Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : TECHNOLOGIC

RANCANG BANGUN PLC TRAINING KIT DIVISI SERVICE PARTS AND WELDING PRODUCTION BERBASIS PLC OMRON CJ2M-CPU11 Subagio, Djoko; Putri, Dwita Khaendy; Ardi, Syahril
Technologic Vol 7 No 2 (2016): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di salah satu perusahaan industri manufaktur yang bergerak di bidang otomotif untuk kendaraan roda empat. Salah satu divisi dalam perusahaan adalah Service Parts & Welding Production Division (SPWPD). Divisi SPWP merupakan divisi yang melakukan produksi part-part untuk kebutuhan service kendaraan roda empat. Pada akhir tahun 2015 hingga 2017 volume produksi SPWPD meningkat dengan target efisiensi produksi 97%. Target ini dapat dicapai dengan Overall Equipment Efficiency (OEE) 97%. Proses produksi SPWPD menerapkan proses otomatisasi sehingga problem yang terjadi pada mesin sangat berpengaruh pada nilai OEE khususnya Availability (AV). Pencapaian AV dipengaruhi oleh line stop yang antara lain dikarenakan lamanya waktu perbaikan trouble elektrik. Waktu perbaikan yang lama ditentukan oleh skill anggota, tools atau tersedianya spare part pengganti bila diperlukan. Skill berpengaruh terhadap kecepatan trouble shooting dalam perbaikan tersebut. Kondisi saat ini upaya peningkatan skill maintenance masih memerlukan skill up sarana training antara lain materi maintenance basic dan training kit yang masih belum lengkap fungsinya yaitu PLC training kit yang hanya terintegrasi dengan lampu dan push button. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penyelesaian yang dilakukan adalah dengan pembuatan PLC training kit yang terintegrasi dengan output device seperti pneumatic system, buzzer dan motor induksi tiga fasa dengan menggunakan PLC sebagai perangkat proses serta sistem kontrol. Diharapkan PLC training kit ini dapat mempermudah aktifitas training sehingga dapat meningkatkan skill member maintenance dalam menganalisa trouble elektrik sehingga line stop akibat lamanya repair menurun.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM KONTROL ELEKTRIK MESIN BREAKER CAULKING HORN BERBASIS PLC OMRON CJ2M CPU13 Afianto, Afianto; Riestiawan, Rian Tutut; Ardi, Syahril
Technologic Vol 7 No 2 (2016): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data dari Departemen Produksi di sebuah Perusahaan Manufaktur pada bulan Maret 2015 produksi horn meningkat dan kemampuan mesin yang tersedia belum mampu memenuhi target produksi. Divisi produksi bagian horn membutuhkan mesin breaker caulking baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Berdasarkan permintaan tersebut, Divisi Machinery membuat dan merakit mesin Breaker Caulking yang dapat melakukan riveting secara otomatis. Mesin Breaker Caulking merupakan salah satu mesin yang digunakan untuk produksi horn yang berfungsi untuk merivet lempengan alumunium pada bagian horn. Mesin ini menggunakan mekanisme rotary index table yang berfungsi untuk menyalurkan barang dari loading operator menuju riveting unit di dalam mesin. Mesin ini menggunakan sistem kontrol berbasis PLC OMRON CJ2M-CPU13. Proses perakitan sistem kontrol dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: perancangan, pemasangan, pengabelan dan tahap pengujian sistem kontrol. Dengan adanya mesin Breaker Caulking ini, proses riveting pada horn dapat dilakukan secara otomatis. Dengan demikian produktivitas horn dapat ditingkatkan dan kualitas produk tetap terjaga serta meningkatkan kapasitas produksi dari 2800pcs/jam menjadi 3200pcs/jam.
DISAIN KONTROL MESIN AUTO BLOW MENGGUNAKAN SISTEM KENDALI PLC DI INDUSTRI MANUFAKTUR Hidayat, Muhammad; Mushlihuddin, Afif; Ardi, Syahril
