Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Faktor yang Memengaruhi Penerapan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R.M. Djoelham Binjai Putri, Elipa Arifani; Sulisna, Aida; Nur, Fauziah
Jurnal Rekam Medic Vol 6, No 2 (2023): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v7i1.6242

Abstract

Latar Belakang; Rekam medis elektronik merupakan catatan rekam medis pasien seumur hidup pasien dalam format elektronik tentang informasi kesehatan seseorang yang dituliskan oleh satu atau lebih petugas kesehatan secara terpadu dalam tiap kali pertemuan antara petugas kesehatan dengan klien bisa diakses dengan komputer dari suatu jaringan dengan tujuan utama menyediakan atau meningkatkan perawatan serta pelayanan kesehatan yang efesien dan terpadu. Tujuan; untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan rekam medis elektronik di RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai Tahun 2022. Metode; bersifat survei analitik dengan pendekatan crioss sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh Petugas Rekam Medis dan Petugas IT yaitu sebanyak 36 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 36 orang. Analisis data menggunakan univariat, bivariat dan multivariat. Hasil; berdasarkan uji chi-square menunjukkan hubungan man dengan nilai p-value = 0,002; money dengan nilai p-value = 0,117; machine dengan nilai p-value = 0,008; materials dengan nilai p-value = 0,004 dan methods dengan nilai p-value = 0,01 terhadap penerapan rekam medis elektronik di RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai Tahun 2022. Hasil analisis regresi logistic berganda menunjukkan money dengan nilai exp (B) = 28,315; machine dengan nilai exp (B) = 16,580; materials dengan nilai exp (B) = 14,863 dan methods dengan nilai exp (B) = 32,842. Kesimpulan; ada pengaruh money, machines, meterials dan methods serta tidak ada pengaruh man terhadap penerapan rekam medis elektronik di RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai Tahun 2022)
Faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Kerja di Unit Kerja Rekam Medis RSUD Dr.R.M. Djoelham Binjai Sulisna, Aida
Jurnal Rekam Medic Vol 1, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v1i2.3988

Abstract

Standar Prosedur Operasional (SPO) rekam medis sangat berpengaruh kepada Rumah sakit dan juga kepada pasien karena berkas rekam medis memiliki nilai  terhadap administrasi, hukum, penelitian, dokumentasi, dan medis. Semua pasien yang masuk pada pelayanan kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan prosedur operasional kerja diunit kerja rekam medis RSUD Dr. RM.Djoelham Binjai. Metode: menggunakan total sampling dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian dengan jumlah responden 32 orang. Hasil: Hasil yang minoritas pengetahuan kurang dengan pelaksanaan SPO kurang 1 orang (3,1%). minoritas sikap baik dengan pelaksanaan SPO kurang 1 orang (3,1%). minoritas pengawasan kurang dengan pelaksanaan SPO kurang 3 orang (9,4%). dan minoritas pelatihan kurang degan pelaksanaan SPO kurang 2 orang (6,3%). Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan faktor pengetahuan dengan pelaksanaan SPO oleh Unit kerja rekam medis.Ada hubungan signifikan faktor sikap, faktor pengawasan, faktor pelatihan dengan pelaksanaan SPO oleh unit kerja rekam medis.
Pengaruh Mutu Pelayanan terhadap Kepuasan dan Minat Berkunjung Ulang Kembali Pasien Umum Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Sundari Medan Zebua, Markus Sastra Eli; Fitria, Dilla; Sulisna, Aida
Jurnal Rekam Medic Vol 4, No 2 (2021): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v4i2.5076

