Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PRETERM DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH TAMAN PURING KEBAYORAN BARU JAKARTA SELATAN PERIODE JANUARI - JUNI TAHUN 2017 Bunga Tiara Carolin; Ika Widiastuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Nasional Vol 1, No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.849 KB)

Abstract

Persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi dibawah umur kehamilan 37 minggudengan perkiraan berat janin kurang dari 2500 gram. Dampak yang dapat dari kejadianpersalinan preterm antara lain hipotermi, asfiksia, ikterik, infeksi dan pertumbuhanretardasi janin. Dampak tersebut merupakan penyebab utama kematian pada bayi.Peningkatan kejadian persalinan preterm di RS Muhammadiyah Taman Puring dari tahun2015 sebesar 3,8% meningkat di tahun 2016 menjadi sebesar 5,1%. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan preterm diRumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring kebayoran baru Jakarta Selatan periodeJanuari-Juni 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah desain case control, yaitupenelitian survey analitik, dengan menggunakan pendekatan retrospective. Populasipenelitian adalah semua wanita yang melahirkan Januari sampai Juni 2017. Sampel dalampenelitian ini berjumlah 30 ibu melahirkan preterm dan 30 ibu melahirkan tidak pretermdengan total 60 sampel, menggunakan teknik pengambilan sampel secara sistemik randomsampling. Analisis bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian: usia ibu (p=0,000),paritas (p=0,000), KPD (p=0,000), Preeklampsi (p=0,000). Simpulan: ada hubungan antarausia ibu, paritas, KPD dan preeklampsi dengan persalinan preterm di RS MuhammadiyahTaman Puring Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Kesimpulan Ada hubungan antara usia ibu,paritas, KPD, preeklamsi dengan persalinan preterm di RS Muhammadiyah Taman PuringKebayoran Baru Jakarta Selatan. Saean: perlu adanya penyuluhan dan konseling olehtenaga kesehatan kepada ibu hamil, kunjungan ANC sesuai program pemerintah agarkelainan ataupun komplikasi dalam kehamilan terdeteksi lebih awal..Kata Kunci: KPD, paritas, Preeklampsi, Preterm, Usia ibu,
PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN HIV PADA IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENULARAN DARI IBU KE BAYI DI BPM R KECAMATAN JAGAKARSA JAKARTA SELATAN Bunga Tiara Carolin; Shinta Novelia
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.161 KB) | DOI: 10.31949/jb.v1i2.252

Abstract

Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak telah terbukti sebagai intervensi yang sangat efektif untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Pelaksanaan Program ini pada pelayanan kesehatan ibu dan anak dapat menurunkan angka kematian pada ibu HIV. Penyelenggaraan kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang HIV dan pemeriksaan HIV. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan metode ceramah dan tanya djawab. Sasaran pesertanya adalah seluruh ibu hamil. Hasil dari kegiatan ini adalah peseta dapat mengetahui tentang HIV dan pencegahannya sehingga dapat meningkatkan kesehatan diri sendiri dan janinnya. Selain itu hasil pemeriksaan dengan rapid test HIV secara gratis kepada semua peserta dinyatakan negative HIV. Para peserta berharap kegiatan pengabdian masyarakat seperti dapat berlanjut secara priodik.
HUBUNGAN STIMULASI OLEH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA TODDLER (1-3 TAHUN) DI POSYANDU KECUBUNG KELURAHAN PARUNG SERAB KOTA TANGERANG Bunga Tiara Carolin; Dayan Hisni; Desti Rini
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 6, No 1 (2020): JAKHKJ Juni 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Usia 1-3 tahun merupakan periode emas perkembangan anak yang meliputi aspek motorik kasar, motorik halus, kemampuan bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian. Faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan anak adalah stimulasi, lingkungan, pendidikan orang tuaMetode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Stimulasi oleh Orang tua dengan Perkembangan Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) di Posyandu Kecubung Kelurahan Parung Serab Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, sampel dalam penelitian ini terdiri dari 44 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada orang tua dan melakukan skrining menggunakan KPSP kepada responden. Uji statistik yang dilakukan menggunakan uji Chi Square.Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara stimulasi oleh orang tua terhadap perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) di Posyandu Kecubung Kelurahan Parung Serab Kota Tangerang (p-value = 0,000).Kesimpulan: Ada hubungan antara stimulasi oleh orang tua dengan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun).
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Peranan Tenaga Kesehatan Terhadap Dukungan Pemberian Asi Eksklusif di Rumah Sakit M Jakarta Selatan Bunga Tiara Carolin; Kholihah Kholihah
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 5, No 1 (2019): JAKHKJ Maret 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.137 KB)

