Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Mengintegrasikan keterampilan green ke dalam bimbingan karier: model teoretis untuk pengembangan karier yang berkelanjutan Rama, alzet; Lofandri, Wiki; Mukhlizul Fuad, Saftrian
Education and Social Sciences Review Vol. 6 No. 2 (2025): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr674600

Abstract

Artikel ini mengembangkan sebuah model teoritis integrasi keterampilan hijau (green skills) ke dalam bimbingan karir vokasional untuk mendukung pengembangan karir berkelanjutan. Model ini menjawab urgensi transisi ekonomi hijau dengan mengusulkan lima komponen kunci: landasan filosofis karir berkelanjutan, klasifikasi tiga dimensi green skills (teknis, transversal, dan manajemen karir), proses bimbingan karir yang diperkaya, serta peran dan kompetensi baru konselor sebagai fasilitator karir hijau. Model ini berfungsi sebagai kerangka sistematis untuk mengubah layanan bimbingan karir dari pendekatan reaktif menjadi kekuatan strategis yang proaktif dan transformatif, sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara pendidikan vokasi dengan dinamika pasar kerja hijau. Implementasinya memerlukan kolaborasi dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem pendukung yang efektif.
Kerangka konseptual untuk mengembangkan kembali bimbingan karier dalam pendidikan kejuruan Rama, alzet; Lofandri, Wiki
Education and Social Sciences Review Vol. 6 No. 1 (2025): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr680100

Abstract

Artikel ini mengkritisi paradigma tradisional bimbingan karir dalam Pendidikan Teknik dan Kejuruan (TVET) yang berfokus pada penyerapan kerja jangka pendek (job-placement), yang dinilai tidak lagi relevan menghadapi dinamika karir abad ke-21 yang volatil, kompleks, dan non-linier. Sebagai alternatif, artikel mengusulkan pergeseran paradigma teoretis menuju pendekatan manajemen karir sepanjang hayat (lifelong career-management). Kerangka baru ini dibangun di atas fondasi teori karir kontemporer seperti Career Construction Theory, Chaos Theory of Careers, dan Happenstance Learning Theory, yang menekankan peran individu sebagai agen aktif dalam mengkonstruksi, mengadaptasi, dan mengelola narasi karirnya sendiri. Artikel merumuskan kerangka konseptual untuk mengimplementasikan paradigma ini dalam ekosistem TVET, yang mencakup pengembangan kompetensi inti manajemen karir, transformasi peran peserta didik dan pendidik, serta strategi integrasi kurikuler, layanan berkelanjutan, kemitraan dinamis, dan pemanfaatan teknologi digital. Tujuannya adalah memberdayakan lulusan TVET dengan ketahanan karir dan kemampuan belajar sepanjang hayat untuk navigasi yang sukses dalam lanskap pekerjaan yang terus berubah.
Olahraga dan Penurunan Kenakalan Remaja dengan Menerapkan Nilai-nilai Sosial di Masyarakat Eko Purnomo; Afrizal S; Rila Muspita; Nina Jermaina; Eddy Marheni; Amin Akbar; Andri Gemaini; Alzet Rama; Andri Dermawan
Lentera Negeri Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991300

Abstract

Kenakalan remaja menjadi salah satu tantangan serius dalam pembinaan generasi muda, terutama di daerah terpencil. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kenakalan remaja melalui kegiatan olahraga yang terintegrasi dengan penerapan nilai-nilai sosial, seperti kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan empati. Sasaran kegiatan ini adalah siswa SMA N 2 Kepulauan Mentawai, yang diberikan pendampingan berupa pelatihan olahraga, diskusi kelompok, dan simulasi nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam aktivitas olahraga yang bermakna dapat membantu mengalihkan perhatian mereka dari perilaku negatif dan mendorong pembentukan karakter positif. Selain itu, penerapan nilai-nilai sosial dalam konteks olahraga terbukti meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya hubungan yang harmonis di masyarakat. Program ini berpotensi menjadi model pembinaan karakter yang dapat diterapkan di berbagai daerah untuk mendukung pembangunan sosial dan moral remaja.
Konseling trauma dengan ifdil perceptual light technique (IPLT) untuk pendampingan psikososial penyintas bencana hidrometeorologi sumatera barat Ifdil Ifdil; Asmar Yulastri; Afdal Afdal; Nurhastuti Nurhastuti; Yudi Antomi; Zadrian Ardi; Zahriyah Simargolang; Evelynd Evelynd; Alzet Rama; Annisaislami Khairati; Nur Adila Wafiqoh
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991630

