Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Identifikasi Jenis dan Indeks Nilai Penting Lamun Pada Kawasan Pantai Ceria Kecamatan Kepualauan Tanakeke Kabupaten Takalar Saparuddin, Saparuddin; Hamsiah, Hamsiah; Asmidar, Asmidar
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v3i1.536

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2024 sampai dengan 9 Juni. Berlokasi di Kecamatan Kepulauan TanaKeke, Metode pengumpulan data dengan cara pengambilan sampel lamun dan megabentos menggunakan metode transek kuadran. Pengambilan sampel dimulai dari pemasangan transek dengan menggunakan roll meter yang ditarik tegak lurus garis pantai sepanjang 50 meter pada saat air surut. Penempatan transek dimulai dari ditemukan lamun menggunakan frame kuadran berukuran 1x1 meter. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Jenis-jenis lamun yang teridentifikasi di Pulau TanaKeke yaitu: Thallasia hemprichi, Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Halophila minor, dan Sirongodyum isoetifilium.; Indeks Nilai Penting tertinggi berada pada Cymodocea rotundata dengan nilai 109,27 dan terendah berada pada Halophila minor dengan nilai 21,09. Indeks Nilai Penting (INP) digunakan untuk menghitung dan menduga keseluruhan dari peranan jenis lamun didalam suatu komunitas. Indeks nilai penting (INP) berkisar antara 0 – 300. INP memberikan gambaran mengenai pengaruh atau peranan suatu jenis tumbuhan terhadap suatu daerah. Semakin tinggi nilai INP suatu jenis relatif terhadap jenis lainnya, semakin tinggi peranan jenis pada komunitas tersebut.
Analisis Kesesuaian Kawasan Wisata Pantai Cempae Kecamatan Soreang Kota Parepare _, Zul Hamizan; Danial, Danial; Asmidar, Asmidar
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v3i1.643

Abstract

Beach tourism is a visit made by a person or group of people to enjoy the beauty of the sea and has the aim of doing special activities such as swimming and or just sunbathing on the beach. The purpose of this study is to determine the level of suitability of the Cempae Beach tourist area, Soreang District. This study was conducted in March - April located at Cempae Beach, Soreang District, Parepare City. The method used in this study is land suitability data collection using 10 suitability matrices from Yulianda 2019 with direct observation methods measuring beach type parameters, beach width, water bottom material, water depth, water clarity, current speed, beach slope, coastal land cover, dangerous biota and fresh water availability. The results of the study of the suitability analysis of Cempae Beach tourist land, Soreang District, Parepare City are classified as suitable (S2) with an IKW value of station 1 of 70.67% (S2), the Tourism suitability Index value at station 2 with a figure of 67.00% (2) and for the suitability value of station 3 with a figure of 59.00% (S3). The results of the study show that the level of suitability of Cempae Beach tourism is included in the Suitable category (S2) with an average value of 65.56%, of the 50 respondents who agreed, 65.62% were in the "Good" category so that the location can be used as a beach tourism spot.
Latihan Asertif Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Korban Cyberbullying Pada Remaja Asmidar, Asmidar
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1820

Abstract

Artikel ini menggambarkan cyberbullying penting untuk dikaji karena efek yang diberikan lebih dari bullying konvensional karena menyerang sisi psikologis korban. Cyberbullying banyak terjadi dikalangan remaja usia sekolah. Guru bimbingan dan konseling (BK) mempunyai kontribusi utama sebagai penyemangat dan pelindung di sekolah. Guru BK dapat memberikan layanan responsif karena korban cyberbullying harus ditangani segera. Teknik latihan asertif ialah satu dari metode pendekatan konseling behavior yang memfokuskan dalam mendukung orang tidak dapat mengekspresikan perasaan tersinggung, sulit mengatakan “tidak”, mengekspresikan afeksi serta reaksi positif lain. Latihan asertif diharapkan korban bisa meningkatkan kepercayaan diri dan harga dirinya dalam mengatasi cyberbullying, serta memperbaiki kesehatan mental melalui pengurangan stress, depresi, dan resiko ide bunuh diri.
Peran Konseling Kelompok untuk Mengurangi Kenakalan Remaja Siswa Kelas X SMK Asmidar, Asmidar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36321

