Claim Missing Document
Check
Articles

KONTEKS SOSIAL TARI HASYEM MEULANGKAH DALAM UPACARA MANOE PUCOK DI ACEH BARAT DAYA Nensy Ardiani; Ramdiana Ramdiana; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian berjudul Konteks Sosial Tari Hasyem Meulangkah dalam Upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya mengangkat masalah bagaimanakah perubahan Konteks Sosial Tari Hasyem Meulangkah dalam Upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimanakah perubahan konteks sosial tari Hasyem Meulangkah dalam upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dipergunakan untuk mendeskripsikan bagaimanakah perubahan konteks sosial tari Hasyem Meulangkah dalam upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya. Narasumber dalam penelitian ini adalah Asyiah selaku staf majelis adat Aceh (MAA), syeh Salmi selaku syeh tari Hasyem Meulangkah sekaligus pembina grub tari di desa Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Aceh Barat Daya, masyarakat dan para penari tari Hasyem Meulangkah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perubahan tari Hasyem Meulangkah dapat disebabkan oleh 7 unsur budaya yang dianggap kultul dan universal yaitu Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (teknologi), mata pencarian hidup dan sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan (organisasi sosial), bahasa (lisan atau tertulis), kesenian (seni rupa, seni musik, seni tari, dll), sistem pengetahuan, religi (kepercayaan). Tari Hasyem Meulangkah adalah tari yang dilaksanakan pada acara pesta perkawinan dan acara sunat rasul yaitu memandikan  pengantin baru (Dara Baroe) dan Linto Baro (Linto Ubit) yang disunat rasulkan, yang pada intinya adalah tari Manoe Pucok. Penyebutan Hasyem Meulangkah dikarenakan dalam syair-syair nya menceritakan tentang hikayat Saidina Husein pergi berjihat ke medan perang. Fungsi tari Hasyem Meulangkah sebagai Ritual yaitu untuk mendapatkan keberkahan bagi Dara Baroe (pengantin baru) dan juga linto baroe yang disunat rasulkan untuk kemeriahan. Kata Kunci: kontek sosial, perubahan, fungsi, tari Hasyem Meulangkah,
KAJIAN KOREOGRAFI TARI SILAT GELOMBANG DI PERGURUAN PORSIAK KUBU KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT Fani Faradina; Tri Supadmi; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berjudul “Kajian Koreografi Tari Silat Gelombang di Perguruan Porsiak Kubu Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Kajian Koreografi Tari Silat Gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kajian Koreografi Tari Silat Gelombang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, subjek dalam penelitian adalah koreografi serta pelatih Tari Silat Gelombang, dan objek penelitian ini adalah Tari Silat Gelombang. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang   dilakukan   dengan   reduksi   data,   memaparkan   data   empirik   dan   menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Silat Gelombang merupakan tari tradisi yang diciptakan oleh tujuh pendekar silat minang, gerak dari tari ini merupakan gerak murni yang memiliki makna tersendiri, Namun penciptaan tari Silat Gelombang hanya melalui tahap eksplorasi saja dikarenakan gerak pada tari ini merupakan gerak dasar pencak silat  yang dimodifikasikan dengan gerakan turun naik gelombang laut. Silat Gelombang ini memiliki 8 tahapan gerak yaitu gerak salam, sampok atas, sampok bawah, sampok tempat, gelombang, sampok kosong, sampok bawah, dan gerak salam penutup, tari Silat Gelombang juga memiliki pola lantai dalam pertunjukannya dan ruang tari ini ditarikan di tempat yang luas seperti lapangan.  Silat Gelombang diiringi oleh musik Seurune Kalee. Tata busana tari Silat Gelombang menggunakan pakaian Pencak Silat, songket khas Aceh serta memakai tengkulok di kepala. Tata rias tari Silat Gelombang tidak menggunakan make-up, namun bisa disesuaikan saat pertunjukan dilakukan.Kata Kunci: Kajian Koreografi, Tari, Silat Gelombang
