Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN TEHNIK KASA KERING STERIL DAN KASA ALKOHOL 70% TERHADAP PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR (DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERSARI SARADAN KABUPATEN MADIUN) Astutik, Puji
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 nomor 1 tahun 2016
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.417 KB) | DOI: 10.29407/judika.v1i1.409

Abstract

Perawatan tali pusat prinsipnya menjaga kondisi tali pusat tetap kering, tidak lembab dan bersih. Oleh karena itu dianjurkan untuk tidak memberikan bahan apapunpada tali pusat, cukup membersihkan dan membalut dengan kasa kering steril. Tujuanpenelitian untuk mengetahui pengaruh perawatan tali pusat dengan tehnik kasa keringsteril dan kasa alkohol 70% terhadap pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir diwilayah kerja Puskesmas Sumbersari Saradan Kab. Madiun. Desain yang digunakan yaitu korelasional. Sampel berjumlah 48 responden.Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling. Analisa datamenggunakan uji Mann Whitney dengan signifikansi α (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh (100%) responden 24 mengalamipelepasan tali pusat secara normal (5 – 7 hari) setelah dilakukan perawatan tali pusatmenggunakan kasa kering steril. Seluruh responden (100%) mengalami pelepasan talipusat secara lambat (>7 hari) setelah dilakukan perawatan tali pusat menggunakankasa alkohol 70 %. Hasil uji Mann Whitney diperoleh p value = 0,000 ≤ α = 0,05sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Ada pengaruh perawatan tali pusat denganmenggunakan kasa kering steril terhadap pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir diwilayah kerja Puskesmas Sumbersari Saradan Kab. Madiun. Kata kunci : Tehnik perawatan tali pusat , kasa kering steril, tehnikkasa Alkohol 70%,pelepasan tali pusat
Boeh: Elemen Busana Penentu Hierarki Ruang Perempuan pada Masyarakat Budaya Padi Kasepuhan Ciptagelar Astutik, Puji; Kusdiwanggo, Susilo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 3 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i3.105

Abstract

Ketika berinteraksi dengan padi dan turunannya, masyarakat budaya padi (padi culture) Kasepuhan Ciptagelar selalu mengelola secara ritual dalam satu siklus yang terus berulang. Terdapat relasi signifikan antara waktu, pelaku dan aktivitas memperjalankan padi. Urutan konstelasi ini menghadirkan teritori dan ruang yang baik secara fisik maupun metafisik bagi laki-laki dan perempuan. Ruang perempuan hadir pada saat ritual padi dilaksanakan. Kehadirannya dikenali secara langsung dari busananya. Boeh, elemen busana dari relasi sakuren domain budaya busana menandakan pemakainya sebagai pemimpin ritual sekaligus entitas ke-3 dari relasi sakuren. Setiap realitas menunjukan hierarki ruang perempuan yang berjenjang. Dengan menggunakan metode kualitatif-eksplanatif melalui paradigma empiris, dengan hipotesis penelitian. Penelitian antropologi-arsitektur ini bertujuan untuk menguji teori domain budaya busana yang dipakai pada saat ritual sebagai penentu hierarki ruang perempuan. Hasil penelitian membuktikan dan memperkuat hipotesis, bahwa domain budaya busana yang menghadirkan boeh pada perempuan saat ritual menunjukan hierarki tertinggi dari ruang perempuan.