Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN HOME INDUSTRY GULA MERAH KELAPA DI DESA PASIANG Syarif, Syarif; Hamsiah, Hamsiah; Hikmah, Aulia Nurul; Dambe, Jumriani; Ansyar, Ansyar; Hamsah, Hamsah
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 2, No 1 (2024): Vol 2 No 1 April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v2i1.22

Abstract

Matakali sub-district is one of the largest coconut producers with a coconut land area of 1,429.19 hectares and an annual production of 1,093.77 tons. This is a great opportunity for the coconut palm sugar home industry in Matakali sub-district, especially in Pasiang village. Based on the results of preliminary observations in Matakali sub-district, the coconut palm sugar home industry is only found in Pasiang village, and there are a total of 30 coconut palm sugar home industries in three hamlets namely Buttulamba, Tabone, and Seppong. This has brought changes to the utilization of coconut trees, which in the past were only used for their fruit to produce oil and copra, but now coconut trees are also used for their sap to make brown sugar. This is done because the community considers the market opportunity for coconut palm sugar to be better than the coconut oil or copra market. In addition, coconut fruit processing also has a harvest period, but coconut sap can be produced every day. The coconut palm sugar home industry in Pasiang village is currently in the development stage along with increasing market demand from outside the region. The purpose of this study was to determine the income level of the coconut brown sugar home industry in Pasiang Village, Matakali District, Polewali Mandar Regency. The analysis method used is quantitative analysis. The sampling technique used is saturated sampling technique, which is a method that uses the entire population as a sample. The data analysis technique used is income analysis. Based on the survey results, the average income of the red coconut sugar home industry is Rp 4,368,964 by month.
Implementasi E-Kinerja Pada Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kota Makassar Ansyar, Ansyar; Mustafa, Delly; Juharni, Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 2 No. 2 (2024): Paradigma Journal of Administration, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v2i2.5142

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis aplikasi e-kinerja sebelum dan sesudah diterapkan di kantor BKPSDMD Kota Makassar, serta faktor yang memengaruhi implementasinya. Informan penelitian berjumlah enam orang, dengan data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan metode pengumpulan data, display data, kondensasi data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Sebelum penerapan e-kinerja, penilaian kinerja dilakukan secara manual, yang rumit dan memakan waktu. Setelah e-kinerja digunakan, berbagai manfaat muncul, seperti kemudahan kontrol kehadiran, manajemen birokrasi, serta pengambilan keputusan terkait pengembangan karir, promosi, penghargaan, dan tambahan penghasilan pegawai. E-kinerja juga mempersingkat proses dan meningkatkan efisiensi pengelolaan kinerja. Faktor pendukung penggunaan e-kinerja meliputi komunikasi aktif melalui grup WhatsApp, pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam menggunakan aplikasi, dukungan teknis, dan infrastruktur teknologi yang memadai, seperti koneksi internet stabil. Selain itu, transparansi dalam penilaian kinerja memungkinkan pegawai memantau pencapaiannya secara langsung. Dukungan aturan dan struktur birokrasi yang baik juga menjadi kunci sukses implementasi e-kinerja di kantor BKPSDMD Kota Makassar. This study aims to analyse the e-performance application before and after it is implemented in the BKPSDMD office of Makassar City, as well as factors that influence its implementation. The research informants were six people, with data collected through interviews and analysed using the methods of data collection, data display, data condensation, and conclusion drawing or verification. Before the implementation of e-performance, performance appraisal was done manually, which was complicated and time-consuming. After e-performance was used, various benefits emerged, such as ease of attendance control, bureaucratic management, and decision-making related to career development, promotions, awards, and additional employee income. E-performance also streamlines processes and improves the efficiency of performance management. Supporting factors for the use of e-performance include active communication through WhatsApp groups, training to improve employees' ability to use the application, technical support, and adequate technological infrastructure, such as a stable internet connection. In addition, transparency in performance appraisal allows employees to monitor their achievements directly. Good regulatory support and bureaucratic structure are also key to the successful implementation of e-performance at the Makassar City BKPSDMD office.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Cabai Rawit Di Kabupaten Polewali Mandar rahmat, rahmat; Hikmah, Aulia Nurul; Dambe, Jumriani; Hamsiah, Hamsiah; Ansyar, Ansyar; Hamsah, Hamsah
Agriculture and Socio-Economic Journal Vol 1, No 3 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/asej.v1i3.91