Abstract

Pendahuluan:Mutu pelayanan kesehatan merupakan derajat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang di berikan oleh Rumah Sakit kepada pasien sesuai dengan standar pelayanan, sehingga berdampak pada kepuasaan dan loyalitas pasien. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh dimensi mutu terhadap kepuasan dan minat berkunjung ulang kembal ipasien umum rawat jalan di RSU Sundari Medan Tahun 2021.Metode : Menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Lokasi penelitian di RSU Sundari Medan. Populasi penelitian seluruh pasien umum rawat jalan yang baru melakukan pengobatan di Rumah Sakit Umum Sundari Medan dan sampel sebanyak 68 orang. Hasil : Menunjukkan  bahwa variabel  responsiveness (daya tanggap) memiliki nilai p=0,0040,05, reliability (reliabilitas) p=0,0050,05, assurance (jaminan) p=0,0180,05, emphaty (empati) p=0,0140,05, dan tangible (bukti fisik) p=0,6000,05. Kesimpulan : ada pengaruh responsiveness (daya tanggap), reliability (reliabilitas), assurance (jaminan), emphaty (empati) terhadap kepuasan dan minat berkunjung ulang kembali pasien umum rawat jalan dengan p sig 0,05, tidak ada pengaruh tangible (bukti fisik) terhadap kepuasan dan minat berkunjung ulang kembali pasien umum rawat jalan dengan p sig 0,05. Disarankan agar petugas kesehatan lebih sigap dalam menanggapi keluhan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan yang akan diberikan.
Faktor yang Berhubungan Dengan Keputusan Pelanggan Dalam Memilih Kembali Jasa Pelayanan Rawat Inap Di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia Manisha, Manisha; Sulisna, Aida; Fitria, Dilla; Azura, Putri Zalfa; Mawaddah, Mawaddah
Jurnal Rekam Medic Vol 6, No 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v8i2.6660

Abstract

Pendahuluan: Pelayanan rawat inap merupakan bentuk pelayanan di rumah sakit dimana pasien dirawat didalam ruangan di rumah sakit. Pelayanan Rawat Inap adalah suatu kelompok pelayanan kesehatan yang terdapat di Rumah Sakit yang merupakan gabungan dari beberapa fungsi pelayanan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keputusan pelanggan dalam memilih kembali jasa pelayanan rawat inap di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia. Metode: Kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang melakukan rawat inap di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia yang menggunakan jasa pelayanan rawat inap pada bulan Januari sampai bulan Maret sebanyak 871 pasien.  Sampel penelitian sebanyak 90 pasien  menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: kualitas pelayanan memiliki nilai (p = 0,000 0,05), fasilitas Kesehatan (p =  0,027 0,05), dan Loyalitas Pelanggan (p = 0,013 0,05) dengan keputusan pelanggan dalam memilih kembali jasa pelayanan rawat inap di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia. Kesimpulan:  ada hubungan kualitas pelayanan fasilitas Kesehatan dan Loyalias Pelangan (p = 0,013 0,05) dengan keputusan pelanggan dalam memilih kembali jasa pelayanan rawat inap di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia. Saran: bagi petugas kesehatan sebaiknya lebih mempertahankan fasilitas yang ada agar rumah sakit dapat terus berkembang karena pasien akan merasa lebih dipuaskan dengan adanya fasilitas yang telah di sediakan rumah sakit.
Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Instalasi Rekam Medis Di RSU Wulan Windy Putra, Chairulsyah; Sulisna, Aida; Octavia, Chintami; Mendrofa, Adventinus; Harefa, Varian Fanandrosa
Jurnal Rekam Medic Vol 7, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v7i1.6383

Abstract

Salah satu sektor industri yang perlu mendapat perhatian khusus dalam hal beban kerja SDM adalah rumah sakit. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di RSU Wulan Windy, diketahui bahwa dalam pembagian tugas di instalasi rekam medis petugas yang berprofesi rekam medis mendapat tugas yang lebih banyak dari petugas non rekam medis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode pendekatan studi kasus untuk mengetahui dan mengidentifikasi bagaimana pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai pada instalasi rekam medis di RSU Wulan Windy yang dilaksanakan mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Juni. Informan penelitian ini berjumlah enam orang yang diperoleh dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian didapatkan pelaksanaan uraian tugas rekam medis masih tumpang tindih. Beban kerja di Instalasi Rekam Medis tidak merata. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanan uraian tugas rekam medis masih tumpang tindih. Beban kerja rekam medis mempengaruhi kinerja pegawai.
Sosialisasi Pentingnya Tracer sebagai Kartu Pelacak Berkas Rekam Medis Keluar dari Rak Penyimpanan Sulisna, Aida; Meliala, Sri Agustina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v3i2.5580

