Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penentuan Waktu Optimum Reaksi Reduksi Metil Laurat Minyak Kelapa Menggunakan NaBH4 Hanna Niela Diana; Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Arnelli Arnelli
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.675 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.2.51-53

Abstract

Surfaktan natrium lauril sulfat dapat disintesis dari metil laurat yang dapat diisolasi dari minyak kelapa jenis VCO. Pada penelitian ini, VCO ditransesterifikasi dengan metanol untuk menghasilkan metil ester dengan menggunakan NaOH sebagai katalis. Metil laurat dipisahkan berdasarkan perbedaan titik leleh. Metil laurat yang telah diisolasi direduksi untuk menghasilkan lauril alkohol dengan NaBH4 sebagai agen pereduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk reduksi dan menentukan waktu optimum reaksi reduksi menggunakan agen pereduksi NaBH4. Variabel yang diamati adalah waktu reaksi reduksi (3, 4, 5, dan 6 jam). Pada penelitian ini, waktu optimum diperoleh pada waktu reaksi 4 jam dengan berat produk 0,7044 g dan derajat reduksi sebesar 98%.
Pengaruh Penambahan Natrium Tripolifosfat dan pH terhadap Detergensi Surfaktan Hasil Sublasi Chandra Ady Nugroho; Arnelli Arnelli; Ahmad Suseno
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 2 (2009): Volume 12 Issue 2 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.041 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.2.61-65

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan natrium tripolifosfat dan pH terhadap detergensi surfaktan hasil sublasi limbah cair cucian. Bahan utama penyusun detergen adalah surfaktan yang dapat mencemari lingkungan, antara lain branched-alkilbenzen sulfonat (ABS) dan linier-alkilbenzen sulfonat (LAS). Surfaktan ABS dengan rantai alkil bercabang, bersifat tidak terbiodegradasi, yaitu tidak dapat diurai oleh mikroorganisme dan menyebabkan polusi pada perairan di lingkungan. Metode pengambilan surfaktan salah satunya dapat dilakukan dengan metode sublasi yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap yaitu sublasi limbah cair cucian, karakterisasi surfaktan hasil sublasi dan detergensi surfaktan hasil sublasi. Sublasi limbah cair cucian dilakukan dengan penambahan garam NaCl dan NaHCO3. Karakterisasi surfaktan hasil sublasi menggunakan metode FTIR (Fourier Transform Infra Red). Detergensi surfaktan hasil sublasi dengan menggunakan builder Natrium Tripolifosfat (STPP) dan pengaturan pH. Hasil penelitian menunjukkan surfaktan yang diperoleh dari hasil sublasi berwarna putih keabu-abuan. Spektra FTIR menunjukkan adanya gugus alkil, terdapat pada bilangan gelombang 2931,80 cm-1,sulfonat pada 1411,89 cm-1, cincin aromatis pada 1573,91 cm-1 dan benzena pada 1118,71cm-1 yang menunjukkan hasil sublasi adalah surfaktan LAS. Hasil detergensi diperoleh detergensi optimum 74,51 % pada konsentrasi surfaktan 23 %, konsentrasi STPP sebesar 60 % (b/b) dan pH sebesar 11,5.
Sublasi Surfaktan dari Larutan Detergen dan Larutan Detergen Sisa Cucian serta Penggunaannya Kembali sebagai Detergen Arnelli Arnelli
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 1 (2010): Volume 13 Issue 1 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.674 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.1.4-7

Abstract

Sublasi telah dilakukan untuk mendapatkan surfaktan dari larutan detergen and untuk mengetahui pengaruh kotoran terhadap hasil sublasi dilakukan sublasi terhadap larutan detergen sebelum (larutan murni) dan sesudah digunakan untuk proses pencucian (limbah cair cucian). Hasil sublasi larutan murni dan larutan sisa cucian masing-masing adalah 84% dan 80%, dengan detergensi masing -masing surfaktan adalah 46,03% dan 35,27 %. Dengan penambahan 60% natrium tripoli fosfat terhadap surfaktan hasil sublasi larutan sisa cucian diperoleh detergensi sebesar 74,51 %.
Kinetika Adsorpsi Anion Nitrat dan Fosfat pada Zeolit Alam Termodifikasi Surfaktan Hexadesiltrimetilammonium Klorida Fahmi Syafaat; Ahmad Suseno; Arnelli Arnelli
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 3 (2013): Volume 16 Issue 3 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.586 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.3.73-78