Abstract

Cayenne pepper cultivation in Polewali Mandar Regency faces various challenges, one of which is price fluctuations in the market. The purpose of this study is to analyze the factors that influence the price fluctuations of cayenne pepper in Polewali Mandar Regency. The determination of the research location was carried out purposively, because Polewali Mandar Regency became one of the largest producers of cayenne pepper in West Sulawesi Province. The sample in this study was 40 samples. The analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of the research that have been carried out show that the factors that influence cayenne pepper price fluctuations, namely chili availability and demand for cayenne pepper, have a significant effect on cayenne pepper price fluctuations in Polewali Mandar Regency, while the price of cayenne pepper at the farm level and substitute goods have no significant effect on cayenne pepper price fluctuations in Polewali Mandar Regency.
Analisis Subtansi Hukum Adat Sebagai Penguat Karakter Bangsa Bagi Masyarakat Kecamatan Kesu Toraja Utara Ansyar, Ansyar; Wajdi, Farid; Putra, Zulfikar; Salim, Iksan Agus
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.688 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3862

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis substansi hukum adat di Toraja Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan explanatory research yang dilakukan di Toraja Utara Kecamatan Kesu dengan jumlah informan sebanyak 3 orang yang mewakili. Penelitian dilakukan melalui wawancara langsung dengan tokoh-tokoh yang meliputi tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum adat di Tanah Toraja telah diakui dan dilindungi oleh pemerintah daerah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 tentang “pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat hukum adat”. Dalam penerapannya, hukum adat ditentukan oleh Toparenge, dan adat-istiadat di suatu wilayah hukum yang khas tetap dihormati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat hukum adat setempat. Nilai-nilai karakter bangsa adalah toleransi, kerjasama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap pelestarian budaya.Kata Kunci: Adat Toraja, Hukum, Karakter AbstractThis study aims to determine the analysis of the substance of customary law in North Toraja. The method used in this research is a case study with an explanatory research approach carried out in North Toraja, Kesu District with a number of informants as many as 3 representing figures. The research was conducted through direct interviews with leaders including traditional leaders, community leaders, and local government. The instrument used in this research is the interview guide. The study results show that customary law in Tanah Toraja has been recognized and protected by the local government in accordance with Regional Regulation Number 1 of 2019 concerning "recognition and protection of the rights of indigenous peoples". In its application, customary law is determined by the Toparenge, and customs in a typical law area are still respected and upheld by the local indigenous community. The values of the nation's character are tolerance, cooperation, responsibility, and concern for cultural preservation.Keywords: Toraja Custom, Law, Character
Implementasi Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 1 Wundulako Kabupaten Kolaka Ansyar, Ansyar; Putra, Zulfikar; Wajdi, Farid; Fazhillah, Nur; Firman, Firman; Wahana, Syairullah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.635 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3920

