Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pelatihan Pengenalan Mesin Las Listrik Bagi Siswa SMK N 4 Kota Serang-Banten Arif, Joni; Prayitno, Pungkas; Arif, Syaiful; Rustama, Daya; Firmansyah, Heical
Tensile : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Teknik Mesin ,Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.338 KB)

Abstract

Berdasarkan data BPS Kota Serang, pada tahun 2015 terjadi kenaikan jumlah penduduk Kota Serang berjumlah 643. 205 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk rata-rata sebesar 2.411 jiwa/ km2. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu wahana pendidikan formal, yang mempunyai tujuan mempersiapkan para siswanya untuk menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan, keahlian dan kesiapan dalam bekerja. Tujun pengabdian masyarakat untuk membantu kebutuhan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi sesuai dengan bidang keahlian yang sedang berkembang di masyarakat. Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Teknologi Pengelasan adalah salah satu teknik keterampilan jurusan di SMK dimana teknologi ini berhubungan erat dengan teknologi permesinan. Pengelasan ialah teknologi penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk, dengan atau tanpa pengaruh tekanan dan dengan atau tanpa logam pengisi. Harapan Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai kompentesi program keahlian yang dipilihnya serta Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pembelajaran Kurikulum Teknik Mesin Universitas Sutomo Bagi Siswa/I Smk N 1 Kragilan Arif, Syaiful; Prayitno, Pungkas; Arif, Joni; alayuddin, Faqih; Budiono, Lukni Arif
Tensile : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Teknik Mesin ,Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data BPS Kota Serang, pada tahun 2015 terjadi kenaikan jumlah penduduk Kota Serang berjumlah 643.205 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk rata-rata sebesar 2.411 jiwa/km2. Jumlah penduduk tersebut mengalami peningkatan sebanyak 12.104 jiwa dari tahun 2013 yang berjumlah 631.101 jiwa atau meningkat sekitar 2%. Komposisi Penduduk 1. Kurikulum 2021 Program Studi Sarjana (S1) Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sutomo yang dikembangkan berbasis Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Kerangka Kerja Kualifikasi Nasional Indonesia, Pendidikan Berbasis Luaran (Outcome Based Education), dan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan memperhatikan kondisi program studi, karakteristik dunia kerja SMK N 1 Kragilan dan industri manufaktur serta otomotif, dan perkembangan revolusi industri 4.0. Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Harapan Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai kompentesi program keahlian yang dipilihnya serta Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Menyiapkan siswa agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi dilingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya
Pembelajaran Kurikulum Mbkm Prodi Teknik Mesin Bagi Siswa/I Smk Negeri 1 Ciruas Arif, Syaiful; Adin, Adin; dillah, Ubai; Sabiqunassabiqun, Sabiqunassabiqun; zaman, Qomaruz
Tensile : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2023): November 2023
Publisher : Teknik Mesin ,Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Dinamis Dunia Pendidikan dalam beberapa akhir Dunia pendidikan terus mengalami perubahan yang cepat dengan munculnya teknologi informasi dan komunikasi serta tantangan global seperti revolusi industri keempat. Ini mengharuskan pendidikan tinggi untuk menyesuaikan diri agar dapat menghasilkan lulusan yang relevan dengan tuntutan zaman. Jumlah penduduk tersebut mengalami peningkatan sebanyak 12.104 jiwa dari tahun 2013 yang berjumlah 631.101 jiwa atau meningkat sekitar 2%. Komposisi Penduduk 1. Kurikulum 2021 Program Studi Sarjana (S1) Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pamulang yang dikembangkan berbasis Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Kerangka Kerja Kualifikasi Nasional Indonesia, Pendidikan Berbasis Luaran (Outcome Based Education), dan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan memperhatikan kondisi program studi, karakteristik dunia kerja SMK N 1 ciruas   dan industri manufaktur serta otomotif, dan perkembangan revolusi industri 4.0, dinyatakan sah dan disetujui pemberlakukannya mulai tahun ajaran 2021 hingga dilakukan revisi berikutnya Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Pengembangan Kemampuan Soft Skills dengan pembelajar PKM ke Sekolah – sekolah maka Fokus MBKM tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan soft skills (keterampilan lunak) seperti kepemimpinan, kreativitas, inovasi, keterampilan berkomunikasi, dan kolaborasi, yang penting dalam dunia kerja yang berkaiatan dengan SMK Negeri 1 Ciruas
KOMPARASI KEMAMPUAN BERPIKIR ILMIAH PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING Arif, Syaiful; Velayati, Jihan Maghfiroh
JURNAL SPEKTRA Vol 10, No 1 (2024): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v10i1.321

