Claim Missing Document
Check
Articles

Comparison between the Effectiveness of Tomatoes Juice and Spinach Juice Consumption on Hemoglobin Level of Third Trimester Mothers with Anemia Retno Widowati; Nurhasanah Nurhasanah; Bunga Tiara Carolin
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.738

Abstract

The current research was conducted through a quasi-experimental research using two group pretest-posttest design. Furthermore, data analysis was done by using dependent t-test and independent t-test. As many as 30 pregnant mother suffering from anemia were involved and divided into two groups. The first group consumed tomatoes juice, while the second group consumed spinach juice every day for 14 days. All mothers also consumed Fe tablet every day according to the regulation. This research was carried out in Tangerang District on January 2021. These research results revealed that there was significant differences on the hemoglobin level before and after tomatoes juice and spinach juice consumption on the experimental groups. Significant differences on hemoglobin level were also found between the effectiveness of tomatoes juice and spinach juice on trimester pregnant mothers suffering from anemia (p value 0.037).
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Status Kelengkapan Imunisasi Tambahan Pada Bayi Usia 2-24 Bulan Bunga Tiara Carolin; Retno Widowati; Apriyani Cindi Situmorang
Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 (2021): Journal for Quality in Women Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v4i1.103

Abstract

Untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi status kelengkapan imunisai tambahan pada anak usia 2 – 24 bulan di RSIA Family Pluit Tahun 2021. Metode penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 orang. Instrument penelitian menggunakan kuisioner. telah diuji validitas dan reliabilitas Analisis bivariate menggunakan uji chi square. Hasil univariat menunjukan bahwa distribusi frekuensi pendidikan ibu sebanyak 60%, penghasilan keluarga kurang dari 10 juta/bulan 68,2%, pengetahuan ibu kurang 73,6%, dukungan keluarga yang kurang 64,5%, peran tenaga kesehatan yang kurang 72,5%. Penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh pendidikan (p=0,000), penghasilan keluarga (p=0,000), pengetahuan (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,000), peran tenaga kesehatan (p=0,000) terhadap kelengkapan imunisasi tambahan pada bayi usia 2 -24 bulan di RSIA Family Pluit tahun 2021. Terdapat nilai signifikan (p< 0,05) hubungan pendidikan, penghasilan, penghasilan, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan dan kelengkapan imunisasi tambahan pada bayi usia 2- 24 bulan
Pemberian Sari Kacang Hijau Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Siswi Anemia Bunga Tiara Carolin; Suprihatin Suprihatin; Indirasari Indirasari; Shinta Novelia
Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 (2021): Journal for Quality in Women Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v4i1.111

Abstract

Penelitian quasi-eksperimen dengan design one group pretest and posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang menderita anemia. Instrumen penelitian terdiri dari alat ukur digital untuk mengukur kadar hemoglobin dan lembar observasi. Pemberian sari kacang hijau diberikan sebanyak 300 gram pada pagi dan sore selama 14 hari. Sebelum pemberian sari kacang hijau pada 30 responden mengalami anemia ringan sebanyak 6 responden 20%, anemia sedang 21 responden 70% dan anemia berat 3 responden 10%. Setelah diberikan sari kacang hijau memiliki kategori normal sebanyak 40%, menjadi anemia ringan 50% dan menjadi anemia sedang sebanyak 10%. Dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon, ada pengaruh pemberian sari kacang hijau dalam meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah remaja putri yaitu (p=0,000). Sari kacang hijau mampu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah remaja putri yang menderita anemia. Diharapkan remaja putri dengan anemia untuk dapat meningkatkan pengetahuan terkait dengan manfaat sari kacang hijau bagi kesehatan diri
Perbandingan Pemberian Foot Massage dengan Effleurage Massage Terhadap Nyeri Luka Operasi Sectio Caesarea (Sc) di RS Marinir Cilandak Jakarta Selatan Anjar Restinah; Vivi Silawati; Bunga Tiara Carolin
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.11543

