Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PENINGKATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MASYARAKAT SUKU BADUY: HEALTH CHECK-UPS AND DENTAL HEALTH IMPROVEMENTS OF THE BADUY TRIBE COMMUNITY Ulliana, Ulliana; Sulistiani, Silvia; Dance Setyowati, Julia; Nurwanti, Widi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2238

Abstract

Pendahuluan: Komunitas adat Suku Baduy di Provinsi Banten yang mempertahankan tradisi dan budaya leluhur mereka, menghadapi berbagai tantangan dalam hal akses terhadap layanan kesehatan modern, termasuk kesehatan gigi dan mulut di daerah-daerah yang kurang terjangkau oleh layanan kesehatan modern. Metode: Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan identifikasi dengan diagram Fishbone; 1) Tahap pengkajian masalah, 2) Tahap penentuan prioritas masalah yang dilakukan dengan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth); 3) Tahap penentuan strategi intervensi sebagai solusi masalah yang dilakukan dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 25 November 2024. Hasil:  Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan, diperoleh masalah terkait strategi pemberian pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan kesehatan gigi yang relevan dengan kehidupan masyarakat suku baduy. Solusi yang diajukan meliputi pemeriksaan tingkat karies menggunakan indeks PUFA dan ICDAS, pemeriksaan cek gula darah dan optimalisasi edukasi mengenai kesehatan gigi melalui media promosi kesehatan. Kondisi kesehatan gigi dan mulut komunitas baduy dan pemeriksaan kesehatan umum berupa glukosa darah  pada masyarakat suku baduy menunjukan beberapa individu berisiko terhadap diabetes. Kesimpulan: Kegiatan pemeriksaan glukosa darah dan konsultasi kesehatan gigi serta pemeriksaan glukosa darah, memberikan pemahaman mendalam tentang kondisi kesehatan masyarakat Suku Baduy.
PERCEPTION OF ONLINE MOTORCYCLE TAXI DRIVERS USING THE THEORY OF PLANNED BEHAVIOR APPROACH WITH THE INTENTION OF DENTAL TREATMENT Ulliana, Ulliana; Sulistiani, Silvia; Soimah, Soimah
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3046

Abstract

Kesehatan pengemudi ojek online terutama terkait kesehatan gigi dipengaruhi oleh pola kerja yang akan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, salah satunya masalah kesehatan gigi dan mulut. Pengemudi ojek online kurang melakukan pemeriksaan gigi karena beberapa alasan. Salah satunya yaitu biaya, kurangnya waktu untuk pemeriksaan dan elemen sosial ekonomi. Persepsi pengemudi ojek online tentang pengobatan sakit gigi diamati menggunakan theory of planned behavior (TPB). Tujuan penelitian untuk menganalisis sikap, norma subjectif, kontrol perilaku yang dirasakan terhadap pengobatan gigi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi niat pengemudi ojek online untuk mendapatkan pengobatan gigi. Metode penelitian yaitu observasional design cross-sectional. Sampel sebanyak 96 responden menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi linier berganda. Hasil penelitian diperoleh niat berperilaku berkorelasi signifikan dan berpola positif dengan sikap (r = 0,337), norma subjektif (r= 0,610), kontrol perilaku (r= 0,253). Analisis regresi linier pada model 6 membuktikan bahwa norma subjectif sebesar 46% mempengaruhi perilaku niat pengobatan gigi dan sisanya 54% dipengaruhi oleh variabel lain. Implikasi praktis dari hasil ini adalah pentingnya mengembangkan program pendidikan kesehatan gigi yang menargetkan tidak hanya individu, tetapi juga lingkaran sosial mereka. Kesimpulan TPB efektif digunakan untuk memprediksi niat pengobatan gigi dan acuan dasar untuk merancang intervensi yang tepat, sehingga masyarakat lebih cenderung mencari pengobatan gigi sebelum rasa sakit muncul. Intervensi promosi kesehatan gigi yang melibatkan peran orang-orang terdekat mereka dapat lebih efektif dalam membentuk niat perawatan gigi.
DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN JABON (ANTHOCEPHALUS CADAMBA MIQ.) TERHADAP BAKTERI KARIES PADA ANAK TUNA GRAHITA Sulistiani, Silvia; Ulliana, Ulliana; Setyowati, Julia Dance; Alfira Dina, Syahda Zulmi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.3014

Abstract

Latar Belakang: Anak tunagrahita memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut, termasuk karies gigi, akibat keterbatasan dalam menjaga kebersihan oral. Salah satu alternatif alami yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies adalah daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.), yang diketahui mengandung senyawa aktif antimikroba, yaitu asam oleanolat. Tujuan: Mengetahui daya hambat ekstrak daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) dengan konsentrasi 0% (kontrol),5%,15%,30%,70% dan 95% terhadap bakteri karies Streptococcus mutans pada anak tunagrahita. Metode: Desain deskriptif dengan pendekatan Pre-Post Control Design. Sampel berupa swab bakteri dari karies gigi anak tunagrahita di SLB-C Dian Grahita Jakarta Pusat, ditanam dalam media nutrient agar. Cakram kertas dicelupkan pada ekstrak daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) dalam berbagai konsentrasi (0%,5%,15%,30%,70% dan 95%) dengan replikasi sebanyak 5 kali dan zona hambat diukur setelah inkubasi selama 24 jam. Hasil: Konsentrasi 30% mulai menunjukkan rata-rata daya hambat 3,4 mm (kategori lemah), sedangkan konsentrasi 95% menghasilkan rata-rata daya hambat 12 mm (kategori kuat). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (p = 0.000), menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan pada seluruh konsentrasi. Kesimpulan: Ekstrak daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) memiliki daya hambat kuat pada konsentrasi 95% terhadap bakteri karies gigi anak tunagrahita namun diperlukan uji klinis lanjutan terkait dengan dosis, keamanan, efek samping dan regulasi penggunaan daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.).
TINGKAT KEPARAHAN KARIES GIGI PADA MASYARAKAT SUKU BADUY MENGGUNAKAN INDEKS PUFA Ulliana, Ulliana; Sulistiani , Silvia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dental health is essential to help with speech, eating, and social interaction. The problem of cavities remains a common health issue, including in the Banten Province area. The Baduy indigenous community that holds fast to tradition tends to reject the influence of modernization, especially related to health. Caries that are not treated can continue to become a disease of the tooth pulp, so it is necessary to assess the severity using the PUFA index. The goal is to find out the severity of dental caries and the factors that affect the severity of dental caries in the Baduy people. The data collection approach uses survey methods. Respondents to community service as many as 50 respondents were identified risk factors for dental caries and the severity of dental caries. The results showed that there was no significant relationship between age (p-value 0.168) and sex (OR = 0.732, p-value 0.836) and the severity of dental caries, but there was a significant relationship between dental and oral maintenance habits and caries severity (p-value 0.000). Community service was found to be a significant relationship between dental care habits and caries severity.