Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Ethnobotany of Food Plants Used by Local Communities at Joben Resort Mount Rinjani National Park, East Lombok Ahmad Jupri; Erika Wulan Milenia; Wardatul Jannah; Pahmi Husain
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 3 (2022): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i3.4094

Abstract

The use of food plant species by local communities is very important to study using the concept of ethnobotany. The purpose of this study was to determine the diversity of plant species, the use of food plants and how to process them at the Joben Resort, Mount Rinjani National Park. This research method is a field survey method which consists of interviews, observations, identification of plant species and data analysis. Determination of the sample using purposive sampling technique. Data was collected through semi-structured interviews and then collected plant specimens accompanied by key informants. Data analysis was carried out descriptively qualitatively after being processed in Microsoft Excel using simple statistical techniques. Based on the results of the study showed that there were 10 types of food plants obtained from the forest of Joben are: Goa (Ficus variegata), Cinnamon (Cinnamomum Burmannii), Jackfruit (Artocarpus heterophyllus), Candlenut (Aleurites moluccana), Salam (Syzygium polyanthum), Kentawong/Sintrong (Crassocephalum crepidioides), Jelijo/Tempuh Wiyang (Emilia sonchifolia), Fern (Diplazium esculentum), Bujak (Hedychium coronarium), and Jee/Putat (Planchonia valida). Utilization of food plants, among others, dried, made into spices, made into vegetables, direct consumption and sold. The most dominant use was fern 26%, followed by Jackfruit 21% and Salam 14%. Then the use of jackfruit plants was relatively large (20%) which could be used as vegetables, eaten directly and sold. Meanwhile, the most widely used plant parts were the leaves of food plants (66%) and fruit of food plants (21%).
Analisis Daya Dukung Ketersediaan Sumber Daya Air di Kawasan Desa Wisata Labuhan Aji Pulau Moyo Kab. Sumbawa Aria Dirawan; Wardatul Jannah
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i1.61074

Abstract

Desa labuhan aji di pulau moyo kini semakin dilirik oleh pemerintah dalam upaya pengembangan potensi pariwisata di daerah tersebut. Desa labuhan aji memiliki potensi pariwisata yang cukup bagus memiliki air terjun mata jitu dan air terjun Diwi Mbai serta potensi senorkling. Potensi pariwisata yang cukup bagus tersebut belum didukung dengan data-data dan pengelolaan sumber daya air yang memadai terutama data tentang daya dukung  air domestik bagi masyarakat sekitar dan sektor pariwisata. Dalam mengatasi permasalahan tersebut penelitian ini diharapkan sebagai solusi dalam menyajikan data-data daya dukung sumber daya air terutama kebutuhan air domestik. Metode yang digunakan yaitu metode analisis ketersediaan sumber daya air dan analisis kebutuhan air untuk keperluan domestik  dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang serta perbandingan antara daya dukung air dan kebutuhan air bagi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan daya dukung air untuk keperluan domestik sebesar 5.211.000 , adapun besar kebutuhan air sampai tahun 2026 yaitu mencapai 4.050.256 . Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan daya dukung air untuk wilayah desa labuhan aji dikategorikan surplus. Masyarakat desa labuhan aji perlu melakukan perlindungan dan pengelolaan sumber daya air secara terpadu yang bisa dilakukan dengan pendekatan kearifan lokal dalam mendukung potensi desa wisata.