Abstract

Perkembangan abad 21 yang pesat membawa perubahan signifikan pada pembelajaran IPA, dimana peserta didik diarahkan dapat mengaplikasikan teori dalam kehidupan sehari-hari melalui berpikir ilmiah. Namun, realita di lapangan kemampuan berpikir ilmiah peserta didik berada dalam kategori rendah. Maka perlu adanya model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah, diantaranya model Problem Based Leaning dan Contextual Teaching and Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan signifikan antara kemampuan berpikir ilmiah peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning dan Contextual Teaching and Learning. Pendekatan kuantitatif dipilih untuk menyelesaikan penelitian dengan menggunakan teknik analisis komparatif melalui quasi experiment. Populasi berasal dari kelas VIII, sedangkan sampel yang dipilih kelas VIII B dan VIII C melalui teknik cluster sampling. Teknik pengumpulan data dengan instrumen tes uraian yang dilakukan setiap pertemuan. Data yang telah didapatkan dianalisa dengan uji t two tailed dan one tailed. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir ilmiah peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning dengan rerata 80,84 dan Contextual Teaching and Learning dengan rerata 86,90. Sementara itu, melalui hasil uji t one tailed dapat diketahui bahwa model Contextual Teaching and Learning lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah peserta didik daripada model Problem Based Learning.
Pandangan dan Perjuangan Ideologis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam Sistem Kenegaraan di Indonesia Arif, Syaiful
Jurnal Aspirasi Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.334 KB) | DOI: 10.46807/aspirasi.v7i1.1282