Abstract

Latar Belakang: Peranan tenaga kesehatan sangat penting dalam mendukung pemberian ASI Eksklusif. Di Indonesia tahun 2013 hanya terdapat 8% RS Umum Pemerintah yang menerapkan kebijakan sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM). RS M  tahun 2010 telah menjadi Rumah Sakit Sayang Bayi, tetapi peranan tenaga kesehatan untuk  mendukung  pemberian  ASI  Eksklusif  belum optimal karena beberapa program menyusui belum dievaluasi pelaksanaannya.Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 83 responden dari total populasi 105 orang. Tehnik pengambilan sampel random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Distribusi frekuensi peranan tenaga kesehatan mendukung pemberian ASI (20,5%), kebijakan menyusui (42,2%), tenaga kesehatan terlatih (36,1%), pengetahuan menyusui baik (43,4%), dukungan menyusui (47,0%) dan kode etik internasional (32,5%). Didapatkan adanya hubungan signifikan kebijakan menyusui dengan peranan nakes (p=0,000), tenaga kesehatan terlatih terhadap peranan nakes (p=0,002), pengetahuan menyusui terhadap peranan nakes (p=0,24), dukungan menyusui terhadap peranan nakes (p=0,014) dan kode etik internasional terhadap peranan nakes mendukung ASI Eksklusif (p=0,021). Kata Kunci : ASI Eksklusif, tenaga kesehatan, dukungan menyusui, 10 LMKM
PERBEDAAN PEMBERIAN JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA) DAN BIT (BETA VULGARIS) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL Bunga Tiara Carolin; Siti Syamsiah; Deresiyana Deresiyana
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 5 No 2 (2021): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v5i2.1517

Abstract

Anemia is a problem of MMR in Indonesia. based on the global prevention of Anemia, the prevalence of anemia in pregnant women is 28.3%. The anemia rate in Rangkap Jaya Health Center is 64.3%. Anemia occurs due to physiological changes and is aggravated by malnutrition. Efforts that can be done so that pregnant women do not experience anemia are consumption of Fe tablets, improve diet and add vitamin C-rich food substances such as those found in red guava fruit and beets. This study aims to determine the differences in the administration of red guava fruit juice (Psidium Guajava) and beet juice (Beta Vulgaris) to hemoglobin levels in anemic pregnant women at Puskesmas Rangkapan Jaya Depok. Methodology this study uses a Quasy Experiment design with a Two Group Pretest Posttest Design. The population in this study are all trimester III pregnant women. The samples of this study arev30 people with the intervention of red guava juice and beet juice. Given for 14 days which are 250 cc. The sampling technique used is purposive sampling. Results: That there are differences in the provision of red guava juice and beet juice on hemoglobin levels in pregnant women. With the average value before and after administration of red guava fruit juice is 8.4 g / dl to 11.5 g / dl and the average value before and after beet juice is 8.5 g / dl to 10.2 g / dl. p-value of 0.001. The conclusions is Red guava juice is more effective against changes in hemoglobin levels.
Analisis Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Mauk Kabupaten Tangerang Bunga Tiara Carolin; Jenny Anna Siauta; Nurpadilah -
JURNAL KEBIDANAN Vol 11 No 1 (2022): JURNAL KEBIDANAN ( JKDH )
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35890/jkdh.v11i1.194

Abstract

Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil adalah kekurangan gizi pada ibu hamil yang berlangsung lama. Di Indonesia Tahun 2017 ibu hamil dengan KEK yaitu 14,8% sedangkan tahun 2018 menjadi 17,3%. Di Propinsi Banten pada tahun 2017 masih terdapat 18% wanita yang menunjukkan resiko KEK. Tujuan penelitian untuk menganalisis kekurangan energi kronik pada ibu hamil di Puskesmas Mauk Kabupaten Tangerang. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 196 dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat.dengan uji chi-square. Hasil univariat dari 196 orang ibu hamil mayoritas yang tidak mengalami kekurangan energi kronik 65,8%, jarak kehamilan > 2 tahun 54,6%, paritas primipara 59,7%, pendapatan keluarga < UMR 54,6%, pengetahuan baik 51,5%, dan tidak memiliki penyakit infeksi 56,1%. Hasil bivariate didapatkan jarak kehamilan (p-value 0,000), paritas (p-value 0,000), pendapatan (p-value 0,000), dan pengetahuan (p-value 0,000) dan penyakit infeksi (p-value 0,213). Simpulannya ada hubungan yang bermakna antara jarak kehamilan paritas, pendapatan, dan pengetahuan Untuk penyakit infeksi tidak berhubungan dengan kekurangan energi kronis. Diharapkan bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan lagi dalam memberikan konseling atau pendidikan kesehatan dan lebih inovatif dalam memberikan konseling mengenai gizi bagi ibu hamil tentang makanan yang murah dan bergizi.
Pengaruh Konsumsi Daun Katuk dengan Jantung PisangTerhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Bunga Tiara Carolin; Dewi Kurniati; Siti Bayi Natur Rohmah; Shinta Novelia
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i1.584