Abstract

AbstrakTujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya mengajarkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kalangan siswa baru SMA Negeri 1 Wundulako dalam mewujudkan profil siswa Pancasila dengan enam karakter utama, yaitu iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. karakter, keragaman global, bekerja sama. berpikir kooperatif, mandiri, kritis dan kreatif. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk ceramah dan dialog interaktif dimana para nara sumber menjelaskan tema-tema tertentu. Kemudian terjadi diskusi tentang presentasi yang telah disampaikan. Temuan dalam pengabdian yang dilakukan adalah masih ada beberapa siswa yang belum hafal sila Pancasila dengan urutan yang benar dan pencerminan sikap dan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan mahasiswa baru dapat memahami dengan baik bahwa Pancasila merupakan sumber nilai moral, etika, dan hukum dan dengan nilai-nilai tersebut diharapkan nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sekolah. yang terbingkai dalam potret profil mahasiswa Pancasila.Kata Kunci: Kata Kunci: Nilai Pancasila, Pelajar Pancasila AbstractThe purpose of this service is to provide an understanding of the importance of teaching and practicing Pancasila values among new students of SMA Negeri 1 Wundulako in realizing the profile of Pancasila students with six main characteristics, namely faith and piety to God Almighty and noble character, global diversity, working together. cooperative, independent, critical and creative reasoning. This service activity is carried out in the form of lectures and interactive dialogues where the resource persons explain specific themes. Then a discussion occurs on the presentations that have been delivered. The findings in the service carried out are that there are still some students who have not memorized the Pancasila precepts in the correct order and the reflection of attitudes and behavior is not in accordance with the values contained in Pancasila. Through this service activity, it is hoped that new students can understand well that Pancasila is a source of moral, ethical, and legal values and with these values, it is hoped that these values can be implemented in school life which is framed in the portrait of the Pancasila student profile.Keywords: Keywords: Pancasila Values, Pancasila Students
Pengembangan Pengelolaan Keuangan Pada Agroindustri Kopi di Desa Tapango Barat Kabupaten Polewali Mandar Chakti, Andi Gunawan Ratu; Ansyar, Ansyar; Albar, Albar
Celebes Journal of Community Services Vol. 3 No. 2 (2024): Juni - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan keuangan sering kali menjadi masalah yang diabaikan oleh pelaku bisnis UMKM, terutama dalam hal penerapan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan dan akuntansi yang benar. Masalah ini biasanya muncul karena pengetahuan dan informasi pelaku UMKM tentang akuntansi sangat terbatas, ditambah dengan latar belakang pendidikan mereka yang juga mempengaruhi pemahaman mereka. Pengabdian Masyarakat ini adalah Digital Finance yang terkait dengan sustainability dan digitalisasi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah dalam aspek Keuangan yaitu a.) Pencatatan Keuangan yang tidak terstruktur dan mendalam, b.) Keuangan Pribadi dan Keuangan Bisnis tercampur, c.) Pencatatan Keuangan sangat sederhana. d.) pelaporan dan pengendalian transaksi keuangan belum ada. Hasil Pengabdian yaitu Peningkatan Pendapatan Mitra Sekitar 78% dibandingkan sebelumnya yang tidak melakukan Pengelolaan Keuangan dengan Baik, dimana Peningkatan pendapatan ini bersumber dari penjualan dan Modal yang bertambah dari Perbankan dengan dilakukannya pencatatan keuangan yang mendalam dan terstruktur serta pemisahan keuangan pribadi dan Keuangan Bisnis. Kemampuan pengusaha UMKM dalam menggunakan metode akuntansi yang baik dan konsisten sesuai kebutuhan usaha akan mewujudkan pengelolaan keuangan ataupun manajemen usaha yang professional, transparan dan akuntabel sehingga dapat menunjukkan posisi keuangan yang sebenarnya.
Upaya Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik Dalam Pembelajaran IPS Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning di SMP D-Baito Sunan Plumbon Tembarak Kab. Temanggung Jawa Tengah Heryawanti, Eka Puji; Bahri, Bahri; Ansyar, Ansyar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah mencanangkan program Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT), peserta didik diperbolehkan masuk sekolah dengan jumlah kelas setengah dari jumlah semula. Hal ini membawa dampak positif bagi dunia pendidikan karena dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yang sudah lama terhenti. Pembelajaran Online akibat pandemi covid-19 berdampak pada beberapa hal antara lain keaktifan siswa di kelas. Karena terlalu lama belajar dirumah peserta didik pasif dalam pembelajaran. Mereka tidak percaya diri saat mengikuti pembelajaran di kelas, mereka sudah terbiasa melakukan pembelajaran daring yang bersifat individual. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model Discovery Learning untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP D-Baito Sunan Plumbon Tembarak. Tahapan dari penelitian ini adalah peneliti melakukan perbaikan pada setiap siklus agar pembelajaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pada siklus pertama pembelajaran masih pasif (70,58%), masih banyak peserta didik yang malu saat menyampaikan pendapat. Pada Siklus 2 dengan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pembelajaran mulai berjalan, banyak peserta didik yang mengemukakan pendapat mereka (80,40 %). Dan Pada Siklus 3 hampir semua siswa (96,07%) dapat mengemukakan pendapatnya dengan baik, dapat menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan. Pembelajaran Discovery Learning sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan peserta didik saat proses pembelajaran
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Peningkatan Hasil Belajar IPS Pada Siswa SMPN 36 Bandar Lampung Budiarti, Yumi Fitri; Bahri, Bahri; Ansyar, Ansyar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar adalah proses perubahan tingkah laku melalui berbagai pengalaman yang diperolehnya. Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, ataupun sikap. Peran guru bukan satu - satunya pembelajaran tetapi sebagai fasilitator dan pengarah. Belajar memang bersifat individual, oleh karena itu belajar merupakan suatu keterlibatan langsung atau mempeoroleh pengalaman individual yang unik. Ditemukan beberapa kelemahan pada pembelajaran di dalam kelas pada sekolah SMPN 36 Bandar Lampung seperti; 1) Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran, 2)Tingkat pemahaman materi siswa masih rendah,3) Siswa merasa jenuh karena penyampaian materi yang monoton, 4)Terbatasnya sarana dan prasarana di sekolah, 5)Rendahnya kemampuan literasi peserta didik, 6)Guru belum menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Untuk itu pada penelitian kali ini peneliti akan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dalam penerapan peningkatan kualitas belajar di dalam kelas agar meningkatkan hasil belajar siswa pada SMPN 36 Bandar Lampung. Penggunaan model PBL ini dilakukan guna mengajak siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas
PENGEMBANGAN DIGITAL MARKETING PADA AGROINDUSTRI KOPI DI DESA TAPANGO BARAT KABUPATEN POLEWALI MANDAR Chakti, Andi Gunawan R.; Ansyar, Ansyar; Albar, Albar
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1769

