, Kesaktian; Santoso, Heru; Sirait, Asima
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1814

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menggalakkan MKJP lebih dari 10 tahun yang lalu namun hingga saat ini MKJP masih belum menjadi pilihan mayoritas pasangan usia subur di Indonesia. Rendahnya pemakaian kontrasepsi IUD disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu pengalaman, rasa takut penggunaan IUD terhadap efek sampingnya, biaya mahal, prosedur yang rumit, pengaruh dan pengalaman akseptor lain, sosial ekonomi, serta persepsi yang salah tentang IUD. Banyak mitos yang dipercayai oleh masyarakat antara lain kontrasepsi IUD dapat berpindah-pindah tempat sendiri, IUD dapat menyebabkan tumor pada rahim, IUD dapat menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi, dan IUD dapat menyebabkan hubungan seksual tidak nyaman. Keikutsertaan PUS di Puskesmas Darul Imarah untuk menggunakan MKJP masih sangat rendah. Penggunaan IUD 0,5% dari keseluruhan pengguna KB. Alasan tidak menggunakan IUD karena takut efek samping IUD dan tidak mendapatkan izin suami. Tujuan Penelitian ini adalah diketahuinya hubungan persepsi individu dengan minat PUS dalam pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi adalah PUS pengguna kontrasepsi sederhana, pil dan suntikan berjumlah 79 orang. Pengambilan sampel secara Accidental Sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 1-30 Juni 2020. Analisa data dengan menggunakan  uji chi square diperoleh hasil terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dengan minat PUS menggunakan MKJP di Puskesmas Darul Imarah. (ρ=0,001 CI 1,8-13,0). Kesimpulan diperoleh bahwa persepsi yang positif tentang MKJP mempengaruhi minat PUS untuk menggunakan MKJP. Disarankan kepada Bidan untuk meemberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang MKJP, serta memberi dukungan kepada ibu untuk menggunakan MKJP. Kata Kunci                 : AKDR, persepsi, minat
TRANSFORMASI PENDIDIKAN DASAR DI DESA BINAAN MELALUI INTEGRASI TEKNOLOGI DAN KEARIFAN LOKAL DI DESA BANGUN SARI BARU TANJUNG MORAWA Silaban, Roikestina; Nababan, Rosma; Arisetya, Dian; Silaban, Lidia; Zai, Romi Kurniawan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5222

Abstract

Abstract : The transformation of basic education in rural areas is a significant challenge in achieving equitable quality learning. Bangun Sari Baru Village, Tanjung Morawa, as a fostered village, still faces limitations in the use of educational technology, while its potential local wisdom has not been fully integrated into the teaching and learning process. This community service program aims to provide innovative solutions through the integration of simple educational technology and local wisdom to improve the quality of learning while maintaining the community's cultural identity. The method used is a community-based participatory approach with stages of socialization, teacher and student training, development of digital learning media, and the application of local wisdom values in the thematic curriculum. The results of the activity show an increase in teacher skills in using digital media, increased student motivation and understanding of the teaching material, and the formation of synergy between modern technology and local cultural practices in learning. In conclusion, the integration of technology and local wisdom not only strengthens the effectiveness of learning but also fosters students' cultural awareness, thus creating a contextual, adaptive, and sustainable basic education model in the fostered village. Keywords : Transformation, basic education; technology; local wisdom; fostered villages Abstrak:  Transformasi pendidikan dasar di wilayah pedesaan menjadi tantangan yang penting dalam mewujudkan pemerataan kualitas pembelajaran. Desa Bangun Sari Baru Tanjung Morawa sebagai desa binaan masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi pendidikan, sementara potensi kearifan lokal yang dimiliki belum sepenuhnya terintegrasi dalam proses belajar mengajar. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif melalui integrasi teknologi pendidikan sederhana dan kearifan lokal agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempertahankan identitas budaya masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis masyarakat dengan tahapan sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, pengembangan media pembelajaran digital, serta penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam kurikulum tematik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan media digital, peningkatan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi ajar, serta terbentuknya sinergi antara teknologi modern dan praktik budaya lokal dalam pembelajaran. Kesimpulannya, integrasi teknologi dan kearifan lokal tidak hanya memperkuat efektivitas pembelajaran tetapi juga menumbuhkan kesadaran budaya siswa sehingga tercipta model pendidikan dasar yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan di desa binaan. Kata Kunci: Transformasi, pendidikan_dasar; teknologi; kearifan_lokal; desa_binaan
Development of the “Rehcardicare” Application for Post-Coronary Rehabilitation Artery Bypass Graft for Improving Cardiac Endurance Through Resistance and Flexibility Training Rinawati, Rinawati; Silaban, Lidia
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 4 (2025): November 2025 ( Indonesia - Thailand)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v6i1.514

Abstract

Background: Coronary heart disease (CHD) is a heart abnormality caused by narrowing or obstruction of the coronary arteries supplying blood to the heart. Objective: This study aimed to investigate the development of the "Rehcardicare" application after CABG to improve patients' cardiac endurance using resistance and flexibility. It also measured the effectiveness of the "Rehcardicare" application in improving cardiac endurance after CABG. It also identifies patient attitudes toward the "Rehcardicare" application. Methods: The design used a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model. Data were collected on patient characteristics, patient understanding of heart conditions, the CABG procedure, and the importance of rehabilitation. Data were collected on initial cardiac functional capacity, digital records of "Rehcardicare" application usage, improvements in cardiovascular functional capacity, and patient attitudes toward "Rehcardicare" application-based rehabilitation. Implementation of post-CABG patient rehabilitation using the "Rehcardicare" Rehabilitation application through resistance and flexibility training and the effectiveness of the "Rehcardicare" rehabilitation application in increasing cardiac endurance and data were analyzed using a t-test with a 95% confidence interval. Results: The age of respondents was more with 8 people aged 51-60 years (44.4%) with a gender that was more with men as many as 15 people (83.3%), the occupation of respondents was more with self-employed as many as 12 people (66.7%), patients were able to identify problems that arose during rehabilitation, there was an increase in the distance traveled by the 6 Minute Walk Test (6MWT) compared to the baseline results before rehabilitation by 100%. The design of the "Rehcardicare" rehabilitation application was effective in increasing cardiac endurance in post-CABG patients with a p-value = 0.000 < α = 0.05 Conclusion: The design of the “Rehcardicare” rehabilitation application was successfully designed by integrating resistance and flexibility exercises, assessment indicators, and digital monitoring that are appropriate to the needs of post-CABG patients, the application has been proven to be effective in increasing cardiac endurance, which is indicated by an increase in the results of the Six Minute Walk Test (6MWT) and improvements in the functional capacity of patients, the implementation of rehabilitation through the application patients to do exercises safely, structured, and consistently, while making it easier for medical personnel to monitor patient progress and post-CABG patients show a positive attitude towards application-based rehabilitation, by assessing the application as easy to use, useful, and increasing motivation and adherence to the program and the “Rehcardicare” application has the potential to be an effective alternative to cardiac tele-rehabilitation, especially to support patients who have difficulty following face-to-face rehabilitation in hospitals.