Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan rumah pengering ultraviolet untuk pengeringan tepung timphan di Gampong Ujong XII Aceh Besar (Ultraviolet drying chamber application for drying timphan flour in Ujong XII Village, Aceh Besar District Ratna, Ratna; Aprilia, Sri; Bulan, Ramayanty; Devianti, Devianti
Buletin Pengabdian Vol 1, No 3 (2021): Bull. Community. Serv.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpengmas.v1i3.22800

Abstract

The implementation of this service aims to introduce an ultraviolet (UV) drying chamber, drying techniques/manufacture of pumpkin flour, and glutinous rice flour to reduce the dependence of women members in family welfare empowerment group (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga/PKK) and women members in Integrated Service Post (Pos Pelayanan Terpadu/Posyandu) in Ujong XII Village on the use of flour in the market and replace it with processed flour. The approach method offered in this Product-Based Community Service activity is counseling and training on the manufacture of pumpkin flour and glutinous rice using a UV innovation greenhouse effect dryer. The results achieved in this service are the capacity of the drying house 30 kg with an average drying temperature of 55 C. The community has the skills and practice of processing and drying timphan flour in the form of pumpkin flour and glutinous rice flour. In conclusion, the application of a UV dryer house can facilitate the drying of raw materials for making timphan.
Sosialisasi Pembuatan Pestisida Organik dari Sekam Padi dengan Proses Pirolisis di Aceh Besar Fathanah, Umi; Syamsuddin, Yanna; Darwanis, Darwanis; Suparno, Suparno; Aprilia, Sri; Mulyati, Sri; Lubis, Mirna Rahmah; Amin, Amri
Jurnal Vokasi Vol 8, No 2 (2024): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i2.5529

Abstract

Padi adalah komoditas utama di negara agraris seperti Indonesia, yang sebagian besar penduduknya mengandalkan beras sebagai makanan pokok. Pasca panen, produksi beras menghasilkan limbah sekam padi, yang biasanya dibakar atau dibuang ke sungai, menyebabkan pencemaran dan merusak habitat sungai. Selain itu, petani sering menghadapi masalah hama yang mengakibatkan kerugian besar. Program pengabdian masyarakat berbasis produk (PKMBP) masyarakat bagi kelompok tani di Desa Cot Mesjid, Aceh Besar bertujuan meningkatkan produksi padi dengan mengolah sekam padi menjadi pestisida organik melalui teknologi pirolisis. Kegiatan ini juga mencakup penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan bagi petani untuk meningkatkan keterampilan mitra. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat komersial tetapi juga mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berbahaya bagi masyarakat dan ekosistem lainnya. Mitra telah beralih pada penggunaan pestisida organik hasil pirolisis sekam padi yang telah diproduksi. Dampak akhir dari pelaksanaan program ini adalah tumbuhnya jiwa kewirausahaan pada mitra serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup mitra sasaran.
Pemberdayaan Masyarakat Gampong Tanjung Selamat melalui Pemanfaatan Jerami Padi menjadi Pupuk Kompos Organik di Aceh Besar Fathanah, Umi; Aprilia, Sri; Rinaldi, Wahyu; Lubis, Mirna Rahmah; Syamsuddin, Yanna; Zuhra, Zuhra; Mulyati, Sri; Yunardi, Yunardi; Suparno, Suparno; Amin, Amri
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.8141

Abstract

Limbah jerami padi merupakan hasil samping pertanian yang melimpah di pedesaan dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar petani di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, masih membakar jerami setelah panen, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan menghilangkan unsur hara penting bagi tanah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Gampong Tanjung Selamat dalam memanfaatkan jerami padi menjadi pupuk kompos organik sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan kompos dengan melibatkan 30 mahasiswa KKN dan masyarakat desa. Proses pembuatan kompos dilakukan menggunakan bahan jerami padi, kotoran sapi, sekam, dan dedak dengan penambahan bioaktivator Effective Microorganisms (EM-4) dan molase, kemudian difermentasi selama 21–28 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memproduksi pupuk kompos secara mandiri dengan ciri fisik kompos matang, yaitu berwarna gelap, berbau tanah. Pelaksanaan kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah pertanian yang ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta membuka peluang usaha kecil berbasis produksi kompos desa. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di bidang pertanian.
Transformasi Limbah Sekam Padi menjadi Pupuk Organik melalui Pendekatan Partisipatif sebagai Strategi Pengembangan Desa Mandiri Pangan Rosnelly, Cut Meurah; Fathanah, Umi; Zuhra, Zuhra; Mulyati, Sri; Lubis, Mirna Rahmah; Syamsuddin, Yanna; Yunardi, Yunardi; RCL, Nasrullah; Sofyana, Sofyana; Aprilia, Sri; Suparno, Suparno; Priyanto, Wahyu
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.8870

