Nyoman Wiraadi Tria Ariani
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELATIHAN GOAL SETTING UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI AKADEMIK SISWA Nyoman Wiraadi Tria Ariani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.49659

Abstract

This research aimed to examine the effectiveness of goal-setting training in improving students' academic self-efficacy. The study employed a quantitative approach with a one-group pre-test and post-test design. The sample was selected using purposive sampling and consisted of 12 individuals. Data analysis involved using paired sample t-tests to assess the effectiveness of the intervention by examining the differences between pre-treatment and post-treatment scores. The goal-setting training comprised five sessions, namely: (1) self-analysis, (2) career insights, (3) goal setting and career planning, (4) action planning, and (5) evaluation, all of which aimed to address issues related to the academic self-efficacy of tenth-grade students. The results of the study revealed that goal-setting training did not lead to a significant improvement in the academic self-efficacy scores of the students. The increase in academic self-efficacy scores was observed in only a small subset of the students who participated in the training, and even then, the improvement was modest, only a few points. This outcome may be attributed to the limited openness of some students in fully benefiting from each training session and time constraints, often coinciding with practical lessons. Consequently, students undergoing the training may have experienced a lack of focus during the training sessions. This situation underscores the need for further efforts to enhance the effectiveness of goal-setting training. Potential measures include increasing student engagement, providing more intensive support, or better aligning the training schedule to minimize conflicts with practical lessons.
Implementasi Pembelajaran Mendalam Untuk Menguatkan Karakter Murid Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar A. A. Abriellia Swastika Putri; I Made Arsa Wiguna; Nyoman Wiraadi Tria Ariani
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8114

Abstract

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman bermakna, pengalaman belajar kontekstual, serta penguatan karakter murid melalui pembelajaran yang berkesadaran (Mindful learning), bermakna (Meaningful learning), dan menyenangkan (Joyful learning). Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana perencanaan pembelajaran mendalam yang dilakukan guru untuk menguatkan karakter murid kelas IV SD Negeri 1 Gianyar, 2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran mendalam yang dilakukan guru untuk menguatkan karakter murid kelas IV SD Negeri 1 Gianyar, dan 3) Apa implikasi dari penerapan pembelajaran mendalam terhadap murid kelas IV SD Negeri 1 Gianyar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan implikasi implementasi pembelajaran mendalam dalam menguatkan karakter murid kelas IV SD Negeri 1 Gianyar. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini adalah teori konstruktivisme dan teori perkembangan moral. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran mendalam dilakukan melalui penyusunan modul ajar yang memuat tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, proyek pembelajaran, serta bentuk penugasan kelompok maupun individu. 2) Pelaksanaan pembelajaran mendalam dilaksanakan melalui aktivitas menonton, observasi kegiatan, praktik kegiatan, presentasi dan refleksi hasil kegiatan. Serta strategi guru menguatkan karakter melalui 4 pembiasaan memulai dan mengakhiri pembelajaran dengan doa, menyanyikan lagu wajib, melatih kemampuan berpikir kreatif, motivasi, menjaga kebersihan. 3) Implikasi penerapan pembelajaran mendalam menunjukkan adanya penguatan karakter murid yang tercermin dalam delapan dimensi profil lulusan, yaitu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Melalui implementasi pembelajaran mendalam, murid menjadi lebih aktif, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta mampu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
PENINGKATAN DISIPLIN ANAK KELOMPOK B MELALUI KEGIATAN RUTIN CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN DI TK DHARMA PRAJA DENPASAR Kadek Mardewi Widia Sari; Marsono Marsono; Nyoman Wiraadi Tria Ariani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.12875

Abstract

Discipline is an important aspect of character development in early childhood that can be fostered through habituation activities in daily life. However, some children still experience difficulties in complying with rules and participating in school activities in an orderly manner. This study aimed to describe the implementation of a routine handwashing activity before meals and to analyze its impact on improving the discipline of Group B children at TK Dharma Praja Denpasar. The study employed a collaborative Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and Taggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 18 Group B children, comprising 8 boys and 10 girls. Data were collected through observations, interviews, documentation, and field notes, and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The results showed that the routine handwashing activity before meals could be implemented consistently as a habituation practice that trained children to follow rules, queue orderly, wait for their turn, and comply with teachers’ instructions. The percentage of children achieving the categories of Developing as Expected and Developing Very Well increased from 27.8% in the pre-cycle to 50.0% in Cycle I and reached 77.8% in Cycle II. Therefore, the implementation of routine handwashing before meals was effective in improving the discipline of Group B children at TK Dharma Praja Denpasar. These findings indicate that handwashing before meals not only promotes clean and healthy living habits but also contributes to the development of discipline in early childhood. ABSTRAK Disiplin merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter anak usia dini yang perlu dikembangkan melalui kegiatan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih terdapat anak yang belum mampu mematuhi aturan dan mengikuti kegiatan secara tertib di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan rutin cuci tangan sebelum makan serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan disiplin anak kelompok B di TK Dharma Praja Denpasar. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 anak kelompok B yang terdiri atas 8 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan rutin cuci tangan sebelum makan dapat dilaksanakan secara konsisten sebagai bentuk pembiasaan yang melatih anak mematuhi aturan, mengantre dengan tertib, menunggu giliran, serta mengikuti instruksi guru. Persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 27,8% pada pra-siklus menjadi 50,0% pada siklus I dan mencapai 77,8% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan kegiatan rutin cuci tangan sebelum makan efektif dalam meningkatkan disiplin anak kelompok B di TK Dharma Praja Denpasar. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan cuci tangan sebelum makan tidak hanya mendukung pembiasaan hidup bersih dan sehat, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan karakter disiplin anak usia dini. Â