Sakaria To Anwar
Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Relationship Between The Production Of Cultural Values And Social Change (Study of the Fisherman Community of Paotere Harbor During the Covid-19 Pandemic) Andi Murni; Rahmat Muhammad; Sakaria Sakaria; Muhammad Sabiq
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.2.207-215

Abstract

This study examines the cultural values that underlie social changes in the fishing community of Makassar City, with the Paotere Harbor Fish Auction Place as its economic locus. The type of research is library research. The data were collected using a sociological approach and using the theory of strategy and social change as the analytical framework. This study found three important things: first, the economy of the fishing community experienced a drastic change towards stagnation after the Covid-19 pandemic, second, the value system and cultural values of the local community were also affected, where the values of harmony ended in conflict, third, the government's strategy to facing social changes due to the non-integrative covid-19 pandemic, so that one community problem was able to be resolved and the negative impact of covid-19 was slightly eliminated, but on another issue, in the sector which still involves fishermen and marine livelihoods, fishing communities feel disadvantaged.
Relasi Kuasa Punggawa Sawi Dalam Arena Politik: Studi Pada Komunitas Pedagang Antar Pulau Di Desa Tarasu Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone Ahmad Kamal; Suparman Abdullah; Sakaria Anwar
Jurnal Sosio Sains Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Sosia Sains
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL DIKTI) IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37541/sosiosains.v7i1.579

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui relasi kuasa punggawa sawi dalam arena politik di laut dan untuk mengetahui relasi kuasa punggawa sawi dalam arena politik di darat. Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan :1) Relasi kuasa antar punggawa sawi dalam arena politik di laut dalam hal modal kultural terjalin secara alami karna sistem yang dibangun pada awal perekrutanya adalah kekeluargaan dan modal ekonominya berjalan dengan baik dilihat dari kesukarelaan para punggawa yang mewujudkan kepeduliannya terhadap sawi-sawinya dengan memberikan bantuan ketika sawi atau keluarga sawi membutukan bantuan. 2) Relasi kuasa antar punggawa sawi dalam arena politik di darat dalam hal modal kultural penuh tekanan dari punggawa kepada sawi untuk mengikuti pilihan politik punggawa yang mengikuti kontestasi yang sedang berlangsung dan modal ekonominya ditentukan oleh modal ekonomi (uang) sang punggawa untuk mempengaruhi sawi dalam menentukan pilihan politiknya. The objectives of this study are: to determine the power relations of the retainer mustard in the political arena at sea and to determine the power relation of the retainer mustard in the political arena on land. The method used is a qualitative type with a case study method. The results showed: 1) Power relations between mustard greens in the political arena at sea in terms of cultural capital were naturally intertwined the system built at the beginning of the recruitment was kinship and the economic capital went well because it was seen from the volunteerism of the retainers who manifested their concern for mustard greens. the mustard greens by providing assistance when the mustard or mustard family needs help. 2) Power relations between punggawa mustard in the political arena on land in terms of cultural capital are full of pressure from punggawa to mustard to follow the political choice of the retainer who follows the ongoing contestation and the economic capital is determined by the economic capital (money) of the retainer to influence the mustard in determining political choice.
The Role of Female Farm Workers in Improving Family Welfare In Barugae Village, Mallawa District, Maros Regency Hariashari Rahim; Sakaria Anwar; Muh Sabiq; Aisyah Yulindasari
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME 4, ISSUE 1, 2022
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v4i1.21522

Abstract

This study aims to analyze the extent of the economic contribution of female farmworkers in families in Barugae Village, Mallawa District, Maros Regency in improving family welfare. The problem of living needs in the family is increasing, the prices of basic necessities are getting higher, plus the needs of children when entering the school period requires the head of the family to increase his income so that it can meet the needs of the family, especially the fulfillment of primary needs. This study involved female farmworkers who had families and contributed to the welfare of the family. The results showed that the improvement in the welfare of women farmworkers' families in Barugae Village, Mallawa District, Maros Regency, was influenced by several things, namely the level of income received by female farm workers, improved welfare in the families of female farmworkers, the gender roles of female farmworkers who not only perform domestic roles but also public and community roles and the contribution of female farmworkers in the family both household and economic contributions.
Socio-Economic Analysis of Seaweed Farmers (Case Study of Papan Loe Village, Pajukukang District, Bantaeng Regency) Hariashari Rahim; Sakaria Anwar; Muh. Sabiq; Ria Renita Abbas; Putu Wijangga
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME 4, ISSUE 2, 2022
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v4i2.25102