Abstract

Limbah sekam padi merupakan hasil samping penggilingan padi yang jumlahnya melimpah di wilayah agraris seperti Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Selama ini sekam padi umumnya dibakar atau ditumpuk tanpa pemanfaatan optimal, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan kehilangan nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku pupuk kompos berbasis teknologi sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan kompos, serta monitoring dan evaluasi. Bahan yang digunakan meliputi sekam padi, kotoran sapi, dedak, dan bioaktivator EM4 dalam sistem pengomposan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah sekam menjadi kompos matang yang berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, dan berbau tanah. Pemanfaatan sekam sebagai bulking agent terbukti mendukung proses aerasi dan mempercepat dekomposisi bahan organik. Secara ekonomi, kegiatan ini berpotensi mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dan menekan biaya produksi. Secara ekologis, program ini mendukung penerapan sistem pertanian tanpa limbah (zero waste farming system) serta mengurangi praktik pembakaran sekam. Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah pertanian berbasis potensi lokal dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Mineralogical, Microstructural and Compressive Strength Characterization of Fly Ash as Materials in Geopolymer Cement Cut Rahmawati; Sri Aprilia; Taufiq Saidi; Teuku Budi Aulia
Elkawnie Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v7i1.7787

Abstract

Abstract: This study was designed to examine the mineral, microstructural, and mechanical strength properties of fly ash and its feasibility as a raw material for geopolymer cement. The study used an experimental method by examining the characteristics of fly ash by X-ray Fluorescence Spectrometer (XRF), Fourier transform infrared (FTIR) spectroscopy, X-ray diffraction (XRD), hydrometer method, Scanning electron microscopy (SEM), and compressive strength testing. For creating the geopolymer cement paste, a concentration of NaOH 10M was used, with a ratio of water/solid = 0.4 and a ratio of Na2SiO3/NaOH = 1 using curring at room temperature. The results showed the geopolymer pastes have a compressive strength of 18.1 MPa and 21.5 MPa after 7 days and 28 days. The XRD results showed a decrease in the peak of 2θ at 26.54° because the amorphous part had transformed into a C-S-H solution in geopolymer cement. This finding was supported by the FTIR spectra results showing Si-O-Si bending vibration and the functional group of AlO2. It showed that Nagan Raya fly ash-based geopolymer is a potential construction material.Abstrak: Penelitian ini dirancang untuk mendapatkan sifat mineral, mikrostruktural, dan kekuatan mekanis dari fly ash serta kesesuaiannya sebagai material dasar pada semen geopolimer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan cara  menguji karakteristik dari fly ash dengan pengujian X-ray Fluorescense Spectrometer (XRF), Fourier transform infrared (FTIR) spectoscopy, X-ray diffraction (XRD), hydrometer method, Scanning electron microscopy (SEM) dan kuat tekan.  Untuk pembuatan pasta semen geopolimer digunakan konsentrasi NaOH 10 M, rasio water/solid 0,4 dan rasio Na2SiO3/NaOH = 1 dengan perawatan pada suhu kamar. Hasil menunjukkan setelah 7 hari pasta geopolimer memiliki kuat tekan 18,1 MPa dan 21,5 MPa pada 28 hari. Hasil XRD menunjukkan adanya penurunan puncak 2θ pada 26,54° ini disebabkan karena bagian amorf dari fly ash telah menjadi larutan C-S-H pada semen geopolimer. Hasil ini diperkuat dengan analisis FTIR spectra yang menunjukkan adanya Si-O-Si bending vibration dan gugus fungsi dari AlO2. Hasil menunjukkan fly ash dari Nagan Raya potensial sebagai bahan material konstruksi berbasis geopolimer.