Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Identifikasi Jenis dan Indeks Nilai Penting Lamun Pada Kawasan Pantai Ceria Kecamatan Kepualauan Tanakeke Kabupaten Takalar Saparuddin, Saparuddin; Hamsiah, Hamsiah; Asmidar, Asmidar
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v3i1.536

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2024 sampai dengan 9 Juni. Berlokasi di Kecamatan Kepulauan TanaKeke, Metode pengumpulan data dengan cara pengambilan sampel lamun dan megabentos menggunakan metode transek kuadran. Pengambilan sampel dimulai dari pemasangan transek dengan menggunakan roll meter yang ditarik tegak lurus garis pantai sepanjang 50 meter pada saat air surut. Penempatan transek dimulai dari ditemukan lamun menggunakan frame kuadran berukuran 1x1 meter. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Jenis-jenis lamun yang teridentifikasi di Pulau TanaKeke yaitu: Thallasia hemprichi, Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Halophila minor, dan Sirongodyum isoetifilium.; Indeks Nilai Penting tertinggi berada pada Cymodocea rotundata dengan nilai 109,27 dan terendah berada pada Halophila minor dengan nilai 21,09. Indeks Nilai Penting (INP) digunakan untuk menghitung dan menduga keseluruhan dari peranan jenis lamun didalam suatu komunitas. Indeks nilai penting (INP) berkisar antara 0 – 300. INP memberikan gambaran mengenai pengaruh atau peranan suatu jenis tumbuhan terhadap suatu daerah. Semakin tinggi nilai INP suatu jenis relatif terhadap jenis lainnya, semakin tinggi peranan jenis pada komunitas tersebut.
Analisis Kesesuaian Kawasan Wisata Pantai Cempae Kecamatan Soreang Kota Parepare _, Zul Hamizan; Danial, Danial; Asmidar, Asmidar
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v3i1.643

Abstract

Beach tourism is a visit made by a person or group of people to enjoy the beauty of the sea and has the aim of doing special activities such as swimming and or just sunbathing on the beach. The purpose of this study is to determine the level of suitability of the Cempae Beach tourist area, Soreang District. This study was conducted in March - April located at Cempae Beach, Soreang District, Parepare City. The method used in this study is land suitability data collection using 10 suitability matrices from Yulianda 2019 with direct observation methods measuring beach type parameters, beach width, water bottom material, water depth, water clarity, current speed, beach slope, coastal land cover, dangerous biota and fresh water availability. The results of the study of the suitability analysis of Cempae Beach tourist land, Soreang District, Parepare City are classified as suitable (S2) with an IKW value of station 1 of 70.67% (S2), the Tourism suitability Index value at station 2 with a figure of 67.00% (2) and for the suitability value of station 3 with a figure of 59.00% (S3). The results of the study show that the level of suitability of Cempae Beach tourism is included in the Suitable category (S2) with an average value of 65.56%, of the 50 respondents who agreed, 65.62% were in the "Good" category so that the location can be used as a beach tourism spot.
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM PENENTUAN KELAYAKAN WISATA PANTAI DI GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Tang, Beddu; Asmidar, Asmidar; Yunus, Muhammad; Nur, Muhammad; Darmawati, Darmawati
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20570

Abstract

Abstrak: Kecamatan Galesong Utara memiliki potensi wisata dengan pasir putih yang relatif terjaga kondisinya dan memiliki keragaman biota yang menarik serta air laut yang jernih membuat pengunjung sangat terpesona dengan keindahan tersebut. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui kesesuaian wisata pantai Galesong Utara dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah metode survey, dengan pengambilan data primer dan sekunder, pengambilan data dilakukan pada 3 stasiun. Data primer meliputi data fisik kawasan pantai yang digunakan untuk kegiatan wisata di kawasan pantai. Analisis data menggunakan Indeks Kesessuaian Wisata (IKW) untuk mengetahui wilayah yang layak menjadi wisata pantai. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 3 stasiun pengamatan di dapatkan bahwa setiap lokasi memiliki nilai indkes kesesuaian yang hampir sama yaitu stasiun 1 nilai IKW sebesar 2,844, stasiun nilai IKW sebesar 2,844 dan stasiun 3 nilai IKW sebesar 2,625, didapatkan persentas indeks kesesuaian untuk stasiun 1 sebesar 94,8%, stasiun 2 sebesar 94,8% dan stasiun 3 sebesar 87,5%.  Data hasil analisis dan overlay citra (peta kesesuaian) menunjukkan bahwa wilayah Galesong Utara Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar sangat sesuai (kategori S1) untuk kegiatan wisata pantai kategori rekreasi dengan luasan area 105,8 ha, sehingga wilyah ini dapat dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan meningkatkan perekonomian masyaraakat setempat.                                                                                                Abstract: North Galesong District has tourism potential with white sand that is relatively well maintained and has a variety of interesting biota and clear sea water, making visitors very enchanted by this beauty. This research aims to determine the suitability of North Galesong beach tourism by utilizing the Geographic Information System (GIS). The benefit of this research is that it can serve as a guide in the development and management of beach tourism in Takalar Regency. The method used is a survey method, with primary and secondary data collection, data collection was carried out at 3 stations. Primary data includes data on the aquatic environment, the physical environment of the beach, the area used for tourism activities in the coastal area. Data analysis uses SPOT or Landsat imagery to find out areas that are suitable for beach tourism. Based on the results of research conducted at 3 observation stations, it was found that each location had almost the same measurement value, namely station 1 with a value of 2.844, station with a value of 2.844 and station 3 with a value of 2.625. The conformity index for station 1 was 94.8%, station 2 was 94.8% and station 3 was 87.5%. Data from analysis and image overlay (suitability map) shows that the North Galesong District, North Galesong District, Takalar Regency is very suitable (category S1) for beach tourism activities in the recreational category with an area of 105.8 ha.
Latihan Asertif Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Korban Cyberbullying Pada Remaja Asmidar, Asmidar
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025): In Process
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1820

Abstract

Artikel ini menggambarkan cyberbullying penting untuk dikaji karena efek yang diberikan lebih dari bullying konvensional karena menyerang sisi psikologis korban. Cyberbullying banyak terjadi dikalangan remaja usia sekolah. Guru bimbingan dan konseling (BK) mempunyai kontribusi utama sebagai penyemangat dan pelindung di sekolah. Guru BK dapat memberikan layanan responsif karena korban cyberbullying harus ditangani segera. Teknik latihan asertif ialah satu dari metode pendekatan konseling behavior yang memfokuskan dalam mendukung orang tidak dapat mengekspresikan perasaan tersinggung, sulit mengatakan “tidak”, mengekspresikan afeksi serta reaksi positif lain. Latihan asertif diharapkan korban bisa meningkatkan kepercayaan diri dan harga dirinya dalam mengatasi cyberbullying, serta memperbaiki kesehatan mental melalui pengurangan stress, depresi, dan resiko ide bunuh diri.