NOTASI LABAN TARI HASYEM MEULANGKAH DI DESA KUTA MAKMUR KECAMATAN JEUMPA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Ziyatur Rahmi; Tri Supadmi; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul, “Notasi Laban Tari Hasyem Meulangkah di Desa Kuta Makmur Kecamatan Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya” ini mengangkat masalah bagaimana bentuk notasi laban tari Hasyem Meulangkah di Desa Kuta Makmur Kecamatan Jumpa Kabupaten Aceh Barat Daya, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerak tari dalam bentuk notasi laban tari Hasyem Meulangkah di Desa Kuta Makmur Kecamatan Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya. Subjek penelitian adalah ketua sanggar Burak Seumama di Desa Kuta Makmur sedangkan objek penelitian adalah tari Hasyem Meulangkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dapat menjelaskan tari Hasyem Meulangkah secara mendalam. Pengumpulan data didasarkan pada observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan dengan mereduksi data terlebih dahulu selanjutnya menyajikan data tersebut berupa pendeskripsian singkat dan jelas yang kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Hasyem Meulangkah memiliki 4 ragam gerak yang berbeda dengan gerakan-gerakan sederhana dan serempak seirama dengan syair yang dinyanyikan oleh syahi serta memiliki banyak pengulangan gerakan di setiap ragamnya. Pada notasi laban Hasyem Meulangkah gerak dalam tarian ini didominasi oleh gerakan tangan dan langkah kaki penari seperti gerakan kaki berjalan ke kiri dan ke kanan diikuti dengan gerakan menepuk tangan atau mengayun tangan.Kata kunci: Tari Hasyem Meulangkah, Notasi Laban
ANALISIS BENTUK GERAK TARI NDUKHUNG DI DESA LAWE SUMUR KECAMATAN LAWE SUMUR KABUPATEN ACEH TENGGARA Febiola Febiola; Tri Supadmi; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Analisis Bentuk Gerak Tari Ndukhung di Desa Lawe Sumur Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara”. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana analisis bentuk gerak tari Ndukhung di Desa Lawe Sumur Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis bentuk gerak tari Ndukhung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Jenis penelitian deskriptif merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Deskriptif kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan gambar, kemudian kata-kata tersebut disusun ke dalam kalimat, misalnya kalimat dalam menguraikan Analisis Bentuk Gerak Tari Ndukhung, dan kalimat hasil wawancara antara peneliti dan informan. Subjek dalam penelitian adalah analisis bentuk gerak tari Ndukhung dan objek penelitian ini adalah Tari Ndukhung. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi data. Tari Ndukhung merupakan salah satu tarian adat dan budaya daerah yang berpolakan tradisi. Salah satu adat mengambil ikan pada tempo dulu ialah dengan menggunakan alat tradisional Ndukhung (Tangguk). Tari Ndukhung tercipta karena adanya kebiasaan sehari-hari wanita Alas menangkap ikan di sungai. Tari Ndukhung berdurasi 5 menit 58 detik dengan ragam gerak berjumlah 27 ragam, 9 ragam gerak inti yaitu: 1) Ragam salam, 2) Ragam berjalan kesungai, 3) Ragam melihat ikan, 4) Ragam menangkap ikan, 5) Ragam memasukan ikan kedalam sumpit, 6) Ragam bermain, 7) Ragam mandi, 8) Ragam berwudhu, 9) Berjalan pulang. Jenis-jenis gerak yang digunakan dalam tari Ndukhung ialah gerak murni dan maknawi.Kata kunci: analisis, bentuk, gerak, tari Ndukhung.
