Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perancangan Sendi Lutut Prostetik untuk Penderita Amputasi Transfemoral di Indonesia Marihot Nainggolan; Hanky Fransiscus; Daniella Alexandra Djulaini
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2219.879 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v12i1.6207.65-80

Abstract

The main problem that experienced by transfemoral amputees in Indonesia is limited mobility, so they need prosthetic limbs to walk and do daily activities. However, the limited movement and also expensive price of the prosthetic knee joint causes not all the needs of the transfemoral amputee can be accommodated. This study aims to design the artificial leg joints that can meet the needs of the Indonesian amputees. Stages of this research include searching for unmet user needs, developing concepts to produce a prosthetic knee joint repair plan and evaluating it. From this research, six initial concepts of prosthetic knee joints, and one concept (AD+) has been selected using concept screening and concept scoring. A physical prototype has been made using printer 3D. The final prosthetic knee joint using polycentric knee type joint with constant friction drive type, having a human knee joint shape, has a height dimension of 188.84 millimeters and width of 82.46 millimeters, has a maximum bending angle of 151.4O, mass 598, 62 grams, can support a maximum load of 272 kilograms (according to CAD model), made of nylon, has a production cost about one million rupiah (less than USD100), has a single speed and impact high level ambulation, and has a rotator and lock function. Evaluation is done by simulation and qualitative assessment. The results showed that 68.42% of the needs were met well and 31.58% were adequately met by this new proposed prosthetic knee joint design.
PEMBUATAN MATA PELAJARAN EKSTRAKURIKULER KEILMUAN TEKNIK INDUSTRI PADA KURIKULUM MERDEKA SEKOLAH MENENGAH ATAS Hanky Fransiscus; Paulus Sukapto; Yani Herawati; Clara Theresia; Cherish Rikardo; Loren Pratiwi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8901

Abstract

Dunia pendidikan di Indonesia saat ini telah memasuki Kurikulum Merdeka, begitu juga dengan Sekolah Menengah Atas. Kurikulum Merdeka dinilai lebih sederhana dan fleksibel sehingga membuat siswa lebih aktif. Jenis-jenis aktivitas yang ada di dalam kurikulum ini lebih relevan dan banyak memberikan ruang untuk tugas berbasis proyek. Namun munculnya Kurikulum Merdeka ini menimbulkan permasalahan yaitu belum siapnya sekolah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka khususnya dari segi mata pelajaran dan sumber daya. Begitu juga terjadi pada SMA Santa Maria 1, Bandung. Sekolah sangat membutuhkan kerja sama dengan Universitas dari segi keilmuan dan juga sumber daya.  Dengan perancangan Kurikulum Merdeka yang baik dengan didukung mata pelajaran berbasis proyek yang menarik minat siswa tentunya dapat meningkatkan kompetensi siswa dan menarik minat calon siswa. Oleh karena itu, Program Studi Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan hendak menjalin kerja sama untuk menghasilkan mata pelajar berbasis proyek, khususnya yang berhubungan dengan keilmuan Teknik Industri. Dengan demikian, selain membantu sekolah, Program Studi Teknik Industri UNPAR juga dapat meningkatkan eksistensi dan menarik minat siswa SMA untuk melanjutkan studi di Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR. Tahapan dalam pelaksanaan ekstrakurikuler adalah identifikasi kebutuhan, perancangan produk alternatif, pembuatan prototype, dan evaluasi perancangan.  Hasil program ini adalah 9 disain produk, yaitu Level Up Hydration Bottle: Botol Minum bagi Gamers, Fan Moji: Cooler dan Power Bank handphone untuk gamers, Spila: Spidol lancar, mudah diisi ulang, hemat tinta dan penghapus papan tulis, Cuka: Alat cuci kuas lukis dan pengering kuas, Too AM: Bantal tangan leher untuk pelajar, Headset kipas dan noise reduction untuk gamers, Matras: Reusable notebook untuk menghemat kertas, Kacamata anti fog dan minyak, dan Cable organizer.
Perancangan Awal Body dan Sistem Gerak dari Model Robot Ulat Arthaya, Bagus M.; Fransiscus, Hanky; Prakoso, Aditya
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 1: June 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i1.2022.9-18

