Suharyanto
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Jalan WR. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu 38371, Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STRATEGI MITIGASI EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) SEKTOR PERSAMPAHAN DI KABUPATEN LEBONG (STUDI KASUS KECAMATAN AMEN) Danur Ahlul Ufresti Roes Praptyanti; M Faiz Barchi; Satria Putra Utama; Suharyanto Suharyanto; Yansen Yansen
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.1.20828

Abstract

Pemanasan global telah menjadi isu lingkungan yang mendunia, yang ditandai dengan fenomena perubahan iklim akibat peningkatan emisi gas rumah kaca. Sektor persampahan salah satu sumber penyumbang emisi Gas Rumah Kaca.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari sektor persampahan di Kecamatan Amen dengan melakukan inventarisasi GRK menggunakan skenario BaU Baseline dan menentukan strategi mitigasi yang tepat untuk menurunkan emisi GRK dari sektor persampahan. Metode Pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah berpedoman pada SNI 19-3964-1994. Metode analisis yang digunakan dalam  perhitungan emisi GRK dan skenario mitigasi emisi GRK sektor persampahan di Kecamatan Amen adalah berpedoman pada IPCC 2006. Emisi GRK dihitung dari kegiatan penimbunan sampah, pengolahan biologi sampah dan pembakaran sampah. Dari hasil penelitian diperoleh besaran emisi gas CH4, N2O dan CO2. Jenis gas penyumbang terbesar emisi GRK pada sektor persampahan di Kecamatan Amen adalah CH4 sebanyak 93,47 %, sedangkan N20 hanya 6,4% dan CO2 sebesar 0,14 %. Sumber emisi GRK terbesar secara berurutan berasal dari sampah yang dibuang ke badan air atau sungai dan sampah dari kegiatan pembakaran terbuka dengan proyeksi pada tahun 2030 masing – masing menghasilkan emisi sebesar 0,1 Gg CO2eq dan 0,06 Gg CO2eq. Strategi mitigasi emisi GRK sektor persampahan di Kecamatan Amen adalah dengan meningkatkan kegiatan komposting dan daur ulang dari pembangunan atau operasional TPST dan TPS 3R.
Strategi Pengembangan Peternakan Ayam Petelur Di Kabupaten Lebong" Nodi Herianto; Yosi Fenita; Urip Santoso; Bieng Brata; Suharyanto Suharyanto
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.1.21164

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi pengembangan peternakan ayam petelur yang sesuai di Kabupaten Lebong. Responden penelitian sebanyak 25 responden yang terdiri dari peternak dan stakeholder pertanian yang dipilih secara sengaja (purposive). Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Metode pengolahan data dengan menggunakan pendekatan konsep manajemen strategis. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif untuk perumusan strategi. Perumusan strategi terdiri dari tiga tahap yaitu tahap masukan digunakan matriks IFE (Internal Faktor Evaluation) dan matriks EFE (Eksternal Faktor Evaluation), tahap pemaduan dilakukan dengan matriks IE (Internal-Eksternal) dan matriks SWOT (Strength, Weakness, Opportunities,Threats), dan tahap pengambilan keputusan menggunakan QSPM (Quantitative Strategy Position Matrix). Berdasarkan hasil analisis SWOT, maka strategi yang dapat diterapkan adalah strategi Growth and Build (tumbuh dan kembangkan) melalui strategi intensif atau strategi integrasi. Berdasarkan posisi, pengembangan peternakan ayam petelur di Kabupaten Lebong berada pada kuadran II pada matriks I-E menggambarkan bahwa berada pada kondisi internal rata-rata dan respon terhadap faktor eksternal tergolong tinggi. Prioritas strategi pengembangan Peternakan Ayam Petelur di Kabupaten Lebong yang dapat diterapkan adalah peningkatan kapasitas produksi, peningkatan jumlah peternak/karyawan, melakukan diversifikasi usaha dan pemanfaatan teknologi untuk melakukan promosi. Kata kunci: Strategi pengembangan, ayam petelur, Kabupaten Lebong
PENGARUH RASIO NASI DAN DAGING TERHADAP TOTAL ASAM, PH, DAN SIFAT ORGANOLEPTIK BEKASAM DAGING SAPI Gita Lispi Marlena; Urip Santoso; Suharyanto suharyanto
Wahana Peternakan Vol. 6 No. 3 (2022): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v6i3.693