Abstract

Pemberian ASI merupakan proses alami dan merupakan makanan terbaik bagi bayi, mampu memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh bayi selama 6 bulan pertama. Cakupan ASI di Kabupaten Pandeglang, yaitu sebesar 19,88%, menyusui bayi di Indonesia sudah menjadi budaya namun praktik pemberian ASI masih jauh dari harapan. Faktor yang menjadi penyebab rendahnya angka pemberian ASI eksklusif adalah ASI yang sukar keluar di minggu pertama setelah melahirkan dan persepsi ibu bahwa produksi ASInya tidak mencukupi. Jantung pisang merupakan bagian dari tanaman pisang yang dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi ASI. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan pengaruh konsumsi daun katuk dibandingkan dengan jantung pisang terhadap produksi asi pada ibu menyusui di Wilayah Puskesmas Cikedal Kabupaten Pandeglang Banten. Penelitian quasi experiment ini menggunakan two gorup pre-test- post-test design. Sampel berjumlah 30 respond-en yang terdiri dari masing-masing kelompok 15 responden. Data dianalisis menggunakan Paired T-test dan Indipendent T-test. Hasil analisis univariat rata-rata tumis daun katuk dengan jantung pisang pretest 64,00 dan postest 86,40 dengan selisih 22,40 dan rata-rata tumis daun katuk pretest 63,80 dan postest 80,33 dengan selisih 16,53. Hasil analisis bivariate tumis daun katuk dengan jantung pisang dan tumis daun katuk dengan tingkat signifikan 0,003. Kesimpulannya tumis daun katuk dengan jantung pisang yang dicampur lebih berpengaruh dalam melancarkan produksi ASI. Sarannya diharapkan Ibu menyusui dapat menerapkan pengobatan ketidaklancaran produksi ASI secara nonfarmakologi dengan memanfaatkan tanaman di sekitar lingkungannya yaitu daun katuk dan jantung pisang. Kata kunci: Daun Katuk; Ibu Menyusui; Jantung Pisang; Produksi ASI ABSTRACTBreastfeeding is a natural process and is the best food for babies, able to meet the nutrients needed by the baby's body for the first 6 months. Breastfeeding coverage in Pandeglang Regency, which was 19.88%, breastfeeding babies in Indonesia has become a culture but the practice of breastfeeding is still far from expectations. Factors that cause the low rate of exclusive breastfeeding are breast milk that is difficult to come out in the first week after giving birth and the mother's perception that her milk production is not sufficient. Banana blossom  and sweet leafs are part of the banana pant that is used to increase breast milk production. The objective to analyze the difference in the effect of consumption of sweet leafs compared to banana buds on breast milk production in breastfeeding women in the Cikedal Health Center area, Pandeglang Regency, Banten. This quasi-experimental study used a two-group pre-test-post-test design. The sample in this study was 30 respondents consisting of 15 respondents each from the experimental group. Data were analyzed using Paired T-test and Independent T-test. The results of the univariate analysis of the average sweet leafs with banana buds pretest was 64.00 and posttest was 86.40 with a difference of 22.40 and the average of sweet leafs pretest was 63.80 and posttest was 80.33 with a difference of 16.53 . While the results of the bivariate analysis of stir-fried sweet leafs with banana blossom and stir-fried sweet leafs with a significant level of 0.003.  The Conclusions is sweet leafs with mixed banana buds are more influential in launching breast milk production. The Suggestions is Breastfeeding mothers are expected to be able to apply non- pharmacological treatment of non- pharmacological milk production by utilizing plants around their environment, namely sweet leafs and banana buds. Keywords: sweet leaf; breast-feeding; banana blossom; mother's milk production
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI ASI IBU NIFAS POST SECTIO CAESAREA Septiana Risyanti; Bunga Tiara Carolin; Sri Dinengsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.3855

