Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PEMANFAATAN BUKU KIA DI WILAYAH POSYANDU SAYANG IBU KOTA PALEMBANG SUMATERA SELATAN TAHUN 2023 Rizki Amalia; Putu Lusita Nati Indriani; Devita Ayu; Putri Putri; Riana Ambarsari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16609

Abstract

Buku KIA adalah buku yang berisi catatan kesehatan ibu mulai dari hamil, bersalin, nifas, dan catatan kesehatan anak mulai dari bayi baru lahir hingga balita, serta berbagai informasi cara merawat kesehatan ibu dan anak. Buku KIA merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data dari dinas kesehatan kabupaten/kota, diketahui kematian bayi di plaju sentosa tahun 2019 berjumlah 22 kasus. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sikap, tindakan serta pemanfaatan buku KIA dikalangan para ibu hamil sangat kurang. Penelitian ini menggunakan metode pendidikan individual untuk pemberian intervensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan perilaku ibu hamil terhadap pemanfaatan buku KIA dengan metode promkes. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan pretest-posttest desaign. Metode sampel yang digunakan dalam penelitian ialah purposive sampling dimana peneliti menentukan sampel berdasarkan kriteria tertentu, sampel penelitian berjumlah 41 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari pemberian intervensi didapatkan pengetahuan dengan nilai Pvalue 0.000, sikap dengan nilai Pvalue 0.000, serta tindakan dengan nilai Pvalue 0.000 dan ini lebih kecil dari nilai ? yaitu nilai P>0,05. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar hasil penelitian ini dapat diaplikasikan oleh responden dan keluarga dalam membantu meningkatkan pengetahuan ibu hamil terhadap pemanfaatan buku KIA, khususnya terutama kader posyandu agar dapat memberikan pendidikan kesehatan individual tentang pemanfaatan buku KIA kepada ibu hamil.
HUBUNGAN DUKUNGAN PETUGAS KESEHATAN, DUKUNGAN KELUARGA DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Metrianah; Fika Minata; Rizki Amalia; Sendy Pratiwi Rahmadhani; Rohaya
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 13 No 26 (2023): Journal of Health and Development
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v13i26.225

Abstract

ABSTRACT The Government's efforts to support the increase in exclusive breastfeeding have resulted in agreements or various recognitions, both globally and nationally, which aim to protect, promote, and support breastfeeding. It is hoped that every baby has the right to get exclusive breastfeeding and every mother can give breast milk. This is in line with the Sustainable Development Goals (SDGs) of the three second targets, namely by 2030, ending preventable infant and under-five mortality, with all countries trying to reduce neonatal mortality to at least 12 per 1000 live births. This study aims to determine the relationship between health worker support, family support and mother's knowledge with exclusive breastfeeding in the working area of ​​the Muara Enim Health Center, Muara Enim City in 2022. The method in this study used a cross sectional with a population of 467 respondents and a sample of 82 respondents. Data analysis used chi square statistical test with p value value (0.05). The results of this study of 49 respondents who received positive support with exclusive breastfeeding were 29 people (59.2%%) with p value = 0.002, of 31 respondents who received positive family support with exclusive breastfeeding were 19 people (61.3% ) p value = 0.02, meanwhile, from 27 respondents who have good knowledge of exclusive breastfeeding, 19 people (70.4%) p value = 0.002. Midwives are expected to increase counseling and socialize the exclusive breastfeeding program to the community.
HUBUNGAN DURASI MENSTRUASI, AKTIFITAS FISIK, DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN DISMINORHEA PADA REMAJA PUTRI Shelly Sagita; Fika Minata; Rizki Amalia; Sendy Pratiwi Rahmadhani
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 13 No 26 (2023): Journal of Health and Development
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v13i26.226