Abstract

This study aimed to know the effect of rice and meat ratio on the total acid, pH, and organoleptic properties of beef bekasam. The study employed 5 treatments with 4 replications, namely, 30% rice and 70% meat (P1), 40% rice and 60% meat (P2), 50% rice and 50% meat (P2). P3), 60% rice and 40% meat (P4), 70% rice and 30% meat (P5). The variables observed were cooking loss, pH, total acid, moisture content and organoleptic properties. The data were analysed for variance (ANOVA) and post hoc DMNRT. The results showed that the ratio of rice and meat had a significant effect (P<0.05) on cooking loss, pH, total acid and organoleptic properties of beef bekasam, but had no significant effect (P>0.05) on moisture content. So it could be concluded that the ratio of rice and meat in the manufacture of beef bekasam had an effect on cooking loss, pH and total acid but has no effect on the water content of beef bekasam. The use of a ratio of 30% rice and 70% meat showed the bekasam with the best physical characteristics and the most prefered by panelists. Keywords: Bekasam, organoleptics, pH, total acids.
PEMBUATAN BAKSO SEHAT DENGAN PENAMBAHAN BUAH NAGA MERAH BAGI MASYARAKAT DI DESA SRIKATON, KECAMATAN PONDOK KELAPA, BENGKULU TENGAH Suharyanto Suharyanto; Edi Soetrisno; Y Yurike
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 1 No. 1: December 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.272 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v1i1.19322

Abstract

Meatballs are meat-based processed products that are favored by most people. This is very positive because it can be a medium for increasing the consumption of animal protein from meat for the community. However, the popularity of this meatball must be balanced with its availability in a healthy formula for consumers. Problems that occur in Srikaton Village, including 1) The low awareness of the community to produce and consume healthy natural processed products; 2) Public awareness is still low in the consumption of protein derived from meat; 3) In the midst of the Covid-19 pandemic, the people of Srikaton Village need to increase their family business to increase family income. Based on the problems above, the solution offered is to provide training for making healthy meatballs with the addition of red dragon fruit. The purpose of this activity is to introduce the benefits of the importance of consuming animal protein and to utilize red dragon fruit in making meatballs to increase antioxidants, become very attractive preservatives and natural dyes. Besides that, it can also increase people's income because basically it can be done with a home industry scale and become a business for people who live in rural areas. Activities are carried out using the method of material presentation, discussion and practice.  The result of this community service is increasing public awareness in producing and consuming healthy natural processed products and the creation of meatball products with a nutritious mixture of dragon fruit. There is a need for the sustainability of this activity, especially the existence of innovation training or diversification of other food products. Keywords: Healthy meatballs; Red dragon fruit; Diversification; Innovation
STRATEGI PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN PEKARANGAN UNTUK MENINGKATKAN SUMBER PANGAN DAN GIZI KELUARGA Dismini Arti; M. Faiz Barchia; Bandi Hermawan; Suharyanto Suharyanto; Satria Putra Utama
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.2.24139

Abstract

Kelompok Wanita Tani Mandiri merupakan Kelompok Wanita Tani penerima program Implementasi dari Rencana Strategis Kementerian Pertanian dalam Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) salah satunya adalah peningkatan diversifikasi pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Potensi yang dimiliki KWT Mandiri adalah lahan pekarangan seluas 0,5 Ha dan populasi itik sebanyak 1350 ekor. Unit usaha itik dalam bentuk kelompok diharapkan mampu menjadikan wanita tani lebih mandiri dan produktif dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Tujuan penelitian ini untuk menyusun dan merumuskan strategi pemberdayaan wanita tani melalui model kelompok unit usaha ternak itik melalui program P2KP. Strategi dilakukan dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dengan analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Berdasarkan Diagram SWOT strategi yang diterapkan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy). Berdasarkan hasil Matriks SWOT dan FKK strategi yang dihasilkan untuk pemberdayaan wanita tani adalah (1) Mendirikan usaha kelompok ternak itik dengan menggunakan modal usaha sendiri dan didukung lembaga penyedia modal melalui pelaksanaan kegiatan. (2) Meningkatkan manajemen pemeliharaan dengan menerapkan teknologi pakan dan obat – obatan. (3) Mengembangkan prospek usaha dengan cara memanfaatkan kandang yang dimiliki kelompok.
ANALISIS KEBERLANJUTAN PENANGKARAN BURUNG MURAI BATU (Copysychus Malabaricus) DI KOTA BENGKULU Andreas Hubri Simatupang; Heri Dwi Putranto; Suharyanto Suharyanto; Bieng Brata; Nurmeiliasari Nurmeiliasari; Dadang Suherman
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.2.24156