Identifikasi Tutupan Terumbu Karang Di Gili Meno Auliya Akraboelittaqwa; Sri Astuty; Ayi Yustiati; Wardatul Jannah
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengetahui kondisi ekosistem terumbu karang, menggunakan metode survei dengan melakukan pengamatan tutupan terumbu karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT), Untuk pengukuran parameter fisika-kimia air dilakukan secara insitu pada tiap stasiun dengan masing-masing dilakukan pada setiap stasiun penelitian. Data yang diperoleh diolah kemudian dianalisis secara deskriptif tiap stasiunnya untuk menentukan kondisi terumbu karang didukung dengan kondisi fisika-kimia perairan. Kondisi terumbu karang di perairan Gili Meno secara rata-rata masuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil pengamatan dengan metode Line Intercept Transect (LIT) persentase karang keras (hard coral) di perairan Gili Meno secara rata-rata memiliki persentase sebesar 24,19% sedangkan karang mati (dead coral) sebesar 12,82%. Rata-rata persentase tutupan komponen algae yakni sebesar 0%, sedangkan komponen other fauna dan abiotic berturut-turut sebesar 12,17% dan 56,41%. Keadaan perairan di Gili Meno cukup optimal bagi kehidupan ekosistem terumbu karang. Suhu yang optimal, salinitas yang normal serta kecerahan yang mencapai 100% serta oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh biota laut menunjang untuk keberlangsungan hidup ekosistem terumbu karang. Kondisi fisika kimia perairan di Gili Meno banyak dipengaruhi oleh Arus Lintas Indonesia (Arlindo) karena Selat Lombok merupakan salah satu jalur dari Arlindo. Abstract: This research aims to inventory and determine the condition of the coral reef ecosystem, used a survey method by observing coral reef cover using the Line Intercept Transect (LIT) method. The measurement of the physico-chemical parameters of water was carried out in-situ at each station with each carried out at each research station. The data obtained were processed then analyzed descriptively for each station to determine the condition of coral reefs supported by the physico-chemical conditions of the waters. On average, the condition of coral reefs in Gili Meno waters is in the medium category. Based on observations using the Line Intercept Transect (LIT) method, the percentage of hard corals in Gili Meno waters has an average percentage of 24.19% while dead coral is 12.82%. The average percentage cover of the algae component is 0%, while the other fauna and abiotic components are 12.17% and 56.41%,. The condition of the waters in Gili Meno is quite optimal for the life of the coral reef ecosystem. Optimal temperature, normal salinity and brightness that reaches 100% and dissolved oxygen needed by marine life support the survival of coral reef ecosystems. The physical and chemical conditions of the waters in Gili Meno are heavily influenced by the Indonesian Cross Flow (Arlindo) because the Lombok Strait is one of the routes from Arlindo.
Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair Zurhaini Zurhaini; Wardatul Jannah; Taufikul Hadi
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah sayuran rumah tangga menjadi pupuk organik cair di Desa Dasan Baru Dusun Memunggu, Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Jenis data yang diidentifikasi dalam penelitian ini yaitu analisis unsur hara makro (Nitrogen, Posfor dan Kalium) pupuk organik cair dari sampah rumah tangga seperti bayam, kubis dan tomat sebanyak 24 kg dengan jumlah keseluruhan 72 kg, sampah yang sudah terkumpul di cincang terlebih dahulu lalu ditimbang dengan berat masing-masing jenis sampah 2 kg sehingga dalam satu ember komposter 6 kg jenis sampah kemudian ditambahkan dengan bioaktivator effectivate mikroorganisme dengan variasi 100 mL, 200 mL dan 300 mL terdapat juga kontrol dengan pengulangan dua kali, lalu difermentasikan selama 21 hari. Pupuk organik cair yang dihasilkan dengan unsur hara makro Nitrogen, Posfor dan Kalium dengan jumlah rata-rata yaitu Nitrogen dengan perlakuan 100 mL(1,41) 200 mL (1,44) dan 300 mL (1,48), kontrol (1,25), Posfor dengan perlakuan 100 mL(2,39) 200 mL (2,53) dan 300 mL (2,16), kontrol (2,19) dan Kalium dengan perlakuan 100 mL(4,66) 200 mL (4,84) dan 300 mL (4,61), kontrol (4,44). Dari hasil analisis data menggunakan ANOVA diperoleh bahwa unsur hara nitrogen menunjukkan nilai tidak signifikan karena (Fhitung< Ftabel) dengan nilai sebesar 3,873 < 6,59 dari Ftabel pada α=5% sebesar 6,59. Unsur hara Posfor juga menunjukkan nilai tidak signifikan karena (Fhitung< Ftabel) dengan nilai 0,228 < 6,59 Ftabel pada α=5% sebesar 6,59 dan unsur hara Kalium menunjukkan nilai signifikan karena (Fhitung > Ftabel) dengan nilai 7,905 > 6,59. Abstract: This research aims to utilize household vegetable litter into liquid organic fertilizer in Memunggu hamlet, Dasan Baru village, Kediri sub-district, Waste Lombok Regency. The methods of research used is an experimental method with a quantitative approach with a case study of processing household waste into liquid. The type of identified in this study were macro nutrients (Nitrogen, phosphorus and potassium) liquid organic fertilizers from household waste such as cabbage, spinach and tomatoes as much as 24 kg with a total amount of 72 kg, garbage already accumulated in the first chopped and then weighed with the weight of each type of garbage 2 kg so in a bucket composter 6 kg type of garbage then added with Bioaktivator effectivate mikroorganisme with variations of 100 mL, 200 mL and 300Ml There is also a control with repetition twice, and then segment for 21 days. Liquid Organic fertilizer produced with macro nutrients of Nitrogen, Posfor and potassium with an average amount of Nitrogen with the treatment of 100 mL (1.41) 200 mL (1.44) and 300 mL (1.48), control (1.25), Posfor with treatment 100 mL (2.39) 200 mL (2.53) and 300 mL (2.16), control (2.19) and potassium with treatment 100 ml (4.66) 200 mL (4.84) and 300 mL (4.61), Control (4.44). From the results of data analysis using ANOVA obtained that the nitrogen nutrients showed no significant value because (Fcount< Ftable) with a value of 3.873 < 6.59 from Ftabel at α = 5% by 6.59. The nutrients Posfor also shows no significant value due to (Fcount<Ftable) with a value of 0.228 < 6.59 ftable at α = 5% by 6.59 and potassium nutrients show significant value because (Fcount>Ftabel) with a value of 7.905 > 6.59.
