Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Hubungan Umur Dan Pendidikan Ibu Primigravida Dengan Komunikasi Terapeutik Terhadap Tingkat Kecemasan Di Puskesmas Medan Labuhan Tahun 2023 Perangin-angin, Sri Yunita; Sihombing, Faija; Kaban, Hidayani; Rhamawan, Chainny
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8368

Abstract

Komunikasi yang baik melibatkan pemahaman bagaimana orang berhubungan dengan yang lain, mendengarkan apa yang dikatakan dan mengambil pelajaran dari hal tersebut. Komunikasi terapeutik yang dilaksanakan oleh bidan akan memberikan pengaruh terhadap kenyamanan ibu pra persalinan (Nengah , 2014). Desain penelitian yang digunakan ialah penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional study, bertujuan untuk mengetahui hubungan umur dan pendidikan ibu primigravida dengan komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan di Puskesmas Medan Labuhan tahun 2023.  Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Dengan tehnik accidental sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang digunakan untuk memperoleh data chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis hubungan antara umur ibu dengan Kecemasan ibu hamil menggunakan rumus x2 (chi square) dengan nilai p value = 0,017 (P 0,05), Tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kecemasan ibu hamil nilai p value = 0,202 (P 0,05). Diharapkan bidan dapat memberikan komunikasi KIE kepada ibu hamil
Improving Students' English Speaking Skills Through Collaborative Learning at Anastasya School Medan Silaban, Roikestina; Sihombing, Faija; Panjaitan, Tulus JT.; Silaban, Lidia; Ginting, Melda Oktika
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 5 No. 1 (2025): Call for Paper Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v5i1.6366

Abstract

Speaking is one of the most essential skills for students to master in facing the challenges of globalization and the era of international communication. However, in reality, many students at Anastasya School Medan struggle to express their ideas orally in English due to limited practice, low self-confidence, and the dominance of individualistic teaching methods. In response to this issue, this community service program was carried out with the aim of improving students’ speaking skills through a collaborative learning approach. The activities were conducted in the form of interactive training and paired or group conversation simulations using daily topics relevant to the students' real-life context. Documentation of the activities indicated high student enthusiasm and significant improvement in vocabulary mastery, pronunciation, and speaking fluency. Observations and evaluations revealed that 80% of participants showed increased scores in speaking aspects after participating in the program. Furthermore, students reported feeling more confident and motivated to speak English through collaborative learning. In conclusion, collaborative learning has proven to be an effective method for enhancing students’ speaking abilities by promoting active interaction, teamwork, and a supportive learning atmosphere. This model can be adopted by other schools facing similar challenges.
Model Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Pembelajaran Jigsaw pada Mata Pelajaran Pkn Pokok Bahasan Sistem Pemerintahan Pusat Sebayang, Gabriela Anjelika Br; Silaban, Roikestina; Sihombing, Faija; Simamora, Monang Tua
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.709

Abstract

Pembelajaran kooperatif telah diakui sebagai metode yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Salah satu teknik yang populer adalah metode Jigsaw, yang melibatkan pembelajaran berbasis kelompok di mana siswa mengajarkan materi kepada teman sekelas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model hasil belajar siswa ketika menggunakan metode Jigsaw dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dengan pokok bahasan sistem pemerintahan pusat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan metode Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem pemerintahan pusat, serta untuk memahami bagaimana metode ini mempengaruhi pemahaman dan keterlibatan siswa dalam mata pelajaran PKN. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas IV SD Negeri No 040443 Kabanjahe yang diterapkan metode Jigsaw dalam pembelajaran PKN. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar sebelum dan setelah penerapan metode, serta observasi dan kuesioner untuk menilai keterlibatan siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk mengevaluasi perubahan dalam hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Jigsaw secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKN, khususnya dalam memahami sistem pemerintahan pusat. Siswa yang terlibat dalam pembelajaran Jigsaw menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman dibandingkan dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran juga meningkat, dengan umpan balik positif terhadap dinamika kerja kelompok dan pemahaman materi.
Pengetahuan Dan Sikap Ibu Terhadap Massage Pada Bayi Di Klinik Bersalin Vina Medan Sihombing, Faija
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 1 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v1i2.24