Abstract

Background: One of the goals of health development is to reduce infant mortality. The World Health Organization (WHO) says that the first 28 days of neonatal life are the most vulnerable times for children's survival. The expenditure of breast milk is influenced by several factors, such as breastfeeding behavior, maternal psychological, maternal physiological, or indirect such as sociocultural and infant, which will affect the mother psychologically. Based on Rikesdas (2018), Indonesia’s is coverage is only 42%.Purpose: This study aims to find out what factors influence the production of breast milk Post SC mother in the working area pamulang district of South Tangerang City.Methods: This study used correlation analytics design with cross sectional approach. The population is all mothers of post SC who gave birth at South Tangerang City Hospital and Permata Pamulang Hospital with a sample of 106 people. Sampling technique used is total sampling. Analysis used Chi square test.Results: Univariate analysis found that 44.3% of post-SC mothers experienced good breast milk production, 34.9% mild pain, 56.6% experienced anxiety, 52.8% were multipara, 67.9% of the age group was not at risk, and 62.3% were moderately educated. Bivariate results on variable pain intensity, anxiety levels, parity, age, and education each showed a p value of 0.000; 0,000; 0,024; 0,002; and 0.402 which means there is a relationship between pain intensity, anxiety level, parity, and age in post SC mothers, while for educational variables there is no relationship between education and breast milk production in post SC mothers.Conclusions The intensity of pain, anxiety levels, parity, and age affect the production of breast milk post SC mothers. Suggestions: Midwives are expected to improve the quality of health services by teaching pain management and how to overcome anxiety that is often experienced by post SC mothers. Keyword: Pain, anxiety, breast milk production, post SC mother ABSTRAK Latar Belakang: Salah satu tujuan dari pembangunan kesehatan adalah menurunkan angka kematian bayi. Badan kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization) menyebutkan bahwa 28 hari pertama kehidupan periode neonatal adalah waktu yang paling rentan untuk kelangsungan hidup anak-anak. Pengeluaran ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik secara langsung misalnya perilaku menyusui, psikologis ibu, fisiologis ibu, ataupun yang tidak langsung misalnya sosial kultural dan bayi, yang akan berpengaruh terhadap psikologis ibu. Di Indonesia, perilaku ASI eksklusif secara keseluruhan cenderung menurun. Berdasarkan Riskesdas (2018), cakupan Indonesia hanya 42%.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa sajakah yang mempengaruhi produksi ASI Ibu Nifas Post SC di wilayah kerja kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua ibu nifas post SC yang melahirkan di RSU Kota Tangerang Selatan dan RS Permata Pamulang dengan jumlah sampel 106 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrument yang digunakan berupa kuisioner. Analisa data menggunakan uji Chi square.Hasil Penelitian: Hasil univariat didapatkan bahwa 44,3% ibu nifas post SC mengalami produksi ASI baik, 34,9% nyeri ringan, 56,6% mengalami kecemasan, 52,8% multipara, 67,9% kelompok usia tidak berisiko, dan 62,3% berpendidikan sedang. Hasil bivariate pada variabel intensitas nyeri, tingkat kecemasan, paritas, usia, dan pendidikan masing-masing menunjukan p value 0,000; 0,000; 0,024; 0,002; dan 0,402 yang berarti ada hubungan antara intensitas nyeri, tingkat kecemasan, paritas, dan usia pada ibu nifas post SC, sedangkan untuk variable pendidikan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan produksi ASI pada ibu nifas post SC.Simpulan: Intensitas nyeri, tingkat kecemasan, paritas, dan usia berpengaruh terhadap produksi ASI ibu nifas post SC.Saran Bidan diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan mengajarkan manajemen nyeri dan cara mengatasi kecemasan yang sering dialami oleh ibu nifas post SC. Kata Kunci : Nyeri, kecemasan, produksi ASI, ibu nifas, post SC 
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) PADA LELAKI SEKS LELAKI (LSL) Bunga Tiara Carolin; Suprihatin Suprihatin; Aprinda Maharani P.K
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.2379