Abstract

Adolescence is a transitional period marked by physical, emotional and psychological changes. Adolescence, namely the period between 10-19 years, is a period of maturation of the human reproductive organs which is often referred to as puberty. It is during puberty that there are problems that are often faced by adolescents during menstruation. Based on data from the World Health Organization in 2013, it was found that there were 1,769,425 teenage girls aged 10-19 years who experienced primary dysmenorrhoea of ​​10-15%, there was an increase in 2017 of 54.89% and in 2018 the incidence of dysmenorrhoea in the world was very high. where the average incidence of dysmenorrhea reaches 16.8 - 81%. This study aims to determine the relationship between physical activity, menstrual duration and sleep quality with the incidence of dysmenorrhea in young women at SMP Negeri 4 Indralaya Utara, Ogan Ilir Regency in 2022. The method in this study used a cross-sectional study with a population of 60 respondents and a sample of 60 respondents using the technique total sampling. Data analysis used the chi square statistical test with p value ≤ α value (0.05). The results of this study were 48 respondents with normal menstrual duration who experienced dysmenorrhea as many as 40 people (83.3%) with p value = 0.000, of 42 respondents with moderate activity who experienced dysmenorrhea as many as 28 people (66.7%) p value = 0.03, meanwhile, out of 26 respondents with good sleep quality, 12 people (46.2%) experienced dysmenorrhoea, p value = 0.000. Midwives are expected to further improve services and education for young women regarding reproductive health in adolescents, especially dysmenorrhea.
Penyuluhan Peningkatan Pengetahuan Tentang Status Gizi Balita di Puskesmas Gardu Harapan Musi Banyuasin Tahun 2022 Eka Afrika; Rizki Amalia; Andre Utama Saputra; Minarti M
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 1, No 1 (2022): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8279246

Abstract

Status gizi adalah suatu keadaan tubuh yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan. Status gizi dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh. Bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi dan digunakan secara efisien akan tercapai status gizi optimal yang memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan. Berdasarkan data Word Healt Organization (WHO) bahwa tahun 2013 kematian bayi dibawah usia 5 tahun mencapai 6,6 juta jiwa atau hampir 18.000 orang setiap hari. Risiko seorang anak untuk meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun untuk kawasan Eropa sebesar 12 per 1000 kelahiran hidup dan di Afrika sekitar 8 kali lebih tinggi dari kawasan Eropa (95 per 1000 kelahiran hidup). Sedangkan di kawasan Asia, khususnya Asia Selatan adalah 50 per 1000 kelahiran hidup (Pusdatin, 2013). 
HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR, ASI EKSKLUSIF, POLA ASUH PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS TANJUNG LENGKAYAP Amalia Lestari; Chairunnah Chairunnah; Rizki Amalia; Arie Anggraini
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i2.292

Abstract

Toddlers are children under five years of age. Toddlerhood is an important period in the process of human growth and development because growth and development takes place quickly. According to WHO (World Health Organization) in Global Nutrition Targets 2025, stunting is considered an irreversible growth disorder which is largely influenced by inadequate nutritional intake and repeated infections during the first 1000 days of life. World Health Organization the incidence of stunting in the world reaches 22% or as many as 149.2 million in 2020. The purpose of this study was to determine the relationship between birth weight, exclusive breastfeeding, parenting style of feeding with the incidence of stunting in toddlers at the Tanjung Lengkayap Health Center. This type of research uses a research design cross sectional. The population in this study were all toddlers who visited the Totorejo Health Center. The sample in this study used a total sampling of 50 toddlers. Data were analyzed by test Chi-Square. Univariate analysis showed that there were 3 toddlers with stunting (6%), while toddlers who were not stunted were 47 respondents (94%). The results of bivariate analysis found that there was a significant relationship between birth weight where the value (P-Value = 0.014), there is a significant relationship between exclusive breastfeeding where the value (P-Value = 0.023), there is a significant relationship between feeding parenting where (P-Value = 0.007) with the incidence of stunting in toddlers at the Tanjung Lengkayap Health Center. In conclusion, there is a relationship between birth weight, exclusive breastfeeding, and parenting style of feeding with the incidence of stunting in toddlers. It is expected that mothers pay attention to child nutrition as well as during pregnancy to maintain a balanced nutritional pattern, provide exclusive breastfeeding and maintain proper feeding parenting patterns for children.
Penyuluhan Peningkatan Pengetahuan Tentang Status Gizi Balita di Puskesmas Gardu Harapan Musi Banyuasin Tahun 2022 Eka Afrika; Rizki Amalia; Andre Utama Saputra; Minarti M
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 1, No 1 (2022): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8279246

Abstract

Status gizi adalah suatu keadaan tubuh yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan. Status gizi dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh. Bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi dan digunakan secara efisien akan tercapai status gizi optimal yang memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan. Berdasarkan data Word Healt Organization (WHO) bahwa tahun 2013 kematian bayi dibawah usia 5 tahun mencapai 6,6 juta jiwa atau hampir 18.000 orang setiap hari. Risiko seorang anak untuk meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun untuk kawasan Eropa sebesar 12 per 1000 kelahiran hidup dan di Afrika sekitar 8 kali lebih tinggi dari kawasan Eropa (95 per 1000 kelahiran hidup). Sedangkan di kawasan Asia, khususnya Asia Selatan adalah 50 per 1000 kelahiran hidup (Pusdatin, 2013). 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN BALITA Novianty Ika Sudyarti; Rizki Amalia; Hazairin Effendi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 8, No 2: Agustus 2023 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v8i2.1104