Abstract

Bencana hidrometeorologi tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian material, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang signifikan bagi masyarakat terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi konseling trauma menggunakan Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) dalam kegiatan pendampingan psikososial bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat serta menganalisis respons penyintas terhadap intervensi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus multipel yang dilaksanakan di tiga wilayah terdampak bencana, yaitu Nagari Salareh Aia, Nagari Silayang, dan Nagari Koto Tinggi. Sebanyak 287 penyintas terlibat dalam kegiatan pendampingan psikososial. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, catatan proses layanan, dokumentasi kegiatan, serta pengukuran tingkat distres trauma menggunakan instrumen Impact of Event Scale-Revised sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi psikososial berbasis IPLT berkontribusi dalam menurunkan tingkat kecemasan, menstabilkan kondisi emosional, serta meningkatkan strategi koping adaptif pada penyintas. Analisis kuantitatif menunjukkan penurunan rerata skor distres trauma dari 38,3 menjadi 26,3 setelah intervensi dengan persentase penurunan sebesar 31,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa IPLT dapat menjadi pendekatan intervensi psikososial yang kontekstual dan adaptif dalam mendukung pemulihan psikologis serta memperkuat resiliensi komunitas pascabencana.
Revitalisasi bimbingan karier di era kecerdasan buatan generatif: sebuah telaah kritis terhadap kerangka teoretis alzet Rama; Wiki Lofandri; Saftrian Mukhlizul Fuad
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces677600

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi dampak transformatif Generative AI terhadap landasan teoretis konseling karir dalam pendidikan vokasi. Melalui analisis kritis terhadap teori-teori tradisional seperti Holland, Super, Krumboltz, dan SCCT, penelitian mengungkap bahwa asumsi stabilitas, linearitas, dan pencocokan statis (matching) karir tidak lagi memadai dalam lanskap kerja yang dinamis dan non-linier di era AI. Generative AI menawarkan kapabilitas analisis data, prediksi, personalisasi, dan simulasi yang memungkinkan pendekatan konseling yang lebih dinamis, preskriptif, dan berorientasi pada navigasi. Namun, integrasi ini menghadirkan tantangan etika seperti bias algoritma, ketergantungan berlebihan pada teknologi, dan isu privasi data. Artikel menyimpulkan bahwa teori-teori tradisional perlu diinterpretasikan ulang dan diintegrasikan ke dalam paradigma baru yang mengedepankan co-creation antara konselor, klien, dan AI, dengan peran konselor berevolusi menjadi interpreter etis, pemandu naratif, dan fasilitator literasi digital untuk memastikan relevansi dan keadilan dalam praktik konseling vokasi di masa depan
Membangun ketangguhan adaptif lulusan vokasi: sebuah tinjauan konseptual atas strategi konseling berbasis resiliensi alzet Rama; Wiki Lofandri; Saftrian Mukhlizul Fuad
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces677700

Abstract

Artikel ini menyajikan tinjauan konseptual sistematis tentang penguatan adaptabilitas karir dalam Pendidikan Teknik dan Kejuruan (TVET) melalui strategi konseling berbasis resiliensi. Dalam menghadapi disrupsi otomatisasi dan Revolusi Industri 4.0, lulusan TVET tidak hanya memerlukan keterampilan teknis, tetapi juga kapasitas psikologis untuk beradaptasi dan bangkit dari tantangan karir. Kajian ini mengintegrasikan konsep adaptabilitas karir (melalui komponen Concern, Control, Curiosity, Confidence) dan resiliensi psikologis (melalui faktor pelindung seperti dukungan sosial, efikasi diri, dan pola pikir berkembang) ke dalam kerangka kerja Adaptive Resilience Framework for TVET. Artikel ini mengidentifikasi lima strategi konseling berbasis resiliensi yang efektif, meliputi penguatan efikasi diri vokasional, pelatihan pola pikir berkembang, konseling naratif karir, pembangunan jejaring dukungan sosial, serta integrasi keterampilan masa depan. Model yang diusulkan menawarkan pendekatan holistik dan siklik untuk mempersiapkan lulusan TVET menjadi individu yang tangguh, proaktif, dan siap menghadapi ketidakpastian karir jangka panjang.
Kerangka teoretis pembelajaran personalisasi berbasis AI untuk perguruan tinggi: analisis konseptual Alzet Rama; andri Dermawan; Nova Chintia Rahma; Meila Rosi Putri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 1 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/085901011

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat, seperti penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, secara drastis mengubah pendidikan tinggi.  Efektivitas pembelajaran terhambat oleh pendekatan satu ukuran untuk semua dalam pendidikan massal, yang sering mengabaikan kebutuhan beragam siswa.  Melalui integrasi sistem rekomendasi, analisis pembelajaran, dan algoritma adaptif, penelitian ini bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja teoretis berbasis AI yang akan meningkatkan pembelajaran yang disesuaikan dalam pendidikan tinggi.  Studi ini menggunakan pendekatan konseptual, menggabungkan alat kecerdasan buatan (AI) seperti machine learning dan pemrosesan bahasa alami (NLP) dengan konsep pedagogis seperti konstruktivisme dan andragogi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memungkinkan pengalaman belajar yang dinamis dan berpusat pada siswa, seperti umpan balik instan, rekomendasi sumber daya yang disesuaikan, dan modifikasi kurikulum secara real-time.  Namun, masalah seperti bias algoritmik, privasi data, dan ketidakseimbangan infrastruktur membuat implementasi menjadi sulit. Meskipun konsekuensi praktis menekankan pentingnya kerja sama antara pendidik, pengembang teknologi, dan pembuat kebijakan, implikasi teoretis menyoroti kebutuhan akan metode multidisiplin dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dengan konsep pedagogis.  Kesimpulannya, jika AI diterapkan dengan teknik berorientasi manusia dan tata kelola etis, ia memiliki potensi untuk secara signifikan meningkatkan inklusivitas dan fleksibilitas sistem pendidikan.
Media sosial dan perubahan interaksi manusia: analisis dampak teknologi pada hubungan sosial kontemporer Alzet Rama; Shinta Winda Putri; Shanti Winda Putri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 2 (2024): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/085911011

