Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agro

Kandungan karotenoid, antioksidan, dan kadar air dua varietas cabai rawit pada tingkat kematangan berbeda dan deteksi non-destruktif Kusumiyati Kusumiyati; Ine Elisa Putri; Wawan Sutari; Jajang Sauman Hamdani
Jurnal Agro Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/14650

Abstract

Cabe rawit umumnya berwarna hijau, jingga dan merah. Tiap tingkat kematangan memiliki kualitas yang berbeda. Teknologi non-destruktif visible/near infrared spectroscopy (Vis/NIRS) telah banyak digunakan untuk memprediksi kualitas secara cepat dan akurat serta tidak merusak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan kadar air, total karotenoid dan antioksidan dua varietas buah cabai rawit dengan tingkat kematangan berbeda dan memprediksi kualitas secara non-destruktif menggunakan Vis/NIRS. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu varietas ‘Manik’ dan ‘Domba’, yang dipanen pada 20 hari setelah bunga mekar (HSBM), 40 HSBM dan 60 HSBM, serta diulang 5 kali. Data dianalisis dengan analisis varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas ‘Manik’ and ‘Domba’ yang dipanen pada 20 HSBM memiliki kandungan kadar air dan antioksidan tertinggi sedangkan total karotenoid meningkat pada buah matang. Model kalibrasi dan uji validasi silang kadar air, total karotenoid, dan antioksidan mendapatkan nilai Rkal  ≥ 0,87 dan Rval  ≥ 0,84. Berdasarkan hasil tersebut, maka kandungan air dan antioksidan terbesar yaitu buah cabai rawit hijau sedangkan total karotenoid tertinggi pada buah cabai rawit merah. Vis/NIRS dapat digunakan untuk mendeteksi kandungan air, total karotenoid dan antioksidan pada buah cabai rawit. Generally, cayenne pepper is coloring in green, orange, and red. Each maturity level has a different quality.  A non-destructive technology, visible/near infrared spectroscopy (Vis/NIRS), has been widely used to predict the quality quickly and accurately without causing damage. The study aimed to determine water content, total carotenoids, and antioxidant of two varieties cayenne pepper with different maturity levels and to predict quality non-destructively using Vis/NIRS. The research was conducted at the Horticulture Laboratory, Agriculture Faculty, Universitas Padjadjaran. The research was arranged in a completely randomized design (CRD) with 6 treatments, namely ‘Manik’ and ‘Domba’ varieties harvested at 20 days after flowering (DAF), 40 DAF and 60 DAF, and 5 replications with analysis of variance (ANOVA). The results showed that ‘Manik’ and ‘Domba’ harvested at 20 DAF had the highest water content and antioxidant while the total carotenoids increased in ripe fruit. The calibration model and cross-validation of water content, total carotenoids, and antioxidants obtained values of Rcal 0.87 and Rval 0.84. Based on these results, the highest water and antioxidant content was green cayenne pepper, while the highest total carotenoids were in red cayenne pepper. Vis/NIRS can be used to detect water content, total carotenoids, and antioxidants in cayenne pepper.
Smart-dose microboost: micronutrient in order to enhance chili growth and yield in tropical farming systems: Smart-dose microboost: mikronutrien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai pada sistem pertanian tropis Mulyani, Oviyanti; Sudirja, Rija; Susanto, Agus; sutari, Wawan
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.48701

Abstract

Despite the fact that micronutrients are crucial for the growth, metabolism, and crop yield of plants, they are required in relatively small proportions. The recent advancements in agriculture have resulted in the development of biostimulant products that are abundant in micronutrients which is advantageous. The objective of this investigation was to evaluate the potential of micronutrient-enriched biostimulants (MB) to enhance the quality characteristics of chili fruits. This study was conducted at Jatinangor, West Java. The experimental plots were laid out in a Randomized Block Design (RBD) with seven treatments and repeated four times, so the total number of treatments was 28 units. The treatments consist of farmer practice and doses of 0.75; 1.0; 1.5; 2.0; 2.5 and 3.0 L ha-1 MB. The results of this experiment indicated that the treatments with doses of 2.0–3.0 L ha-1 were consistently preferable in terms of fruit quality, yield, and growth. Plants that were more productive, capable of grading fruit, and had a slightly extended shelf life after harvest were the final result of the biostimulant product, which contained micronutrients. The farmer's practice consistently failed to meet the standards of all the treated sites. The combination of biostimulants and micronutrients significantly enhanced the physiological and reproductive functions of chilies. ABSTRAK Mikronutrien, meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang kecil daripada makronutrien, penting untuk perkembangan tanaman, fungsi metabolisme, dan produktivitas tanaman. Perkembangan terkini dalam bidang pertanian telah menghasilkan produk biostimulan yang kaya akan mikronutrien yang sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai potensi biostimulan yang diperkaya mikronutrien (MB) dalam meningkatkan kualitas buah cabai. Panelitian ini dilakukan di Jatinangor Sumedang, Jawa Barat. Plot percobaan disusun dalam Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan dan diulang empat kali, sehingga total perlakuan adalah 28 unit. Perlakuan tersebut terdiri dari metode konvensional; dosis biostimulan yang diperkaya mikronutrien (0,75; 1,0; 1.5; 2,0; 2,5 and 3,0 L ha-1 MB). Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa perlakuan dengan dosis 2,0–3,0 L ha-1 adalah yang paling konsisten unggul di seluruh parameter pertumbuhan, hasil dan kualitas buah. Produk biostimulan dengan tambahan mikronutrien membuat tanaman lebih kuat, lebih produktif, lebih baik dalam kualitas buah, dan memperpanjang masa simpan setelah panen. Dibandingkan dengan semua yang diberi perlakuan pupuk mikronutrien dan biostimulan, perlakuan konvensional memberikan respon yang paling kecil. Secara umum, penambahan mikronutrien dan biostimulan secara bersamaan dapat memberikan dampak besar pada peningkatan fungsi fisiologis dan reproduksi tanaman cabai.   Kata kunci: Biostimulan, Cabai, Keberlanjutan, Produktivitas