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi status keberlanjutan dan mengidentifikasi atribut-atribut yang berpengaruh pada penangkaran burung murai batu(Copysychus malabaricus) di Kota Bengkulu. Analisis keberlanjutan dilakukan melalui pendekatan lima dimensi (MDS) Multi Dimensional Scalling yang disebut Rapfish yang hasilnya dinyatakan dalam bentuk indeks dan status keberlanjutan. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan mencapai kategori kurang berkelanjutan dalam status keberlanjutannya. Dengan nilai MDS kurang berkelanjutan 31,20 akumulasi dari dimensi ekologi berstatus kurang berkelanjutan (33,41), dimensi ekonomi berstatus kurang berkelanjutan (50,53), dimensi sosial dan budaya status kurang berkelanjutan (38,88), dimensi teknologi dan infrastruktur status tidak berkelanjutan (22,23) dan hukum dan kelembagaan status tidak berkelanjutan (10,98) dalam skala berkelanjutan 0-100. Terdapat 25 atribut sensitif dari 46 atribut terhadap indeks dan status keberlanjutan dan 21 atribut pada status baik. Perlu dilakukan intervensi dan perbaikan untuk meningkatkan indeks dan status keberlanjutan.
STUDI PERAN KONTES BURUNG DAN PERSEPSI PEMELIHARA TERHADAP PROGRAM KONSERVASI PLASMA NUTFAH MURAI BATU (Copshycus Malabaricus) DI KOTA BENGKULU Beben Sastra Subrata; Heri Dwi Putranto; Suharyanto Suharyanto; Bieng Brata; Nurmeiliasari Nurmeiliasari; Desia Kaharudin
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.2.24158

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kontes burung dan persepsi pemelihara terhadap program konservasi plasma nutfah murai batu (Copsychus malabaricus) di Kota Bengkulu. Metode penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif dengan persentase. Data diperoleh dari hasil wawancara, kuisioner, dan observasi terhadap peserta kontes burung murai batu.  Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 orang peserta kontes burung murai batu. Hasil penelitian menunjukkan Kontes burung murai batu dalam program konservasi plasma nutfah murai batu (Copsychus malabaricus) memiliki peranan yang baik. Hal ini dapat dilihat dari dampak kontes burungdimana memelihara burung murai batu berimplikasi pada kelestarian burung tersebut. Masyarakat menilai melalui kontes burung maka akan dapat meningkatkan jumlah populasi burung murai batu karena semakin banyaknya orang-orang yang menangkar burung murai batu baik untuk pribadi maupun penangkaran untuk dijual. Selain itu dengan adanya kontes burung murai batu, perburuan liar burung murai batu menurun. Masyarakat lebih memilih membeli burung murai batu di tempat penangkaran. Persepsi masyarakat terhadap program konservasi plasma nutfah murai batu (Copsychus malabaricus) dalam kategori tinggi. Hal ini dapat dilihat dari pengetahuan pemelihara terhadap burung murai batu. Dan kemampuan peserta kontes dalam memelihara burung murai batu sehingga layak untuk diikut sertakan dalam kontes burung murai batu.  
KOMPARASI UKURAN MORFOMETRIK PADA TIGA JENIS AYAM DOMESTIK (AYAM BURGO, AYAM KETARRAS, DAN AYAM KAMPUNG) JANTAN DI BENGKULU Anggriawan Muhammad Nur; Heri Dwi Putranto; Nurmeiliasari Nurmeiliasari; Bieng Brata; Suharyanto Suharyanto; Sutriyono Sutriyono
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.2.24222