MINAT DAN BAKAT SISWA SMP N 17 BANDA ACEH TERHADAP SENI TEATER PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA Sarfiati Sarfiati; Rida Safuan Selian; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Penelitian yang berjudul “minat dan bakat siswa SMP N 17 Banda Aceh terhadap seni teater pada mata pelajaran Seni Budaya” penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil persentase minat dan bakat siswa SMP N 17 Banda Aceh terhadap seni Teater pada mata pelajaran Seni Budaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP N 17 Banda Aceh tahun ajaran 2020/2021 terdiri atas satu kelas yang berjumlah 32 orang siswa. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan lembar kuesioner. Sampel penelitian berbentuk purposive sampling diambil dari siswa kelas VII-1 yang diajarkan dengan pembelajaran Seni Budaya khusus Seni Teater. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan minat dan bakat siswa SMP N 17 Banda Aceh tersebut ditinjau dari lembar observasi dan lembar kuesioner. Berdasarkan hasil data penelitian maka diperoleh minat dan bakat siswa SMP N 17 Banda Aceh terhadap seni Teater pada mata pelajaran Seni Budaya bahwa sebanyak 34.38% siswa yang berminat pada seni teater pada mata pelajaran Seni Budaya dan 25% siswa memang berbakat di bidang seni teater sedangkan 40,63% siswa lainnya tidak berbakat dan tidak berminat pada seni Teater pada mata pelajaran Seni Budaya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa jumlah siswa yang berbakat dan berminat pada Seni teater lebih sedikit dibandingkan siswa yang tidak berminat dan bakat.Kata Kunci: minat, bakat, seni teater, seni budaya.  
PERKEMBANGAN SENI RAPA’I BUBEE DI KABUPATEN PIDIE JAYA Fatma Rosya; Ari Palawi; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian dengan judul perkembangan seni Rapa’i Bubee di Pidie Jaya mengangkat masalah bagaimana perkembangan seni Rapa’i Bubee di Pidie Jaya dan cara melestarikannya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perkembangan seni Rapa’i Bubee dan cara melestarikannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini seniman sekaligus Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) yaitu Syeh Husni. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan seni Rapa’i Bubee berdasarkan lima generasi dan perkembangannya dapat dilihat dari bentuk penyajian serta kendala-kendala yang ada seiring perkembangan seni Rapa’i Bubee tersebut. Cara melestarikan seni Rapa’i Bubee dapat dilakukan oleh faktor masyarakat dan pemerintah. Masyarakat harus melestarikan seni Rapa’i Bubee secara turun-temurun kepada generasi berikutnya. Sedangkan pemerintah harus mengapresiasikan seni Rapa’i Bubee dengan cara mendorong, membina serta mengalokasikan anggaran untuk sarana dan prasarana pertunjukan seni agar seni Rapa’i Bubee dapat berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas.Kata Kunci: Perkembangan, Seni Rapa’i Bubee, Pelestarian
LEGENDA NAMA-NAMA DESA DI KECAMATAN LABUHANHAJI KABUPATEN ACEH SELATAN Wina Rosa; Rostina Taib; Armia Armia; Cut Zuriana
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2022): JIM PBSI Juli 2022
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang legenda nama desa. Lokasi penelitian berada di desa yang terdapat di Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan. Sumber data penelitian merupakan data lisan yang diperoleh dari masyarakat Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah rekam, catat, dan wawacara. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Hasil penelitian terdapat sejumlah legenda nama desa di Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan. Amanat yang terdapat dalam legenda yang ada di Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan, yaitu bagaimana pentingnya kita mendengarkan nasehat orang tua, bagaimana dampaknya jika kita tidak bermusyawarah terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu dan bagaimana hasil dari kita selalu mensyukuri pemberian Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  dalam setiap legenda yang dikaji terdapat amanat yang bisa kita jadikan pelajaran hidup.Kata Kunci: legenda amanat nama tempat.  ABSTRACTThis study examines the legend of the village name. The research location is in a village located in Labuhanhaji District, South Aceh Regency. The source of research data is oral data obtained from the people of Labuhanhaji District, South Aceh Regency. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The data collection techniques used were recording, recording, and interviewing. The data analysis technique used is a qualitative analysis method. The results of the study contained a number of legends of village names in Labuhanhaji District, South Aceh Regency. The mandate contained in the legend in Labuhanhaji District, South Aceh Regency, is how important it is for us to listen to the advice of parents, what will be the impact if we don't consult before doing something and how the.Keywords: village place name legend.