Abstract

ABSTRACT Postoperative pain is still a problem in health services worldwide. One way to manage pain management is through massage, such as foot massage and effleurage massage. The results of a preliminary study on post SC at the Marine Hospital found that 90% felt moderate pain and 10% felt severe pain. To find out the comparison of giving foot massage with effleurage massage to sectio caesarea (SC) surgical wound pain at the Cilandak Marine Hospital, Jakata Selatan, in 2023. Quasy experiment with pretest-posttest design with control group design. The sample in the study was post SC mothers in May 2023 as many as 30 respondents using a purposive sampling technique. Data analysis used the paired sample t-test and Independent T-Test, which were previously tested for normality and homogeneity. The results of univariate research on surgical wound pain before and after giving foot massage decreased with a difference in mean value of 3.00, surgical wound pain before and after giving effleurage massage decreased with a difference in average value of 0.67. The results of the bivariate study were paired sample t-test foot massage (p value 0.000) and effleurage massage (p value 0.003). Independent T-Test test results with a p value of 0.000. There are differences in giving foot massage with effleurage massage for sectio caesarea surgery wound pain. It is hoped that health workers, especially midwives, can intervene in foot massage combined with effleurage massage in an effort to reduce pain levels in postoperative mothers with sectio caesarea because in addition to reducing pain levels it can also create a feeling of comfort so that it affects the physical and psychological conditions of the mother. Keywords: Foot Massage, Effleurage Massage, Sectio Caesarea Surgery Wound Pain  ABSTRAK Nyeri pasca operasi masih menjadi permasalahan dalam pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Penatalaksanaan manajemen nyeri salah satunya dilakukan dengan massage seperti foot massage dan effleurage massage. Hasil studi pendahuluan pada post SC di RS Marinir didapatkan 90% merasakan nyeri sedang dan 10% merasakan nyeri berat. Mengetahui perbandingan pemberian foot massage dengan effleurage massage terhadap nyeri luka operasi sectio caesarea (sc) di RS Marinir Cilandak Jakata Selatan Tahun 2023. Quasy experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel dalam penelitian yaitu ibu post SC pada bulan Mei 2023 sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling, analisa data menggunakan uji paired sample t-test dan T-Test Independent yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian univariat nyeri luka operasi sebelum dan sesudah pemberian foot massage mengalami penurunan dengan selisih nilai rata-rata 3,00, nyeri luka operasi sebelum dan sesudah pemberian effleurage massage mengalami penurunan dengan selisih nilai rata-rata sebesar 0,67. Hasil penelitian bivariat uji paired sample t-test foot massage (p value 0,000) dan effleurage massage (p value 0,003). Hasil uji T-Test Independent dengan p value 0,000. Terdapat perbedaan pemberian foot massage dengan effleurage massage terhadap nyeri luka operasi sectio caesarea. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat melakukan intervensi foot massage dikombinasikan dengan effleurage massage dalam upaya penurunan tingkat nyeri pada ibu bersalin post operasi sectio caesarea karena selain dapat menurunkan tingkat nyeri juga dapat menciptakan rasa nyaman sehingga berpengaruh pada kondisi fisik maupun psikologis ibu. Kata Kunci: Foot Massage, Effleurage Massage, Nyeri Luka Operasi Sectio Caesarea 
Factors Associated With Participation of Pregnant Women In Examination VCT (Voluntary Counseling And Testing) Bunga Tiara Carolin; Dayan Hisni; Farida Afif
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 1 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v1i1.1

