Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

STUDI KASUS ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DIBERIKAN TINDAKAN MASSAGE COUNTERPRESSURE Putu Sri Eddy Farida Christiana; Ni Made Ari Sukmandari; Claudia Wuri Prihandini
ASSYIFA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/ajk.v4i1.150

Abstract

Post partum mothers experience physiological changes in uterine involution. Uterine involution in post partum mothers can cause pain in the uterus called afterpains. This raises the problem of acute pain in postpartum mothers. Management that can be done to reduce postpartum pain by providing counterpressure. Post partum mothers who counterpressure will be more free from pain, can manage fear, create feelings of comfort and relaxation. The purpose of this scientific work was carried out to determine the description of post partum nursing care with acute pain nursing problems given counterpressure massage action at Mengwi I Community Health Center. Descriptive method with a case study approach to the nursing care process carried out in managing clients with acute pain including assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation and evaluation. Patient collection was carried out using purposive sampling technique in Mengwi I Community Health Center. The final scientific work of nurses involved three patients who were given counterpressure massage for 20 minutes. Evaluation of the action of the patient who initially experienced pain with an average scale of 6 which is classified as moderate pain and after being given counterpressure acute pain nursing problems have been resolved as evidenced by patients reporting reduced pain with an average pain scale of 3 which is included in mild pain. Giving counterpressure massage can overcome acute pain in postpartum patients so it is recommended that postpartum patients be given counterpressure massage to overcome pain.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN GAWAI DENGAN NOMOPHOBIA PADA SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 4 SINGARAJA Komang Mia; Komang Yogi Triana; Ni Made Ari Sukmandari
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.284

Abstract

Pendahuluan: Gawai atau gadget merupakan sebuah perangkat elektronik dan alat komunikasi yang paling popular di era sekarang ini. Penggunaan gawai sudah menjadi kebiasaan terlebih lagi tingginya penggunaan gawai yang tidak dibatasi dalam batas waktu kemungkinan besar menimbulkan ketergantungan dan gejala nomophobia, nomophobia yaitu kecemasan, ketakutan bahkan ketidaknyamanan seseorang apabila jauh dari gawainya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gawai dengan nomophobia pada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Singaraja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain descriptive analitik dengan pendekatan cross sectional dengan variable yang diukur adalah penggunaan gawai dan nomophobia. Teknik pengambilan sampel yaitu cara purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan berjumlah 82 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner penggunaan gawai dan NMP-Q. Analisis univariat ditampilkan dalam bentuk tabel frekuensi dan analisis bivariat dilakukan dengan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan gawai kategori tinggi sebanyak 69 orang (84,1%) dan kategori rendah sebanyak 13 orang (15,9%). Untuk tingkat nomophobia menunjukkan 5 orang (6,1%) mengalami nomophobia rendah, 34 orang (41,5%) mengalami nomophobia sedang dan 43 orang (52,4%) mengalami nomophobia tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan gawai dengan nomophobia pada siswa kelas XI IPS Di SMA Negeri 4 Singaraja dengan nilai p value = 0,002 (α <0,05). Simpulan: Para siswa hendaknya harus lebih bijak dan bisa mengontrol diri serta waktu dalam menggunakan gawai sehingga tidak mengalami ketergantungan atau nomophobia, maka dari itu gunakanlah gawai sesuai dengan standar pemakaian.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT BALIMED Devy Pandini; Claudia Wuri Prihandini; Ni Made Ari Sukmandari
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.288

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang diakibatkan oleh penumpukan plak di dinding arteri dan insidensinya meningkat dalam beberapa tahun terakhir. PJK merupakan penyakit yang paling umum terjadi dan meningkat di negara berkembang dengan pendapatan menengah dan rendah, salah satunya di Indonesia. Hal tersebut berhubungan dengan faktor risiko PJK salah satunya adalah aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan prevalensi PJK di Rumah Sakit Balimed Buleleng.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional untuk melihat hubungan aktifitas fisik dan prevalensi Penyakit Jantung Koroner (PJK).  Jumlah sample sebanyak 96 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.  Hasil: Data penelitian diperoleh dari data rekam medis dan wawancara pasien untuk pengisian kuesioner aktivitas fisik. Uji korelasi Spearman Rank dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara dua variabel berskala ordinal yaitu aktivitas fisik dengan prevalensi PJK. responden dengan aktivitas fisik rendah sebanyak 40 responden dengan presentase 41.7%, responden dengan aktivitas fisik sedang sebanyak 43 responden dengan presentase 44.8%, dan responden dengan aktivitas fisik berat sebanyak 13 responden dengan presentase 13.5%. Variabel dikatakan memiliki korelasi jika nilai p