Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Media Infomasi dan Budaya Religius Terhadap Akhlak Siswa SD Negeri Menang Ridwan Ardianto; Retno Widyaningrum
Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Vol. 1 No. 3 (2024): Juli : Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/realisasi.v1i3.190

Abstract

This research is a descriptive quantitative research, in this research the researcher uses three variables, namely the use of information media (X1), religious culture (X2) and student morals (Y). This research was carried out by distributing questionnaires to SDN MENANG students. The subjects in this research were all 25 students at SDN MENANG. The validity of the data uses the method triangulation technique, the analysis uses descriptive statistical analysis SPSS Persian 34. The results of the research show that there is a significant influence between the influence of religious culture on student morals at SDN MENANG, namely in accordance with the coefficient of determination test (R2) of the influence of the use of information media and religious culture on morals. 4% of students use Information Media and 2% for Religious Culture, while the rest is influenced by other variables.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SD DI KOTA BEKASI DALAM MEMFASILITASI BELAJAR MENDALAM MELALUI BELAJAR BERPIKIR VISUAL Retno Widyaningrum; R. A. Murti Kusuma Wirasti; Greria Tensa Novela; Davina Putri Aldanie; Fadia Meyra Mukti
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 10 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v4i10.11519

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar di Kota Bekasi dalam memfasilitasi belajar mendalam (deep learning) melalui penerapan strategi berpikir visual. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kota Bekasi yang masih rendah, yaitu rata-rata 53,86 dari standar nasional 70,00, serta terbatasnya kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan tatap muka dan pendampingan daring selama sepuluh hari yang melibatkan 22 guru dari lima sekolah di Kecamatan Bekasi Timur. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning (PAL) yang meliputi tahap penyuluhan, pelatihan, praktik, pendampingan daring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi pedagogik dan profesional guru, dengan rata-rata nilai post-test mencapai 87,36 (kategori Sangat Baik) dan peningkatan sebesar 39,7% dari hasil pre-test. Evaluasi reaksi peserta menunjukkan tingkat kepuasan tinggi terhadap relevansi materi dan kinerja fasilitator (rata-rata 4,6 dari skala 5). Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan berbasis kolaboratif dan kontekstual melalui strategi berpikir visual efektif dalam meningkatkan kapasitas profesional guru serta mendorong penerapan pembelajaran mendalam di sekolah dasar. Program ini juga berkontribusi pada penguatan implementasi Kurikulum Merdeka dan pencapaian pendidikan berkualitas sebagaimana tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs poin 4).
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA FOTO BAGI GURU SMP DI KECAMATAN SUKAMAKMUR, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT R.A. Hirmana Wargahadibrata; Retno Widyaningrum; Erry Utomo; Muhamad Aldi Abdillah Al’Asri; Febrianty Dwi Puteri
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i9.7381

Abstract

Penerapan teknologi memiliki peran yang semakin penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa banyak guru masih mengalami kendala dalam memahami dan memanfaatkan teknologi digital, terutama di daerah pedesaan seperti Kecamatan Sukamakmur yang masih sangat terbatas dalam memanfaatkan media pembelajaran. Maka, perlu adanya pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan guru dalam merancang dan memanfaatkan media pembelajaran menggunakan teknologi, dalam hal ini adalah media foto. Guru SMP di Kecamatan Sukamakmur diberikan materi tentang penggunaan media foto dalam pembelajaran, serta bimbingan dalam pengerjaan tugas media foto yang sesuai guna memberikan ruang kreativitas yang dimiliki. Hasil penugasan yang dikerjakan oleh guru, menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dengan media foto memberikan dampak positif. Para guru mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan media foto yang sesuai. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa karya guru mendapatkan hasil rata-rata 96. Adapun manfaatnya adalah agar guru-guru menjadi lebih terampil dalam merancang tugas yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan mengembangkan kemampuan visual, sehingga dapat memberikan dampak positif dalam pembelajaran di kelas, terutama di Kecamatan Sukamakmur.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU SD DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA MELALUI PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) DI KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN INDRAMAYU RA. Murti Kusuma Wirasti; Retno Widyaningrum; Dinda Larasati Ariyanto; Safila Fitrianzah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4: September 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i4.8473