Abstract

HIV/AIDS has become a big scary enemy in Indonesia. The incidence of HIV/AIDS in pregnant women also makes it difficult to achieve the 2015-2019 National Medium Term Development Plan targets in the health sector at 3 points at once, namely maternal mortality, infant mortality and the prevalence of HIV cases. The Voluntary Counseling Testing (VCT) strategy is the core of all efforts to prevent and control HIV/AIDS in the world. The aim to Factors Associated With Participation of Pregnant Women In Examination VCT. The research design is an analytic method with a cross sectional study approach. The population in this study were all pregnant women who had Antenatal Care. The sampling technique used in this study is to use total sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi square statistical test. The result in this study there were 10.0% pregnant women who did not perform VCT examinations, 70% pregnant women who had good knowledge, 80% pregnant women who received support from their husbands, 82.5% pregnant women who get the role of health workers in a good category, 30% pregnant women who have a long distance from the place of health services. There is a significant relationship between knowledge (0.001), attitude (0.000), husband's support (0.000), the role of officers ((0.001) and the distance to HIV VCT examination in pregnant women. The conclusion is that many pregnant women are aware of the importance of the VCT test which can be seen in the number of pregnant women who have done the test.
Health Counseling and Provision of Betel Leaves to Reduce Physiological Leucorrhea among Adolescent Girls: Penyuluhan Kesehatan dan Pemberian Daun Sirih untuk Mengurangi Keputihan Fisiologis pada Remaja Putri Shinta Novelia; Bunga Tiara Carolin
Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) Vol. 1 No. 1 (2023): May 2023
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/jcemty.v1i1.55

Abstract

In Indonesia, 75% of women have experienced vaginal discharge at least once, and half have experienced vaginal discharge twice or more. Vaginal discharge is a classic problem for most women. Ironically, most women do not know about vaginal discharge and the causes of vaginal discharge. If not handled properly, vaginal discharge can be fatal. Infertility and ectopic pregnancy (pregnancy outside the womb) can be one of the consequences of vaginal discharge. The early symptoms of uterine cancer usually start with vaginal discharge. This study's betel leaf (Piper betel Linn) belongs to the Peiperaceae family. The part used is the leaves. Betel leaf contains essential oils with compounds that have strong antibacterial properties, referred to as "kavikol" and "kavibetol". Anti-bacterial is also found in boiled betel in water. Betel leaf in traditional medicine is usually used for first aid in first-line treatment in daily medicine, especially as an antiseptic. This activity aims to increase young women's knowledge about the dangers of vaginal discharge and provide intervention in betel leaf boiled water to reduce physiological vaginal discharge. The activity results showed benefits for adolescents as evidenced by the decrease in the incidence of physiological vaginal discharge after being given counseling and betel leaf water.
KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT KELURAHAN RAGUNAN KECAMATAN PASAR MINGGU KOTA JAKARTA SELATAN DKI JAKARTA TAHUN 2026 Bunga Tiara Carolin; Amalia Aghniya A D; Anggraini Tasya; Eka Fitriyana; Inggit Fathurohmi A; Noviane Indah Susanti; Salsabila Dwiphayanti
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 1 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i1.2323

Abstract

Community service is a form of community midwifery care that aims to improve maternal and infant health through promotive and preventive approaches. One health problem still frequently encountered in the community is the low coverage of exclusive breastfeeding. Based on the results of an assessment and Focus Group Discussion (FGD) conducted in Ragunan Village, Pasar Minggu District, South Jakarta City, it was found that the priority problem faced by the community is the low knowledge and awareness of breastfeeding mothers regarding the importance of exclusive breastfeeding. This community service activity aims to increase the knowledge, understanding, and motivation of postpartum and breastfeeding mothers to provide exclusive breastfeeding for six months. The methods used in this activity include data collection, prioritizing problems using the FGD method, and interventions in the form of health education, including the practice of good and correct breastfeeding techniques, and breast care education. The target group for this activity is postpartum and breastfeeding mothers in RT 006 RW 07.The results of the activity showed an increase in knowledge and understanding among breastfeeding mothers regarding the meaning and benefits of exclusive breastfeeding, proper breastfeeding techniques, and breast care. Breastfeeding mothers also demonstrated high enthusiasm and motivation to exclusively breastfeed their babies. This activity is expected to contribute to increasing the coverage of exclusive breastfeeding and support efforts to improve maternal and infant health at the community level.
Pengaruh Pijat Tui Na terhadap Kenaikan Berat Badan pada Balita Yenny Aulya; Irni Indriani; Putri Azzahroh; Bunga Tiara Carolin
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2476

