Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemberdayaan Petani melalui Pelatihan Pembuatan Trichoderma sp. sebagai Solusi Pengendalian Penyakit Tanaman di Kecamatan Astambul Aidawati, Noor; Liestiany, Elly; Aphrodyanti, Lyswiana; Sepe, Muslimin; Abbas, Saipul; Tuti, Harlina Kusuma; Safitri, Gizza Anellia; Thahir, Nurhikmah Khairiyah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1ykz6h82

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan petani di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, melalui pelatihan pembuatan Trichoderma sp. sebagai agen hayati pengendali penyakit tanaman. Ketergantungan petani terhadap pestisida kimia masih tinggi akibat terbatasnya pemahaman tentang alternatif pengendalian hayati. Pelatihan yang dilaksanakan pada 9 Oktober 2025 di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Astambul melibatkan 20 petani padi dengan pendekatan partisipatif dan metode praktik langsung. Kegiatan mencakup penyuluhan tentang hama dan penyakit tanaman padi serta demonstrasi pembuatan inokulum Trichoderma sp. menggunakan bahan lokal yang mudah diperoleh.Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman petani mengenai mekanisme kerja Trichoderma sp. dan keterampilan teknis dalam memproduksi inokulum secara mandiri. Meskipun penerapan langsung di lahan belum dilakukan, hasil diskusi menunjukkan bahwa petani mulai memahami potensi penggunaan Trichoderma sp. untuk mengurangi frekuensi penyemprotan pestisida kimia sebanyak 1–2 kali per musim tanam. Selain itu, berdasarkan referensi ilmiah, penggunaan Trichoderma sp. secara konsisten berpeluang meningkatkan kesehatan perakaran dan produktivitas tanaman padi hingga 10–20%. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, Balai Penyuluhan Pertanian, dan kelompok tani sebagai langkah awal menuju penerapan biokontrol yang berkelanjutan. Untuk menjaga keberlanjutan program, diperlukan pendampingan teknis lanjutan, ketersediaan isolat berkualitas, serta pengembangan unit produksi inokulum di tingkat kelompok tani. Kegiatan ini menunjukkan potensi besar sebagai model pemberdayaan petani menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Empowering Farmers through Training on the Production of Trichoderma sp. as a Solution for Plant Disease Control in Astambul District Abstract This community service program aimed to empower farmers in Astambul District, Banjar Regency, through training on the production of Trichoderma sp. as a biological agent for plant disease control. Farmers in the region remain highly dependent on chemical pesticides due to limited knowledge of alternative biological control methods. The training, conducted on 9 October 2025 at the Agricultural Extension Center of Astambul District, involved 20 rice farmers using a participatory approach and hands-on learning methods. The activities included a lecture on major pests and diseases of rice plants and a demonstration of Trichoderma sp. inoculum production using easily accessible local materials.The program successfully improved farmers’ understanding of the mode of action of Trichoderma sp. and enhanced their technical skills in producing inoculum independently. Although field application has not yet been carried out, discussions with participants indicated that farmers now recognize the potential of Trichoderma sp. to reduce the frequency of chemical pesticide applications by 1–2 times per planting season. In addition, scientific references indicate that the consistent use of Trichoderma sp. may improve root health and increase rice crop productivity by 10–20%. The program also strengthened collaboration among universities, the Agricultural Extension Center, and farmer groups as an initial step toward sustainable biocontrol implementation. To ensure long-term sustainability, continued technical assistance, access to high-quality isolates, and the development of inoculum production units at the farmer-group level are required. Overall, this program demonstrates strong potential as a model for empowering farmers and promoting environmentally friendly and sustainable agriculture.
Memanfaatkan Daun Galam (Melaleuca Cajuputi) Sebagai Agen Pestisida Nabati Untuk Menekan Hama Spodoptera Frugiperda Pada Tanaman Jagung (Zea Mays Saccharata Sturt) Marsuni, Yusriadi; Pramudi, M. Indar; ., Samharinto; ., Salamiah; Aphrodyanti, Lyswiana; Redho, Muhammad; Aldianoor, Muhammad Ihram
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v5i1.4126

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan salah satu komoditas pangan penting selain padi dan gandum, namun produktivitasnya sering terkendala oleh faktor biotik dan abiotik, terutama serangan hama ulat grayak tentara (Spodoptera frugiperda). Serangan hama ini dapat menyebabkan kehilangan hasil yang sangat tinggi, berkisar antara 80% hingga 100%. Upaya pengendalian yang umum dilakukan petani masih didominasi oleh penggunaan pestisida kimia secara intensif, yang dalam jangka panjang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, serta keseimbangan ekosistem pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi larutan daun galam sebagai pestisida nabati dalam menekan tingkat serangan, intensitas serangan, dan kerusakan tongkol jagung yang disebabkan oleh ulat grayak tentara (S. frugiperda). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan konsentrasi larutan daun galam, yaitu 4%, 8%, 12%, dan 16%, serta dua kontrol berupa kontrol air dan kontrol pestisida kimia berbahan aktif lambda sihalotrin dengan konsentrasi 1 ml/L. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 16 tanaman, dengan total keseluruhan sebanyak 384 tanaman jagung manis. Parameter pengamatan meliputi tingkat serangan, intensitas serangan, dan tingkat kerusakan tongkol akibat serangan S. frugiperda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan daun galam memiliki kemampuan menekan serangan ulat grayak tentara dan berpotensi menjadi pestisida nabati yang efektif serta ramah lingkungan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dalam budidaya jagung manis.
Pengujian Serbuk Tuba (Derris elliptica) Untuk Mengendalikan Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.) Pada Tanaman Seledri Siti Raudah; Elly Liestiany; Lyswiana Aphrodyanti
JURNAL PROTEKSI TANAMAN TROPIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi 9(1): Februari 2026
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jptt.v9i1.3672

Abstract

Celery (Apium graveolens L.) is a horticultural commodity with high export value, was susceptible to attack by root knot nematodes (Meloidogyne spp.) which causes root swelling and reduced yields. Farmers often use chemical control, but it risks polluting the environment. This research aims to assess the effectiveness of tuba powder (Derris elliptica) as an environmentally friendly vegetable pesticide. A one-factor Completely Randomized Design (CRD) was used with five treatments and four replications (a total of 60 plants), namely control and tube powder doses of 5, 10, 15 and 20 g, each of which was inoculated with 500 L2 Meloidogyne spp larvae. The results showed that all doses of tuba powder suppressed nematode attacks significantly; a dose of 20 g produced the lowest intensity (10.00%) compared to the control (71.67%). This effectiveness is thought to be related to the rotenone which is antifeedant and neurotoxic, so tuba powder has the potential to be a sustainable and environmentally friendly control of NPA.