Technologic Vol 7 No 2 (2016): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur. Perusahaan Manufaktur ini mempunyai project untuk mengubah kerja manual menjadi otomatis pada line BD 4. Line BD 4 adalah line yang memproduksi brake drum kendaraan roda 4. Pada line ini masih terdapat beberapa proses manual salah satunya adalah proses blowing. Proses blowing adalah proses untuk membersihkan part dari cairan honing liquid yang didapat pada proses permesinan sebelumnya. Proses blowing ini harus dilakukan karena sebelum dilakukan proses meassuring, part harus bersih dari cairan. Namun proses blowing manual ini sering kali tidak membuat part bersih dari cairan honing liquid sehingga mengakibatkan terganggunya proses meassurring part dan juga proses ini membuat area line BD 4 menjadi licin dan kotor, karena proses ini dilakukan di atas konveyor. Sehingga, untuk menanggulangi masalah tersebut ini, penulis dan tim kaizen melakukan sebuah improvement dengan membuat mesin auto blow untuk menggantikan proses blowing manual. Mesin auto blow menggunakan PLC untuk sistem kontrolnya, hal ini untuk mempermudah jika mesin akan dikembangkan lebih lanjut. Setelah dibuatnya mesin auto blow, proses blowing manual menjadi hilang dan produktivitas perusahaan menjadi meningkat.
DISAIN OTOMASI SISTEM FEEDING DAN DISCHARGED PADA KERNEL SRIER SILO UNTUK MENURUNKAN MOISTURE KERNEL PRODUKSI Rosyidi, Edwar; Aulia, Ananda; Ardi, Syahril
Technologic Vol 7 No 2 (2016): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kernel drier silo merupakan unit yang bertugas untuk menurunkan kadar air kernel dengan cara pemanasan serta penahanan di kernel drier silo secara kontinu. Untuk mencapai standar kadar air kernel produksi 5.5-6.5%, kernel di panaskan di dalam silo dalam jangka waktu tertentu. Selama ini sistem pemanasannya kernel drier silo menggunakan metode kontinu, dimana feeding berupa kernel mentah terus di masukkan ke dalam silo. Pemanasan di lakukan dengan suhu berkisar antara 97º - 110 ⁰C, silo yang berisi kernel matang akan dikirim untuk proses transfer ke kernel hopper. Hal tersebut membuat proses pemasakan kernel tidak maksimal karena tiap kernel tidak mendapat durasi yang seragam untuk pemanasan dan penahanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses pemanasan kernel yang bertujuan untuk mengurangi kadar air kernel sesuai standar. Memanfaatkan faktor retention time, maka perancangan alat terdiri dari silinder yang berfungsi sebagai pembuka dan penutup feeding serta discharged, timer sebagai pengatur jalannya silinder dan sensor capacitance level switch control sebagai pembaca level kernel didalam kernel drier silo. Hasil perancangan ini diharapkan dapat diterapkan dan berhasil mengurangi kadar air pada kernel produksi sesuai standar 5.5 -6.5%.
MODIFIKASI KONTROL MESIN DRILL OIL HOLE BERBASIS PLC OMRON CJ1M-CPU21 UNTUK LINE AUTOMATION ROBOT 15 Ponco, Agus; Muhammad, Rayaldi; Ardi, Syahril
Technologic Vol 8 No 1 (2017): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan spare part engine berupa piston. Secara garis besar, proses produksi yang ada terdiri dari proses melting, casting, cutting, heat treatment, machining, degreasing, coating, dan visual. Dalam upaya meningkatkan produktivitas produksi pihak perusahaan melalui departement maintenance berencana membuat line automation robot baru, namun terdapat masalah yang muncul dalam pembuatan line automation robot yaitu beberapa mesin-mesin di line 15 masih belum compatible untuk diintegrasikan dengan robot ABB-IRB1600 terutama pada bagian sistem kontrol. Salah satunya adalah mesin drill oil hole, dengan sistem kontrol mesin yang masih harus dioperasikan oleh operator dalam proses start dan stop mesin, selain itu belum adanya perangkat sensor untuk menunjang proses di mesin drill oil hole. Oleh karena itu penulis memodifikasi mesin tersebut dengan menambahkan tambahan komponen sensor seperti mechanical touch switch, reed switch, dan proximity switch serta aktuator seperti buzzer, warning lamp,tabular lamp, dan motor coolant, merubah kontrol menjadi automatis dengan mengintegrasikan mesin melalui perangkat remote terminal sehingga masalah pada pembuatan line automation robot 15 dapat berjalan.
DESIGN OF WIRELESS CONTROL SYSTEMS AND NAVIGATION SYSTEMS ON THE AUTONOMOUS VEHICLES AT HEAVY EQUIPMENT COMPANY Suprapto, Heru; Nur Fauzi, Iqbal; Ardi, Syahril; Ponco, Agus
Technologic Vol 13 No 2 (2022): Thirteenth Volume of the Technology Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v13i2.414

