Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMETAAN KERENTANAN SEISMIK MELALUI ANALISIS MIKROTREMOR HVSR DI WILAYAH KECAMATAN KEMILING DAN SEKITARNYA Ariyanto, Agus; Farduwin, Alhada; Styawan, Yudha; Putri, Intan Andriani; Junian, Wahyu Eko; Prasetyo, Nugroho; Rizki, Reza; Wulandari, Rizki
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i2.393

Abstract

Wilayah Kemiling yang terletak di Kota Bandar Lampung sering kali mengalami gempa lokal dengan magnitudo kecil. Gempa ini terjadi secara berulang dan dirasakan di daerah Kemiling dan sekitarnya. Hal tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi warga dan dapat merusak bangunan. Fokus utama pada studi ini adalah untuk memahami bagaimana karakteristik tanah dan indeks kerentanan seismik di daerah tersebut. Untuk meminimalisir dampak kerusakan akibat gempa, perlu dilakukan mikrozonasi pada wilayah rawan gempa. Parameter mikrozonasi yang digunakan untuk mengetahui karakteristik tanah antara lain amplifikasi (A0), frekuensi natural (f0), indeks kerentanan seismik (Kg), periode dominan (T0), dan kecepatan gelombang geser hingga kedalaman 30 meter (VS30). Sebanyak 65 titik pengukuran mikrotremor telah diukur di Kecamatan Kemiling dan sekitarnya meliputi kota Bandar Lampung, Kecamatan Gedong Tataan, dan Kecamatan Natar. Pada penelitian ini digunakan analisis metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) dan didapatkan bahwa frekuensi natural berkisar antara 0,5-31,47 Hz, periode dominan 0,03-2,0 sekon, amplifikasi 0,76-7,67 kali penguatan, indeks kerentanan seismik 0,05-76,31, dan VS30 49,61-777,80 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah barat daya hingga utara Kemiling memiliki risiko kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya dengan tipe tanah berupa tanah lunak. Oleh karena itu, diperlukan tindakan mitigasi yang tepat, termasuk pengembangan rencana mitigasi risiko, pemantauan lanjutan, dan keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan darurat.
PERAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI ERA DIGITALISASI BADAN KEPEGAWAIAN ACEH (BKA) DI KOTA BANDA ACEH Yusuf, Yuslaidar -; Ariyanto, Agus; Erlinda, Erlinda; AS Siddiki, Muhammad Mahfut
Jurnal Bisnis Digital Vol 4, No 1 (2024): Vol 4, No 1 (2024): Edisi Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/bidig.v4i1.2170

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis peran Manajemen Sumber Daya Manusia dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai di era digitalisasi Badan Kepegawaian Aceh (BKA) Di Kota Banda Aceh. Ukuran sampel penelitian ini sebanyak 40 responden. Data penelitian dikumpulkan melalui daftar pertanyaan/kuisioner dan studi dokumentasi. Pengolahan data ini dilakukan dengan cara menggunakan teknik analisis data kuantitatif. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda, uji simultan dan uji parsial. Hasil penelitian menunjukan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia dan digitalisasi berpengaruh terhadap Produktivitas kerja pegawai di Badan Kepegawaian Aceh (BKA) Kota Banda Aceh. Manajemen Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai di Badan Kepegawaian Aceh (BKA) Kota Banda Aceh. Digitalisasi berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai di Badan Kepegawaian Aceh (BKA) Kota Banda Aceh.
CRIMINAL THINKING NARAPIDANA KASUS PENCURIAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS II B DEMAK Ariyanto, Agus
Journal of Mental Health and Social Rehabilitation Vol 3 No 2 (2025): Journal of Mental Health And Social Rehabilitation (JMHSR)
Publisher : Politeknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jmhsr.v3i2.623

Abstract

Humans as social beings need interaction with other people in meeting their needs. The increasingly complex needs with the development of the times allow someone to do practical things in fulfilling their needs by committing the crime of theft. Based on criminal statistical data in 2020, theft crime became the most cases that occurred during 2019. Theft is one of the crimes against property or wealth regulated in Chapter XXII Articles 362-365 of the Criminal Code which consists of four types of theft crimes including ordinary theft, theft weighting, light theft, and violent theft. one of the factors in the study of criminology and legal psychology states that cognitive factors can make a person commit a crime. Criminal thinking can be used as one of the terms in understanding a criminal in legitimizing the crime committed. According to Knight (2006), criminal thinking includes six aspects consisting of demanding rights, justification, level of aggressiveness, cold- bloodedness, rationalization of crime, and feelings of irresponsibility. This research what aspects play a role in criminal thinking in convicts of theft cases. The purpose of this research is to identify and identify aspects that play a role in the criminal thinking of convicts in the theft case at the Class II B Demak State Detention Center so that it can be used as a guide in providing the right coaching program.. The method used in this research is descriptive quantitative using the Criminal Thinking Scale (CTS) which was developed by Knight in 2006 as many as 36 items to 42 male inmates in the case of theft of articles 362-365 of the Criminal Code in the Class II B State Detention Center Demak. The results obtained in this study indicate that the highest aspect of criminal thinking in the theft case is found in the rationalization aspect of crime with a mean value of 15.50. The coaching program that can be given to inmates in cases of theft in every aspect of criminal thinking includes demanding rights with self-reliance development programs, justification with CBT therapy, aggressiveness level with religious coaching programs, cold-bloodedness with increased empathy, rationalization of crimes with legal counseling, and feelings of inadequacy. responsible for the attitude and mental development program.