NILAI-NILAI EDUKATIF DALAM TRADISI SEUMAPA DI KABUPATEN PIDIE Sarika Sarah; Tri Supadmi; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: Nilai-nilai edukatif, tradisi Seumapa, seni tuturPenelitian ini berjudul "Nilai-Nilai Edukatif dalam Tradisi Seumapa di Kabupaten Pidie" mengangkat masalah nilai-nilai edukatif/pendidikan apa sajakah yang terkandung dalam tradisi Seumapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan nilai-nilai edukatif dalam tradisi Seumapa di Kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran rinci secara mendalam tentang nilai-nilai edukatif dalam tradisi Seumapa di Kabupaten Pidie. Subjek dalam penelitian ini adalah Muhammad Husen dan Khairul Munir yang merupakan Syeh Seumapa yang ada di Kabupaten Pidie, dan 1 tokoh masyarakat yaitu Tarmizi selaku Keuchik Gampong Pante Crueng Tanjong. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah nilai-nilai edukatif dalam tradisi Seumapa di Kabupaten Pidie. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga langkah: reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti menemukan bahwa tradisi Seumapa merupakan tradisi lisan berbalas pantun dalam acara perkawinan dan menjadi salah satu kesenian tradisional (seni tutur) yang berkembang di Kabupaten Pidie. Seni tutur tradisi Seumapa diwariskan secara turun temurun sebagai media komunikasi untuk menyampaikan maksud atau bertegur sapa antara kedua mempelai pengantin. Pada setiap syair Seumapa yang dituturkan mengandung nilai-nilai edukatif yang berguna bagi masyarakat dan juga sebagai bekal untuk pengantin dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai edukatif tersebut terdiri dari: nilai religius, nilai sosial, nilai moral, dan nilai estetika.
Nilai Sosial dalam Syair Tari Tradisional Aceh Armia Armia; Cut Zuriana
Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/humaniora.v6i2.3900

Abstract

Aceh has interesting traditional arts and culture, one of which is traditional dance. In general, Acehnese traditional dance is performed accompanied by poetry that is full of meaning and full of life values. This study aims to describe the social values contained in traditional Acehnese dance poetry. This study uses an ethical approach that is in line with the social values of the people discussed. The theory used is the theory of Immanuel Kant and John Stuart Mill which discusses social ethics. Data in the form of phrases, clauses, and sentences were collected by reading and note-taking techniques. Next, the data were analyzed using a qualitative descriptive approach. The results of the study show that in Acehnese traditional dance there are social values in the form of caring values, justice values, responsibility values, cooperation values, and mutual help values
Pengaruh Literasi dan Budaya Terhadap Keputusan Membeli Produk Halal di Kamboja Nurul Irvin Fauziah; Riyan Pradesyah; Cut Zuriana
Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/humaniora.v7i1.3598

Abstract

This study aims to determine the effect of literacy and culture on purchasing decisions for halal products in Cambodia. This study used primary data using a questionnaire method of 150 respondents using nonprobability sampling technique. This study uses a multiple linear regression analysis model, hypothesis testing and coefficient of determination test to determine the factors that influence the buying decision of halal products in Cambodia. The results showed that the Literacy variable partially had a positive and significant effect on the Purchase Decision of halal products, the Culture variable partially had a positive and significant effect on the Purchase Decision. Simultaneously Literacy and Culture have a positive and significant effect on the Purchase Decision of halal products with a coefficient of determination of R-Square of 61.8%