Abstract

Tracer rekam medis merupakan sarana yang dimanfaatkan guna mengontrol penggunaan rekam medis. Biasanya digunakan untuk menggantikan dokumen rekam medis yang keluar dari rak penyimpanan. Dalam rekam medis yang lengkap dan benar dapat diperoleh informasi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan tersebut antara lain untuk bahan bukti di pengadilan, pendidikan dan pelatihan serta dapat digunakan untuk bahan analisis dan evaluasi mutu pelayanan rumah sakit. Mengingat kegunaan rekam medis yang banyak maka diperlukan pengendalian terhadap pengisian formulir rekam medis. Filling dalam bidang rekam medis adalah suatu ruangan yang bertanggung jawab terhadap penyimpanan, retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis. Selain itu filling juga menyediakan dokumen rekam medis yang telah lengkap isinya sehingga dapat memudahkan penggunaan mencari informasi sewaktu-waktu jika diperlukan. Pentingnya Tracer sebagai kartu pelacak berkas rekam medis keluar dari rak penyimpanan berkas rekam medis sangat pelu untuk disosialisasikan kepada masyarakat tenaga kesehatan dalam hal ini Klinik Pratama Klambir. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang pentingnya tracer sebagai kartu pelacak berkas rekam medis keluar dari rak penyimpanan di Klinik Pratama Klambir. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan budaya pemanfaatan tracer sebagai kartu pelacak berkas rekam medis ketika keluar dari rak penyimpanan dikarenakan tracer rekam medis begitu penting sebagai kartu pelacak ketika berkas keluar dari rak penyimpanan. Dengan begitu, berkas rekam medis akan dengan mudah ditemukan kembali saat dibutuhkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu sosialisasi dengan memberikan penyuluhan berupa ceramah dan tanya jawab mengenai pentingnya tracer rekam medis.
Pengaruh Beban Kerja terhadap Stres Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Medika Amplas Arnis, Julita; Sulisna, Aida; Gulo, Christin Nov Handayani
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.837

Abstract

Beban kerja mengacu pada jumlah tugas yang diberikan kepada individu, mencakup tuntutan fisik, mental, dan tanggung jawab. Stres kerja terjadi ketika ketidakseimbangan fisik dan psikologis memengaruhi emosi, proses berpikir, dan kinerja secara keseluruhan. Survei awal mengungkapkan bahwa perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Medika mengalami beban kerja tinggi akibat jumlah pasien yang berlebihan, kurangnya tenaga perawat, dan tingkat hunian kamar yang penuh. Kondisi ini diperburuk oleh keluhan pasien dan sikap keluarga pasien yang tidak kooperatif, sehingga meningkatkan tingkat stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap stres kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Medika. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan perawat yang dipilih melalui metode accidental sampling. Analisis data menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara beban kerja dan stres kerja, terutama terkait faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja dan kesejahteraan perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja secara signifikan memengaruhi stres kerja perawat. Manajemen rumah sakit disarankan untuk mengatasi masalah ini dengan menambah jumlah tenaga perawat di ruang rawat inap dan melakukan evaluasi kinerja secara berkala. Langkah-langkah ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, mengurangi tingkat stres, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat bagi perawat.
Pengaruh Kebijakan BPJS Kesehatan Tentang Sistem Rujukan Berjenjang Terhadap Penurunan Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Khusus Mata Medan Baru Sulisna, Aida; Hana Dhini Julia Pohan; Sri Agustina Meliala
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 1 No. 1 (2023): JIMNU - MARET
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.29 KB) | DOI: 10.59435/jimnu.v1i1.36

Abstract

Dalam sistem rujukan berjenjang masyarakat yang akan berobat ke Rumah Sakit Umum dengan kartu BPJS harus mendapatkan rujukan dari dokter klinik/puskesmas. untuk mengetahui pengaruh kebijakan BPJS kesehatan tentang sistem rujukan berjenjang terhadap penurunan pasien rawat jalan Rumah Sakit Khusus Mata Medan Baru. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian; seluruh pasien BPJS rawat jalan sebanyak 25.012 orang. Sampel; 100 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan data; data primer, skunder dan tersier. Analisis data; analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji statistik regresi logistik. pengetahuan nilai p-value = 0,002<0,05. sikap nilai p-value = 0,003<0,05. informasi nilai p-value = 0,001<0,05. Hasil menunjukkan bahwa faktor (pengetahuan, sikap dan informasi) memiliki pengaruh terhadap penurunan pasien rawat jalan. Faktor yang paling berpengaruh adalah sikap, dimana sikap menunjukkan nilai OR 46,166. Artinya sikap yang negatif cenderung 46 kali lipat memiliki pengaruh terhadap penurunan pasien rawat jalan. Ada pengaruh pengetahuan, sikap dan informasi terhadap penurunan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Khusus Mata Medan Baru.
Analisis Pemahaman Pasien Terhadap Hak dan Kewajiban Pasien di Klinik Pratama Kelambir Sulisna, Aida; Ilham, Muhammad Adiul; Pohan, Hana Dhini Julia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13806

