Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SWAMEDIKASI NYERI GASTRITIS TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN MASYARKAT DI DESA JEMARAS KIDUL Fitri Alfiani; Ito Wardin
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/

Abstract

Latar Belakang : Nyeri gastritis adalah suatu peradangan mukosa lambung yang bersifat akut dan kronik. Salah satu bentuk penatalaksanaan dalam pengobatan nyeri gastritis yaitu terapi farmakologi. Upaya pengobatan yang dilakukan sendiri dengan obat tanpa resep dokter adalah tindakan yang disebut swamedikasi. Tidak sedikit masyarakat yang masih tidak tahu informasi swamedikasi yang tepat, pendidikan kesehatan adalah suatu pemberian informasi agar swamedikasi dilakukan secara tepat. Metodologi : Desain penelitian ini adalah Quasi Experiment Design, menggunakan rancangan Two Pretest-Posttest With Control Group. Sampel berjumlah 48 orang, 24 kelompok intervensi dan 24 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrument penelitian ini kuesioner tentang pengetahuan swamedikasi gastritis hasil validitas dan reliabilitas dengan koefisien cronbach's alpha 0,598. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney & Wilcoxon. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dengan leaflet p= 0,000 (p<0,05). Kesimpulan : Pendidikan kesehatan swamedikasi nyeri gastritis dengan metode ceramah dengan leaflet mampu meningkatkan perubahan pengetahuan masyarakat
Edukasi Pencegahan Pre Eklampsia dan Determinan Post Partum Blues untuk Kesehatan Ibu dan Anak Liliek Pratiwi; Uus Husni Mahmud; Ito Wardin; Harnanik Nawangsari; Maharnani Tri Puspitasari
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i2.4005

Abstract

According to the Indonesian Health Profile (2021), preeclampsia or eclampsia, bleeding, and COVID-19 caused the highest number of maternal deaths in 2021. In 2022, the maternal mortality rate in Indonesia reached 183 deaths per 100,000 live births, with preeclampsia as the main cause. One of the most common maternal health problems in Indonesia is preeclampsia, which has a high incidence rate and causes dangerous complications for both mother and baby. Research and prevention efforts continue to be needed to reduce maternal mortality in Indonesia. In addition to disorders during pregnancy, we as academics who continue to be pro-active in community service activities in our fields, must also pay attention to postpartum health. The incidence rate of postpartum blues in Indonesia will reach 50-70% in 2023. According to the WHO, around 10% of pregnant women and 13% of new mothers experience mental health disorders, especially depression. Risk factors that increase the likelihood of postpartum blues are the young age of the mother, lack of support from the husband, and difficult economic situation. The method used in this activity is lectures and discussions, with power point and leaflet media. Target Women of Childbearing Age (WUS), pregnant women and postpartum mothers. After the educational activity, participants asked several questions, such as how to know if a pregnant woman has a disorder, how many times to do a check-up, and what the family should do if the mother seems stressed after childbirth.
Hubungan Family Support Dan Kelelahan Anak Yang Menjalani Kemoterapi Di Rumah Sakit Ito Wardin; Agil Putra Tri Kartika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32608

Abstract

Kelelahan terkait kanker atau cancer related fatigue (CRF) merupakan gejala yang paling umum terjadi pada pasien kanker anak yang bersifat multidimensi ditandai dengan berkurangnya energi dan meningkatnya kebutuhan untuk istirahattidur dan mengganggu kegiatan sehari – hari anak dengan kanker. Kelelahan terkait kanker (Cancer Related Fatigue / CRF) merupakan gejala yang mempengaruhi antara 36% dan 93% dari total kasus, dengan tingkat kelelahan yang meningkat pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi sekitar 70% dan 100% dari total kasus. Tujuan: Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Hubungan Family Support Dengan Tingkat Kelelahan Anak Yang Menjalani Kemoterapi Di Rumah Sakit. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan lembar kuesioner Dukungan Keluarga (Family Support) dan The Pediatrics Quality of Life Multidimentional Fatigue Scale Versi. Populasi pada penelitian ini adalah 30 dengan kelelahan anak yang menjalani kemoterapi dan sampel penelitian ini adalah total sampling. Penelitian menggunakan uji SPSS analisis koefisiensi korelasi spearman rank. Hasil: Hasil penelitian bahwa tidak ada hubungan Family Support Dengan Anak Yang Menjalani Kemoterapi dan penelitian menggunakan uji statistik Sperman Rank diperoleh nilai p= 0.466 yang artinya < 0,05. Sedangkan nilai Correlation Coefficiont untuk variabel dukungan keluarga adalah sebesar 0.138. hal ini menunjukan terjadi hubungan yang sangat lemah antara dukungan keluarga dengan kelelahan anak yang menjalani kemoterapi. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan tidaka ada Hubungan antara Family Support Dan Kelelahan Anak Yang Menjalani Kemoterapi.
Pengalaman Tingkat Pengetahuan Keluarga Terhadap Perawatan Anak Kanker di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon Ito Wardin; Sirly Rizqiyah; Dzakiyatul Fahmi Mumtaz; Arrahman Arrahman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61274

Abstract

Abstrak: Kanker anak merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan perawatan jangka panjang dan kompleks. Peran keluarga sangat penting dalam mendampingi dan merawat anak yang menderita kanker. Tingkat pengetahuan dan pengalaman keluarga dalam merawat anak dengan kanker dapat memengaruhi kualitas perawatan yang diberikan serta kondisi psikososial anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengalaman serta tingkat pengetahuan keluarga terhadap perawatan anak dengan kanker. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap keluarga yang memiliki anak penderita kanker dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit maupun di rumah. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan partisipan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki pengalaman emosional yang kompleks dalam merawat anak dengan kanker, mulai dari rasa takut, cemas, hingga pasrah. Tingkat pengetahuan keluarga bervariasi, bergantung pada akses informasi, latar belakang pendidikan, dan pengalaman sebelumnya. Sebagian besar keluarga masih membutuhkan edukasi lebih lanjut mengenai perawatan medis, manajemen efek samping, serta dukungan psikologis bagi anak.Kesimpulan: Pengalaman dan tingkat pengetahuan keluarga sangat memengaruhi proses perawatan anak dengan kanker. Diperlukan intervensi edukatif dan dukungan psikososial yang berkelanjutan dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam memberikan perawatan yang optimal. Saran: pentingnya peran tenaga kesehatan, dapat meningkatkan edukasi kepada keluarga mengenai perawatan anak dengan kanker secara berkelanjutan, baik selama masa perawatan di rumah sakit maupun saat perawatan di rumah. Edukasi dapat meliputi informasi tentang penyakit, pengobatan, efek samping, serta cara memberikan dukungan psikologis kepada anak. Kata Kunci: Pengalaman keluarga, perawatan anak kanker, pengetahuan, edukasi, dukungan.