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan inovasi pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan relevansi sistem pendidikan dengan tuntutan abad ke-21, melalui fleksibilitas dalam pembelajaran dan pengembangan keterampilan abad ke-21 pada siswa. Implementasi kurikulum ini membutuhkan media pembelajaran yang efektif, seperti Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), yang dapat mendorong keterlibatan aktif siswa. Namun, tantangan utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka adalah kurangnya kesiapan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi guru SD dalam menerapkan Kurikulum Merdeka melalui pendampingan penyusunan LKPD di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan mencakup pendekatan blended learning (luring dan daring) dengan tahapan persiapan, pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendampingan berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun dan menggunakan LKPD, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Evaluasi menunjukkan bahwa para guru merasa puas dan berharap adanya kegiatan serupa di masa depan.
Efektivitas Model Pembelajaran Guided Discovery Learning Berbantuan Flash Card untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Fanny Dwi Herdianty; Retno Widyaningrum
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v5i2.5253

Abstract

Kemampuan koneksi matematis merupakan kemampuan untuk menghubungkan berbagai konsep matematika serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Namun, siswa merasa kesulitan mengembangkan kemampuan koneksi matematis. Upaya untuk mengatasi hal tersebut peneliti melakukan penelitian terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Guided Discovery Learning berbantuan flash card. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran Guided Discovery Learning berbantuan flash card, mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis setelah diterapkan model pembelajaran Guided Discovery Learning berbantuan flash card, dan mendeskripsikan efektivitas model model pembelajaran Guided Discovery Learning berbantuan flash card untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experimental. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan tes. Sampel penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data penelitian ini diolah dan dilakukan uji hipotesis berupa uji Ancova dan Uji N-Gain. Hasil penelitian ini yaitu (1) Pelaksanaan model pembelajaran Guided Discovery Learning pada pertemuan pertama 78% dan pertemuan kedua 85% terlaksana dengan sangat baik dan runtut. (2) Kemampuan koneksi matematis siswa mengalami peningkatan setelah diberikan model pembelajaran Guided Discovery Learning berbantuan flash card. Hal ini terlihat dari nilai post-test kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata 89,27 sedangkan post-test kontrol diperoleh nilai rata-rata 65,45. (3) Hasil uji Ancova menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada penerapan model pembelajaran Guided Discovery Learning untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis baik pada kelas kontrol maupun eksperimen. Pada uji N-Gain, kelas kontrol memperoleh nilai 14% dan kelas ekperimen 65%. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Guided Discovery Learning berbantuan flash card cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa
Hubungan Hasil Belajar Akidah Akhlak dengan Kedisiplinan Peserta Didik di Madrasah Diniyah Miftahul Huda Putri Maya Sari; Retno Widyaningrum; Zennanta Agustia
Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat Vol. 3 No. 3 (2026): Juli: Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/akhlak.v3i3.2354

Abstract

Madrasah diniyah has a distinct role in strengthening religious knowledge and everyday discipline among Muslim learners. This study examines the relationship between Akidah Akhlak learning outcomes and students’ discipline at Madrasah Diniyah Miftahul Huda. A quantitative correlational design was applied to 31 students using total sampling. Akidah Akhlak learning outcomes were calculated from Tauhid and Akhlaq scores, while students’ discipline was proxied by an attendance-based discipline score because the attitude column in the ledger was homogeneous. Data were analyzed through descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality tests, Pearson correlation, and simple linear regression. The results show that the mean Akidah Akhlak learning outcome was 76.76 with a standard deviation of 7.92, while the mean discipline score was 94.61 with a standard deviation of 4.08. Both variables were normally distributed. Pearson correlation produced r = -0.083 with Sig. = 0.658, indicating no significant relationship. Regression analysis yielded R Square = 0.007, meaning that learning outcomes explained only 0.7% of the variance in discipline. These findings suggest that discipline in madrasah diniyah is shaped more by habituation, institutional culture, supervision, and family environment than by cognitive achievement alone.