Abstract

Kenakalan remaja di lingkungan sekolah menengah kejuruan seringkali menghambat proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis layanan konseling kelompok dalam mengurangi tingkat kenakalan remaja pada siswa kelas X di SMK Swasta Bandung 2. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi perilaku membolos, merokok, dan lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian 10 orang siswa kelas X dengan catatan pelanggaran disiplin. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, perilaku kenakalan siswa berada pada kategori tinggi akibat faktor internal dan eksternal. Setelah diberikan layanan konseling kelompok melalui tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran, terdapat penurunan signifikan pada perilaku negatif. Siswa menunjukkan perubahan sikap yang lebih bertanggung jawab dan mampu menjalin komunikasi yang lebih baik. Simpulan penelitian adalah layanan konseling kelompok merupakan metode yang efektif untuk mereduksi kenakalan remaja di sekolah jika dilaksanakan secara sistematis.
Pengelolaan Program Literasi Sosial sebagai Upaya Meningkatkan Perilaku Prososial Anak Panti Asuhan Shinta, Dewi; Asmidar, Asmidar; Sefitri, Addiniah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36649

Abstract

Keterbatasan sarana dan program pembinaan sosial di panti asuhan sering berdampak pada rendahnya perilaku prososial anak, seperti empati dan kerja sama. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengelola program literasi sosial sebagai upaya meningkatkan perilaku prososial anak panti asuhan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan PKM berbasis program. Subjek kegiatan berjumlah 12 anak asuh berusia 3–18 tahun di Panti Asuhan Mustika Abadi Anak Indonesia, yang dikelompokkan ke dalam tiga kelompok usia. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi permainan, dan refleksi berbasis experiential learning. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan perilaku prososial anak, ditandai dengan munculnya sikap empati, saling membantu, kerja sama, dan komunikasi sosial yang lebih positif pada seluruh kelompok usia. Program literasi sosial berbasis tahap perkembangan terbukti efektif sebagai media pembinaan sosial anak panti asuhan.
Carrying Capacity Analysis for Sustainable Coastal Tourism in North Galesong, Takalar Regency Tang, Beddu; Asmidar, Asmidar; Chuzaimah, Chuzaimah; Darmawati, Darmawati; Tajuddin, Mustamin
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Vol 13, No 2 (2026): ECSOFiM April 2026
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ecsofim.2026.013.02.02

Abstract

North Galesong Sub-district, Takalar Regency, South Sulawesi, Indonesia, has considerable coastal tourism potential that requires sustainable management to prevent environmental degradation. This study aimed to evaluate the carrying capacity of the Galesong Beach tourism area as a basis for sustainable tourism management. Field surveys were conducted at Galesong Beach in Sampulungan Village, using primary data collected through observations, environmental measurements, interviews, and visitor questionnaires. The data included tourism area size, visitor characteristics, environmental conditions, management capacity, and visitor length of stay. The carrying capacity of a tourist area is estimated using the Physical Carrying Capacity (PCC), Real Carrying Capacity (RCC), Management Capacity (MC), and Effective Carrying Capacity (ECC) equations. The tourism area covered 1.8 ha, with 15,200 m² available for tourism activities. The PCC was estimated at 170 visitors per day, exceeding the average visitation of 50 visitors per day. After considering environmental constraints, the RCC decreased to 42 visitors per day, while the MC reached 96.36%, resulting in an ECC of 40 visitors per day or approximately 1,200 visitors per month. These findings provide a scientific basis for regulating visitor numbers and supporting sustainable coastal tourism management in North Galesong.