Alfonsus Ara
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Logos

UPAYA MENCARI GAMBARAN YESUS YANG BERCORAK KE-ASIA-AN Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 8 No 1 (2011): Januari 2011
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v8i1.269

Abstract

Keyakinan iman orang-orang Kristen Asia akan Yesus tidak berakar kuat karena tidak lahir dari perjumpaan mereka dengan Yesus sendiri serta cenderung memisahkan mereka (komunitas Kristen Asia) dari konteks historis dan sosial-kulturalnya. Untuk menjawab pokok persoalan ini, para kristolog Asia berjuang untuk meng-Asia-kan atau mengubah kembali gambaran Yesus dengan mempergunakan ungkapan, basis budaya dan kekayaan yang terkandung di bumi Asia sendiri. Mereka menegaskan bahwa gambaran Yesus yang otentik dan relevan bagi dunia Asia hanya dapat ditemukan apabila Gereja Asia kembali kepada Yesus dan menemukan-Nya dalam realitas ganda Asia, yaitu kemiskinan yang mematahkan harapan dan religiositas yang beraneka rupa
CINTA DAN KEBENARAN ALLAH: CAHAYA UNTUK MENERANGI KEHIDUPAN MANUSIA Uraian Teologis atas Pandangan Paus Fransiskus dalam Ensiklik Lumen Fidei, Bab II, “Jika Engkau Tidak Percaya, Maka Engkau Tidak Akan Mengerti” Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 15 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v15i1.332

Abstract

Dunia membutuhkan kebenaran agar bisa membangun kehidupan yang harmonis dan damai. Namun, kebenaran yang dipegang teguh oleh dunia adalah kebenaran yang subyektif, bukan kebenaran yang obyektif sebab kebenaran-kebenaran itu lahir dari pemikiran manusia. Dunia membutuhkan kebenaran yang obyektif, yaitu kebenaran yang bersumber dari Allah. Kebenaran Allah tidak sesat (tidak salah) sebab bersumber dari cinta-Nya. Cinta Allah adalah kebenaran dan kebenaran Allah adalah kebenaran cinta. Cinta Allah adalah kebenaran sebab dinyatakan dalam tindakan-Nya, yaitu setia memberikan isi cinta-Nya demi keselamatan manusia.
INTRODUKSI TEOLOGI (Bagian Pertama) Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 11 No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v11i1.344

Abstract

Teologi adalah ilmu tentang Allah. Sebagai sebuah displin ilmu, teologimemiliki sumber yang otentik, daya kritik, metode dan sistem yang padu. perangkatperangkat ini sangat dibutuhkan agar inti kebenaran iman kepada Wahyu Allah dalam diri Yesus Kristus bisa dijelaskan dan dipertanggungjawabkan dengan akal manusia.
PERIODISASI DAN KARAKTER TEOLOGI ZAMAN MODERN Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 14 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v14i1.409

Abstract

Keunikan teologi modern terletak pada perjuangan para teolog untuk mempertahankan lingkaran kesatuan antara agama, budaya dan spiritual serta menguatnya aksentualisasi pada dimensi rasional untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan isi iman Kristiani. Isi permenungan teologis zaman ini terpusat pada misteri manusia dengan menggunakan filsafat Plato dan Neo- Platonis untuk merumuskan buah permenungan mereka.
KASIH YESUS KRISTUS DI SALIB: Jawaban Tuntas atas Misteri Penderitaan Manusia Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 16 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v16i1.561

Abstract

Penderitaan berasal dari kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan yang terbatas dan dosa-dosa yang dilakukan manusia sendiri. Namun, penderitaan itu dikalahkan oleh kasih Yesus di salib. Dalam “kasih” Yesus, manusia akan menemukan dan memahami cakupan makna fundamental dan definitif dari penderitaan itu sendiri. Karena kasih, Dia memberikan rela tinggal bersama manusia yang menderita, memikul penderitaan manusia serta wafat di salib demi keselamatan manusia. Gereja dipanggil untuk masuk ke dalam kehidupan Yesus yang menderita dan wafat di salib karena kasih-Nya demi keselamatan umat manusia. Hanya dengan cara demikian, Gereja mampu menjelaskan dan bisa menjadi jalan keselamatan bagi orang-orang yang belum mengenal dan mengimani Yesus Kristus sebagai Allah dan Penebus
PERJANJIAN BARU DAN TEOLOGI Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 12 No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v12i2.865