Abstract

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) is a trans-national Islamic movement and carrying the re-establishment of a global Islamic caliphate. Theoretically, this establishment addressed for the sake of Islamic law at the level of politics and society. The problem is, when the ideas and struggles were developed in Indonesia, which has the basic form of the state and the final state, namely the Republic of Indonesia (NKRI) and the Pancasila, the struggle HTI is part of the defamation against the state. Although this political struggle will not succeed, but it is quite effective conduct of delegitimation on national awareness among Muslims that they managed to recruit a member. This article will explain the state of political ideology and agenda HTI. Therefore, this paper aims to explore the views HTI about sharia and its position for the state system of caliphate and the glory (political) Islam that sought to establish global world as well as in Indonesia nationally. In addition, HTI put ideological struggle in the context of the ideological threat on Pancasila and the Homeland, because the idea khilafahnya necessarily contradictory with the nation-state of the Republic of Indonesia. The data of this article comes from the literature. The results of the literature review were then analyzed through political discourse and the Islamic state, which raises the style Islamic political discourse in the context of political discourse HTI in Indonesia. The article concludes, HTI do delegitimation nationality, Pancasila and state buildings Homeland. It departs from the perspective of Islamic law formalist and holistic, where Sharia law is understood as the rules governing the whole life of the community, through the formalization into the constitution and state law. Cita re-establishment of the Islamic caliphate is a structural condition for the enforcement of Islamic Shari’a.   Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan gerakan Islam transnasional dan mengusung pendirian kembali khilafah Islamiyyah secara global. Secara teoretis, pendirian ini ditujukan demi tegaknya syariat Islam pada level politik dan kemasyarakatan. Persoalannya, ketika gagasan dan perjuangan tersebut dikembangkan di Indonesia, yang memiliki bentuk negara dan dasar negara final, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila, maka perjuangan HTI merupakan bagian dari upaya penistaan terhadap negara. Meskipun secara politik perjuangan ini tidak akan berhasil, namun cukup efektif melakukan delegitimasi atas wawasan kebangsaan di kalangan Muslim yang berhasil mereka rekrut menjadi anggota. Tulisan ini hendak menjelaskan ideologi politik dan agenda kenegaraan HTI. Karena itu, tulisan ini bertujuan menggali pandangan HTI tentang syariat dan posisinya bagi sistem kenegaraan khilafah dan kejayaan (politik) Islam yang ingin ditegakkan di dunia global serta di Indonesia secara nasional. Di samping itu, menempatkan perjuangan ideologis HTI dalam konteks ancaman ideologis atas Pancasila dan NKRI, karena gagasan khilafahnya tentu kontradiktif dengan negarabangsa Republik Indonesia. Data-data artikel ini berasal dari studi pustaka. Hasil dari studi pustaka itu kemudian ditelaah melalui diskursus politik dan kenegaraan Islam, sehingga memunculkan diskursus politik Islam ala HTI dalam konteks wacana politik di Indonesia. Artikel ini menyimpulkan, HTI melakukan delegitimasi kebangsaan, Pancasila dan bangunan kenegaraan NKRI. Hal ini berangkat dari pandangan tentang syariat Islam yang formalis dan holistik, di mana syariat dipahami sebagai tata aturan hukum seluruh kehidupan masyarakat, melalui formalisasi ke dalam konstitusi dan hukum negara. Cita pendirian kembali khilafah Islamiyyah merupakan kondisi struktural bagi tegaknya syariat Islam ini.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF SCIENTIFIC LITERACY AND QUESTIONING ABILITY ON SCIENCE LEARNING OUTCOMES Syahwati, Fitriana; Arif, Syaiful
INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Science Education, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/insecta.v3i2.5127

Abstract

Achieving a learning purpose can be measured by learning participants. Learning results are the output of the learning process that learners produce from the learning activities that have been followed. These learning results relate to learners' ability and a supportive and far-reaching learning approach. So it is very important to know between components in the learning result. The scientific literacy approach and the ability to ask questions are key elements in improved learning. The study was intended to identify the impact between scientific literacy and the ability to inquire about the results of studying science at MTs Ngawi. The method of research used was the quantitative study method. The study population is MTS Ngawi with a study sample of 120 respondents from an ix class at kendal's MTS Al-Hidayah and MTsN 3 Ngawi. The study uses a question item test as an instrument for data collection that has been tested as a validity and religious one. The data obtained is analyzed with a quantitative description and statistics using linear mixed regression test analysis, anova, and coefficient determinations (R2). Based on the results of this study, it has been achieved that scientific literacy variables and the ability to ask affect simultaneously the results of studying science in 79% MTs with a regression of 62.824.
THE CHALLENGES OF SCIENCE TEACHERS IN IMPROVING STUDENTS’ RATIONAL THINKING ABILITIES THROUGH SOCIOSCIENTIFIC ISSUE BASED LEARNING Anggi Sofiana, Karisma; Arif, Syaiful
INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Science Education, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/insecta.v5i1.8848