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Anorganik Uzlifatul Azmiyati; Wardatul Jannah
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Maret
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sampah anorganik adalah sampah kering yang tidak mudah membusuk. Memilki sifat unbiodegradable sehingga tidak dapat dilepaskan dengan bebas ke lingkungan karena dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Oleh sebab itu, pengolahan sampah anorganik harus dilakukan dengan tepat tidak terkecuali di lingkungan Kampus UNU NTB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dalam pengelolaan sampah anorganik dan merumuskan strategi pengelolaannya di Kampus UNU (Universitas Nahdlatul Ulama) NTB. Metode yang digunakan adalah gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif berupa analisis statistik data kuisioner (metode pengambilan data), sedangkan metode kualitatif digunakan untuk merumuskan startegi dalam pengelolaan sampah rumah tangga anorganik dengan menerapkan analisis SWOT. Rumusan strategi dilakukan dengan memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Oppurtunities), sekaligus meminimalkan kelemahan (Weakness) dan ancaman (Threats). Analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa strategi yang dapat dijadikan prioritas dalam pengelolaan sampah rumah tangga anorganik yaitu dengan meminimalisir jumlah sampah anorganik yang dihasilkan, pemanfaatan teknologi, penyediaan sarana dan prasarana, serta memaksimalkan fungsi bank sampah kampus. Abstract: Inorganic waste is dry waste that does not rot easily. It has unbiodegradable properties so that it cannot be released freely into the environment because it can disturb the environmental balance. Therefore, inorganic waste processing must be carried out appropriately, including in the campus environment of UNU NTB. This study aims to determine problems in inorganic waste management and formulate management strategies at the UNU Campus (Nahdlatul Ulama University) NTB. The method used are combination of quantitative and qualitative methods. The quantitative method is in the form of statistical analysis of questionnaire data (data collection method), while the qualitative method is used to formulate strategies for inorganic household waste management by applying SWOT analysis. Strategy formulation is done by maximizing strengths and opportunities, while minimizing weaknesses and threats. The analysis that has been carried out shows that the strategies that can be prioritized in the management of inorganic household waste are minimizing the amount of inorganic waste produced, utilizing technology, providing facilities and infrastructure, and maximizing the function of campus waste banks.
Sikap Mahasiswa Di Lingkungan Kampus Dalam Bidang Pengelolaan Lingkungan Wardatul Jannah; Aria Dirawan
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sikap mahasiswa dilingkungan univesritas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat dalam bidang pengelolaan lingkungan dan sampah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik kuisioner dan scooring untuk menentukan sikap mahasiswa terhadap lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan Tiga pengklasifikasian kategori hasil penelitian tersebut menunjukkan variasi yang terhadap sikap tiap tiap responden berdasarkan hasil penghitungan agket. Sebanyak 69,048 % mahasiswa UNU NTB setuju dengan adanya perlindungan lingkungan kampus dan 30,952% tidak setuju, selanjtnya 92,708% mahasiswa UNU NTB setuju terhadap Pengawetan Lingkungan Kampus dan 7,292% tidak setuju, dan 63,572% mahasiswa UNU NTB setuju terhadap pemanfaatn lingkunga kampus sisanya 36,458% tidak setuju. Abstract: The research objective was to see the attitudes of students within the Nahdlatul Ulama University of West Nusa Tenggara in the field of environmental and waste management. The method used in this study is a questionnaire technique and determine student attitudes towards the environment. The results showed that the three classifications of the results of the study showed variations in the attitudes of each respondent based on the results of the calculation. As many as 69.048% of UNU NTB students agree with the protection of the campus environment and 30.952% disagree, further 92.708% of NTB UNU students agree with Preserving the Campus Environment and 7.292% disagree, and 63.572% of UNU NTB students agree to the utilization of the campus environment, the remaining 36.458% do not agree.