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini adalah Digital Economy yang terkait dengan sustainability dan digitalisasi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah dalam aspek Pemasaran yaitu a.) Pemasaran sistem tradisional (metode penjualan langsung). Belum memaksimalkan pemasaran Online., b.) Penggunaan berbagai Platform pemasaran digital belum dikuasai, c.) Pemasaran dan penjualan produk secara online baru sebatas melalui Whatsapp. d.) Nilai tambah produk relatif rendah. Ini adalah peluang yang besar bagi UMKM untuk mulai memiliki penghasilan dengan memanfaatkan internet. Hal ini dikenal dengan Bisnis Online yang dapat dijalankan dengan memanfaatkan media internet sebagai sarana bekerja membangun dan mengelola bisnis. Hasil Pengabdian yaitu Peningkatan Pendapatan Mitra Sekitar 82%, Mengembangkan kewirausahaan dan manajemen pemasaran digital pada Agroindustri Kopi, Pembuatan toko online di salah satu e-comerce/marketplace dan pengelolaannya.  Abstract. This Community Service focuses on the Digital Economy related to sustainability and digitalization. The problems faced by our partners are in the Marketing aspect, namely: a) Traditional marketing systems (direct sales methods), which have not maximized online marketing; b) Lack of mastery in using various digital marketing platforms; c) Online marketing and sales of products are limited to WhatsApp; d) The added value of the products is relatively low. This presents a significant opportunity for SMEs to start generating income by leveraging the internet. This is known as Online Business, which can be carried out by utilizing the internet as a means to build and manage a business. The results of the Community Service include an increase in partner income by approximately 82%, the development of entrepreneurship and digital marketing management in the Coffee Agroindustry, the creation of an online store on an e-commerce/marketplace platform, and its management.
Analisis Subtansi Hukum Adat Sebagai Penguat Karakter Bangsa Bagi Masyarakat Kecamatan Kesu Toraja Utara Ansyar, Ansyar; Wajdi, Farid; Putra, Zulfikar; Salim, Iksan Agus
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3862

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis substansi hukum adat di Toraja Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan explanatory research yang dilakukan di Toraja Utara Kecamatan Kesu dengan jumlah informan sebanyak 3 orang yang mewakili. Penelitian dilakukan melalui wawancara langsung dengan tokoh-tokoh yang meliputi tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum adat di Tanah Toraja telah diakui dan dilindungi oleh pemerintah daerah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 tentang “pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat hukum adat”. Dalam penerapannya, hukum adat ditentukan oleh Toparenge, dan adat-istiadat di suatu wilayah hukum yang khas tetap dihormati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat hukum adat setempat. Nilai-nilai karakter bangsa adalah toleransi, kerjasama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap pelestarian budaya.Kata Kunci: Adat Toraja, Hukum, Karakter AbstractThis study aims to determine the analysis of the substance of customary law in North Toraja. The method used in this research is a case study with an explanatory research approach carried out in North Toraja, Kesu District with a number of informants as many as 3 representing figures. The research was conducted through direct interviews with leaders including traditional leaders, community leaders, and local government. The instrument used in this research is the interview guide. The study results show that customary law in Tanah Toraja has been recognized and protected by the local government in accordance with Regional Regulation Number 1 of 2019 concerning "recognition and protection of the rights of indigenous peoples". In its application, customary law is determined by the Toparenge, and customs in a typical law area are still respected and upheld by the local indigenous community. The values of the nation's character are tolerance, cooperation, responsibility, and concern for cultural preservation.Keywords: Toraja Custom, Law, Character