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui komparasi ukuran morfometrik pada tiga jenis ayam domestik (ayam Burgo, ayam Ketarras, dan ayam Kampung) di Bengkulu. Penelitian ini menggunakan 3 jenis ayam jantan domestik di Bengkulu yaitu ayam Burgo, ayam Ketarras, dan ayam Kampung. Ayam yang digunakan masing-masing 10 ekor. Variabel yang diamati adalah bobot badan, panjang shank, panjang dada, lingkar dada, panjang tubuh, panjang rentang sayap, panjang paha atas, panjang paha bawah, panjang jari tengah, dan lingkar shank. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa bobot badan ayam Burgo dewasa rata-rata 1,00 ± 0,10 kg, panjang Shank 65,44 ± 1,66 mm, panjang dada 12,65 ± 0,63 cm, lingkar dada 26,26 ± 0,54 cm, panjang tubuh 29,95 ± 0,37 cm, panjang rentang sayap 34,40 ± 1,58 cm, panjang paha atas 50,28 ± 1,28 mm, panjang paha bawah 87,81 ± 1,14 mm, panjang jari tengah 50,87 ± 0,67 mm, dan lingkar Shank 4,08 ± 0,35 cm. Untuk bobot ayam Ketarras dewasa rata-rata 1,23 ± 0,19 kg, panjang Shank72,62 ± 2,17 mm, panjang dada 17,77 ± 0,42 cm, lingkar dada 30,10 ± 0,88 cm, panjang tubuh 40,05 ± 2,55 cm, panjang rentang sayap 41,90 ± 2,28 cm, panjang paha atas 98,14  ± 2,02 mm, panjang paha bawah 109,63 ± 0,80 mm, panjang jari tengah 66,94 ± 0,74 mm, dan lingkar Shank 3,99 ± 0,27 cm. Sedangkan ayam kampung dewasa rata –rata bobot badan 1,93 ± 0,16 kg, panjang Shank 74,53 ± 1,74 mm, panjang dada 20,35 ± 0,53 cm, lingkar dada 36,30 ± 0,54 cm, panjang tubuh 47,75 ± 2,34 cm, panjang rentang sayap 55,90 ± 2,28 cm, panjang paha atas 124,14 ± 1,20 mm, panjang paha bawah 159,61 ± 0,99 mm, panjang jari tengah 76,55 ± 0,60 mm, dan lingkar Shank 4,75 ± 0,49cm. Dapat disimpulkan secara umum morfometrik ayam Burgo, ayam Ketarras dan ayam  Kampung yang terdapat di provinsi Bengkulu berbeda, dimana ayam Burgo memiliki karakteristik morfometrik lebih kecil dibandingkan dengan Ketarras dan ayam Kampung.
Oksidasi, Daya Buih, dan Sifat Organoleptik Telur Ayam Ras yang Direndam dalam Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Dina Amelia; Suharyanto; Desia Kaharuddin; Edi Soetrisno
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 6 No. 1 (2023): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v6i1.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman telur ayam ras dalam ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) (DBW) terhadap tingkat oksidasi, daya buih, dan karakteristik organoleptik telur ayam ras. Telur yang digunakan adalah telur ayam ras yang berumur maksimal 24 jam sejak ditelurkan. Esktraksi dilakukan dengan cara merebus DBW dalam air dengan suhu 85 ºC selama 10 menit, air rebusan kemudian disaring dan digunakan untuk penelitian. Perlakuan yang diaplikasi adalah P0 = tanpa perendaman (kontrol), P1 = perendaman dalam akuades, P2 = perendaman dalam ekstrak DBW 15%, P3 = perendaman dalam DBW 30%, dan P4 = perendaman dalam ekstrak DBW 45%. Tiap perlakuan diulang 3 kali dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur dalam larutan ekstrak DBW konsentrasi 15% sudah dapat menekan oksidasi, daya buih yang tidak berubah dan kestabilan buih yang lebih tinggi; skor kecerahan warna yolk, skor bau telur, dan skor tingkat kesukaan yang lebih tinggi tanpa merubah sifat tekstur dan rasa. Kesimpulannya adalah bahwa telur ayam ras memiliki karakteristik fungsional dan organoleptik terbaik pada perendaman dalam ekstrak daun belimbing wuluh dengan konsentrasi 15% serta mampu menekan tingkat oksidasi.
PENGARUH KONSENTRASI AIR REBUSAN DAUN MELINJO (Gnetum Gnemon L.) TERHADAP TOTAL MIKROBA KERABANG DAN SPECIFIC GRAVITY TELUR AYAM RAS Suharyanto; Edi Soetrisno; Riza Surya Islamiati
Wahana Peternakan Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 September 2021
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v5i2.479

Abstract

AbstractThis study aimed to determine the effect of soaking broiler eggs into boiled water of melinjo (Gnetum gnemon L.) leaves with different concentrations on the total microbial shell and Specific Gravity of broiler eggs. This research was conducted at the Laboratory of Animal Husbandry, Department of Animal Husbandry, University of Bengkulu and UPTD Laboratory of Veterinary Public Health at the Department of Animal Husbandry and Animal Health Bengkulu Province. The research used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and each design consisted of 4 replications. P0: Control chicken eggs without soaking in boiled water of melinjo leaves (ARDM). P1: (ARDM) 15%. P2: (ARDM) 30%. P3: (ARDM) 45%. The variables observed in this study were the percentage change in egg weight, the percentage of egg shell weight, specific gravity and TPC (Total Plate Count) of broiler eggs. The results showed that broiler eggs soaked with boiled water from melinjo leaves at a concentration of 15% - 45% had a significant effect (P<0.05) on the difference in the proportion of egg weight on the 21st day. However, there was no significant effect (P>0.05) on the proportion of shell weight, specific gravity and TPC (Total Plate Count) of broiler eggshells. Immersion of broiler eggs using boiled water of melinjo leaves was not able to reduce the number of egg shells, but was able to distinguish differences in egg weight, shell weight and could produce 21 days of storage compared to eggs without air soaking boiled melinjo leaves (control). Keywords: broiler eggs, melinjo leaves, Specific gravity, TPC (Total Plate Count)