Abstract

ABSTRACT The rights and obligations of patients are regulated in Law number 36 of 2009 concerning health. Various patient rights include; the right to information, the right to give consent, the right to medical secrets and the right to a second opinion. Meanwhile, the patient's obligation is to provide correct information to the doctor, comply with the doctor's or nurse's recommendations, provide appropriate compensation for services and the patient also has an obligation not to force his wishes to be carried out by the doctor if it is contrary to the freedom and nobility of the doctor's profession. To analyze patient understanding of patient rights and obligations at the Kelambir Pratama Clinic. The method used is quantitative with a cross sectional analytical survey approach. The research population is 82 patients in 2023 and the sample is Total Sampling. Sampling was carried out using the Accidental Sampling method. Show that there is an influence of education with a p-value= 0.000<0.05, an environmental influence with a p-value= 0.000<0.05 and an influence of information sources with a p-value= 0.000<0.05 on the patient's level of understanding. The conclusion is that there is an influence of education, environment and information sources on the level of understanding of patient rights and obligations at the Pratama Klambir Clinic.  Keywords: Understanding Patient Rights and Obligations  ABSTRAK Hak dan kewajiban pasien diatur dalam Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Macam- macam hak pasien meliputi; hak atas infomasi, hak untuk memberikan persetujuan, hak atas rahasia kedokteran dan hak atas pendapat kedua. Sedangkan kewajiban pasien adalah memberikan informasi yang benar kepada dokter, mematuhi anjuran dokter atau perawat, memberi imbalan jasa yang layak dan pasien juga mempunyai kewajiban untuk tidak memaksakan keinginannya agar dilaksanakan oleh dokter apabila berlawanan dengan kebebasan dan keluhuran profesi dokter. Untuk menganalisis Pemahaman Pasien Terhadap Hak dan Kewajiban Pasien Di Klinik Pratama Kelambir. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survey analitic cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien pada tahun 2023 sebanyak 82 pasien dan sampel adalah Total Sampling. Penarikan sampel dilakukan dengan metode Accidental Sampling. Menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan dengan p-value= 0,000<0,05, pengaruh lingkungan dengan p-value= 0,000<0,05 dan pengaruh sumber informasi dengan p-value= 0,000<0,05 terhadap tingkat pemahaman pasien. Kesimpulan ada pengaruh pendidikan, lingkungan dan sumber informasi terhadap tingkat pemahaman hak dan kewajiban pasien di Klinik Pratama Klambir Kata Kunci: Pemahaman Hak dan Kewajiban Pasien
Factors Affecting the Not Implementation of Medical Record Tracer Sulisna, Aida; Meliala, Sri Agustina; Fauzi, Muhammad
Jurnal Perilaku Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Perilaku Kesehatan Terpadu (Jupiter)
Publisher : Hasanuddin Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61963/jpkt.v1i2.25

Abstract

Tracer is an important tool in controlling the use of medical record files. Usually used to replace medical records that are out of storage. These exit instructions remain in storage until the borrowed medical records are returned and stored again. This exit sign is equipped with a pocket for storage of request slips. The purpose of this study was to determine the factors that influence the non-application of a medical record tracer at the Pratama Klambir clinic in 2021. This research method used a descriptive qualitative method which was carried out from November to completion. The informants of this research were 6 informants, namely 1 key informant, 4 main informants and 1 triangular informant obtained by purposive sampling technique.The study obtained the man factor (human resources), namely the education of officers who did not graduate from medical records and had never attended training, machines (machines) that had not been applied to the use of tracers and lacked storage racks, materials (raw materials), namely the folders used were still made of plastic and had not used color codes, methods (methods/procedures), namely SPO had not been carried out properly, and money, namely there was a shortage of money. The conclusion in this study is that there are many factors (human resources), machines (machines), materials (raw materials), method (methods/procedures) and money (money) which causes the medical record tracer not to be applied at the Pratama Klambir clinic.