Abstract

Massage /Pemijatan sangat baik untuk memperlancar peredaran darah, meningkatkan rasa percaya diri orang tua, mengurangi depresi dan ketegangan, menstimulasi pertumbuhan dan yang terpenting mempererat ikatan kasih sayang antara orang tua dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap ibu terhadap Massage bayi . Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 96 orang dengan metode pengambilan sampel accidental sampling. Penelitian dilakukan pada Oktober – November 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas dari pengetahuan dan sikap ibu terhadap pijat bayi dari segi karakteristik berdasarkan umur 26-30 tahun sebanyak 58 orang (60,4%), berdasarkan pendidikan tinggi sebanyak 51 orang (53,1%), berdasarkan paritas yaitu multipara sebanyak 45 orang (46,9%), berdasarkan sumber informasi secara tidak langsung sebanyak 85 orang (88,5%). Dari segi segi pengetahuan responden berpengetahuan baik sebanyak 54 orang (56,2%), dan segi sikap seluruh responden bersikap 96 orang (100%). Diharapkan kepada petugas kesehatan agar aktif untuk memberikan penyuluhan atau informasi kesehatan khususnya tentang kecemasan saat menjelang persalinan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKIKUTSERTAAN IBU AKSEPTOR KB DI KLINIK PRATAMA MASTA LABUHAN MEDAN TAHUN 2021 Sihombing, Faija; Laoli, Santalia
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 1 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v1i2.41

Abstract

Program KB tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, melainkan juga meningkatkan kualitas keluarga maupun individu-individu di dalamnya sehingga dapat tercipta keluarga yang memiliki jumlah anak yang ideal, sehat, sejahtera, berpendidikan, berketahanan, serta terpenuhi hak-hak reproduksinya (BKKBN, 2015). Desain penelitian yang digunakan ialah penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 orang. Dengan tehnik accidental sampling. Intrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang digunakan untuk memperoleh data chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dengan nilai p value = 0,022 (P < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan umur ibu dengan Ketidakikutsertaan KB. Dengan nilai p value = 0,080 (P >0,05). Sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan ketidakikutsertaan KB. Dengan nilai p value = 0,020 (P < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan ibu dengan Ketidakikutsertaan KB. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan konseling kepada PUS tentang penggunaan kontrasepsi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI KELURAHAN KEMENANGAN TANI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN Sihombing, Faija; Vitri Mendrofa, Elni
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 4 No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v4i1.56

Abstract

AKI dan AKB merupakan salah satu indikator untuk mengetahui status kesehatan masyarakat. Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan AKB. ASI merupakan makanan pertama untuk bayi yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dalam enam bulan pertama kehidupan. Kebanyakan masyarakat Indonesia masih memberikan makanan tambahan kepada bayi usia 0-6 bulan. Padahal, keberhasilan pemberian ASI eksklusif berperan penting terhadap kelangsungan pemberian ASI pada bayi sampai usia 2 tahun. Kebijakan mengenai ASI eksklusif di tempat kerja telah ada, namun masih banyak tempat kerja yang belum melaksanakan kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan . Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah method desain sequential explanatory. Sampel kuantitatif diambil menggunakan multistage sampling pada Sembilan puluh dua ibu bekerja menyusui yang memiliki anak usia 0-2 tahun di Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan antara September 2021- Januari 2022. Responden Penelitian kualitatif dengan Indept Interview kepada pengelola program gizi dinas kesehatan, kabid hubungan indsutrial dinas tenaga kerja dan transmigrasi, kasie pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pemegang program gizi puskesmas Medan Tuntungan, pimpinan tempat kerja, dan Responden Focus Group Discussion (FGD) yaitu ibu-ibu bekerja yang menyusui. Hasil Kuantitatif didapatkan pengetahuan (p= 0,245), Sikap (p= 0,423), fasilitas laktasi (p= 0,233), dukungan suami (p= 0,958), dukungan atasan kerja (p= 0,641). Hasil penelitian kualitatif menjelaskan bahwa kebijakan ASI Ekslusif di tempat kerja masih banyak ditemukan kendala berupa kurangnya sosialisasi, belum ada alokasi dana, tenaga dan sarana khusus untuk pelaksanaan. Disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan ASI Eksklusif pada ibu bekerja di Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan belum terlaksana dengan baik karena belum adanya Perda Khusus tentang ASI Eksklusif di tempat kerja. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar aktif untuk memberikan penyuluhan atau informasi kesehatan khususnya tentang pentingnya pemberian ASI Ekslusif pada Bayi.
Analisis Kinerja Bidan pada Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Selayang Perangin angin, Sri Yunita; Sihombing, Faija; Karo-Karo, Hilda Yani; Rhamawan, Chainny
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.446 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10370