Abstract

Perjanjian Baru bukanlah cabang dari teologi, tetapi sebagai akar, sumber, landasan dan otoritas tertinggi dalam berteologi. Berangkat dari penegasan ini, maka disimpulkan bahwa: pertama, sesungguhnya penulis Kitab Suci Perjanjian Baru tidak berteologi (teologi ilmiah). Mereka hanya menulis dan meneruskan (laporan, rencana) Wahyu Allah yang terpenuhi dalam diri Yesus Kristus (teologi dasar); kedua, Perjanjian Baru adalah inti dari Wahyu Allah sendiri, bukan bagian dari teologi.
TEOLOGI PATRISTIK (Para Bapak Gereja) Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i1.870

Abstract

Para bapak Gereja adalah orang-orang yang berperi hidup saleh, memiliki wawasan yang asali dan berkekuatan doktrinal mengenai ajaran Gereja serta kukuh membela dan mempertahankan iman Gereja. Keutamaan yang terpancar dari peri hidup dan kandungan doktrinal dalam ajaran mereka ini lahir dari keakraban mereka dengan Sabda Allah yang tertuang dalam Kitab Suci: Mereka merenungkan Sabda Allah dan menjelaskannya ke dalam bahasa yang dimengerti untuk memperkaya dan mematangkan iman umat kepada Allah yang mewahyukan diri-Nya dalam Putera-Nya, Yesus Kristus.
TEOLOGI ABAD PERTENGAHAN : (Teologi Skolastik) Dasar, Karakter dan Titik Berangkat Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 13 No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i2.873

Abstract

Kekhasan teologi abad pertengahan terletak pada sisi intrinsik budaya asali yang menjadi landasan berteologi, yaitu budaya iman kristiani sendiri (respublica christiana). Inti teologi abad ini bersumber pada misterisitas Allah sendiri. Allah mewahyukan diri-Nya dalam Putera-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Maestro Utama dan Otoritas Tertinggi. Sabda-Nya diterima sebagai otoritas tertinggi dalam merumuskan iman Gereja. Misteri Allah yang mewahyukan diri ini didekati, dipelajari, diklasifikasi dan didalami  dalam terang iman dan kebenaran (ratio). Sisi internal yang memperlihatkan pembaharuan teologi abad ini ditemukan dalam konsep mengenai “teologi” itu sendiri, metode dan status epistemologinya. Teologi menjadi sebuah ilmu, namun bukan ilmu umum, melainkan ilmu dalam konsep teknis, yaitu cognito rei per causas (akal menjadi media untuk mencari sebab atau alasan). Sebagai sebuah ilmu yang otonom, “teologi tidak lagi menjadi perluasan sederhana dari karya eksegetis, melainkan karya yang sama sekali baru dan berbeda dari ilmu-ilmu yang lain sebab berakar pada misteri (hal-hal supranatural), obyek dari dunia iman (materinya) dan dipadukan dengan kriteria.
INTRODUKSI TEOLOGI Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 11 No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v11i2.1535

Abstract

Teologi adalah ilmu tentang Allah. Sebagai sebuah displin ilmu, teologi memiliki sumber yang otentik, daya kritik, metode dan sistem yang padu. perangkat-perangkat ini sangat dibutuhkan agar inti kebenaran iman kepada Wahyu Allah dalam diri Yesus Kristus bisa dijelaskan dan dipertanggungjawabkan dengan akal manusia
PENGETAHUAN RASIONAL MURNI: Antara Teorema Penciptaan dan Teori Evolusi Gunawan, Leo Agung Srie; Vivaldi, Gerardo; Ara, Alfonsus
LOGOS Vol. 20 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v20i1.2544

Abstract

This article means to explain the epistemology of Immanuel Kant. According to Kant, epistemology has to start from the knowing subject than the known object. Here, it happens the reversal of epistemology as the Copernican revolution. The main reason is that what is known by man contends in the object which appears to the subject (phänomenon) and is not the object itself (noumenon). Based on this, Kant applies the epistemological principle “synthetic a priori,” which elaborated on the thought of transcendental esthetic, transcendental logic, and transcendental dialectic. The transcendental esthetic represents the object precepted by the senses, and then the transcendental logic processes it with the categories in the reason. Particularly, Kant asserts that the soul, the world, and God in the transcendental dialectic are the ideas of intellect, but they do not have natural objects. Finally, he clarifies how the paradigm of transcendental idealism becomes the reconciliation between Rationalism and Empiricism in the way of epistemology