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kinetika adsorpsi zeolit alam dengan surfaktan heksadesiltrimetilammonium klorida sebagai adsorben ion nitrat dan fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konstanta laju adsorpsi (k) optimum pada anion nitrat dan fosfat. Penelitian ini dilakukan dengan proses modifikasi,dan adsorpsi. Proses modifikasi dilakukan dua tahap, yaitu tahap aktivasi zeolit alam yang dilakukan dengan menambahkan larutan HF 1% selama 10 menit dan penambahan larutan NH4Cl 2M selama 4 jam, selanjutnya zeolit aktif dimodifikasi dengan HDTMA-Cl menggunakan kolom. Proses adsorpsi ion nitrat dan fosfat pada ZMS dilakukan pada variasi waktu 5;10;15;20;24 jam dan dengan variasi konsentrasi 350;400;450;500 ppm. . Hasil spektra FTIR untuk nitrat muncul pada bilangan gelombang 1473,62 cm-1 dan untuk fosfat muncul pada bilangan gelombang 462,92 cm-1 yang menunjukkan vibrasi bending (v2) PO43- dengan intensitas lemah, hal ini membuktikan bahwa anion nitrat dan fosfat berhasil teradsopsi oleh ZMS. Konstanta laju adsorpsi optimum untuk ion fosfat adalah 0,1154 g/mg.min besarnya konstanta laju adsorpsi optimum untuk ion nitrat adalah 0,00293 g/mg.min. Hasil adsorpsi pada nitrat dan fosfat menunjukkan kecenderungan bahwa ZMS mengikuti persamaan laju adsorpsi orde 2 semu untuk anion nitrat dan fosfat.
Pengaruh Penambahan Karboksimetil Selulosa dan Buffer pada Detergensi Surfaktan Hasil Sublasi Limbah Cair Cucian Diyan Arini; Arnelli Arnelli; Ahmad Suseno
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 11, No 3 (2008): Volume 11 Issue 3 Year 2008
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.315 KB) | DOI: 10.14710/jksa.11.3.78-83

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh penambahan karboksimetil selulosa dan buffer pada detergensi surfaktan hasil sublasi limbah cair cucian untuk mendapatkan surfaktan dari limbah cair cucian dengan metode sublasi, serta untuk menentukan formula larutan pencuci. Proses sublasi surfaktan dari model limbah cair cucian dilakukan untuk mengambil kembali surfaktan dari larutannya berdasarkan pada adsorbsi antar muka gas-cair. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pembuatan limbah cair cucian, sublasi limbah cair cucian, dan uji detergensi. Surfaktan yang dihasilkan dari proses sublasi dianalisis menggunakan FTIR. Pada uji detergensi, penambahan CMC sampai 1% dan buffer pH 10,5 dapat meningkatkan detergensi. Susunan larutan pencuci dari surfaktan hasil sublasi adalah 23% surfaktan, 60% STPP, pH dan buffer pH 10.5, 1% CMC dan Na2SO4 sampai 100%.
French Fries-Like Bismuth Oxide: Physicochemical Properties, Electrical Conductivity and Photocatalytic Activity Yayuk Astuti; Fauzan Musthafa; Arnelli Arnelli; Iis Nurhasanah
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2022: BCREC Volume 17 Issue 1 Year 2022 (March 2022)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.17.1.12554.146-156

Abstract

Bismuth oxide synthesis using hydrothermal method has been conducted. This study aims to examine the effect of the hydrothermal reaction time on product characteristics and photocatalytic activity in degrading methyl orange dye. Bismuth oxide synthesis was initiated by dissolving bismuth nitrate pentahydrate (Bi(NO3)3.5H2O) and Na2SO4 in a distilled water and added NaOH gradually. The solution formed was transferred into a Teflon-lined autoclave and heated at 120 °C with time variations of 8–16 h. The formation of bismuth oxide was indicated by the vibrations of the Bi−O−Bi and Bi−O groups and the crystal structure consisting of a-Bi2O3, β-Bi2O3, and g-Bi2O3. In addition, the highest photocatalytic activity can be examined through several factors, such as: content of Bi−O−Bi and Bi−OH groups, crystal structure, band gap values, morphology, and surface area, acquired as a result of the effect of hydrothermal reaction time. Copyright © 2021 by Authors, Published by BCREC Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0). 
Pengaruh Variasi Waktu Hidrotermal terhadap Sintesis dan Karakterisasi Nanokristal Zeolit A dari Abu Sekam Padi Pungki Hanipa; Pardoyo Pardoyo; Taslimah Taslimah; Arnelli Arnelli; Yayuk Astuti
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Issue 2 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.548 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.2.79-83

Abstract

Sekam padi merupakan salah satu produk samping dari penggilingan padi. Silika amorf hasil ektraksi dari sekam padi dapat di manfaatkan untuk pembuatan zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nanokristal zeolit A dari abu sekam padi dan menentukan karakter dari produk nanokristal zeolit A hasil sintesis. Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh zeolit berupa serbuk putih menggunakan metode hidrotermal dengan variasi waktu hidrotermal selama 1, 2, dan 3 hari. Analisis menggunakan XRD menunjukkan bahwa ketiga zeolit hasil sintesis merupakan zeolit A dengan ukuran bulir kristal semakin menurun dengan bertambahnya waktu hidrotermal di mana masing- masing ukurannya adalah 34,321; 34,21; dan 34,144nm dan puncak utama berada pada 2theta 21°, 23°, 27°, 29° dan 34°. Analisis morfologi permukaan zeolit sintesis menunjukkan ketiga zeolit sintesis memiliki morfologi permukaan berupa kubus.
Sintesis Zeolit dari Abu Sekam Padi menggunakan Metode Hidrotemal :Variasi Waktu dan Temperatur Arnelli Arnelli; Fitriani Solichah; Alfiansyah Alfiansyah; Ahmad Suseno; Yayuk Astuti
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Issue 2 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.834 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.2.58-61

