Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kultivasi

Analisis kandungan logam berat aluminium (Al), dan timbal (Pb) pada buah jambu biji varietas kristal (Psidium guajava L.) dan tanah di desa Bumiaji, kota Batu Hidayati Karamina; Ariani Trisna Murti; Tri Mudjoko
Kultivasi Vol 17, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.76 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v17i3.18900

Abstract

Sari. Bumiaji merupakan kawasan wisata yang terletak di Kota Batu. Dengan suhu mencapai 20oC menyebabkan Bumiaji menjadi tempat pengembangan kawasan yang cocok untuk penanaman tanaman hortikultura contohnya jambu biji varietas kristal. Budidaya jambu biji varietas kristal tidak lepas dengan pemeliharaan tanaman dengan cara pengaplikasian pupuk organik maupun anorganik dan pestisida dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang panjang. Usaha-usaha peningkatan hasil produksi di atas ternyata dapat memberikan dampak kurang baik bagi lingkungan sekitar khususnya tanah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar jumlah logam berat yang berada pada tanah dan buah jambu biji varietas kristal. Penelitian ini menggunakan metode analisis Deskriptif sedangkan untuk metode analisis uji logam berat menggunakan metode Atomic Absorption Spectophotometer (AAS). Hasil dari analisa tanah dengan pengambilan sample 0 – 30 cm dan 30 – 60 cm ditemukan bahwa logam berat Al di berbagai umur tanaman 11 tahun, 6 tahun, 5 tahun melebihi batas normal dan masuk kedalam ambang batas kritis logam berat. Kedua jenis logam berat yaitu Al (Aluminium) dan Pb (Timbal) baik pada umur tanaman 11 tahun, 6 tahun dan 5 tahun memasuki tahapan melebihi batas ambang normal logam berat yang seharusnya berada di bagian buah jambu biji varietas kristalKata kunci: Logam berat, Jambu biji varietas kristal Abstract. Bumiaji region is one of tourist destination in Batu city. This area has temperature around 20 that appropriate for horticulture product including crystal guava. One of cultivation treatment for this commodity is organic fertilizer adding. Another treatment for crystal guava commonly by inorganic fertilizer and pesticide application in high dose on long duration. It will be damage problem for environment especially for soil. Thus, this study was aimed for discovering the amount of the heavy metal Al and Pb contained in the soil and Crystal Guava. This study used descriptive analytic method along with using - Atomic Absorption Spectophotometer (AAS) for testing the heavy metal. The results of this study which concerned on the content of metal of metal Al in 0 – 30 cm and 30 - 60 cm soil depth showed that the highest metal essence was in 11 years, 6 years, 5 years exceeded the normal limits and entered the critical threshold of heavy metals. Both types of heavy metals namely Al (Aluminum) and Pb (Lead) both at the age of 11 years, 6 years and 5 years enter the stage beyond the normal threshold of heavy metals which should be in the crystal variety guavaKeyword : Heavy metal, Crystal Guava
Peningkatan komponen dan kualitas hasil nanas melalui aplikasi kalsium dan etilen sintetik di daerah kering dan panas Kabupaten Malang Hidayati Karamina; Ariani Trisna Murti; Tri Mujoko
Kultivasi Vol 20, No 1 (2021): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v20i1.29674

Abstract

Abstrak. Kalsium dan etilen diketahui pada penelitian terdahulu dapat meningkatkan kualitas hasil nanas (Ananas comosus (L.) Merr.), namun perlu penelitian untuk memvalidasi hasil penelitian di tempat yang lain. Beberapa petani membudidayakan nanas di pesisir selatan Malang yang relatif kering dan panas. Kalsium klorida (sebagai sumber kalsium) dan Ethephon (sebagai etilen sintetik) digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kapan waktu aplikasi CaCl2 yang tepat, takaran dosisCaCl2 dan kapan waktu aplikasi ethephon yang tepat untuk meningkatkan kualitas dari buah nanas di daerah kering dan panas di Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan bulan oktober 2019 – Maret 2020 di Ngajum, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Petak Petak Terbagi dengan 3 ulangan. Petak utama ialah waktu aplikasi CaC12 yang terdiri dari 3 taraf (100 hsp, 130 hsp, 100 hsp + 130 hsp). Anak petak ialah dosis CaC12 yang terdiri dari 3 taraf (55 kg ha-', 80 kg ha-' dan 105 kg ha-'). Anak-anak petak ialah dosis ethephon yang terdiri dari 2 taraf (0 L ha-1 dan 3 L ha-1). Parameter pengamatan yang diamati yaitu panjang buah, bobot buah, dan kadar air buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi antara dosis dan waktu aplikasi CaCl2 terhadap kadar air buah. Aplikasi CaCl2 secara mandiri menghasilkan bobot buah yang berbeda nyata dan lebih besar dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi Ethephon tidak mempengaruhi komponen dan kualitas hasil nanas.Kata Kunci : Buah nanas, CaCl2, Ethephon. Abstract. Calcium and ethylene were known in previous study to improve the yield quality of pineapple (Ananas comosus (L.) Merr.), but it is necessary to validate those research in another place. Farmers cultivated pineapple in south coast of Malang which are relatively dry and hot. Calcium chloride (as a source of calcium) and Ethephon (as synthetic ethylene) were used in this study. This study aims to find the correct application time of CaCl2, CaCl2 dosage, and ethephon application to improve the quality of pineapple fruit in dry and hot climates of Malang District. This research was conducted in October 2019 - March 2020 in Ngajum, Malang Regency. The research used Split Split Plot Design with 3 replications. The main plot was the application times of CaC12 which consisted of 3 levels (100 hsp, 130 hsp, and 100 hsp + 130 hsp). The subplot was the doses of CaC12 which consisted of 3 levels ( 55 kg ha-', 80 kg ha-' and 105 kg ha-'). The sub-subplots was ethephon doses which consisted of 2 levels (0 L ha-1 and 3 L ha-1). The observed parameters were fruit length, fruit weight, and fruit moisture content. The results showed that there were interaction effect between doses and application times of of CaCl2 on fruit moisture content. Single effect of CaCl2 affected fruit weights significantly, greater than control. Single effect of Ethephon did not affect the yield components and quality of pineapple.Keywords : CaCl2, Ethephon, Pineapple.