Abstract

This study aims to analyze the challenges experienced by seaweed farmers in Papan loe Village, Pajukukang District, Bantaeng Regency and the form of social class for seaweed farmers in Papan Loe Village, Pajukukang District, Bantaeng Regency. The problems experienced by seaweed farmers are related to various structural system challenges in the shape of the social class of seaweed farmers. The results showed that a person's social class obtained from seaweed farming activities was divided into 2 types, namely the upper class (punggawa) and the lower class (sawi). Punggawa is defined as a person who has his own capital, has his own land and has a workforce from other people and has thoughts on how to get a profit commensurate with his work as a seaweed farmer while mustard greens themselves are people who work under the hands of other people, those who are funded, or those who sell seaweed products at low prices to courtiers. Classification between upper class and lower class is also clear
Struktur Sosial Masyarakat Pesisir (Kajian Tentang Pelapisan Sosial Masyarakat di Desa Cikoang Kabupaten Takalar) Sadriani Ilyas; Tahir Kasnawi; Sakaria Sakaria
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.01 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i7.8570

Abstract

Struktur sosial masyarakat pesisir umumnya dibangun atas relasi Patron (pemodal)-klien (buruh). Pada masyarakat pesisir yang mendiami wilayah Sulawesi Selatan. Pola patron klien dikenal dengan istilah lokal “punggawa-sawi”. Sebutan ini mengakar kuat pada budaya masyarakat Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai pelaut. Namun pelapisan sosial Punggawa-Sawi justru tidak ditemukan pada masyarakat pesisir di Desa Cikoang Kabupaten Takalar. Tujuan penelitian ini untuk melihat pelapisan sosial pada masyarakat pesisir di Desa Cikoang Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus dengan tujuan untuk menganalisa secara komparasi pelapisan sosial masyarakat pesisir di Desa Cikoang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor kerja utama masyarakat pesisir di Desa Cikoang adalah pelaut dan petani. Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dikenal sebagai nelayan mandiri. Profesi nelayan hanya dijadikan sebagai pekerjaan sampingan bagi masyarakat pesisir di Desa Cikoang. Mata pencarian utama mereka adalah petani seperti petani sawah, jagung, kacang dan petani garam. Terkait pelapisan sosial masyarakat pesisir di Desa Cikoang tidak dilihat dari relasi antara Punggawa dan Sawi berdasarkan ikatan ekonomi, melainkan secara garis keturunan. Masyarakat yang berasal dari keturunan Sayyid menempati kelas sosial paling tinggi, yang terdiri atas Sayyid Opu (Karaeng Opua), Sayyid Karaeng, Sayyid Massang dan Sayyid biasa berdasarkan sistem pelapisan sosialnya. Status sosial tingkat kedua berasal dari kalangan Karaeng, dan tingkat ketiga adalah Jawi atau masyarakat biasa yang berada pada posisi terendah dalam sistem pelapisan sosial masyarakat pesisir di Desa Cikoang.
Resiliensi Masyarakat Penyintas Bencana Alam di Desa Tompe Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala Mohammad Aksyar; Suparman Abdullah; Sakaria Anwar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.921 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.11876

Abstract

Banyaknya jumlah korban jiwa, dan kerusakan infrastruktur yang hancur akibat bencana alam gempa dan tsunami pada tahun 2018 silam. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan resiliensi untuk dapat hidup kembali seperti sebelum mengalami bencana alam. Sehingga dapat membagun dan meningkatkan potensi ketahanan dalam masyarakat penyintas bencana alam. Penelitian ini hadir untuk menganalisis bagaimana proses resiliensi masyarakat penyintas bencana alam di Desa Tompe Kecamatan SIRENJA Kabupaten Donggala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis studi kasus. Sumber data dibagi menjadi dua kategori, yaitu sumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, wawancara mendalam, orbservasi, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data atau display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses resiliensi masyarakat penyintas bencana alam sudah terbentuk, Namun mengalami kesulitan disebabkan ketidakmampuan masyarakat penyintas bencana alam dalam beradaptasi maupun menyesuaikan dengan mata pencaharian yang baru dan keterbatasannya sumber daya alam yang tersisah pasca bencana alam gempa dan tsunami terjadi.