Abstract

Telah disintesis zeolit dari abu sekam padi dengan memvariasikan waktu dan temperatur hidrotermal. Hasil yang diperoleh merupakan zeolit Na-A yang mempunyai nilai KTK 53,23 meq/100 gram pada variasi waktu hidrotermal 7 jam dan pada temperatur 100 oC diperoleh zeolit Na-A dengan nilai KTK 132,8 mek/100 gram
Synthesis, Characterization, and Antibacterial Activity Test of Geothermal Silica/AgNO3 Thin Film Astuti, Yayuk; Rahayu, R.A. Yunita Suci; Arnelli, Arnelli
Molekul Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2023.18.2.6431

Abstract

Geothermal silica waste offers convenient, economical, and environmentally friendly material with high hydrophobicity to produce thin films. Silica-thin films from geothermal waste using the sol-gel method, though, no addition of AgNO3 was conducted for antibacterial functions. This study aims to produce silica-thin films from geothermal waste with the addition of AgNO3 and analyze the antibacterial activity. The procedures carried out in this research were (i) an acid leaching process using HNO3; (ii) the production of silica thin film with and without the addition of AgNO3; (iii) thin film characterization including a water contact angle measurement (WCA), XRF, FTIR, XRD and SEM-EDX on silica thin film samples with and without the addition of AgNO3; and (iv) antibacterial activity test. The results show the optimum HNO3 concentration for the acid leaching process was 20%, yielding 99.08% SiO2 by mass. The WCA of the silica thin film in the presence and absence of AgNO3 reached a value of ±160°, indicating the addition of AgNO3 did not decrease the contact angle of the silica thin film. This research employed smart deconvolution of IR Spectra using Fityk software which reveals a higher area ratio for Si-O-Si relative to Si-OH. Furthermore, it was observed that the silica thin films exhibited an amorphous morphology, both without and with the addition of AgNO3, with Ag discovered to be dispersed on the thin film. However, despite the presence of Ag, both TF20 and TF20+Ag samples were found to be ineffective in inhibiting bacterial growth, as evidenced by bacteria-free zones on the samples.
Pembuatan Karbon Aktif Berbahan Dasar Sabut Kelapa dengan Aktivator H2SO4 dan NaOH sebagai Adsorben Kation Fe dan Cu dalam Limbah Cair Batik Kebumen Fatimah, Siti; Arnelli, Arnelli; Astuti, Yayuk
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Issue 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.16300

Abstract

Perkembangan batik di Indonesia meningkat seiring meningkatnya volume limbah cair batik yang dihasilkan dan mengandung ion logam berat  seperti Fe dan Cu sebagai parameter pencemar lingkungan karena memiliki sifat toksisitas dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan sampai ke organisme lainnya termasuk manusia walaupun pada konsentrasi yang sangat rendah. Telah dilakukan penelitian pembuatan karbon aktif berbahan dasar sabut kelapa dengan dengan aktivator H2SO4 (K-H) dan NaOH (K-Na) pada konsentrasi 3, 4, dan 5 N sebagai adsorben kation Fe dan Cu. Waktu kontak adsorpsi juga divariasi 1 – 60 menit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efisiensi adsorpsi kation Fe dan Cu terlarut dalam limbah cair batik Kebumen serta menentukan kinetika adsorpsi. Proses adsorpsi kation Fe dan Cu dilakukan dengan metode adsorpsi secara batch menggunakan karbon aktif dari sabut kelapa Analisis kandungan kation Fe dan Cu dilakukan menggunakan AAS. Konsentrasi kation Fe dan Cu sebelum adsorpsi masing-masing sebesar 27.27 ppm dan 25.42 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel K-H 3 dan K-Na 4 merupakan karbon aktif terbaik.  Efisiensi adsorpsi kation Fe dan Cu menggunakan K-H 3 masing-masing sebesar 56,37% (b/b) dan 44,93% (b/b) sedangkan menggunakan K-Na 4 berturut-turut sebesar 71,54% (b/b) dan 70,89% (b/b).Waktu kontak optimum K-H 3 dan K-Na 4 adalah 30 menit untuk kation Fe dan 45 menit untuk kation Cu. Model kinetika adsorpsi kation Fe dan Cu yang sesuai oleh K-H 3 dan K-Na 4 adalah pseudo orde dua.