Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENYULUHAN HUKUM ADVOKAT DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN HUKUM SECARA CUMA-CUMA TERHADAP MASYARAKAT YANG TIDAK MAMPU Ahmad Burhanuddin; Hirman Dalimunthe; Manjaidah Situmorang; Meriana Sari
Marsialapari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/marsialapari.v2i2.351

Abstract

penyuluhan
TIGA NOVEL KARYA OKKY MADASARI: PERSPEKTIF KRIMINOLOGI LINGKUNGAN Ahmad Burhanuddin; Ahmadi, Anas; Rengganis, Ririe
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v8i1.319

Abstract

Kelangsungan hidup manusia banyak bergantung pada kelestarian lingkungan. Jika ekosistem terganggu, maka akan terganggu pula kesejahteraan hidup manusia. Alam menjadi jembatan para pengarang dan penulis karya sastra untuk menyampaikan suasana, citraan, latar, ataupun, tema besar yang ada dalam karya sastra. Tiga novel karya Okky Madasari merupakan salah satu novel anak yang di dalamnya terdapat peristiwa tentang lingkungan yang menarik untuk dikaji. Pentingnya penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui kejahatan lingkungan yang ada pada ketiga novel tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa teknik kepustakaan. Dari hasil penelitian didapat tiga permasalahan lingkungan yang terdapat pada ketiga novel karya Okky Madasari yakni perburuan liar, perburuan sastwa langka dan eksploitasi lautan. Di dalam novel, penulis tidak hanya menunjukkan berbagai fenomena kejahatan lingkungan saja, namun disertai dengan penyelesaian dari setiap permasalahan lingkungan, baik itu dilakukan oleh tokoh utama maupun bukan. Melalui novel-novel ini juga tampak bahwa karya sastra juga memiliki peranan dalam upaya pelestarian lingkungan.
Pembinaan Desa Sadar Hukum Keluarga di desa Totomulyu, Kecamatan.Way Bungur, Kabupaten. Lampung Timur Rahmawati, Rita; Purwo Jatmiko; Ahmad Desta Reswandi; Afrizal Sidik; Rudi Santoso; Ahmad Burhanuddin; Syeh Sarip Hadaiyatullah
Jurnal Insan Pengabdian Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Insan Pengabdian Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/jouipi.v2i1.276

Abstract

Masyarakat desa pada umumnya memiliki tingkat kesadaran hukum yang rendah sehingga mengakibatkan adanya permasalahan hukum. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan mungkin adalah salah satu faktor tidak memahami hukum. Untuk mengatasi kurangnya pemahaman tentang hukum, maka rasanya perlu kiranya diperlukan adanya implementasi Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) secara efektif dan berkesinambungan sehingga masyarakat benar-benar memahami pentingnya hukum di desa Patean Kecamatan Batuan. Penelitian dalam kajian ini adalah tipe penelitian hukum normatif. Penelitian hukum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan memilih bahan pustaka atau data sekunder. Teknik pengumpulan data digunakan dalam kajian ini adalah pengumpulan bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Menurut Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, berdasarkan kekuatan mengikatnya bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik Analisis Data merupakan suatu metode atau cara untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan. Dalam kajian ini analisa data dilakukan secara deskriptif analisis. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional mengeluarkan peraturan nomor PHN.HN.03.05- 73 Tahun 2008 tentang Pembentukan dan Pembinaan Keluarga Sadar Hukum dan Desa/Kelurahan Sadar Hukum. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana implementasi dari peraturan tersebut dalam rangka mewujudkan kesadaran hukum di masyarakat, dengan didasarkan pada kriteria penilaian dari peraturan tersebut sebagai indikator dalam menentukan bahwa suatu desa/kelurahan termasuk desa/kelurahan sadar hukum.
ANALISIS KALAM KHABAR DAN KALAM INSYA’DALAM SURAT AL- ZALZALAH Ahmad Burhanuddin; Latifah Khairiyah; Maryam Slafina; Rizaldi Simamora; Nur Amina Hasibuan
Amsal Al-Qur’an: Jurnal Al-Qur’an dan Hadis Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/amsal.v2i2.347