Abstract

Robot melata (ular/ulat) merupakan contoh robot dengan tingkat redundasi tinggi, dimana jenis robot ini cocok digunakan pada lingkungan yang sangat terbatas dan rumit serta memiliki tingkat risiko bahaya yang tinggi. Robot melata layaknya ular dapat digunakan pada penjelajahan berbagai kawasan rumit, seperti lubang-lubang kecil, celah-celah sempit, daerah runtuhan kebakaran dan lain-lain. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk merancang robot ulat (caterpillar) dengan pola gerakan merayap. Pada tahap awal, penelitian ini difokuskan pada perancangan modul body robot ulat yang dibuat dengan teknik 3-D printing dan penentuan sikuensi gerak dasar yang harus dikendalikan. Sebuah robot ulat dibangun dari modul-modul body yang dapat mengakomodasi dan merealisasi konsep gerak melata. Gerakan maju direalisasi dengan model rolling pada modul akhir dan gerak angkat pada modul-modul di depannya. Sistem kendali nantinya harus dapat menjamin keserasian gerak antar modul body dan harus mampu melakukan satu siklus gerakan maju yang dilakukan oleh semua modul body yang ada. Rakitan modul body robot ini dibuat dengan printing difusi dan baru dapat menujukkan pola dasar gerakan maju sederhana. Hasil penelitian menggunakan sistem kendali sederhana menunjukkan gerakan sinkron antar modul body yang berkomunikasi dari posisi akhir hingga posisi awal. Hal lain yang diamati adalah gerak maju dari unit terakhir ke arah unit terdepan yang mampu menghasilkan perpindahan linier yang masih tersendat.
PEMBUATAN MATA PELAJARAN EKSTRAKURIKULER UNTUK MEMPERKENALKAN KEILMUAN TEKNIK INDUSTRI DI SMA ISR KARAWANG Tjandra, Sugih Sudharma; Sukapto, Paulus; Fransiscus, Hanky; Siswanto, Daniel; Loice, Romy; Alberto, Giovano
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8805

Abstract

Dunia pendidikan di Indonesia saat ini telah memasuki Kurikulum Merdeka, begitu juga dengan Sekolah Menengah Atas. Kurikulum Merdeka dinilai lebih sederhana dan fleksibel sehingga membuat siswa lebih aktif. Jenis-jenis aktivitas yang ada di dalam kurikulum ini lebih relevan dan banyak memberikan ruang untuk tugas berbasis proyek. Namun munculnya Kurikulum Merdeka ini menimbulkan permasalahan yaitu belum siapnya sekolah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka khususnya dari segi mata pelajaran dan sumber daya. Begitu juga terjadi pada SMA IGNATIUS SLAMET RIYADI, Resinda Karawang. Sekolah sangat membutuhkan kerja sama dengan Universitas dari segi keilmuan dan juga sumber daya. Dengan perencanaan Kurikulum Merdeka yang baik dengan didukung mata pelajaran berbasis proyek yang menarik minat siswa tentunya dapat meningkatkan kompetensi siswa SMA IGNATIUS SLAMET RIYADI dan menarik perhatian orang tua siswa SMP untuk menyekolahkan anaknya di SMA IGNATIUS SLAMET RIYADI, Karawang. Oleh karena itu, Program Studi Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan menjalin kerja sama untuk menghasilkan mata pelajaran berbasis proyek, khususnya yang berhubungan dengan keilmuan Teknik Industri. Dengan demikian, selain membantu sekolah, Program Studi Teknik Industri UNPAR juga dapat meningkatkan eksistensi dan menarik minat siswa SMA terhadap keilmuan Teknik Industri sehingga pada saatnya tiba para siswa berminat melanjutkan studi di Program Studi Teknik Industri UNPAR. Pengabdian ini dilakukan dalam 4 bagian, yaitu identifikasi kebutuhan, pembangkitan ide, pembuatan purwarupa, dan evaluasi produk. Diperoleh sebanyak 6 produk, yaitu Self Cleaning Bookshelf: rak buku yang mudah dibersihkan, Cable Roller: alat bantu untuk membawa kabel dari peralatan elektronik agar tersimpan rapi saat dibawa dalam tas, Pemotong Otomatis untuk buah dan sayuran yang mudah dibersihkan, Headphone Holder: penyangga Headphone, Jas Hujan: modular dan praktis, dan Pemotong: Alat pemotong yang aman digunakan anak-anak.
PROPOSED SELECTION OF PVC PIPE PRODUCT SUPPLIERS IN TOKO BESI LANCAR REJEKI USING THE ANALYTICAL NETWORK PROCESS METHOD Vanessa, Milka; Fransiscus, Hanky; Tjandra, Sugih Sudharma
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 8 No 2 (2024): IJEBAR, VOL. 08 ISSUE 02, JUNE 2024
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v8i2.13903

Abstract

Toko Besi Lancar Rejeki is a shop that sells materials and equipment for building materials. This store was founded in 2003 and cooperates with several suppliers to supply some building materials. One of the items supplied is a pipe. Pipes are items that are quite often purchased. There is a main supplier that supplies PVC pipe product, namely Supplier A. However, there are some situations that make the store suffer losses, such as shipping errors made by the supplier and damage to the pipe which makes the store must return it to the supplier. Identification and decision-making processes are done using the Analytical Network Process (ANP) method which is based on the relationship between the criteria and sub-criteria. There are 6 criteria, 14 sub-criteria, and 10 relationships. The 6 criteria set are variety, price, quality, service, delivery, and flexibility. This assessment resulted in supplier selection priorities that can be carried out by Toko Besi Lancar Rejeki, namely Supplier C with a limiting value of 0.124982, for Supplier B it is 0.106648, and Supplier A it is 0.09128. Supplier selection is based on the priority sub-criteria obtained, namely the price of one pipe, pipe flexibility, and discounts.