Abstract

Prevalensi Masalah gizi pada balita di Indonesia masih tinggi. Masalah gizi seperti, stunting, wasting dan underweight masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Desa Sekarwangi Kabupaten Karawang, yang mana 16.5% balita mengalami masalah gizi. Pijat Tui Na, teknik pijat tradisional Tiongkok, merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang diyakini dapat meningkatkan nafsu makan dan memperlancar pencernaan melalui stimulasi titik meridian sehingga berdampak pada peningkatan berat badan. Mengetahui pengaruh pijat Tui Na terhadap kenaikan berat badan balita dengan masalah gizi di Desa Sekarwangi Kabupaten Karawang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 30 balita berusia 1-5 tahun dengan masalah gizi yang dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi pijat Tui Na dilakukan selama 10–15 menit, selama 12 hari berturut-turut. Pengukuran berat badan dilakukan sebelum dan 30 hari setelah intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Rata-rata berat badan balita sebelum intervensi adalah 10,270 kg, meningkat menjadi 10,523 kg dengan rata-rata kenaikan 253 gram setelah intervensi. Hasil uji paired t-test menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Pijat Tui Na berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan pada balita dengan masalah gizi.  
HUBUNGAN BUDAYA DAN PERAN TEMAN SEBAYA DENGAN KEJADIAN PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA PUTRI Bunga Tiara Carolin; Yenny Aulya; Dini Novianti Ningrum; Wira Wijaya Kusuma
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.8373

Abstract

Latar Belakang: Isu pernikahan usia dini di Indonesia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data UNICEF per akhir tahun 2022, saat ini Indonesia berada di peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 di ASEAN, dengan total hampir 1,5 juta kasus. Terdapat beberapa faktor yang dapat berhubungan dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri diantaranya faktor budaya dan peran teman sebaya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan budaya dan peran teman sebaya dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasinya seluruh perempuan usia 19-24 tahun di Desa Langensari sejumlah 325 orang. Sampel penelitian terdiri dari 180 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil univariat dari 180 responden, 46,1% responden melakukan pernikahan usia dini pada remaja. Sebagian besar responden memiliki budaya yang berpengaruh sebanyak 46,7% dan peran teman sebaya positif sebanyak 63,9%. Hasil bivariat menunjukan hubungan antara budaya dan peran teman sebaya dengan kejadian pernikahan usia dini yaitu p-value = 0,001. Kesimpulan: Budaya dan peran teman sebaya merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan usia dini. Diskusi: remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksinya dan memberikan saran bagi responden/ remaja putri yang sudah menikah pada usia dini agar melakukan pemeriksaan kesehatan.
Promosi Kesehatan Tentang Personal Hygiene Sebagai Upaya Pencegahan Flour Albus Pada Remaja Puteri Melalui Zoominar Bunga Tiara Carolin; Shinta Novelia
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.154

Abstract

Keputihan (flour albus) menjadi masalah yang sering muncul pada remaja. Banyak kaum remaja yang hanya menjaga penampilan luarnya saja tanpa memperdulikan kesehatan organ intim bagian dalam. Salah satu yang sering terjadi karena kurangnya kesadaran kaum remaja untuk menjaga kebersihan alat kelaminnya. Di Indonesia sekitar 90% wanita berpotensi terjadinya keputihan karena Negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah berkembang yang mengakibatkan banyak kasus keputihan. Keputihan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Pada remaja penyebab keputihan adalah perilaku pencengahan keputihan yang kurang baik, yaitu hygiene yang buruk setelah buang air kecil dan buang air besar. Cuci tangan yang tidak adekuat dapat mengiritasi atau kontaminasi bakteri pada vulva. Pakaian ketat, celana dalam yang tidak menyerap juga dapat menyebabkan iritasi. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya keputihan (flour albus) pada kalangan remaja maka kami ingin melakukan promosi kesehatan kesehatan tentang Personal Hygyne pada remaja puteri melalui aplikasi zoominar dan streaming youtube