Abstract

ABSTRACT Antenatal Care Services (ANC) at the Selayang Health Center, this study used analytic observation research with a "cross-sectional study" design with a sample size of 49 midwives using the formula (Ariawan, 1998 in Yatino, 2005) by conducting interviews and questionnaires. There were 19 respondents who had less knowledge, 47.4% had low performance. The results of the chi-square test obtained a value of p = 0.04 (p <0.05) meaning that Ho was rejected and Ha was accepted, thus there is a relationship between the knowledge factor and the performance of midwives in ANC services. Statistical test results to see the closeness of the relationship obtained the value of Rφ = 0.289 which states that there is a low relationship. Respondents who have less work motivation, 58.3% have low performance, Chi-Square test results obtained ρ = 0.016 which means Ho is rejected Ha is accepted means there is a relationship. The test results for the coefficient φ (phi) obtained Rφ=0.343 which states that there is a low relationship. respondents who stated that the leadership of the puskesmas leaders was quite good, 82.9% had high performance. the results of the statistical test with Chi-Square obtained a value of ρ = 0.00 which means there is a relationship between leadership and performance. The statistical test of the coefficient φ (phi) obtained a value of Rφ = 0.25 which means there is a low relationship. respondents who stated less than the incentives received 50.0% had low performance. Statistical Test with Chi – Square obtained a value of ρ = 0.025 there was a relationship between incentives / rewards on performance. The closeness of the relationship was known by the test results of the coefficient φ (phi) obtained a Rφ = 0.321 there is a low relationship. Respondents who gave a fairly good assessment of their co-workers 20.5% had low performance. Chi – Square obtained the value of ρ = 0.00 The closeness of the relationship is known by the results of the φ coefficient test (phi) obtained by the value of Rφ = 0.433 there is a moderate relationship between colleagues and the performance of midwives in ANC services. Keywords: Factors related to Midwife Performance, ANC Services  ABSTRAK Pelayanan Antenatal Care ( ANC ) di Puskesmas Selayang penelitian ini menggunakan penelitian observasi analitik dengan rancangan “cross sectional study” dengan jumlah sampel 49 bidan dengan menggunakan rumus (ariawan,1998 dalam yatino,2005) dengan melakukan wawancara dan kuesioner. Terdapat 19 responden memiliki pengetahuan kurang 47,4% memilki kinerja rendah. Hasil uji chi-square diperoleh nilai p=0,04 ( p< 0,05) berarti Ho ditolak dan Ha diterima dengan demikian ada hubungan antara faktor pengetahuan dengan kinerja bidan pada pelayanan ANC. Hasil Uji statistik untuk melihat keeratan hubungan diperoleh nilai Rφ = 0,289 yang menyatakan ada hubungan rendah. responden yang memilki motivasi kerja kurang, 58,3% memiliki kinerja rendah, hasil uji Chi- Square diperoleh nilai ρ=0,016 yang berarti Ho ditolak Ha diterima berarti ada hubungan. Hasil uji koefisien φ (phi) diperoleh Rφ=0,343 yang menyatakan ada hubungan rendah. responden yang menyatakan kepemimpinan pemimpin puskesmas Cukup baik, 82,9% memiliki kinerja Tinggi. hasil uji statistic dengan Chi- Square diperoleh nilai ρ=0,00 yang berarti ada hubungan kepemimpinan dengan kinerja, uji statistic koefisien φ (phi) yang diperoleh nilai Rφ = 0,25 berarti terdapat hubungan rendah. responden yang menyatakan kurang terhadap insentif yang diterima 50,0% memilki kinerja rendah, Uji Statistik dengan Chi – Square diperoleh nilai ρ = 0,025 terdapat hubungan antara insentif / imbalan terhadap kinerja, Keeratan hubungan tersebut diketahui dengan hasil uji koefisien φ (phi) diperoleh nilai Rφ = 0,321 terdapat hubungan rendah. responden yang memberikan penilaian cukup baik terhadap rekan kerjanya 20,5% memiliki kinerja rendah. Chi – Square diperoleh nilai ρ = 0,00 Keeratan hubungan tersebut diketahui dengan hasil uji koefisien φ (phi) diperoleh nilai Rφ = 0,433 terdapat hubungan sedang antara rekan kerja dengan kinerja bidan pada pelayanan ANC. Kata Kunci: Faktor- faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Bidan, Pelayanan ANC
Hubungan Umur Dan Pendidikan Ibu Primigravida Dengan Komunikasi Terapeutik Terhadap Tingkat Kecemasan Di Puskesmas Medan Labuhan Tahun 2023 Perangin-angin, Sri Yunita; Sihombing, Faija; Kaban, Hidayani; Rhamawan, Chainny
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8368