Abstract

In this paper, the research development of the Autonomous Vehicle Prototype project has been carried out. The research was carried out on a golf cart (buggy) by designing wireless control and navigation systems. Designing a wireless control system on a golf cart aims to control the drive systems, steer systems, and brake systems. Furthermore, this system can be controlled electrically wirelessly through a Joystick Radio Controller, so that the golf cart can move forward, reverse, turn right and turn left. The navigation system aims to enable golf carts to track from point A to point B by using several sensors, including the GPS (Global Positioning System) sensor. GPS is used for tracking position on the golf cart, IMU (Inertia Measurement Unit) as a measure of the golf cart heading degree, LIDAR (Light Distance and Ranging) is used to detect distance and avoid obstacles, and Hall Effect Sensor as a speed sensor. The integration of the sensor and actuator systems is carried out using an Arduino Mega 2560 type microcontroller. Next, the movement from point A to point B is carried out autonomously. The final result of this research is that the GPS sensor can detect a track distance of 68.8 m with a minimum accuracy of 3 m and a resolution of 1 m. The IMU sensor can detect headings of 90o with 2o accuracy and 1o resolution. The LIDAR sensor can detect obstacles at a distance of 0 m – 4 m, and the Hall Effect sensor can detect the RPM of the car at a speed of 5 km/h. Golf cart control can be done wirelessly and automatically on the navigation system from point A to point B by avoiding obstacles.
OPTIMISATION OF PRODUCT MARKING ACCURACY THROUGH THE IMPLEMENTATION OF A QR CODE SCANNER SYSTEM BASED ON RASPBERRY PI SBC IN THE AUTOMOTIVE MANUFACTURING INDUSTRY Ardi, Syahril; Suprapto, Heru; Fadhilah Irfan, Mochamad Nur; Hidayat, M
Technologic Vol 16 No 1 (2025): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v16i1.473

Abstract

In automotive manufacturing, accurate product marking is essential for traceability and safety. One interior component requires laser marking of the label "AIR BAG" and the attachment of a QR code. However, production data revealed recurring defects due to missing QR code labels or skipped marking processes, which were caused by the lack of a verification system. This study aims to design and implement an automated QR code verification system using a Raspberry Pi 4, a single-board computer (SBC) of this type. The novelty of this approach lies in its cost-effective integration of hardware and image processing software (OpenCV) to detect QR codes in real time. The system is designed to scan for a QR code before the laser marking process begins. If a QR code is detected, a signal is sent to the laser machine to proceed with marking. It ensures that each product is verified correctly and marked. The method involved prototyping, software development, hardware integration, and implementation on a real production line. Results showed a significant reduction in marking-related defects and an improvement in process reliability. This solution minimizes operator error, enhances production efficiency, and supports quality assurance. Future work will focus on integrating the system with PLC-based controls and exploring machine learning techniques to enhance detection accuracy and facilitate predictive maintenance.