Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

BAHASA RITUAL BALI SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS KULTURAL: PENDEKATAN ANTROPOLOGI LINGUISTIK Pande Gede Brahmandika
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2025): Mei - Oktober 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines Balinese ritual language as a representation of cultural identity through a linguistic anthropological approach. Qualitative methods were used, including observation, interviews, and documentation studies of ritual practices and religious palm-leaf manuscripts. The results indicate that ritual language has a transcendental function, connecting humans with divine powers, and a social function in strengthening community solidarity. Its linguistic structure is characterized by repetitive formulas, sacred script, and Sanskrit vocabulary that reflect Hindu-Balinese cosmology. However, globalization and declining interest among the younger generation pose challenges to the transmission of ritual language. Therefore, preservation is necessary through formal education and the role of indigenous communities to ensure that ritual language remains alive as a religious heritage and cultural identity of the Balinese people
Green Tourism as a New Direction for Sustainable Tourism Development: Policy and Implementation in Angantelu Traditional Village (Bukit Batu Belah) Pande Gede Brahmandika
International Journal of Green Tourism Research and Applications Vol. 6 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/ijogtra.v6i1.44-50

Abstract

Angantelu Traditional Village, with its natural and cultural riches, has great potential to implement green tourism as a sustainable tourism development strategy. Bukit Batu Belah, as one of the tourist destinations in this village, offers beautiful natural panoramas and opportunities for various environmentally friendly activities such as jogging and hiking. This research aims to examine the concept and implementation of green tourism as a new direction for the development of sustainable tourism in the Angantelu Traditional Village. A qualitative approach is used to understand the context, meaning and experiences of research subjects holistically. Data collection was carried out through in-depth interviews, observation and documentation studies. Data analysis was carried out using a qualitative approach, such as narrative and thematic analysis. This result showed that the implementation of green tourism in the Angantelu Traditional Village, especially in Bukit Batu Belah, has shown various successes and challenges. The green tourism policies and programs implemented have succeeded in increasing environmental awareness and active participation of local communities. Conservation efforts and land use regulations have helped preserve local ecosystems, while environmental education programs strengthen public and tourist understanding of the importance of sustainable tourism. However, the main challenges faced include a lack of coordination between stakeholders, environmental awareness that still needs to be improved, and conflicts of interest between tourism actors and the community.
Analisis Frekuensi Kata dalam Sastra Bali Klasik Menggunakan Pendekatan Computational Linguistics Pande Gede Brahmandika
Vilvatikta: Jurnal Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/vilvatikta.v2i2.591

Abstract

Sastra Bali klasik merupakan sumber pengetahuan peradaban yang kaya, namun pembedahan maknanya sering kali terbatas pada metode kualitatif manual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi frekuensi kata dalam korpus sastra Bali klasik menggunakan pendekatan Computational Linguistics. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan tahapan text preprocessing yang meliputi tokenization, stopword removal, dan stemming. Analisis data dilakukan dengan menerapkan Hukum Zipf untuk melihat distribusi leksikal serta analisis N-Gram untuk mengidentifikasi kolokasi kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi kata dalam sastra Bali klasik secara konsisten mengikuti Hukum Zipf, dengan dominasi signifikan pada kosakata religius dan filosofis seperti dharma, hyang, dan atma. Selain itu, ditemukan pola kolokasi yang bersifat formulaic yang mencerminkan ketatnya aturan puitika tradisional. Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi ribuan kosakata arkais yang penting bagi revitalisasi bahasa. Implikasi dari penelitian ini adalah tersedianya fondasi data korpus untuk pengembangan teknologi bahasa Bali masa depan, seperti mesin penerjemah otomatis dan filologi digital.
Penguatan Pendidikan Karakter Mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Batu Barak, Bunutan, Karangasem Sang Ayu Putu Nilayani; Ni Putu Diah Untariningsih; Pande Gede Brahmandika
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2684

Abstract

Character education is a fundamental aspect of higher education, especially for prospective educators at the Hindu Teacher Training College (STKIP Agama Hindu Amlapura). The challenges of globalization and rapid social change require universities to produce graduates who excel academically and also possess social sensitivity, empathy, and moral responsibility. One effective strategy for strengthening character education is through participatory and contextual community service activities. This study aims to describe and analyze the strengthening of character education among students at the Hindu Teacher Training College (STKIP Agama Hindu Amlapura) through community service activities in Batu Barak Village, Bunutan, which include distributing basic necessities, cooking at residents' homes, and eating together with the community. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation during the implementation of the service activities. The results showed that students' direct involvement in community social activities was able to strengthen character values, such as empathy, social awareness, cooperation, responsibility, and respect for others.ABSTRAKPendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa calon pendidik di STKIP Agama Hindu Amlapura. Tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat menuntut perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, empati, dan tanggung jawab moral. Salah satu strategi efektif dalam penguatan pendidikan karakter adalah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat partisipatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penguatan pendidikan karakter mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Batu Barak, Bunutan, yang meliputi pembagian sembako, kegiatan memasak di rumah warga, serta makan bersama masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan pengabdian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan langsung mahasiswa dalam aktivitas sosial masyarakat mampu memperkuat nilai-nilai karakter, seperti empati, kepedulian sosial, kerja sama, tanggung jawab, dan sikap menghargai sesama. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap nilai kearifan lokal, seperti menyama braya dan Tri Hita Karana, yang relevan dengan kehidupan sosial masyarakat Bali. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat terbukti menjadi media efektif dalam internalisasi dan penguatan pendidikan karakter mahasiswa secara kontekstual dan berkelanjutan.