Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Karakteristik Pola Pendidikan pada Masa Nabi Muhammad SAW dan Khulafa’ Ar-Rasyidin Firmansyah, Firmansyah; Fatimah, Siti; Ballianie, Novia; Hamzah, Amir
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol 8 No 01 (2024): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/wkip.v8i01.11742

Abstract

Penelitian ini membahas tentang karakteristik pola pendidikan pada masa Nabi Muhammad Saw dan Khulafa' Ar-Rasyidin, dengan menyoroti metode pengajaran, kurikulum, serta dampaknya terhadap masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yang menggunakan teknik dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data dan selanjutnya dianalisis secara induktif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa karakteristik pola pendidikan pada masa Nabi Muhammad Saw dan Khulafa' Ar-Rasyidin menunjukkan betapa pentingnya pendidikan dalam membentuk peradaban Islam. Metode pengajaran yang bervariasi, kurikulum yang komprehensif, serta peran sentral masjid dan institusi pendidikan formal, semuanya berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan moralitas dalam masyarakat. Dampak pendidikan yang diterapkan  pada masa Nabi Muhammad Saw dan Khulafa' Ar-Rasyidin masih terasa hingga saat ini, yang menunjukkan kekuatan dan relevansi pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Kata Kunci: karakteristik pola pendidikan; pendidikan pada masa Nabi Muhammad Saw; pendidikan pada masa Khulafa' Ar-Rasyidin.
Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Generasi Milenial Ballianie, Novia; Dewi, Mutia; Fatimah, Siti
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 6 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i6.2476

Abstract

This study aims to analyze innovations in Islamic Religious Education (PAI) learning for the millennial generation. The research employs a literature review method, where data is gathered from various sources such as books, journal articles, research reports, dissertations, and other relevant written documents, without conducting direct experiments or surveys. The data analysis technique in this study involves stages of data collection, classification and organization, content analysis, information synthesis, and conclusion drawing. Based on the findings, digital-based innovations in PAI learning utilize technology to enhance the effectiveness, interactivity, and relevance of the learning process for students in the digital era. With integrated technology, PAI learning becomes more engaging and easier to understand, particularly for a generation accustomed to technology. The use of interactive multimedia also makes PAI learning more meaningful and tailored to the needs of the millennial generation. Additionally, an open and collaborative discussion approach in PAI not only supports students' understanding of religious material but also helps shape character aligned with Islamic values. This approach makes PAI learning more interactive and closely related to students' lives, strengthening the connection between religious concepts and daily practices.
PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER ISLAM DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH Irawan, Bambang; Ballianie, Novia; Efriliyanti, Lia; Alvio, Wira
Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati
Publisher : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55943/jipmukjt.v5i1.222

Abstract

Penelitian ini mengkaji penanaman nilai-nilai karakter Islami dalam Kurikulum PAI di sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur, yang melibatkan analisis berbagai sumber relevan terkait topik yang dibahas. Proses penelitian kajian pustaka dimulai dengan mengidentifikasi masalah yang akan diteliti, kemudian mengumpulkan referensi kepustakaan yang relevan, menyaring pustaka yang telah diperoleh, dan menyajikan data dalam bentuk tabulasi untuk dianalisis, sehingga menghasilkan temuan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil dan pembahasan, tujuan pembelajaran PAI dalam menanamkan nilai karakter adalah membentuk individu yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat. Pendekatan holistik dan integratif menjadikan PAI krusial dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian sesuai dengan nilai-nilai Islam. Implementasi karakter Islami di sekolah melibatkan berbagai aspek pembelajaran dan lingkungan sekolah yang diintegrasikan secara baik dalam kurikulum PAI. Dengan pendekatan yang holistik dan terintegrasi, sekolah dapat membentuk siswa yang berprestasi secara akademis dan memiliki karakter sesuai dengan ajaran Islam. Ini mencakup integrasi nilai-nilai Islami dalam kurikulum, keteladanan guru, lingkungan sekolah yang mendukung, kegiatan ekstrakurikuler, serta keterlibatan orang tua dan komunitas.
Tantangan Implementasi Kurikulum Di Era Digital: Kesiapan Guru Dan Infrastruktur Dewi, Mutia; Ballianie, Novia; Astuti, Mardiah; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Fatimah, Siti; Indah Sari, Ginanda Putri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka di era digital dari aspek kesiapan guru dan infratsruktur. Implementasi Kurikulum Merdeka di era digital membawa tantangan kompleks yang berkaitan dengan kesiapan guru dan ketersediaan infrastruktur teknologi. Kurikulum ini menekankan fleksibilitas, pembelajaran berbasis proyek, dan pemanfaatan teknologi, yang menuntut kesiapan sumber daya manusia dan dukungan sistem yang kuat. Kajian ini mengungkapkan masih adanya kesenjangan digital antara wilayah kota dan desa, keterbatasan perangkat pembelajaran, serta rendahnya literasi digital guru. Faktor internal seperti kompetensi dan motivasi, serta faktor eksternal seperti pelatihan dan dukungan institusional, turut memengaruhi kesiapan guru. Diperlukan strategi penguatan kapasitas guru, perbaikan infrastruktur TIK, dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan Kurikulum Merdeka berjalan optimal dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Generasi Milenial Ballianie, Novia; Dewi, Mutia; Fatimah, Siti
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 6 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i6.2476