Abstract

Latar Belakang : Masa balita merupakan masa tumbuh dan berkembangnya seluruh fungsi tubuh dan otak. Pemeliharaan kesehatan balita merupakan upaya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian anak balita, yang dapat dilakukan dengan mengunjungi kegiatan posyandu balita. Posyandu peninjauan kota Baturaja merupakan posyandu dengan cakupan kunjungan balita terendah di wilayah Ogan Komering Ulu dengan angka 55%. Tujuan: Diketahuinya hubungan pengetahuan, pekerjaan, jarak dan dukungan keluarga dengan frekuensi kunjungan balita ke posyandu. Metode: Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Posyandu Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kedaton. Tehnik pengambilan sampel teknik sistematik random sampling dengan sampel sebanyak 91 responden. Data yang digunakan adalah data primer yang dianalisa menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil: dari analisa didapat ada hubungan pengetahuan (P Value = 0,001), pekerjaan (P Value 0,016), jarak (P Value = 0,003), dukungan keluarga (P Value = 0,005) terhadap frekuensi kunjungan balita. Dimana didapatkan bahwaada hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, jarak dan dukungan keluarga dengan frekuensi kunjungan balita ke posyandu. Saran : Bagi pimpinan UPTD Puskesmas agar dapat meningkatkan sosialisasi dengancara memberikan penyuluhan tentang pentingnya ke posyandu balita agar memiliki pengetahuan yang baik, kemandirian dan memberitahukan keluarga agar lebih memperhatikan dan mendukung ibu balita untuk mengikuti kegiatan posyandu. Kata Kunci : Balita, pengetahuan, pekerjaan, jarak dan dukungan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGKONSUMSI KAPSUL VITAMIN A DI UPTD PUSKESMAS PENGANDONAN KECAMATAN PENGANDONAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2023 Erma Puspita Sari; Rizki Amalia; Eka Afrika; Andre Utama Saputra; Minarti Minarti; Arie Anggraini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.18173

Abstract

Vitamin  A  memiliki  segudang  khasiat  untuk  mendefisiensikan  angka  kematian  dan  kesakitan,  serta bermanfaat  bagi  pertumbuhan  manusia,  dan  juga  mengambil  peran  terhadap  sistem  imunitas  tubuh, memproteksi tubuh dari terjangkitnya berbagai  infeksi seperti campak, diare, dan ISPA. Siklus  pertumbuhan  dan  perkembangan  pada  balita  membutuhkan  zat  gizi  yang  lebih besar  dibanding  dengan  kelompok  umur  yang  lain,  sehingga  balita  lebih  rentan  mengalami masalah  gizi. Vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar (essensial). Vitamin A berfungsi untuk daya penglihatan, dan pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin A berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Akibat lain yang paling serius dari kekurangan vitamin A (KVA) adalah rabun senja yaitu bentuk lain dari xeropthalmia seperti kerusakan kornea mata dan kebutaan Vitamin A dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi seperti campak, diare dan ISPA serta memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan mata. Kekurangan vitamin  A dapat  meningkatkan  risiko berbagai  macam  penyakit  seperti  xerofthalmia,  kerusakan  mata yang  berujung kebutaan,  serta meningkatkan  risiko kematian.  Berdasarkan  hasil  riset  yang diperoleh dari  Profil kesehatan  Indonesia  tahun  2017,  persentase  dalam  pemberian  vitamin  A  pada  ibu  nifas telah mencapai angka 94,73%. Hal serupa juga terjadi di tahun sebelumnya, yang mana di tahun 2016 persentase  dalam  pemberian  vitamin  A  pada  ibu  nifas  memiliki  persentase  sebesar  90,1%,  dan mengalami peningkatan  di  tahun  berikutnya. Pemberian vitamin A pada ibu nifas merupakan bentuk upaya pencegahan terjadinya kekurangan vitamin A yang bertujuan untuk menjaga kesehatan bayi dalam memproteksi diri terhadap penyakit xerophthalmia, yang sumber utama vitamin A terbesar yang memungkinkan diterima oleh bayi yakni berasal dari ASI.