Abstract

Komunikasi yang baik melibatkan pemahaman bagaimana orang berhubungan dengan yang lain, mendengarkan apa yang dikatakan dan mengambil pelajaran dari hal tersebut. Komunikasi terapeutik yang dilaksanakan oleh bidan akan memberikan pengaruh terhadap kenyamanan ibu pra persalinan (Nengah , 2014). Desain penelitian yang digunakan ialah penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional study, bertujuan untuk mengetahui hubungan umur dan pendidikan ibu primigravida dengan komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan di Puskesmas Medan Labuhan tahun 2023.  Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Dengan tehnik accidental sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang digunakan untuk memperoleh data chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis hubungan antara umur ibu dengan Kecemasan ibu hamil menggunakan rumus x2 (chi square) dengan nilai p value = 0,017 (P 0,05), Tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kecemasan ibu hamil nilai p value = 0,202 (P 0,05). Diharapkan bidan dapat memberikan komunikasi KIE kepada ibu hamil
Sosialisasi Pemberian Informasi Dampak Saraf Kejepit Untuk Ibu Hamil Trimester III di Kelurahan Kemenangan Tani Angin, Sri Yunita Perangin; Sihombing, Faija; Kaban, Hildayani; Rhamawan, Chainny; Sari, Etika Mulia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13138

Abstract

ABSTRAK Sosialisasi ini membahas tentang peranan ibu hamil dalam menyikapi dampak Saraf terjepit untuk ibu hamil. Dengan adanya sosialisasi pemberian informasi dampak saraf kejepit maka perlu dilakukan konseling, memberikan informasi, memotivasi dan memantau dampak saraf kejepit tersebut agar dapat menghambat terjadi kerusakan saraf akibat adanya tekanan, baik tekanan langsung maupun tidak langsung. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan kualitatif ini dipilih guna memperoleh informasi yang lebih luas dan mendalam mengenai hal-hal yang menjadi bahan pembahasan yang hendaknya dicari jawabannya dalam penelitian ini. Penelitian ini akan dilakukan di Kelurahan Kemenangan Tani dengan memilih 4 kasus ibu hamil yang mengalami saraf terjepit. Metode pengumpulan datanya adalah metode wawancara karena dengan metode ini akan diperoleh informasi yang valid dan langsung dari sumbernya. Dengan pemberian Sosialisasi kepada ibu hamil trimester ke III maka ibu hamil dapat informasi, motivasi dan konseling secara langsung. Kata Kunci: Sosialisasi, Ibu Hamil, Trimester Ketiga, Saraf Kejepit ABSTRACT This socialization discusses the role of pregnant women in responding to the impact of pinched nerves on pregnant women. By providing information on the impact of pinched nerves, it is necessary to provide counseling, provide information, motivate and monitor the impact of pinched nerves in order to prevent nerve damage from occurring due to pressure, both direct and indirect pressure. The research approach used in this research is qualitative with a case study method. This qualitative approach was chosen in order to obtain broader and in-depth information regarding the matters that are the subject of discussion and answers should be sought in this research. This research will be carried out at the victory farmer village by selecting 4 cases of pregnant women who experienced a pinched nerve. The data collection method is the interview method because with this method valid information will be obtained directly from the source. By providing socialization to pregnant women in the third trimester, pregnant women can receive information, motivation and counseling directly. Keywords: Socialization, Pregnant Women, Third Trimester, Pinched Nerves
Penyuluhan Pendidikan Seks Usia Muda untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Positif Siswa: Young Age Sex Education Counseling to Improve Knowledge and Positive Attitudes of Students at SMP Sianturi, Marta Imelda Br; Sihombing, Faija; Hutasoit, Dessy Meilani; Togatorop, Linawati
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v5i1.134

Abstract

Young age sex education is often considered a taboo topic in Indonesian society, leading to a lack of understanding among adolescents. This can result in negative behaviors and risks such as sexual violence and unplanned pregnancy. This community service activity (PKM) aimed to provide accurate information and shape positive attitudes towards reproductive health among junior high school students. This service employed an educational, participatory, and applicative approach, consisting of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The target participants were 30 students of class IX-6 at SMP Negeri 16 Medan, selected through purposive sampling. The intervention was conducted in two structured sessions using PowerPoint presentations, leaflets, and audiovisual media, covering the importance of sex education, reproductive organ function, ethics, norms, and how to avoid sexual deviations and violence. Evaluation was carried out using a pre-test and post-test knowledge questionnaire (10 items, KR-20=0.85) and observation. Data were analyzed using descriptive statistics and a Paired Sample T-Test. The activity successfully achieved its participant target. The results showed a significant increase in knowledge, with the average pre-test score of 5.2 (Sufficient category) rising to 8.1 (Good category) in the post-test (p-value=0.001). Observation also indicated a positive shift in participants' attitudes and understanding, as they were able to explain the importance of sex education and ways to avoid sexual violence. Counseling on sex education for young adolescents is effective in increasing knowledge and shaping positive attitudes towards reproductive health. Sustainable, school-based educational interventions are recommended as a routine part of adolescent health promotion programs.