Abstract

This study aims to analyze innovations in Islamic Religious Education (PAI) learning for the millennial generation. The research employs a literature review method, where data is gathered from various sources such as books, journal articles, research reports, dissertations, and other relevant written documents, without conducting direct experiments or surveys. The data analysis technique in this study involves stages of data collection, classification and organization, content analysis, information synthesis, and conclusion drawing. Based on the findings, digital-based innovations in PAI learning utilize technology to enhance the effectiveness, interactivity, and relevance of the learning process for students in the digital era. With integrated technology, PAI learning becomes more engaging and easier to understand, particularly for a generation accustomed to technology. The use of interactive multimedia also makes PAI learning more meaningful and tailored to the needs of the millennial generation. Additionally, an open and collaborative discussion approach in PAI not only supports students' understanding of religious material but also helps shape character aligned with Islamic values. This approach makes PAI learning more interactive and closely related to students' lives, strengthening the connection between religious concepts and daily practices.
Generative AI in Personalized Learning: A Systematic Review of Implementation in Indonesia Mardeli, Mardeli; Sari, Juwita Puspita; Setyaningsih, Kris; Fauzi, Muhamad; Fitri, Emilia; Ballianie, Novia
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i2.1672

Abstract

Indonesia's digital education transformation has experienced significant acceleration post-COVID-19 pandemic, with generative AI emerging as a disruptive technology offering revolutionary potential for personalized learning. However, significant knowledge gaps remain regarding how generative AI is implemented within Indonesia's unique educational context characterized by distinctive socio-cultural conditions, technological infrastructure, and educational policies. This study aims to map implementation patterns of generative AI in personalized learning across various educational levels in Indonesia and identify encountered challenges. Employing a systematic literature review methodology following PRISMA 2020 guidelines, the research analyzed 28 studies published between 2020-2024 from international and Indonesian local databases. Findings reveal concerning implementation distribution disparities with concentration in higher education and dominance of global commercial platforms like ChatGPT, indicating dependence on proprietary systems raising data sovereignty concerns. Effective implementations adopt hybrid human-AI orchestration models with tiered personalization reflecting Indonesian cultural values. Major challenges include three-level digital divides, low teacher competency in AI literacy, rigid curriculum structures, and absence of adequate data governance frameworks. This research contributes to developing contextual generative AI implementation frameworks and fills literature gaps on educational AI in Indonesia, though longitudinal research and explicit equity interventions remain necessary to ensure just and sustainable implementation.
Penguatan Karakter Religius Peserta Didik di Era Digital: Tantangan dan Strategi Implementasi di Sekolah Ballianie, Novia; Mardeli, Mardeli; Dewi, Mutia; Irawan, Bambang; Efriliyanti, Lia
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i1.4885

Abstract

This study aims to analyze the strengthening of students’ religious character in the digital era in terms of challenges and implementation strategies in schools. The research employs a literature review method using secondary data sources, including textbooks, reputable national and international journals, conference proceedings, research reports, and educational policy documents. Data were collected through the inventory, selection, and documentation of relevant literature. Data analysis utilized content analysis through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that strengthening students’ religious character in the digital era faces multidimensional challenges arising from technological developments and changes in social behavior. Exposure to digital content that is inconsistent with religious values, invalid religious information, and excessive gadget use weakens spiritual awareness, worship practices, empathy, and mutual respect. These conditions are exacerbated by predominantly cognitive-oriented learning, low digital literacy among educators, and inconsistencies in school religious culture. Therefore, strengthening religious character requires holistic, adaptive, and sustainable strategies within the context of modern education.