Abstract

Latar belakang: Virus HIV&AIDS meningkat dengan pesat seperti bom waktu bagi dunia dan menjadi epidemik. Berdasarkan data UNAIDS, penderita yang ada di berbagai negara sebanyak 1,8 juta. Asia Pasifik menduduki peringkat ketiga sebagai wilayah dengan pengidap HIV dan AIDS terbanyak diseluruh dunia dengan total penderita sebanyak 5,2 juta jiwa, Indonesia menyumbang angka 620.000 dari total 5,2 juta jiwa terjangkit HIV/AIDS.Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian HIV pada LSL di hotspot pasar tengah Kota Bandar Lampung tahun 2019.Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel random sampling, dengan 84 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar kuisioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Chi Square (X²).Hasil: Hasil univariat didapatkan 26,2% terinfeksi HIV, 53,6% menggunakan kondom, pernah mengalami riwayat IMS 26,3%, 37,7% perilaku seks berisiko tinggi, dan tidak ada yang menggunakan narkoba suntik. Hasil bivariat didapatkan penggunaan kondom (p = 0,001), riwayat IMS (p = 1,000), perilaku seks berisiko (p = 0,002), dan penggunaan narkoba suntik (p = 0,569).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kondom dan perilaku seks berisiko dengan kejadian HIV pada LSL. Sedangkan riwayat IMS, dan penggunaan narkoba suntik tidak mempunyai hubungan signifikan dengan kejadian HIV pada LSL.Saran: Bagi LSL diharapkan dapat meningkatkan konsistensi penggunaan kondom dan pelicin, baik yang digunakan untuk dirinya sendiri maupun pasangan atau pelanggannya, selalu rutin melakukan tes VCT dan tidak malas bahkan malu untuk memeriksakan diri kepelayanan kesehatan, juga berkontribusi aktif dalam upaya pencegahan penularan HIV&AIDS Kata Kunci: Faktor Risiko, HIV&AIDS, LSL
PIJAT BAYI DAPAT MENINGKATKAN BERAT BADAN BAYI Bunga Tiara Carolin; Siti Syamsiah Syamsiah; Mita Mauliah Khasri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.2745

Abstract

ABSTRACT  Background: Weight problems in babies are very sensitive, as evidenced by World Health Organization (WHO) data stating the incidence of infant weight in the world is still below the standard of more than 5% with the prevalence of underweigh in southeast asia 26.9% (WHO, 2017). One of the efforts to optimize weight gain in infants in addition to the nutrition provided by the women, one of which needs to be the stimulation of stimuli or commonly known as baby massage.  Puprose: This study aims to determine the effect of infant massage on infant weight in the Alanda Care working area of Pangkalpinang City, Bangka Belitung Province.  Methods: The study used the Quasy Experiment method with Two Group pretest and postest Design. The population in this study is infants aged 2-5 months. The sample in this study are 30 respondens. Data were analyzed using paired t-test and Independen T-Test. Results: The results showed that there were 793 grams of infant weight in the intervention group and 400 grams in the control group. There were differences in the results of the pretest and posttest in each of the intervention groups (p=0,000) and the control group (p=0,000) and there is an effect of baby massage on baby weight (p=0,000). Conclusion: Although both of them gained weight in the intervention group and the control group, the weight gain in the intervention group almost doubled compared to the control group and there was also the effect of massage on baby weight.  Suggestion: It is expected that health workers can provide education about baby massage and its benefits to parents, especially those who have babies, so that public participation in the health sector can be increased  Keywords: Baby, Massage, Weight   ABSTRAK  Latar Belakang: Permasalahan berat badan pada bayi sangatlah sensitif, terbukti dari data World Health Organization (WHO) tahun 2017 menyatakan angka kejadian berat badan bayi di dunia masih di bawah standar yaitu lebih dari 5% dengan prevalensi underweigh di asia tenggara 26,9%. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan berat badan pada bayi di samping nutrisi yang diberikan oleh ibu, salah satunya perlu juga adanya rangsangan stimulus atau yang biasa di kenal dengan pijat bayi.  Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap berat badan bayi di wilayah kerja Alanda Care Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung.  Metode: Penelitian menggunakan metode Quasy Experimen dengan Two Group pretest and postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi 2-5 bulan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dari 2 kelompok. Data dianalisa dengan Paired t test dan Independen T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kenaikan berat badan bayi pada kelompok intervensi sebanyak 793 gram dan pada kelompok kontrol sebanyak 400 gram. Terdapat perbedaan hasil pretest dan posttest pada masing-masing kelompok intervensi (p=0,000) dan kontrol (p=0,000) dan terdapat pengaruh pemberian pijit bayi terhadap berat badan bayi (p=0,000). Kesimpulan: Walaupun sama-sama terdapat kenaikan berat badan bayi pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol, tetapi kenaikannya berat pada kelompok intervensi mencapai hampir dua kali lipat daripada kelompok control dan juga ada pengaruh pijat terhadap berat badan bayi.  Saran: Diharapkan bagi petugas kesehatan dapat memberikan pendidikan tentang pijat bayi dan manfaatnya kepada para orangtua terutama yang memiliki bayi agar peran serta masyarakat di bidang kesehatan dapat meningkat.  Kata Kunci: Bayi, Pijat, Berat Badan