Abstract

sss
PERAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KEAGAMAAN REMAJA Ahmad Burhanuddin; Caesario Razainur Harahap; Delipah Sari Pane; Siti Anum
Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/ahsanitaqwim.v3i1.511

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly influenced the way information is delivered, including in the field of religious education. Instagram, as one of the most widely used social media platforms among teenagers, offers visually engaging features that can attract attention and enhance learning motivation. This study aims to analyze the role of Instagram as a medium of religious education in improving teenagers’ understanding of Islamic teachings. This research employs a qualitative method, with data collected through observing active Islamic educational accounts, interviewing several teenage Instagram users, and documenting various forms of religious content such as short videos, images, and infographics. The results of the study indicate that Instagram can serve as an effective medium for religious education, as the content presented is easier to understand, interactive, and relevant to the lives of teenagers. Creative delivery of religious messages encourages teenagers to learn Islamic values and apply them in their daily lives. However, the study also found challenges, including limited digital literacy and the risk of accessing inaccurate religious content. Therefore, guidance from educators or parents is needed to ensure that Instagram is utilized wisely and responsibly as a medium for religious education.
The Implications of Presidential Instruction Number 1 of 2025 on Educational Budget Efficiency from a Siyāsah Māliyyah Perspective Vega, Nadia Ratu Pratiwi; Relit Nur Edi; Ahmad Burhanuddin
Al-Risalah VOLUME 26 NO 1, MAY (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-risalah.vi.63470

Abstract

Presidential Instruction of the Republic of Indonesia Number 1 of 2025 concerning efficiency in the implementation of the State and Regional Budgets has direct implications for education budget management at the regional level. This study aims to analyze the implications of budget efficiency policies on education budget management at the Education and Culture Office of Lampung Province and to examine them from the perspective of Fiqh Siyasah. This research employs a qualitative method using normative and empirical approaches, with data collected through documentation studies, observation, and interviews with relevant stakeholders. The findings indicate that the implementation of budget efficiency policies in Lampung Province encourages sharper prioritization of education spending, particularly in improving learning quality, strengthening educational facilities, and ensuring equitable access to education. However, it also limits the flexibility of certain development programs considered less urgent. From the perspective of Fiqh Siyasah, budget efficiency policies are consistent with the principles of public welfare (maslahah), distributive justice, and the prohibition of waste (israf), provided that they do not undermine the fulfillment of citizens’ fundamental right to education. This study concludes that education budget efficiency can be aligned with the principles of Fiqh Siyasah when it is oriented toward sustainable educational services and overall public welfare.
MEDIASI KELUARGA SEBAGAI INSTRUMEN PENYELESAIAN KONFLIK RUMAH TANGGA: ANALISIS NORMATIF DAN PSIKOLOGIS Ahmad Burhanuddin; Mulizawati Harmawati; Herman Radiansyah; Junaidi Affandi
I’tiqadiah: Jurnal Hukum dan Ilmu-ilmu Kesyariahan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/itiqadiah.v3i1.628

Abstract

Family mediation constitutes an alternative instrument for resolving domestic conflicts that emphasizes a dialogical and reconciliatory approach rather than rigid litigation procedures. This study aims to analyze the position of family mediation from both normative and psychological perspectives by examining the relevant legal regulations and their implications for the mental well-being of the parties involved. Normatively, the research is grounded in Law Number 1 of 1974 as amended by Law Number 16 of 2019 on Marriage, Law Number 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence, and Supreme Court Regulation Number 1 of 2016 concerning Mediation Procedures. From a psychological standpoint, mediation is viewed as capable of reducing tension, enhancing communication, and maintaining the continuity of family relationships. The findings indicate that family mediation has the potential to serve as a humane dispute resolution mechanism; however, its effectiveness remains constrained by limited legal awareness, a lack of professional mediators, and insufficient psychological protection for vulnerable parties. Strengthening regulatory frameworks and integrating psychosocial support are therefore necessary to ensure that family mediation functions as an adaptive and equitable legal instrument.