Abstract

Reasoning is one of the cognitive abilities developed to gain knowledge. Students must have the ability to reason so that they can solve a problem through common sense. They can see accurate information. However, in most communities, many myths or issues are spread among the public, some of which are not even true, so it would be better if science learning were connected to socioscientific issues. This research aims to explore the challenges of junior high school teachers in improving students' rational thinking abilities when they design and facilitate learning of socioscientific issues in the classroom. This research was conducted at SMPN 1 Mlarak with research samples, namely science teachers at SMPN 1 Mlarak Ponorogo and class 7C students at SMPN 1 Mlarak. This research uses a qualitative approach, applying in-depth interview and observation methods. This research uses the N VIVO application to analyze data. From this research, the results showed that several things were challenges for teachers in improving students' rational thinking abilities through socioscientific issue-based learning, namely students' abilities, limited time, and difficulty finding relevant examples. Knowing the challenges teachers face in teaching provides an idea of finding the right solution to overcome the problems.
ASSESSMENT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE IMPLEMENTATION IN PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) Arif, Syaiful
Dinasti International Journal of Digital Business Management Vol. 1 No. 4 (2020): Dinasti International Journal of Digital Business Management (June - July 2020)
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dijdbm.v1i4.372

Abstract

The research carried out at PT Perkebunan Nusantara III (Persero) aims to find out how the implementation of Good Corporate Governance and what obstacles are encountered in its implementation. The results of the study stated that PT Perkebunan Nusantara III (Persero) received an excellent rating based on the assessment. The implementation of Good Corporate Governance in the company is demonstrated by the implementation of the principles of Good Corporate Governance, namely the principle of Openness with transparency regarding the appointment process of the Directors through due diligence and compliance, the principle of Accountability with clarity of functions and responsibilities of corporate organs through the organizational structure, the principle of Responsibility for the existence of the program corporate social responsibility, the Independent principle by setting an independent auditor the Public Accountant Office to audit the financial statements and finally the Fairness principle is indicated by the existence of different regulations regarding company management. As for the obstacles faced, there is no transparency in the process of selecting members of the Board of Commissioners, the reward and punishment system has not been implemented by the company, the minutes of the meeting have not met the dynamics of the meeting, not yet published.
Development of Islamic Education Curriculum Instruments for Early Childhood through Semester Learning Plans (RPS) for Gender Responsive Islamic Courses Muafiah, Evi; Mujib, Ahmad; Arif, Syaiful
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.025 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v17i1.6126

Abstract

This study aims to test the feasibility of gender responsive semester learning plans (RPS) according to gender responsive learning experts, learning design experts, and the effectiveness of using gender responsive RPS in Islamic Religious Colleges (PTKI). This research is developmental by using the instructional system model of Thiagarajan, Semmel and Semmel (1974) with a modified 4-D model. The 4-D model consists of Define, Design, Develop and Disseminate. In this study, modification of the 4-D model was carried out, namely simplification from four stages to three stages. The results showed that the RPS was gender responsive from the development of the 4-D model in the subjects of Al-Qur'an Studies, Hadith Studies, Introduction to Islamic Studies, and the History of Islamic Civilization are considered appropriate according to gender responsive learning experts and learning design experts. The limited trial showed a very satisfactory response based on the assessment of observer lecturers and PIAUD students who had participated in this study.
NARASI KETUHANAN PANCASILA: PEMIKIRAN MOHAMMAD HATTA Arif, Syaiful
Jurnal Pembumian Pancasila Vol 4 No 1 (2024): Pancasila Leistar Dinamis
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (YME) dari Pancasila mencerminkan narasi panjang tentang ketuhanan. Narasi tersebut diawali oleh gagasan Ir. Sukarno tentang sila Ketuhanan YME yang ia usulkan pada 1 Juni 1945. Gagasan tersebut mengacu pada keimanan Tuhan YME yang diamalkan secara toleran, sebagai bagian dari hak warga negara yang dilindungi oleh negara kebangsaan Indonesia. Narasi tersebut kemudian dilanjutkan oleh Mohammad Hatta yang mengembangkan narasi ketuhanan Pancasila dalam rangka etika ketuhanan dalam kerangka etika dan kenegaraan. Narasi ketuhanan yang dikembangkan oleh Sukarno-Hatta ini penting sebagai kontra-narasi atas tuduhan bahwa Pancasila bersifat sekular dan anti-ketuhanan.