Abstract

Pengaruh transformatif media sosial terhadap hubungan manusia modern dibahas dalam penelitian ini, yang juga menganalisis bagaimana media sosial baik mempromosikan konektivitas global maupun merusak kedalaman hubungan interpersonal.  Penelitian ini mengungkap paradoks melalui tinjauan literatur kualitatif terhadap kerangka teoritis seperti individualisme terhubung dan desa global: platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok memfasilitasi komunikasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sambil juga memperburuk hubungan yang bersifat performatif, isolasi, dan disinformasi.  Hasil menunjukkan bahwa interaksi yang didorong oleh algoritma merusak kepercayaan dan kedekatan emosional dengan memprioritaskan viralitas di atas keaslian.  Untuk mengurangi dampak negatif seperti ruang gema dan pelanggaran privasi data, studi ini menekankan kebutuhan kritis akan literasi digital, desain platform yang etis, dan tindakan legislatif. Untuk mendefinisikan ulang koneksi yang bermakna di era digital, penelitian ini mendorong kerja sama interdisipliner dan menyarankan penelitian lebih lanjut mengenai dampak psikologis jangka panjang, teknologi imersif (seperti metaverse), dan perbedaan antar generasi.  Pada akhirnya, penelitian ini menegaskan bahwa menjaga keutuhan sosial yang terwujud secara fisik sambil menyeimbangkan manfaat teknologi merupakan hal yang esensial bagi kesejahteraan masyarakat
Leveraging generative AI models to optimize image-based diagnostics in telehealth services in indonesia: a 2025 perspective Alzet Rama; Wiki Lofandri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 1 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086149011

Abstract

The rapid advancement of telehealth services has transformed healthcare delivery, particularly in regions with limited access to medical specialists. Recent developments in generative artificial intelligence (AI) offer promising solutions to enhance diagnostic accuracy, especially in image-based medical assessments such as radiology, dermatology, and pathology. This study aims to investigate the integration of generative AI models within telehealth platforms to optimize diagnostic workflows in Indonesia. A mixed-method approach was employed, involving a simulated dataset of 10,000 annotated medical images and a usability assessment with 120 healthcare practitioners across primary healthcare centers. The generative AI model was trained to augment diagnostic images, improve feature visibility, and assist physicians in detecting early-stage diseases. Quantitative results showed a 23% improvement in diagnostic accuracy and a 30% reduction in analysis time compared to traditional telehealth systems. Additionally, qualitative findings highlighted enhanced user confidence and satisfaction with the AI-assisted platform. This research underscores the potential of generative AI to bridge diagnostic gaps in telehealth services, offering scalable and cost-effective solutions for Indonesia’s healthcare ecosystem. Recommendations for implementation and ethical considerations are also discussed.
Legal gaps in indonesia's electronic information and transactions law in addressing deepfake technology: challenges and regulatory recommendations Alzet Rama; Wiki Lofandri; Anggi Firmanjaya Saputra
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086155011

Abstract

Deepfake technology, which leverages advanced artificial intelligence to create hyper-realistic manipulated media, has emerged as a significant legal and ethical challenge worldwide. In Indonesia, the rapid proliferation of deepfake content—ranging from political disinformation to non-consensual pornography—poses serious threats to privacy, reputation, and public trust. However, the existing Electronic Information and Transactions (ITE) Law does not explicitly regulate the creation, distribution, or malicious use of deepfake materials. This study employs a normative juridical approach combined with comparative legal analysis to examine the legal gaps within the ITE Law in addressing deepfake-related offenses. The research analyzes relevant case studies in Indonesia, evaluates the adequacy of current legal provisions, and compares Indonesia’s regulatory stance with that of jurisdictions such as the European Union, the United States, and Singapore. Findings reveal that the absence of specific legal definitions and enforcement mechanisms for deepfake content hinders effective law enforcement and victim protection. The study proposes concrete policy recommendations, including amendments to the ITE Law, the introduction of a comprehensive definition of deepfake technology, and the establishment of a multi-stakeholder oversight framework. These recommendations aim to strengthen Indonesia’s legal capacity to safeguard individual rights and uphold digital integrity in the era of AI-driven media manipulation